
" Geb , Undangan nya sudah jadi nih , bagus gak ? " ucap Sony
" Hmm , pokoknya pilihan Papi itu , gak di ragukan lagi deh , paling oke . "
" Bisa aja kamu . "
" Oh ya Pih , kalau bisa , Om Gery gak usah di undang ajah . "
" Loh kenapa ? dia kan sahabat Papi nak , masak iya gak di undang ? lagian dia itu juga Orang tua angkatnya Erik . "
" Bukannya apa - apa Pih , kan kasian jauh gitu . "
" Gak papa ah , biar aja Papi tetap undang . '
Tiba - tiba Erik muncul dari dapur dengan membawa susu hamil untuk Geby .
" Nih sayang susunya . " ucap Erik memberikan gelas susu itu pada Geby .
" Gini deh Pih , oke Papi undang dia , tapi Aku mohon , saat dia datang , bener - bener jangan sampe lihat Gibran . "
" Emang kenapa ? Gak usah malu , yang penting kalian kan udah nikah . "
" Pokoknya JANGAN Pih , titik . " tegas Geby dengan wajah masam , lalu masuk ke dalam kamar .
πΊπΏ
Erik mengikuti Geby .
" Sayang , kenapa sih ? "
" Kamu tuh Mas , pikiranku ini beneran gak enak , kalau sampe si Gery itu ngeliat Gibran . "
" Sudahlah sayang , jangan terlalu stres ,"
" Keluar sana , kamu sama aja dengan Papi . "
Geby sedang ingin sendiri , dan meminta Erik untuk keluar dari kamarnya .
πΊπΏ
" Gimana Riik ? apa Geby masih marah ? " tanya Helen yang melihat Erik keluar dari kamar .
" Iya Mih , masih marah . " jawab Erik .
" Kenapa sih anak itu , seperti ada yang sedang dia sembunyikan . " gumam Helen .
Akhirnya Helen pun masuk ke dalam kamar Geby .
" Sayaangg ... , kenapa kamu nak ? " ucap Helen , sambil membelai punggung Geby yang rebahan di kasur , dengan posisi tidur miring .
" Ceita sama Mami , biar bebanmu berkurang nak . "
" Benarkah aku bisa bercerita pada Mami ? "
" Maksudnya ?? "
" Bisakah Mami merahasiakan ceritaku dari Papi ? "
" Tentu dong sayang . "
" Benarkah Mih ? " ucap Geby senang , lalu dia segera duduk bersandar di papan kasurnya .
" Ceritalah nak , " pinta Helen pada Geby , dengan menggenggam jari - jari Geby .
" Mih , Gibran , itu---, "
" Ada apa dengan Gibran ? "
" Tapi Mami janji ya ? jangan cerita pada Papi .
" Iya nak . "
" Gibran bukan darah daging Erik . "
" What ?? yang bener kamu , tapi yang Mami rasakan , Erik terlihat seperti Bapak kandungannya . "
" Iya Mih , itu karena Erik begitu menyayangi aku dan juga Gibran . "
" Lalu Gibran anak siapa ? "
" Malam itu Mih , waktu aku menginap di rumah Gery , dia nodai aku Mih . "
" TUHAN , Oh sayang , kenapa kamu baru cerita sama Mami nak ? "
" Entahlah Mih , waktu itu aku bingung . "
" Terus Gery tau kalau kamu hamil ? "
" Enggak tau dia Mih , cuman dia sudah tebak , jika aku akan hamil , dan dia juga bilang akan bertanggung jawab jika aku hamil . "
" Lalu ? "
" Lalu apa Mih , aku sudah jijik melihat nya , terus dia juga punya istri kan ? apa iya Geby harus menikah sama orang yang usianya hampir sepadan dengan Papi . "
" Jadi Erik yang telah berkorban , hanya untuk nama baikmu sayang ? "
" Iya Mih , kadang aku begitu takut kehilangan dia , karena dia menikahi aku dalam keadaan ku yang tak utuh . "
" Enggak lah sayang , kelihatan kok , kalau dia sayang banget sama kamu , apalagi sekarang kamu sedang hamil anaknya Erik . "
" Oke , jadi Aku minta tolong sama Mami , saat acara berlangsung , tolong Mami bantu Mak Darmi untuk jaga Gibran , saat ada Gery . "
" Tenang saja sayang , pasti Mami jaga Gibran , sekarang masalah nya sudah selesai kan ? keluar sana , sapa suami kamu , kasian dia murung tuh . "
__ADS_1
Helen berdiri dan berjalan keluar dari kamar Geby .
βοΈβοΈβοΈ
Geby keluar dari kamar dan menemui Erik yang sedang duduk merokok di teras rumah nya .
