Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Orang Tua Geby Datang


__ADS_3

" Mih , kayak nya bener ini tempatnya , sesuai sama GPS nya , " ucap Sony yang melihat rumah Geby dari dalam mobil .


Akhirnya Sony dan Helen turun dari mobil dan berjalan mendekati rumah itu .


" Loh Mih , itu kan mobil Geby . "


" Iya bener Pih , eh tunggu Pih , kok Mami denger ada suara bayi nangis ya Pih ? "


" Ya udah Mih , ayo kita langsung masuk aja , pasti di dalam ada Geby ."


" Loh , maaf anda siapa ? " ucap Sony yang tiba - tiba masuk tanpa mengetuk pintu .


Sony langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati si Mbok sedang menimang bayi Geby .


" Bapak siapa ? sedang mencari siapa ? "


" Saya mencari anak saya , bukan kah ini rumah Geby ? "


" Geby ? siapa Geby ? " jawab Bibi'


" Itu , Itu di depan adalah mobil anak saya , dan menurut GPS nya , anak saya tinggal disini . " ucap Sony sambil menunjuk mobil Geby yang ada di depan .


" Tapi saya tidak mengenalnya Pak ? "


" Baik , saya akan menunggu majikan kamu datang , akan saya tanyakan , bagaimana bisa mobil anak saya terparkir di sini ."


Sony dan Helen menunggu cukup lama , sementara Gibran terus merengek mencari Mamanya .


Helen dan Sony membantu si Mbok untuk menenangkan Gibran , hingga Gibran pun merasa nyaman dan tertidur .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Rik , lihat ini , bajuku basah ." ucap Geby , sambil menunjuk kan pakaian nya .


Air susu itu , terus mengalir di balik persembunyian mereka berdua di balik gedung apartemen , yang terletak di kampung sebelah , tempat mereka tinggal .


" Masuklah ke toilet itu , " jawab Erik dengan menunjuk menggunakan jarinya . Lalu dia melepaskan kaos oblong nya dan memberikan nya pada Geby .


" Tapi kamu Rik , kamu gak pake baju dong . "


" Udah tenang aja , yang terpenting sekarang , bagaimana cara kita membuat Papi dan Mami segera pulang . "


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Gibran , anak Mama "


Tiba - tiba ada perempuan datang , tidak terlalu cantik , tapi cukup menarik . Hari itu sudah terlalu larut .


' Siapa perempuan itu , oh mungkin itu adalah orang suruhan Pak Erik . ' gumam si Mbok .


" Loh , Mbok , ada tamu to Mbok ? "


" Iya non , dari tadi pagi ? "


" Kenalkan saya Sony , dan ini istri saya Helen , " ucap Sony memperkenalkan diri pada perempuan yang datang itu .


" Iya Pak , saya Sintia . Ada apa Bapak mencari saya ? "


" Saya adalah orang tua Geby , pemilik mobil yang terparkir di depan itu ."


" Oh Geby , ya ... ya , saya tau ."


" Jadi kamu mengenal putri saya ? Dimana dia sekarang ? "


" Dia sedang show luar kota Pak , cuma saya kurang tahu lokasi nya , Geby menitipkan mobil nya dan pergi dengan mobil teman saya , yang sama - sama sedang ada acara show . "


" Oh jadi begitu , tapi anehnya , kenapa GPS Geby beberapa hari ini berada di sini ?"


" Geby memang sering bermain dan menginap di rumah saya Pak . "


" Baiklah saya akan pergi , tolong sampaikan salam saya pada Geby . "


" Pasti Pak , nanti akan saya sampaikan ."


Sony dan Helen akhirnya pergi meninggalkan rumah Geby . Dengan perasaan yang sangat kecewa mereka melangkah , berjalan sambil tangannya mengelus mobil Geby yang terparkir .


Geby yang menyaksikan langkah Orang Tua nya dari kejauhan , tak kuasa menahan air mata nya , berkali - kali akan berdiri dan menghampiri mereka . Namun tangan Erik menahan tubuh Geby .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Bu Geby , Pak Erik , kenapa Pak Erik tidak memakai baju ? tanya si Mbok yang melihat mereka berdua datang .


