
" Mbok , saya tinggal keluar dulu ya , ini susu Bu Geby jangan lupa taroh di meja kamar . " ucap Erik sambil meletakkan susu Geby yang telah di buatnya .
" Iya Pak ,"
Si Mbok pun segera membawa susu itu ke kamar Geby , Mbok langsung masuk tanpa mengetuk pintu , karena pintu kamar itu sudah terbuka .
" Pagi Bu Geby , sudah bangun Bu ? "
" Iya Mbok , pagi , "
" Gak lihat Pak Erik Mbok ? "
" Ini tadi Pak Erik habis buatin susu buat Bu Geby , setelah itu pamit keluar . "
" Kemana katanya Mbok ? "
" Ndak bilang kemananya Bu . "
" Perut Bu Geby semakin membuncit , sudah berapa bulan Bu ? "
" Sudah enam bulan Mbok . "
" Oh . empat bulan lagi ya Bu , !
baik Bu, saya lanjutkan pekerjaan saya lagi . "
" Iya Mbok . Makasih ya ."
" Sama - sama Bu . "
πΏπΏπΏ
" Sayaaang ... , lihat ini aku bawa apa ? "
teriak Erik dari luar , yang baru saja datang .
" Iya bentar " jawab Geby .
" Nih , Aku beliin ponsel baru ." tangan Erik menyodorkan tote bag berwarna putih pada Geby .
" Makasih ya Rik . " ucap Geby memeluk perut Erik .
" Satu lagi yhaang ... Sini lihat Aku bawa apa , " ucap Erik mengajak Geby untuk keluar .
" Waah , makasih Rik . " ucap Geby begitu senang dengan hadiah dari Erik , lalu mencium bibir Erik .
" Pak , tolong turun kan dan bawa masuk ya ? " pinta Erik pada sopir pickup yang membawa piano sebagai hadiah untuk Geby .
" Ayok sayang kita masuk dulu . "
Masuk lah mereka ke dalam kamar .
" Tuh handphone nya sudah Aku isi kartu , tinggal di cas aja . Sekarang mana dong ciuman nya lagi . "
Geby lantas mencium bibir Erik hingga basah semua permukaan bibir nya .
" Pak , sudah saya masukkan ini , " teriak sopir pickup dari ruang tengah .
Erik lekas melepaskan gigitan bibir Geby . Dan keluar sambil menyapu bibir nya dengan telapak tangan , Lalu mengambil uang dari dalam saku celana nya , dan memberikan tips pada sopir itu .
" Ini Pak , buat beli rokok . Terima kasih . "
Dua Orang Pria yang mengangkat piano itu , lantas pergi setelah mendapat uang tips dari Erik .
Kemudian Erik kembali masuk ke kamar , dan mengunci pintu kamar nya .
" Kenapa di kunci Rik ?" tanya Geby .
" ***** ***** " jawab Erik lirih
" Ini masih siang Rik , "
" Kan semalem udah istirahat , dan aku belum dapat jatahku ? ." pinta Erik manja .
" Emang harus setiap hari ya ?? "
" Sebisa mungkin ," senyum Erik nakal .
" Tapi aku belum mandi ."
" Ya udah ayok sambil mandi , " ucap Erik sambil menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi .
Mereka berdua pun melakukan nya lagi , kali ini di dalam kamar mandi . Dengan balutan busa yang membuat setiap sentuhan terasa licin .
πΊπΊπΊ
" Itu handphone nya sudah penuh sayang ," ucap Erik sambil menyisir rambut Geby .
" Iya . " jawab Geby sambil berdiri dan mengambil handphone itu .
" Nah , sekarang kamu telepon Papi dan Mami ,"
" Oke , "
πΏπΏπΏ
" Hallo , "
" Iya hallo , siapa ini ? "
" Piih , "
" Geby , nak kamu apa kabar sayang ? "
" Aku baik - baik aja Pih , "
" Sekarang kamu tinggal dimana ? "
" Maaf Piih , Aku belum bisa cerita semuanya ke Papih , Aku juga belum bisa pulang dulu Pih , sampai kan salam ku untuk Mami , nanti Aku akan sering - sering telepon , biar Papi dan Mami nggak sedih lagi , udah dulu ya Pih , I love you . " Geby mengakhiri pembicaraan nya .
Geby begitu rindu pada orang tuanya , ia menangis sambil memeluk Erik , usai mengakhiri pembicaraan nya .