" Maas ... , " manja Geby sambil memeluk Erik dari belakang . Hal yang sama sekali belum pernah dia lakukan , karena selama ini , selalu Erik yang memanja .
" Kenapa kamu sayang , kesambet apa ?" jawab Erik sambil memegang kedua tangan Geby , lalu kepalanya menoleh ke atas dan mencium dagu Geby .
" Kok gitu sih ngomongnya , " ucap Geby cemberut .
" Bercanda sayang , kaget aja , tumben romantis , gitu dong , seneng kan aku jadinya . cuman ini nih . " ucap Erik sambil menunjuk kebawah dengan telunjuknya .
" Huss , nih orang jorok banget sih , di lihat Papi ntar . "
" Nah , maksud ku aku seneng kamu manja , cuman kagak nahaan . " canda Erik .
" Aku tuh lagi seneng tau mas , "
" Seneng kenapa ? "
" Mami mau bantu aku besok . "
" Maksudnya ? kamu ceritakan semua ke Mami ? "
" Iya , emang kenapa ? "
" Aduuh , kenapa kamu gak tanya aku dulu ? "
" Tenang saja mas , Mami udah kok , gak akan bilang sama Papi . "
" Hmm , ya mudah - mudahan aja , jangan sampai Mami keceplosan . "
πΏπΏπΏ
" Paket . "
" Terimakasih Pak . "
" Paket dari mana Mas ? "
" Dari Sony dek , "
" Sony ? Sony Bapak nya Geby itu ya ? "
" Iya . "
" kayak undangan tuh Mas ? "
" Iya , ini emang undangan , Geby dan Erik . "
" Erik anak asuh kamu itu Mas ? "
" Iya . "
" Entahlah . "
" Kamu akan datang Mas ? "
" Iyalah , gak enak sama Sony . "
" Ntar kalo kamu lihat Geby , kamu cemburu lagi Mas . "
" Enggak lah dek , lawong aku sayang kamu kok , wes lupa sama wajahe Geby . hampir 4 tahun gak ketemu . "
βοΈβοΈβοΈ
Esok Hari ...,
Pagi - pagi sekali Geby sudah mulai di make up .
Berlanjut pengantin Pria , serta kedua Orang Tuanya .
Gibran yang masih tidur pulas , kamarnya mulai di hias dengan berbagai macam mainan , serta beberapa snack kesukaannya .
Geby terlihat sangat cantik , dengan mahkota di yang menghiasi rambutnya . Lalu gaun pengantin berwarna putih, dengan bentuk bagian atasnya yang lumayan terbuka , membuat nya terlihat seksi .
Dadanya sedikit naik dan menonjol , maklum dia sedang hamil mudah .Jadi body nya terlihat lebih montok .
Sementara Erik , memakai celana dan jas berwarna hitam , membuat nya begitu gagah dan tampan , karena kulitnya yang putih , jadi terlihat lebih bersih dan bercahaya .
Erik dan Geby sama-sama terkesan dengan saling menatap wajah masing-masing .
Tak pernah terlintas mereka akan melangsungkan sebuah resepsi pernikahan .
βοΈβοΈβοΈ
Teras rumah Geby yang begitu luas telah berubah menjadi istana , dengan hiasan bunga - bunga serba putih . Suasananya begitu sakral .
Di sudut ada sebuah panggung yang di hias dengan begitu glamor . Dengan alat musik yang lengkap , yang akan di mainkan oleh band asuhan Sony.
Acara di mulai jam 10 pagi . Geby dan Erik sudah bersiap untuk menyambut para tamu undangan yang datang .
Gaunya terlihat mewah namun tidak terlalu panjang ekornya , jadi Geby bebas berjalan untuk bersalam - salaman dengan para tamu .
Berjalan dengan tangan nya yang memeluk pinggang Erik , begitu juga dengan Erik , yang memeluk Geby dengan sesekali menatap wajah Geby yang terlihat lebih cantik dari biasanya .
Bisikan kata-kata yang romantis berkali-kali di bisikan di telinga Geby , membuat Geby tersenyum tersipu malu.
Keromantisan keduanya membuat para tamu jadi ikut berpengaruh , mereka saling berpelukan dengan pasangan masing-masing .
π·π·π·
__ADS_1
Tepat pukul 11.25 , Gery dan Nayla datang .
Mami Geby yang melihat Gery dari kejauhan , langsung masuk ke dalam rumah .
Memastikan bahwa Gibran tidak akan keluar untuk mencari Daddy dan Maminya .
πΊπΏ
" Hallo Son , Apakabar nich ? " sapa Gery yang bersalaman dengan Sony.