" Iya Mbok , nih baju saya basah soalnya , jadi Erik suruh saya pake baju dia . " jawab Geby sambil memberikan baju kotor nya pada si Mbok .


" Ambil baju gih , udah dari tadi loh , ntar kamu masuk angin . " ucap Geby sambil mengusap punggung Erik ."


Erik segera masuk kamar dan mengambil pakaian nya .


" Oh ya , makasih ya atas bantuan kamu , ngomong - ngomong kamu tinggal dimana ? " tanya Geby pada perempuan yang membantunya .


" Gibran kok mau nurut ya , berarti dia suka sama kamu . " ucap Erik yang muncul dari dalam kamar .


" Iya Rik , menurut ku juga gitu . " saut Geby .


" Iya , memang saya suka sama anak-anak . "


" Apa kegiatanmu ? " tanya Geby .


" Sementara ini aku masih nganggur , dulu pernah kerja jaga toko . " jawab perempuan itu .


" Bagus tuh , mau gak jaga Gibran ? "


" Serius Bu , "


" Iya , serius . "


" Mau , saya mau Bu , " jawab Sintia dengan begitu senangnya .


" Ok , mulai besok ya ? "


" Iya Bu . "


๐ŸŒฟ

__ADS_1


" Mbok , minta tolong dong , Air hangat sama sapu tangan . " teriak Geby .


" Iya Bu , "


" Sayang ini air hangat udah , biar aku yang bersiin ya ? " ucap Erik membantu si Mbok membawa air hangat .


Erik kemudian meletakan air itu di meja , dan mulai melepas kancing kemeja Geby , lalu membuka setengah bagian kemeja Geby .


Tanpa memakai bra , Erik pun dengan mudah membersihkan bekas aliran ASI yang lengket itu .


Setelah itu , Erik mengambil Gibran dari gendongan Sintia , dan memberikan nya pada Geby untuk di susui .


Melihat semua perhatian Erik , membuat Sintia bergetar kagum pada Erik , hingga lirikan matanya begitu tajam melihat wajah Erik .


Geby yang menyaksikan nya , sedikit merasa cemburu . Dan berusaha mengalihkan perhatian Sintia .


" Oh ya Sintia , sebelum kamu pulang , bisakah semua botol Gibran kamu kasih ke Mbok , biar Mbok cuci .


" Iya Bu , permisi . " Sintia segera berdiri , dan setelah itu berpamitan pulang .


" Jangan lupa datang lebih awal ya besok ? "


" Iya Bu , saya permisi pulang dulu . "


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Gibran tidur begitu nyenyak setelah mendapat ASI , kemudian Geby meletakan nya di dalam kamar . Gibran tidur dengan di temani Erik .


Sementara Geby membantu si Mbok yang sedang menyiapkan makan malam .


" Bu , Bu Geby jadi mempekerjakan Sintia ? "


" Iya Mbok , memangnya kenapa ? "


" Kok pikiran saya gak enak ya Bu , saya rasa dia perempuan gak bener . "


" Gak bener gimana Mbok , buat saya , yang penting Gibran nyaman , itu sudah cukup Mbok . "


" Tapi , carae lihat wajah Pak Erik ituloh Bu , koyok cewek genit . "


" Oh , soal itu , kalau itu saya tau Mbok ."


" Lah kalau Bu Geby sudah tau , kenapa malah di pekerjakan Bu ? awas nanti Pak Erik nya di rebut loh Bu .'


" Enggak lah Mbok , Erik itu kuat Iman kok Mbok , tenang aja . " tanggapan Geby dengan sedikit bercanda .


" Sekuatnya Iman Bu , lah kalau ceweknya yang nyosor , apalagi Pak Erik ganteng , terus body nya juga Ok ."


" Ganteng to Mbok , suamiku itu ? " tawa Geby .


" Loh guanteng Bu , Oh ya Bu , saran saya jangan panggil Pak Erik dengan sebutan nama , pake kata - kata apa gitu kek . "


" Gitu ya Mbok , yoweslah saya panggil Pak Erik dulu ya Mbok , "


" Bu , Bu , "


" Ada apalagi Mbok , " langkah Geby terhenti .