πΏ
" Udah jangan sedih , ntar kontraksi lagi loh . " ucap Erik dengan mengelus - elus perut Geby .
" Rik , kurang tiga bulan lagi aku akan melahirkan , Aku mau tanya sama kamu Rik ."
" Tanya apa ? "
" Serius kamu akan bisa menerima bayi ku ini dengan sepenuh hati kamu , "
" Sekarang gini , dulu aku sebatang kara karena kedua orang tua ku telah meninggal , lalu aku harus tinggal di jalanan dan jadi pengamen . " tutur Erik , sambil membenahi duduk nya , lalu melepaskan pelukan Geby dan mengambil posisi duduk di depan Geby . untuk melanjutkan semua cerita nya .
" Dan satu hal Geeb , seburuk apapun kelakuan Om Gery , aku tidak bisa sepenuhnya membenci , karena dia sudah berbaik hati menolong dan menampung ku untuk di jadikan anak angkatnya . " tambah Erik .
" Tapi dia jahat , " saut Geby sewot .
" Iya , emang jahat . Tapi aku berhutang budi padanya , jadi untuk membayar semua hutang itu , Aku juga harus menjaga anak nya dengan sangat baik . Anak yang sekarang berada dalam perutmu . " ucap Erik sambil mencium perut Geby .
" Kamu tuh emang baik Rik , Aku beruntung punya kamu , makasih ya atas semuanya . "
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Tak terasa dua bulan telah berlalu , Perut Geby semakin membuncit , dia mulai sering merasakan lelah . Cara berjalan nya pun sedikit berubah , seperti sedang membawa beban yang sangat berat .
" Ayo sayang , " ucap Erik yang sudah siap mengantar Geby untuk periksa kandungan nya .
" Iya sebentar , " jawab Geby yang masih sibuk mencari syal di dalam almari nya . untuk menutupi dadanya yang semakin montok karena efek hormon kehamilan nya .
" Cari apa sih sayang ? kok bingung gitu . " ucap Erik yang kembali masuk ke dalam kamar untuk membantu Geby yang sedang bingung .
" Cari syal ku Rik , "
" Udah gak usah , buat apa sih ? "
" Ini Rik , aku gak nyaman banget . " jawab Geby sambil menunjuk kan dadanya pada Erik .
" Gak papa ah , biarin aja gitu , Aku seneng lihatnya . " ucap Erik dengan mencumbui dada Geby .
" Iya kamu seneng , tapi aku malu , mana ada tanda merah nya lagi . " jawab Geby marah .
" Yo wes , tak bantu nyari . " ucapnya sambil mencolek pipi Geby .
" Iniloh , tuh kan ketemu . Nyariin gini aja gak bisa , sini Aku betulin . "
Berangkatlah mereka ke rumah sakit .
πΏπΏπΏ
" Jadi begini Pak , kondisi kehamilan Bu Geby cukup sehat . Jadi sepertinya bisa melahirkan secara normal . " keterangan Dokter .
" Syukurlah Dok . " jawab Erik .
" Oh ya Pak , saran saya , untuk rutin melakukan hubungan intim di trimester ketiga ini . karena itu dapat menguatkan otot-otot pelvis . **** teratur selama kehamilan membuat otot-otot ini kencang dan kuat untuk menangani tugas sulit persalinan normal . " tutur Dokter tersebut .
" Baik Dok , akan saya laksanakan tugas dari Dokter , " jawab Erik , sambil memainkan matanya pada Geby .
πΊπΊπΊ
" Mbok , "
" Iya Pak ? "
" Tolong ambil makanan yang ada di mobil , terus siapin di meja ya Mbok . " ucap Erik sambil memapah Geby masuk ke dalam kamar , untuk berganti pakaian .
" Resleting nya Rik , " pinta Geby , sambil menyibakkan rambutnya ke arah depan .
Erik membantu membuka resleting Geby , setelah itu menurunkan pakaian Geby .
" Rik , jangan gini dong , Aku udah lapar loh . " Geby melepaskan pelukan Erik .
" Kok marah sih sayang , iya deh maaf , ini dasternya , aku bantu ya . " tangan Erik mangambil daster yang ada di kasur . Lalu membantu Geby memakainya .
" Gitu dong , di pakekin baju , masak iya di biarin bugil . " ucap Geby .
