
" Mih , kayak nya bener ini tempatnya , sesuai sama GPS nya , " ucap Sony yang melihat rumah Geby dari dalam mobil .
Akhirnya Sony dan Helen turun dari mobil dan berjalan mendekati rumah itu .
" Loh Mih , itu kan mobil Geby . "
" Iya bener Pih , eh tunggu Pih , kok Mami denger ada suara bayi nangis ya Pih ? "
" Ya udah Mih , ayo kita langsung masuk aja , pasti di dalam ada Geby ."
" Loh , maaf anda siapa ? " ucap Sony yang tiba - tiba masuk tanpa mengetuk pintu .
Sony langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati si Mbok sedang menimang bayi Geby .
" Bapak siapa ? sedang mencari siapa ? "
" Saya mencari anak saya , bukan kah ini rumah Geby ? "
" Geby ? siapa Geby ? " jawab Bibi'
" Itu , Itu di depan adalah mobil anak saya , dan menurut GPS nya , anak saya tinggal disini . " ucap Sony sambil menunjuk mobil Geby yang ada di depan .
" Tapi saya tidak mengenalnya Pak ? "
" Baik , saya akan menunggu majikan kamu datang , akan saya tanyakan , bagaimana bisa mobil anak saya terparkir di sini ."
Sony dan Helen menunggu cukup lama , sementara Gibran terus merengek mencari Mamanya .
Helen dan Sony membantu si Mbok untuk menenangkan Gibran , hingga Gibran pun merasa nyaman dan tertidur .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Rik , lihat ini , bajuku basah ." ucap Geby , sambil menunjuk kan pakaian nya .
Air susu itu , terus mengalir di balik persembunyian mereka berdua di balik gedung apartemen , yang terletak di kampung sebelah , tempat mereka tinggal .
" Masuklah ke toilet itu , " jawab Erik dengan menunjuk menggunakan jarinya . Lalu dia melepaskan kaos oblong nya dan memberikan nya pada Geby .
" Tapi kamu Rik , kamu gak pake baju dong . "
" Udah tenang aja , yang terpenting sekarang , bagaimana cara kita membuat Papi dan Mami segera pulang . "
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Gibran , anak Mama "
Tiba - tiba ada perempuan datang , tidak terlalu cantik , tapi cukup menarik . Hari itu sudah terlalu larut .
' Siapa perempuan itu , oh mungkin itu adalah orang suruhan Pak Erik . ' gumam si Mbok .
" Loh , Mbok , ada tamu to Mbok ? "
" Iya non , dari tadi pagi ? "
" Kenalkan saya Sony , dan ini istri saya Helen , " ucap Sony memperkenalkan diri pada perempuan yang datang itu .
" Iya Pak , saya Sintia . Ada apa Bapak mencari saya ? "
" Saya adalah orang tua Geby , pemilik mobil yang terparkir di depan itu ."
" Oh Geby , ya ... ya , saya tau ."
" Jadi kamu mengenal putri saya ? Dimana dia sekarang ? "
" Dia sedang show luar kota Pak , cuma saya kurang tahu lokasi nya , Geby menitipkan mobil nya dan pergi dengan mobil teman saya , yang sama - sama sedang ada acara show . "
" Oh jadi begitu , tapi anehnya , kenapa GPS Geby beberapa hari ini berada di sini ?"
" Geby memang sering bermain dan menginap di rumah saya Pak . "
" Baiklah saya akan pergi , tolong sampaikan salam saya pada Geby . "
" Pasti Pak , nanti akan saya sampaikan ."
Sony dan Helen akhirnya pergi meninggalkan rumah Geby . Dengan perasaan yang sangat kecewa mereka melangkah , berjalan sambil tangannya mengelus mobil Geby yang terparkir .
Geby yang menyaksikan langkah Orang Tua nya dari kejauhan , tak kuasa menahan air mata nya , berkali - kali akan berdiri dan menghampiri mereka . Namun tangan Erik menahan tubuh Geby .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Bu Geby , Pak Erik , kenapa Pak Erik tidak memakai baju ? tanya si Mbok yang melihat mereka berdua datang .
