
Saat Gery menyadari bahwa istrinya akan menemui Geby , dia segera menyusul , Gery mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi . Karena perjalanan yang lumayan jauh .
🌿🌿🌿
Sementara Geby yang sudah lebih dulu menunggu di cafe , dia melihat perempuan dengan membawa tas yang lumayan lebar itu , masuk ke dalam cafe , lalu berjalan menuju kasir untuk memesan sesuatu .
" Itu mungkin yang namanya Nayla , " gumam Geby .
Geby membelokkan mobilnya dan parkir tepat di depan cafe , dan sebelum turun dari mobil , Geby menelpon perempuan itu , namun tidak di angkat .
Akhirnya dia pun segera turun untuk menemui perempuan itu .
" Selamat siang , " sapa Geby .
" Iya siang , kamu--- " jawab perempuan itu.
" Iya kenalkan saya Geby . " ucap Geby sambil menjulurkan tangannya , untuk bersalaman .
" Saya Nayla , silahkan duduk , saya sudah memesan minuman untuk Anda . "
" Iya , terima kasih ," ucap Geby sambil duduk berhadapan dengan Nayla .
" Saya bingung , gadis secantik dan terpelajar seperti Anda , bisa - bisanya mendekati suami saya , " cetusnya terasa panas di telinga .
" Hmm..." Geby menarik nafas, " sabar Geb , sabar , " dalam benaknya berkata .
__ADS_1
" Lagian apa sih istimewanya mas Gery buat Anda ? " cetusnya sinis .
Geby geram dengan semua perkataan Nayla , namun Senyum Geby tetap terpancar , walaupun hatinya sakit , tatkala ia direndahkan , amarahnya memuncak namun tetap berusaha untuk tenang .
" Anda itu masih sangat bisa mendapatkan laki - laki yang lebih tampan dari mas Gery , ketimbang mencintai laki - laki yang sudah beristri , "ucap Nayla yang mulai sedikit emosi .
Geby masih diam , mendengarkan dengan seksama setiap celoteh Nayla .
" Ngomong kamu , ayo ngomong , " tangan Nayla mendorong pelan pundak Geby , " jangan diem aja kamu . " tambahnya tegas.
" Mbak udah selesai bicara ? "
" Oke , " ucap Geby sambil mengusap pundaknya , yang baru saja di sentuh oleh Nayla .
" Jadi--- "
"Jadi apa ? " saut Nayla .
" Apa !!! jadi apa ? ? ayo ngomong , ngomong ! " ucap Nayla sambil berdiri .
" Ya tunggu dong , jangan nyolot Mbak , saya mau ngomong ini . " teriak Geby mulai panas .
"Jadi kamu nggak perlu khawatir , Aku nggak akan pernah rebut suamimu itu . " Geby ikut berdiri lalu menunjuk dada Nayla dengan jari telunjuk nya .
" Oh... begitu...!! " teriak Nayla , " Setelah kamu hamil , apa benar kamu tidak akan mencari suamiku ? "tambah Nayla emosi .
__ADS_1
" HAMIL?? "gumam Geby sambil mengerutkan keningnya .
" Ya..., gimana dengan bercak darah di sprey itu , " Nayla mengingatkan Geby akan tragedi dini hari itu , yang merenggut kesuciannya .
Tiba - tiba Geby merasa lemas , dia takut dengan ucapan Nayla , dia takut jika memang benar dia akan hamil anak Gery .
Geby menguatkan hati nya , tetap berdiri tegap dan menarik nafas nya .
" Kenapa kamu diam , benarkan ? kamu pasti akan minta pertanggung jawaban pada mas Gery ?, lalu Aku ..., Aku akan di lempar jauh karena pasti mas Gery akan lebih memilih kamu , ketimbang aku . " ucap Nayla dengan posisi wajah nya tepat di depan wajah Geby .
Geby tak berkomentar sama sekali atas semua ocehan Nayla , rasanya Geby tak sanggup lagi mendengarkan semua nya ini , dia ingin segera pergi meninggalkan tempat itu .
Geby pun melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu .
Namun karena Nayla semakin emosi , Nayla menahan Kaki Geby dengan kakinya , untuk menghentikan langkah Geby .
" Eh , mau kemana kamu , " teriak Nayla
" Jangan kabur ya , " tambah nya dengan menyeret tangan Geby menggunakan tangan kirinya , sementara tangan kanannya diangkat dan akan menampar pipi Nayla .
" Tunggu , " teriak Gery dari kejauhan , Gery yang tiba - tiba datang tepat waktu , segera berlari menemui istrinya dan menahan tangan istrinya , agar tidak menampar wajah Geby .
" Apa - apaan kamu Nay ," ucap Gery sambil marah pada Nayla .
⚡⚡⚡
__ADS_1