" Bu Geby sejak melahirkan , terlihat lebih dewasa dan tambah cantik . "


Geby mulai memanggil Erik dengan sebutan Dad , sekalian untuk membiasakan Gibran .


Mereka makan malam berdua , tanpa ada obrolan , buru - buru kembali ke kamar , mereka lelah karena seharian tadi harus ngumpet .


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


" Dad , kamu udah hubungin , pemilik cafe yang waktu itu ? "


" Udah sayang , lusa kita mulai kerja ."


" Kita ? "


" Iya mereka butuh dua penyanyi , cowok cewek , jadi nantinya setiap lagu bergenre apapun itu , harus di bawakan secara duet ."


" Oh jadi begitu , kok aku baru tau ya ? '


" Iya , orang nya sampai kan ke Aku , lagian enak , aku bisa temenin kamu , biar gak ada yang godain kamu . "


" Oke , sekarang sudah malam , Ayo tidur , besok seharian kita latihan . "


" Iya sayang , tapi bentar dong , bisa olesin punggung ku dengan ini ? " pinta Erik sambil memberikan cream urut pada Geby .


" Kenapa Dad , punggung nya ? " ucap Geby sambil mengolesi punggung Erik dengan crem .


" Tau nih , kok rasae sakit banget . "


" Dad , untung aja sudah ada yang jaga Gibran ya ? "


" Iya , emang udah rezeki kita sayang . "


" Tapi dia agak genit loh Dad , awas kamu di godain . "


" Ah apaan , gak ngaruh lah , jauh banget sama kamu sayang , udah sayang , kamu istirahat gih , " jawab Erik , dan meminta Geby berhenti memijat punggung nya .


Mereka berdua sama - sama tertidur pulas , dengan saling berpelukan , kepala Geby bersandar di dada Erik yang tanpa pakaian . Sementara Gibran masih nyenyak di tempat tidur bayi .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Tok , tok , selamat pagi . " salam Sintia yang sudah datang pagi itu .


" Masuk , sebentar ya , Bu Geby belum bangun . "


Tiba-tiba Sintia dan si Mbok di kagetkkan dengan suara tangisan Gibran .


Si Mbok segera mengetuk pintu kamar , namun Geby dan Erik tidak segera membuka nya .


Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar Geby .


Bibi' segera berjalan menuju tempat tidur Gibran lalu menggendong nya .


" Sintia , ayo cepat ambil botol susu dan toples susu nya , lah kok malah bengong ajah . " ucap si Mbok menyadar kan lamunan Sintia .


Sintia pun tersadar dari lamunannya , matanya yang menatap tajam sepasang suami istri yang sedang tidur berdua dan saling berpelukan itu , Sintia berhayal nakal , membayangkan dirinya berada dalam pelukan Erik .

__ADS_1


Akhirnya Sintia berjalan menuju meja dekat tempat tidur bayi , lalu mengambil botol dan toples susu , kemudian segera keluar .


" Wong udah siang gini kok masih tidur , " gumam Sintia sambil membuatkan susu untuk Gibran .


" Ngoceh apa kamu ? sok ngurus banget , mereka itu yang gaji kita , majikan kita tau . "


" Yah tau , itu majikan . Wong cewek kok bangun siang . "


" Gibran , " teriak Geby .


" Iya Mami , Gibran di sini ." jawab si Mbok sambil memberikan susu formula untuk Gibran .


" Oh anak Mami yang ganteng ini ada disini Ya ?? " ucap Geby sambil mencubit pipรฌ Gibran yang berada dalam pangkuan si Mbok .


" Bu maaf , tadi saya masuk kamar tanpa ijin , soalnya saya bingung dengar Gibran menangis . Sementara Bu Geby dan Pak Erik , masih tertidur pulas . "


" Iya Mbok , gak papa , soalnya semalam itu , Pak Erik ngajak ngobrol Mbok , sampe saya ketiduran , " ucap Geby.


Geby yang masih mengenakan pakaian tidur itu , masuk ke dapur , lalu duduk di kursi makan dan membuka tudung saji ,


" Masak apa Mbok ? ucapnya sambil mencicipi masakan .


" Sayur asem sama ikan Bu , " jawab si Mbok .


" Pagi sayang ," sapa Erik , dengan memeluk Geby dari belakang , dan mencium bibir Geby .