" Iya Mbok , nih baju saya basah soalnya , jadi Erik suruh saya pake baju dia . " jawab Geby sambil memberikan baju kotor nya pada si Mbok .
" Ambil baju gih , udah dari tadi loh , ntar kamu masuk angin . " ucap Geby sambil mengusap punggung Erik ."
Erik segera masuk kamar dan mengambil pakaian nya .
" Oh ya , makasih ya atas bantuan kamu , ngomong - ngomong kamu tinggal dimana ? " tanya Geby pada perempuan yang membantunya .
" Gibran kok mau nurut ya , berarti dia suka sama kamu . " ucap Erik yang muncul dari dalam kamar .
" Iya Rik , menurut ku juga gitu . " saut Geby .
" Iya , memang saya suka sama anak-anak . "
" Apa kegiatanmu ? " tanya Geby .
" Sementara ini aku masih nganggur , dulu pernah kerja jaga toko . " jawab perempuan itu .
" Bagus tuh , mau gak jaga Gibran ? "
" Serius Bu , "
" Iya , serius . "
" Mau , saya mau Bu , " jawab Sintia dengan begitu senangnya .
" Ok , mulai besok ya ? "
" Iya Bu . "
๐ฟ
__ADS_1
" Mbok , minta tolong dong , Air hangat sama sapu tangan . " teriak Geby .
" Iya Bu , "
" Sayang ini air hangat udah , biar aku yang bersiin ya ? " ucap Erik membantu si Mbok membawa air hangat .
Erik kemudian meletakan air itu di meja , dan mulai melepas kancing kemeja Geby , lalu membuka setengah bagian kemeja Geby .
Tanpa memakai bra , Erik pun dengan mudah membersihkan bekas aliran ASI yang lengket itu .
Setelah itu , Erik mengambil Gibran dari gendongan Sintia , dan memberikan nya pada Geby untuk di susui .
Melihat semua perhatian Erik , membuat Sintia bergetar kagum pada Erik , hingga lirikan matanya begitu tajam melihat wajah Erik .
Geby yang menyaksikan nya , sedikit merasa cemburu . Dan berusaha mengalihkan perhatian Sintia .
" Oh ya Sintia , sebelum kamu pulang , bisakah semua botol Gibran kamu kasih ke Mbok , biar Mbok cuci .
" Iya Bu , permisi . " Sintia segera berdiri , dan setelah itu berpamitan pulang .
" Jangan lupa datang lebih awal ya besok ? "
" Iya Bu , saya permisi pulang dulu . "
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Gibran tidur begitu nyenyak setelah mendapat ASI , kemudian Geby meletakan nya di dalam kamar . Gibran tidur dengan di temani Erik .
Sementara Geby membantu si Mbok yang sedang menyiapkan makan malam .
" Bu , Bu Geby jadi mempekerjakan Sintia ? "
" Iya Mbok , memangnya kenapa ? "
" Kok pikiran saya gak enak ya Bu , saya rasa dia perempuan gak bener . "
" Gak bener gimana Mbok , buat saya , yang penting Gibran nyaman , itu sudah cukup Mbok . "
" Tapi , carae lihat wajah Pak Erik ituloh Bu , koyok cewek genit . "
" Oh , soal itu , kalau itu saya tau Mbok ."
" Lah kalau Bu Geby sudah tau , kenapa malah di pekerjakan Bu ? awas nanti Pak Erik nya di rebut loh Bu .'
" Enggak lah Mbok , Erik itu kuat Iman kok Mbok , tenang aja . " tanggapan Geby dengan sedikit bercanda .
" Sekuatnya Iman Bu , lah kalau ceweknya yang nyosor , apalagi Pak Erik ganteng , terus body nya juga Ok ."
" Ganteng to Mbok , suamiku itu ? " tawa Geby .
" Loh guanteng Bu , Oh ya Bu , saran saya jangan panggil Pak Erik dengan sebutan nama , pake kata - kata apa gitu kek . "
" Gitu ya Mbok , yoweslah saya panggil Pak Erik dulu ya Mbok , "
" Bu , Bu , "
" Ada apalagi Mbok , " langkah Geby terhenti .
" Bu Geby sejak melahirkan , terlihat lebih dewasa dan tambah cantik . "
Geby mulai memanggil Erik dengan sebutan Dad , sekalian untuk membiasakan Gibran .
