
Acara pernikahan itu telah selesai . Geby dan Erik masuk ke dalam rumah , menyusul Helen dan Sony .
" Istirahat lah nak , kasian seharian capek dia . " ucap Helen , sambil mengelus perut Geby .
" Iya Mih , Gibran mana Mih ? " tanya Geby .
" Dia sudah tidur nak , sudah... tenang saja , malam ini Mami yang bantu jaga . "
" Oke Mih , Geby masuk dulu ya ? "
" Kami tidur duluan Mih . " saut Erik sambil merangkul pundak Geby .
Mereka pun masuk ke dalam kamar . Menikmati malam pertama , untuk pertama kalinya , berada dalam istana yang sesungguhnya , penuh hiasan dalam kamar nya .
🌷🌷
" Mas ... ini surprise ." kagum Geby melihat kamarnya penuh hiasan bunga .
" Iya sayang , aku menghiasnya khusus buat kamu . "
" Kapan kamu menghiasnya Mas ? " ucap Geby dengan mengerutkan keningnya dan tersenyum .
" Hmm , tadi , aku minta tolong sama Jamal . "
" Maas , kok minta tolong sama Jamal sih , kamu gak malu apa ? "
" Kenapa malu ?? "
" Ya..., malu lah Mas , gak enak aja gituh . "
" Gak usah malu sayang . " jawab Erik , dengan memeluk Geby dari belakang , sambil mencumbui leher belakang nya .
" Maass..., geli tau . " geliat tubuh Geby . Lalu membalikkan badannya dan mereka berdua saling menatap lalu berpelukan .
Geby membalas ciuman Erik , dengan mencumbui pipi , leher dan bibir Erik , sambil melepas satu persatu kancing kemeja putih yang masih melekat di tubuh Erik .
" Sayaaang , tumben asyiik banget . Sekarang kamu jadi sering kesurupan ya ? " desah Erik yang perlahan memuncak .
" Lepas sayang ?" pinta Geby , sambil memegang pinggang Erik .
" Hmm , okeehh...." jawab Erik , dengan melepaskan ikat pinggang nya .
Geby mulai beraksi , jika biasanya Erik yang selalu memulai setiap sentuhan , sekarang giliran Geby yang terlihat berambisi .
" Auuhh , enak banget sayaang . Kamu habis minum jamu ? " ucap Erik .
" Apaan sih Mas ."
" Habis kamu terlihat begitu bersemangat , jadi beda rasanya . "
" Ya udah aku diem ajah . "
" Hmm , jangan dong sayang . lanjutin dikit . "
🌷🌷
Mereka pun mulai berperang .
🌺🌺
Setelah hampir satu jam lebih ....
" Aduh , udah sayang , capek aku . Hari ini kamu the best deh , ' ucap Erik dengan suara nya yang masih ngos-ngosan.
" Biasanya dua kali Mas ? " canda Geby .
" Besok pagi aja ya sayang ? karena hari ini banyak gaya , jadi capek . "
" Hmm.... "
" Oh ya sayang , perasaan kalo kamu lagi hamil kok agak beda ya rasanya . "
" Beda gimana Mas ? "
" Beda aja rasanya , lebih lembut dan kenyal saat di dalam . "
" Masak sih Mas ?"
" Iya , bener sayang , kalo gitu habis kamu melahirkan , aku akan buat kamu hamil lagi . "
" Aku sih , ok - ok aja Mas , karena Aku yakin betul , kamu bakalan bantuin ngurus anak ." canda Geby .
" Oke , siap ya ? udah malam nih , yuk , tidur sayang ." balas Erik . Lalu menarik selimut nya . Lalu memeluk tubuh Geby .
Mereka pun tertidur pulas . Dalam keadaan tidak berkostum dan hanya tertutup selimut berwarna biru laut .
☘️☘️☘️
" Mbok , apa Gibran sudah bangun ? ' tanya Helen .
