
Vin, ngapain lo ke sini? Lo nggak kerja? Nanti bu Atik liat lo di sini, ngomel-ngomel dia. Udah berapa
kali dapat teguran, lo kelayapan di jam kerja. Suara Tasya menghentikan obrolan mereka
Brisik lo Tasy. asal lo tau, ini Alden sepupu aku. Apa salahnya juga aku ngobrol sama mereka . Aku
nggak ngobrol aneh-aneh, aku ngejelasin suasana kantor. Harusnya lo berterimakasih. Timpal Vino sinis.
Adek-adek ku sayang, kalau vino yang ngomong jangan dipercaya yah. Dia itu suka menebar Hoax, nanti
kalian ikutan sesat loh. Ucap Tasya lagi
Sialan lo Tasy, merusak citra gue di depan mereka. Maaf yah, gue bukan dukun yang mengajarkan
ilmu sesat. Gue vino, si tampan andalan perusahaan ini. Ucap Vino sambil melototkan mata pada Tasya.
Para karyawan baru ini hanya tersenyum melihat tingkah kedua seniornya ini.
K Vino sama K Tasya lucu, pasti seneng deh kalau kerja di kantor ini suasananya menyenangkan. Mohon
bimbingannya ya kakak-kakak. Ucap Ivy bermaksud melerai Tasya dan Vino.
Oh iyya nanti siang kita makan siang bareng aja, mau nggak ucap Tasya
Parah lo Tasy, mereka belum kerja aja lo udah ajak makan. Dasar otak makan lo, lo mau mereka berubah
__ADS_1
kayak lo. Badannya ky di kasi pengembang roti. Hahahahaha. Tawa Vino memulai kembali peperangan mulutnya dengan Tasya.
Pergi lo sana. Body shaming lo yah. Gue laporin lo. Tasya melemparkan pulpen yang ada di tangannya
ke vino. Vino menghindar dan berlari meninggalkan ruangan sambil berkata bye semuanya, sampai ketemu lagi.
Kak Tasya maaf, pak Randi mana yah? Alden bertanya karena sudah mulai bosan.
Emm.. mungkin masih di ruangan pak bos, biasa pak bos tuh kalau udah rapat kadang nggak mau
berhenti. Orangnya perfect. Kadang kesalahan kecilpun dilihat sama dia. Hehehe, jadi kalian siap-siap aja kalau rapat sama beliau. Jawab Tasya.
Ivy, Dera dan Runia saling menatap. Mereka dengan pikiran masing-masing membayangkan jika rapat
Itu Pak Randi, ucap Runia melihat Randi berjalan ke arah mereka.
Oh iyya, kita berubah rencana. Karena kita ada kegiatan pelatihan untuk para pekerja pabrik hari ini, Ivy dan Alden ikut saya. Kita ke tempat pelatihan mereka sambil kalian belajar untuk menyelenggarakan pelatihan untuk pekerja industry. Karena ini salah satu main business kita di perusahaan ini. Untuk Dera tetap di sini, nanti bu Tasya akan membatu mempelajari beberapa hal tentang pelaporan keuangan. Dan untuk Runia, kamu nanti ke ruang Penelitian, di sana ada pak Vino yang akan mengajarimu untuk penelitian beberapa produk. Saya juga sudah menghubunginya. Jelas Randi panjang lebar.
Tasy, tolong antarkan Runia ke ruangannya Vino yah. Setelah itu bantu Dera mempelajari
laporan keuangan. Pinta Vino
Baik pak, jawab Tasya.
Ayo Run, aku anterin kamu k ruangan ubur-ubur. Oh iyya, Dera kamu tunggu yah, aku Cuma mau ke lantai 2 kok. Tasya memang sering mengucapkan kata ubur-ubur ke vino. Karena Vino orangnya nggak mau berhenti bergerak, selalu pecicilan.
__ADS_1
Baik kak, jawab Runia sambil mengambil tasnya dan kemudian mengikuti Tasya serta melambaikan tangan ke teman-temanya.
Ok, semuanya sudah.Ayo kalian ik ut saya ke ruang pelatihan. Pelatihannya akan segera di mulai. Ucap Randi
Dera, aku duluan yah ucap Ivy pade Dera.
Iyya Vy, semangat untuk hari pertama. Ucap Dera
Maaf pak, tapi sayakan di analis bangunan , kok saya ke tempat pelatihan. Ucap Alden Protes.
hhhmmm, begini kamu kan analis bangunan, nah kamu nanti di sana harus ngeliat-liat bangunan di kantor ini. Karena menurut kami bangunan ini harus ada perbaikan. Nah yang pertama mau di renovasi itu bangunan untuk pelatihan, yang ada di sebelah gedung ini biar para yang ikut pelatihan bisa aman dan nyaman. Jelas Randi sambil berjalan.
Kamu ini, nggak mungkin pak Randi main nyuruh aja kalau nggak ada maksud. Ucap Ivy sambil berjalan mengikuti Randi ke gedug pelatihan
Ya, kan aku cuma nanya Ivy. Soalnya aku nggak tau menahu soal pelatihan. Yang aku tau itu, berbagai ukuran besi, batu bata, paku. Kalau kamu kan emang udah pas ke sana, bukannya kamu di terima sebagai evaluator pelatihan? Bisik Alden
Kamu hari ini banyak bicara yah, kok kamu tahu kalau aku di terima sebagai evaluatorĀ pelatihan, perasaan aku nggak pernah bilang ke kamu deh. Tanya Ivy penasaran
Alden menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kan ada di pengumuman website kemarin.
Kamu kepoin yah?Ucap Ivy senang karena berhasil membuat Alden salah tingkah
Nggak, nggak sengaja ke baca aja. Alden membela diri.
Kalian ngobrolin apa sih? Tanya Randi tiba-tiba menghentikan langkahnya
__ADS_1