" Baik , kamu sendiri bagaimana ? " jawab Sony .
" Aku , seperti yang kamu lihat . Sangat baik , ngomong - ngomong , mana Helen ? " tanya Gery .
" Ini , " jawab Sony sambil menoleh ke samping . " Loh mana tadi , sebentar ya , aku cari dulu." Sony berlalu .
" Oke , aku mau sapa mereka dulu , " balas Gery yang menunjuk ke arah Erik dan Geby .
Geby yang melihat Gery menuju ke arah nya , menjadi gelisah dan tidak tenang , hingga akan melepaskan pelukan Erik .
Erik menarik kembali tangan Geby , agar tidak melepaskan pelukannya , semakin erat pelukan Erik .
Hati Geby berdegup kencang , terlintas perbuatan Gery yang di lakukan pada nya .
" Selamat ya Rik , selamat Geby . " ucap Gery terkesan biasa saja .
Nayla juga menyapa dengan baik .
Geby bisa bernafas dengan lega , semua tidak seburuk yang ia bayangkan .
π·π·π·
" Mih , ngapain disini ? banyak tamu tuh Mih , pada nanyain Mamih tuh ." tanya Sony yang menemui Helen di kamar Gibran .
" Ini loh Pih , Mami cuma mau lihat Gibran , rewel apa enggak ," jawab Helen sambil memangku Gibran .
" Udah , gak rewel tuh Gibran . Ayo Mih buruan . "
πΏ
"Mak , nitip Gibran ya , " ucap Helen pada Mak Darmi .
Kemudian Sony menggandeng tangan Helen , dan berjalan menuju tempat resepsi .
πΊπΏ
" Hai Gery , apa kabar kamu ? ini istri kamu ?" sapa Helen pada Gery, dengan menoleh kan kepala nya pada Nayla .
" Helen !! baik - baik . Iya kenalkan ini istriku Nayla ."
Helen dan Nayla saling bersalaman dengan menyebut nama mereka masing - masing .
πΊπΏ
" Untuk kedua mempelai , Mbak Geby dan Mas Erik , silahkan naik untuk bernyanyi ." pinta salah satu penyanyi, yang baru saja usai menyanyikan lagu .
Geby dan Erik lantas naik ke atas panggung , mereka berdua menyanyikan lagu ' Angel's Love ' , dengan suara merdu mereka , terlihat begitu romantis .
Membuat Gery teringat saat berada satu panggung dengan Geby . Perlahan perasaan Gery mulai hanyut dan sedikit cemburu dengan kemesraan mereka .
πΊπΏ
" Terima kasih , " ucap Erik dan Geby , usai bernyanyi .
Namun saat mereka akan turun dari panggung , tiba-tiba ...,
" Mami .... "
Gibran tiba-tiba lolos dari genggaman Mak Darmi .
Semua tercengang , dan pandangan para tamu , termasuk Gery dan Nayla , menuju pada Gibran yang berlari ke arah Geby .
Geby pun menyambut Gibran , lalu memeluk nya .
" Sini sayang , ayo ikut Daddy . Kasian dedeknya . "
πΏ
" Ini anak kamu Rik ? " tanya Gery pada Erik .
" Iya betul ini anak mereka .' tegas Sony dengan begitu lantang nya . Lalu beranjak menyambut tamu yang lain yang baru datang .
" Kamu belum menjawab pertanyaan Om , Rik . "
" Iyalah Om , ini anakku , emang anak siapa lagi ? "
" Geb , betul itu dia anak Erik ? " tanya Gery pada Geby .
" Pertanyaan konyol !!" gumam Geby .
Erik pun berjalan dengan di ikuti Geby , namun saat Geby akan melangkah , tiba -tiba tangan Gery menarik Geby lalu berbisik pada telinganya .
" Sampai ujung Dunia sekali pun , akan ku cari tau , anak siapa dia . " tegas Gery pelan .
" Tolong jangan ganggu istri saya Om , " lugas Erik , sambil mengepalkan tangan nya .
Dengan penuh rasa emosi , Erik ingin sekali memukul Gery . Namun Erik berusaha menahan nya , karena takut acaranya akan berantakan .
" Kamu apa-apaan sih Mas , katanya gak akan ngurusin Geby lagi ? udah ayok pulang aja . " ucap Nayla dengan menarik tangan Erik .
" INGAT UCAPAN KU !!" ancam Gery pada Erik dan Geby .
Mereka berduapun pulang meninggalkan acara resepsi itu .
__ADS_1
Dan sejak saat itu , hari-hari Geby dan Erik seperti terancam .
Karena hampir setiap hari, Gery mengancam pada Geby lewat ponsel .