" Sudah Nya , tapi nangis tadi , "
" Loh , kenapa kok nangis ? sekarang dimana ? "
" Nyariin Pak Erik Nya , itu sekarang di bawa keluar sama Mak Darmi . "
Helen segera menyusul ke halaman depan , untuk melihat Gibran .
🌺🌿
" Oh sayang , cucu Omah , sini gendong Omah , Gibran mau cari Daddy ya? " ucap Helen , mengambil Gibran dari gendongan Mak Darmi .
" Udah Mak , biar saya antar ke Daddy nya , sampyan kerjain yang lain dulu aja Mak . "
Helen segera membawa Gibran ke kamar Geby , lalu mengetuk pintu kamar nya .
Karena Geby dan Erik tidak menyaut , Helen pun membuka pintu itu .
" Loh , gak di kunci . " gumanya.
Helen menghampiri Geby yang masih tidur pulas .
" Geb , Geby . " bisik Helen , karena takut Erik terbangun .
" Iya Mih , " jawab Geby , sambil mengedipkan-ngedipkan matanya , lalu menyingkirkan tangan Erik, dan menutup dadanya dengan selimut .
" Ini loh , Gibran nangis , nyariin kalian ."
" Sini Mih , " kata Geby , sambil meminta Maminya untuk meletakan Gibran di tengah -tengah , antara Geby dan Erik.
" Lain kali jangan sembrono , pintu e gak di kunci . "
" Iya Mih , lupa semalam. "
" Yo wes , Mami tak keluar dulu ."
Helen berlalu dari kamar Geby .
🌺🌿
" Daddy , Dad . " panggil Gibran sambil memukul - mukul pipì Erik.
" Mas , Mas Erik bangun dong , " ucap Geby dengan mengecup pipi Erik.
" Ada apa sayang , aku masih capek niih , kan semalam habis lari maraton. "
__ADS_1
" Ini sayang , di cari Gibran nih . "
" Oh , anak Daddy ," mengecup pipì Gibran , " sudah bangun kamu sayang ? "
Erik langsung terbangun dan duduk . Lalu meletakan Gibran di pangkuan nya .
" Sayang , ambilin celana pendek ku dong ! "
" Buat apa Mas ?"
" Hah , maksudnya ?
" Kan semalam kamu bilang , ronde keduanya , pagi . Atau kamu sudah tidak kuat ya ? "
" Lama-lama kelihatan juga ya , kalau kamu juga doyan ."
" Ya , itu kan karena kamu yang ngajarin Mas . "
" Siapa bilang gak kuat , menghina kamu . Nih ajak dulu Gibran nya ."
" Caranya gimana Mas ? "
" Gibran biar di pinggir dulu , sini kamu di tengah . "
Mereka masih sama - sama bugil , karena semalam begitu kelelahan , hingga langsung tidur .
" Hidupin film kartunnya sayang , biar dia lihat . " pinta Erik yang menyuruh Geby menghidupkan televisi , yang menempel di tembok kamar mereka . " Agak geser Ke belakang sayang ." imbuhnya .
Erik mulai menggesekan batangnya tepat di bawah tulang ekor Geby .
Sementara Geby tak mampu banyak tingkah , karena takut akan kecurigaan Gibran .
" Massa , jangan langsung di masukan dong , buat basah dulu . "
" Okeeh . "
Tangan Erik mulai bergerak aktif , harinya mulai menerobos lipatan yang setiap tiga hari sekali di gundulinya .
Sesekali mengunyah lembut , bagian dadanya yang semakin menonjol , akibat kehamilan kedua Geby .
Memastikan Gibran dalam keadaan tenang , kunyahan itu semakin nakal , menjulurkan lidahnya dan membasahi semua arenanya , seakan tak puas , tanda merah kebiruan itupun mulai di buatnya dengan berjejer rapi , menghiasi gundukan sintalnya . Dengan sesekali memperhatikan buah hatinya .
Erik menurunkan jarinya , dan agak masuk ke dalam , setelah merasakan geliat getaran tubuh Geby , dengan desahnya .