" Ayo kita makan dulu , keburu ntar dingin makanan nya . " tambah Geby dengan tersenyum dan menggandeng tangan Erik .
" Duh senyum nya istriku , cantik banget sih ." ucap Erik sambil gemas menggigit bibir , dengan mencubit pipì Geby .
Mereka makan malam berdua , dengan penerangan lampu led berwarna putih kekuningan .
Membuat suasana menjadi lebih romantis .
" Sayang ingat pesan Dokter , 2 x sehari . " ucap Erik .
" Obatnya ? " tanya Geby .
" Tuh kan lupa kamu , padahal itu point terpenting loh buat kamu . "
" Trimester ke tiga sayang , itu tuh loh , nih cewek gak peka banget sih . " ucap Erik sambil menggaruk kepalanya .
" Ya Ampun sayaangg ... pikirannya , kesana teruuss... , " ucap Geby sambil tertawa .
" Tunggu - tunggu , kamu panggil aku apa barusan ? "
" Ya panggil Erik lah , emang harus panggil apa ? "
" Enggak ah , gak mungkin aku salah denger , please ulang lagi dong . "
" Iya Erik sayang , suamiku yang paling tampan . "
" Aiihh... gak kuat denger nya . " ucap Erik .
Lalu berdiri dari tempat duduk nya , kemudian merangkul Geby untuk di ajak masuk ke dalam kamar .
Erik yang berzodiak scorpio itu , kerap kali tersulut nafsu , walau hanya dengan sedikit saja senyuman manja Geby .
Lagi - lagi Erik mulai beraksi . Membuat Geby tak mampu melawan dan akhirnya tenggelam dalam lautan ******* yang menggeliat setiap gerak tubuh Geby .
" Auuww sayaang ... enak bangeet , "
Ucapan Geby itu , membuat nafsu Erik semakin memuncak .
π·π·π·
" Tok - tok , Bu Geby ... Bu " panggil sì Mbok dari balik pintu .
" Iya Mbok , "
" Ada tamu , nyariin Bapak Bu , "
" Iya Mbok , bilangin tunggu sebentar . "
" Baik Bu . "
πΏπΏπΏ
" Rik , Erik , Rik ," panggil Geby sambil memegang pundak Erik .
" Ada apa sayang , mau lagi kamu . "
" Enggak , itu ada tamu cariin kamu . "
" Tamu , " ucap Erik kaget , " Oh iya , jam berapa ini sayang , " tambah nya dengan segera duduk .
" Jam tujuh kayaknya . "
" Ya Ampun , cd ku sayang , " sambil membuka - buka bed caver .
Erik turun dari ranjang dan segera berpakaian rapi .
Lalu keluar kamar dan menemui tamu tersebut .
" Selamat pagi Pak Ronald , maaf membuat Bapak menunggu ."
" Tidak masalah Pak Erik . "
" Mari Pak , kita langsung ke toko saja . "
Erik dan tamunya itu , berjalan menuju toko .
Usaha Erik perlahan mulai maju , hingga Erik berencana akan membuka cabang baru di dekat rumah Orang tua Geby , tanpa sepengetahuan Geby .
__ADS_1
Ronald adalah Orang pilihan nya , yang di tugaskan Erik untuk mengurus proyek nya itu .
Dan Erik meminta pada Ronald untuk merahasikan identitas dirinya dari proyek tersebut .
πΏπΏπΏ
" Sayang , "
" Iya Rik , udah selesai urusan nya ? "
" Udah , kamu sudah sarapan belum ? "
" Belum , terus tamunya dimana ? "
" Udah pulang , kenapa belum makan ? "
" Ya , aku nungguin kamu lah . mau maem sama - sama kamu . "
" Oke ayo kita makan . "
" Kesini dulu ," Geby meminta Erik untuk mendekat . Lalu memeluk dan mencium leher Erik .
" Bau acem sayang , mandi dulu gih , Aku tunggu di meja makan ya . "ucap Geby .
Erikpun mengiyakan pinta Geby , dan segera mandi . Setelah itu mereka sarapan sama - sama .
πΏπΏπΏ
Satu bulan berlalu ...
Semakin dekat hari perkiraan Geby untuk melahirkan . Geby mulai menelepon kedua Orang Tuanya , alih - alih meminta doa restu untuk show .
πΏ
Dan akhirnya waktu itu pun tiba , Geby yang mulai merasa kesakitan dari kemarin , saat itu telah berada di rumah sakit .