Mereka makan malam berdua , tanpa ada obrolan , buru - buru kembali ke kamar , mereka lelah karena seharian tadi harus ngumpet .
๐ท๐ท๐ท
" Dad , kamu udah hubungin , pemilik cafe yang waktu itu ? "
" Udah sayang , lusa kita mulai kerja ."
" Kita ? "
" Iya mereka butuh dua penyanyi , cowok cewek , jadi nantinya setiap lagu bergenre apapun itu , harus di bawakan secara duet ."
" Oh jadi begitu , kok aku baru tau ya ? '
" Iya , orang nya sampai kan ke Aku , lagian enak , aku bisa temenin kamu , biar gak ada yang godain kamu . "
" Oke , sekarang sudah malam , Ayo tidur , besok seharian kita latihan . "
" Iya sayang , tapi bentar dong , bisa olesin punggung ku dengan ini ? " pinta Erik sambil memberikan cream urut pada Geby .
" Kenapa Dad , punggung nya ? " ucap Geby sambil mengolesi punggung Erik dengan crem .
" Tau nih , kok rasae sakit banget . "
" Dad , untung aja sudah ada yang jaga Gibran ya ? "
" Iya , emang udah rezeki kita sayang . "
" Tapi dia agak genit loh Dad , awas kamu di godain . "
" Ah apaan , gak ngaruh lah , jauh banget sama kamu sayang , udah sayang , kamu istirahat gih , " jawab Erik , dan meminta Geby berhenti memijat punggung nya .
Mereka berdua sama - sama tertidur pulas , dengan saling berpelukan , kepala Geby bersandar di dada Erik yang tanpa pakaian . Sementara Gibran masih nyenyak di tempat tidur bayi .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Tok , tok , selamat pagi . " salam Sintia yang sudah datang pagi itu .
" Masuk , sebentar ya , Bu Geby belum bangun . "
Tiba-tiba Sintia dan si Mbok di kagetkkan dengan suara tangisan Gibran .
Si Mbok segera mengetuk pintu kamar , namun Geby dan Erik tidak segera membuka nya .
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar Geby .
Bibi' segera berjalan menuju tempat tidur Gibran lalu menggendong nya .
" Sintia , ayo cepat ambil botol susu dan toples susu nya , lah kok malah bengong ajah . " ucap si Mbok menyadar kan lamunan Sintia .
Sintia pun tersadar dari lamunannya , matanya yang menatap tajam sepasang suami istri yang sedang tidur berdua dan saling berpelukan itu , Sintia berhayal nakal , membayangkan dirinya berada dalam pelukan Erik .
__ADS_1
Akhirnya Sintia berjalan menuju meja dekat tempat tidur bayi , lalu mengambil botol dan toples susu , kemudian segera keluar .
" Wong udah siang gini kok masih tidur , " gumam Sintia sambil membuatkan susu untuk Gibran .
" Ngoceh apa kamu ? sok ngurus banget , mereka itu yang gaji kita , majikan kita tau . "
" Yah tau , itu majikan . Wong cewek kok bangun siang . "
" Gibran , " teriak Geby .
" Iya Mami , Gibran di sini ." jawab si Mbok sambil memberikan susu formula untuk Gibran .
" Oh anak Mami yang ganteng ini ada disini Ya ?? " ucap Geby sambil mencubit pipรฌ Gibran yang berada dalam pangkuan si Mbok .
" Bu maaf , tadi saya masuk kamar tanpa ijin , soalnya saya bingung dengar Gibran menangis . Sementara Bu Geby dan Pak Erik , masih tertidur pulas . "
" Iya Mbok , gak papa , soalnya semalam itu , Pak Erik ngajak ngobrol Mbok , sampe saya ketiduran , " ucap Geby.
Geby yang masih mengenakan pakaian tidur itu , masuk ke dapur , lalu duduk di kursi makan dan membuka tudung saji ,
" Masak apa Mbok ? ucapnya sambil mencicipi masakan .
" Sayur asem sama ikan Bu , " jawab si Mbok .
" Pagi sayang ," sapa Erik , dengan memeluk Geby dari belakang , dan mencium bibir Geby .