" Laper nih ... " ucap Geby memanja pada Erik .


" Udah laper kamu ? ya udah makan aja ."


" Mbok , kasih Gibran ke Sintia aja , Mbok belum nyuci kan ? di kamar banyak popok Gibran yang kotor Mbok . "


" Iya Bu , "


" Oh ya Sintia , tolong mandikan Gibran ya ? "


" Iya Bu Geby , " jawab Sintia sewot . Kecemburuan Sintia pada Geby atas setiap kemesraannya bersama Erik , membuatnya begitu kesal .


Ntah kenapa Sintia jadi begitu cemburu . Sepertinya dia benar - benar mabuk cinta pada Erik .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Setelah Geby dan Erik selesai makan , mereka mulai latihan bernyanyi , dengan di iringi piano yang di mainkan oleh Erik .


Dan keesokan harinya , mereka mulai bekerja berdua di cafรจ , hampir setiap hari mereka berangkat usai senja dan pulang di tengah malam .


Jadi mereka merubah jadwal kerja untuk Sintia .


Sintia di minta datang di sore hari dan pulang di tengah malam , usai mereka pulang dari cafรจ .


Dan saat pagi hingga sore , mereka berdua yang menjaga Gibran .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Malam itu , setelah beberapa bulan mereka bekerja .


Ada kejadian yang menguras emosi Erik .


Tiba - tiba , saat Geby sedang bernyanyi , ada seorang Pria yang mabuk , naik ke atas panggung . Dan berkali - Kali memberikan uang pada Geby sebagai saweran , lalu berusaha untuk memegang tubuh sexy Geby .


Sementara Geby merasa risih , Geby yang sudah berusaha untuk menghindari dan mengalihkan perhatian nya , masih juga di pepet .


Membuat Erik menjadi emosi , seketika ia berhenti bermain piano , lalu merangkul pria itu , untuk di ajak nya turun dari panggung .


Pria itu tak terima , dan akhirnya pertengkaran pun terjadi . Mereka saling adu jotos , namun Pria itu curang , dia mengambil botol bir lalu memukulkannya di kepala Erik , hingga membuat Erik tersungkur bersimbah darah .


Geby berteriak sekeras mungkin dengan memangku kepala Erik . Gaun biru muda yang ia kenakan , penuh dengan kucuran darah Erik .


Pelayan cafรจ dengan sigap memberi pertolongan , lalu mengantar Erik ke rumah sakit .


Menemani Erik di rumah sakit membuat Geby baru menyadari , bahwa itulah cinta sebenarnya .


Geby yang selama ini belum sepenuhnya mencintai Erik , kini perasaan itu tumbuh begitu dalam .


Tak henti - hentinya Geby menangis , mengingat semua perlakuan Erik selama ini , yang begitu tulus mencintai nya .


๐ŸŒฟ


" Mbok , "


" Iya Bu Geby , kenapa sampai larut begini belum pulang , ini Mas Gibran nangis terus . "


" Saya di rumah sakit Mbok , Mas Erik cidera . "


" Duh Gusti , pantes saja Mas Gibran nangis terus , lawong Dady nya lagi sakit , mungkin ikatan batin Bu ."


" Iya mungkin Mbok , tolong bilang sama Sintia untuk menginap beberapa hari Mbok . karena saya harus menemani Mas Erik . "


" Iya Bu , " jawab si Mbok , " owalah Bu Geby , manggil Mas aja , kok ya nunggu Pak Erik terluka dulu . " gumam sรฌ Mbok , yang baru saja menutup teleponnya .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Istri dari saudara Erik , " panggil Suster itu pada Geby .


" Ia saya , "


" Semua telah selesai , suami Anda akan segera di pindahkan ke ruang umum ..


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Mas Erik , bagaimana rasanya ? "


" Kamu panggil aku apa sayang ? "


" Kenapa Mas , apa kamu keberatan ? " jawab Geby dengan membelai pipรฌ Erik .


" Aku seneng sekali sayang , seperti telah di akui statusku . "


" Masih pusing kah Mas ?


" Sedikit saja , "


" Pulanglah sayang , ganti pakaian mu ? "

__ADS_1


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


__ADS_2