Erik selalu berada di samping Geby , memegang tangan Geby sambil terus mengelus - elus perutnya .
Dan saat Dokter memberi aba - aba , Erik menyemangati Geby dengan merangkul dan menahan punggung Geby agar tetap berada dalam posisi duduk.
Lahirlah bayi mungil itu . Bayi yang sangat sehat dan berjenis kelamin laki - laki .
π·π·π·
Mereka telah sampai rumah , setelah dua hari berada di rumah sakit .
Erik , segera turun sambil berteriak memanggil si Mbok untuk membantu Geby berjalan , sementara Erik membawa tas Geby sambil menggendong bayi .
Suasana di rumah itu , seketika berubah menjadi lebih berwarna , dengan adanya tangisan lucu yang menghiasi hari - hari mereka .
π·π·π·
" Rik , kamu sabar dulu , mungkin nanti satu bulan lagi , kita bisa bersenang - senang lagi . "
" Iya , sayang , Aku bisa kok . "
πΏπΏπΏ
Setiap pagi hingga sore hari , Erik selalu berada di toko .
Jadi jika pagi hingga sore , Geby mengurus bayi nya sendiri dengan bantuan dari si Mbok .
Di saat malam tiba , Erik yang bergilir mengurus banyinya , berkali - Kali terbangun untuk mengganti popok dan menggendongnya bila bayi itu menangis .
Erik begitu sayang pada bayi itu , terlihat begitu lucu , gemuk dan sehat .
πΏπΏπΏ
" Geb , aku perhatikan , dadamu kok makin besar ya ? "
" Namanya juga Orang lagi menyusui . "
" Aku juga jadi pingin . "
" Mulai deh , belum sebulan loh , sabar dong ."
" Terus gimana ini , hampir 2 minggu lebih . ," ucap Erik yang menunjukan isi dalam celana nya pada Geby .
" Mau nya gimana Rik ? "
" Pake ini aja deh , sama tangan kamu . mumpung Gibran masih tidur . " balas Erik sambil memberikan baby oil pada Geby .
Erik lega , isi dalam celana nya bisa tertidur kembali .
Sentuham bibir dan tangan Geby mampu mengatasi segala kebutuhan syahwatnya di sela - sela menunggu Geby kembali pulih setelah melahirkan .
πΏπΏπΏ
Ponsel Geby tiba - tiba berbunyi , ternyata Papi Geby yang menelpon .
Geby belum bisa mengangkat , karena Gibran masih menangis .
Sayang nya suara ponsel itu terus berdering . Terpaksa Geby mengangkat nya .
" Hallo pagi Pih , bagaimana keadaan Papi hari ini ?
" Papi sehat nak , Oh ya bagaimana kemarin show nya , sukses kah ?"
" Syukurlah Pih sehat , eh sukses . " ucap Geby sambil menggendong Gibran , mengayun - ayunkan tubuh nya , agar tidak menangis .
" Wah , syukurlah , Papi dan berdoa bersama , untuk semua kesuksesanmu ."
" Terimakasih Pih , "
Tiba - tiba Gibran menangis lagi .
' Suara bayi siapa itu sayang ? "
" Bayi tetangga Pih , "
" Suaranya kenceng banget . "
" Iya nih Pih , Geby tutup dulu ya Pih , berisik banget dengar nya .
Karena masih kangen dengan Geby , Sony pun menulis pesan di ponsel Geby.
" Geby , Papi dan Mami akan datang untuk mencarimu , kami sangat merindukan kamu nak . kami akan berusaha mencari walau pun kamu tidak mau memberikan alamat pada kami ."
Pesan itu telah terkirim pada ponsel Geby , namun karena Geby terlalu sibuk mengurus Gibran , Geby tidak menghiraukan pesan di di ponsel nya .
πΏπΏπΏ
Tiga hari berlalu setelah pesan itu terkirim , Erik yang tiba - tiba iseng bermain handphone Geby ,
" Ya ampuun , sayang kenapa kamu gak cek ponsel nya . " ucap Erik terkejut .
" Emang ada apaan sih , ya ... Aku kan sibuk , jadi sama sekali gak pegang hp Rik . "
Dengan segera Erik mematikan GPS Geby lalu menonaktifkannya .
Tapi sayang sekali , semua itu sudah terlambat .
__ADS_1
πΏπΏπΏ