" Laper nih ... " ucap Geby memanja pada Erik .
" Udah laper kamu ? ya udah makan aja ."
" Mbok , kasih Gibran ke Sintia aja , Mbok belum nyuci kan ? di kamar banyak popok Gibran yang kotor Mbok . "
" Iya Bu , "
" Oh ya Sintia , tolong mandikan Gibran ya ? "
" Iya Bu Geby , " jawab Sintia sewot . Kecemburuan Sintia pada Geby atas setiap kemesraannya bersama Erik , membuatnya begitu kesal .
Ntah kenapa Sintia jadi begitu cemburu . Sepertinya dia benar - benar mabuk cinta pada Erik .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Setelah Geby dan Erik selesai makan , mereka mulai latihan bernyanyi , dengan di iringi piano yang di mainkan oleh Erik .
Dan keesokan harinya , mereka mulai bekerja berdua di cafรจ , hampir setiap hari mereka berangkat usai senja dan pulang di tengah malam .
Jadi mereka merubah jadwal kerja untuk Sintia .
Sintia di minta datang di sore hari dan pulang di tengah malam , usai mereka pulang dari cafรจ .
Dan saat pagi hingga sore , mereka berdua yang menjaga Gibran .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Malam itu , setelah beberapa bulan mereka bekerja .
Ada kejadian yang menguras emosi Erik .
Tiba - tiba , saat Geby sedang bernyanyi , ada seorang Pria yang mabuk , naik ke atas panggung . Dan berkali - Kali memberikan uang pada Geby sebagai saweran , lalu berusaha untuk memegang tubuh sexy Geby .
Sementara Geby merasa risih , Geby yang sudah berusaha untuk menghindari dan mengalihkan perhatian nya , masih juga di pepet .
Membuat Erik menjadi emosi , seketika ia berhenti bermain piano , lalu merangkul pria itu , untuk di ajak nya turun dari panggung .
Pria itu tak terima , dan akhirnya pertengkaran pun terjadi . Mereka saling adu jotos , namun Pria itu curang , dia mengambil botol bir lalu memukulkannya di kepala Erik , hingga membuat Erik tersungkur bersimbah darah .
Geby berteriak sekeras mungkin dengan memangku kepala Erik . Gaun biru muda yang ia kenakan , penuh dengan kucuran darah Erik .
Pelayan cafรจ dengan sigap memberi pertolongan , lalu mengantar Erik ke rumah sakit .
Menemani Erik di rumah sakit membuat Geby baru menyadari , bahwa itulah cinta sebenarnya .
Geby yang selama ini belum sepenuhnya mencintai Erik , kini perasaan itu tumbuh begitu dalam .
Tak henti - hentinya Geby menangis , mengingat semua perlakuan Erik selama ini , yang begitu tulus mencintai nya .
๐ฟ
" Mbok , "
" Iya Bu Geby , kenapa sampai larut begini belum pulang , ini Mas Gibran nangis terus . "
" Saya di rumah sakit Mbok , Mas Erik cidera . "
" Duh Gusti , pantes saja Mas Gibran nangis terus , lawong Dady nya lagi sakit , mungkin ikatan batin Bu ."
" Iya mungkin Mbok , tolong bilang sama Sintia untuk menginap beberapa hari Mbok . karena saya harus menemani Mas Erik . "
" Iya Bu , " jawab si Mbok , " owalah Bu Geby , manggil Mas aja , kok ya nunggu Pak Erik terluka dulu . " gumam sรฌ Mbok , yang baru saja menutup teleponnya .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Istri dari saudara Erik , " panggil Suster itu pada Geby .
" Ia saya , "
" Semua telah selesai , suami Anda akan segera di pindahkan ke ruang umum ..
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Mas Erik , bagaimana rasanya ? "
" Kamu panggil aku apa sayang ? "
" Kenapa Mas , apa kamu keberatan ? " jawab Geby dengan membelai pipรฌ Erik .
" Aku seneng sekali sayang , seperti telah di akui statusku . "
" Masih pusing kah Mas ?
" Sedikit saja , "
" Pulanglah sayang , ganti pakaian mu ? "
__ADS_1
๐ท๐ท๐ท