" Sayang udah licin , sekarang ya ? "
" He'em ."
" Ini gaya apalagi Mas ? "
" Sleeping dog " mulut Erik asal jeplak , tak sanggup merasakan nikmatnya dengan gaya yang berbeda .
" Enak juga Mas , " ucap Geby dengan bergetar .
Erik mulai bergoyang , dengan irama yang semakin naik , tanpa jeda .
Hingga berada dalam puncak kenikmatan nya , tanpa sadar teriakan Erik terdengar Gibran .
" Daddy ."
" Iya , sayang . "
Gibran merangkak ke arah Erik , melompati tubuh Maminya .
Erik dengan segera mencabut pusaka yang masih menyelip di sela-sela belahan semok itu . Lalu mengelapnya dengan selimut nya .
" Sayang , buruan ambilin celana pendek ku ."
" Buruan sayang , " pinta Erik agak terburu-buru karna batang pusaka itu mulai di sentuh oleh Gibran , yang penasaran dengan sesuatu yang menonjol .
" Sekalian CD nya , kayaknya semalam aku lempar ke lantai deh ."
" Hmm ."
" Ini , " Geby memberikan CD Erik beserta celana pendek nya .
" Pakein dong sayang , nih kan aku lagi pangku Gibran ."
Geby pun memakainya, dengan posisi duduk Erik yang setengah bersandar , lalu memangku Gibran pada perutnya dan wajah Gibran menghadap ke wajah Erik.
" Jangan di main - mainin gitu dong sayang , ntar berdiri lagi loh , tak tusuk lagi nanti kamu . "
" Tusuk aja lagi , sepuas kamu , orang enak kok . "
" Stop , bicaramu yhaang...., menggugahnya kembali . "
" Habis , heran aja aku Mas , udah keluar juga masih kelihatan nongol , ini apa emang ukurannya ya Mas ? " ucap Geby sambil melotot , membolak - baliknya memakai tangan dan memperhatikan nya dengan detail .
" Sayaang , buruan dong , jangan buat aku naik lagi . "
" Iya sayang . "
🌺🌿
Mereka bertiga saling bercanda , sikap Erik terhadap Gibran semakin memperlihatkan , bahwa ia benar-benar menerima Gibran sebagai anak kandungannya .
Lambat laun , wajah Gibran terlihat mirip dengan wajah Erik .
Bahkan ikatan batin mereka bertiga terlihat begitu kuat .
Aneh sih , tapi itulah kenyataannya.
🌺🌿
" Mas , ntar siang aku waktu nya kontrol loh , "
" Iya sayang , tapi bentar lagi aku harus keluar sayang . "
" Kemana Mas , "
" Ngontrol swalayan yang ada di dekat gedung bertingkat itu ."
" Loh , bukannya itu milik Pak---."
" Iyaah , emang dia yang pegang. Ya. aku cuman ngontrol ajah . "
" Maksud nya Mas ? emang kamu pemiliknya ? "
" Iya , Ups keceplosan ."
" Kok kamu gak pernah cerita Mas ? "
" Maaf ya sayang , mau aku sih , itu surprise buat kamu . Karena swalayan itu aku buat atas nama kamu ."
" Ouwhh..., co cuit banget sih kamu Mas ."
" Aduh , harusnya kamu cubitnya pipiku dong sayang . Masak batang ku ."
"He , he , maap . "
Geby pun mengajak Gibran bermain keluar rumah , karena Erik harus segera bersiap - siap untuk pergi .
🌿🌿🌿
" Gibran , Daddy berangkat dulu ya nak ? "
__ADS_1
" Berangkat dulu ya sayang ? " pamit Erik sambil mengecup kening Geby.
" Heemm , " Geby memoyongkan bibirnya , meminta Erik mencium nya .
" Malu sayang , ada Papi tuch ."
" Ehhmm , dikit aja , " pinta Geby memanja .
Erik pun mencium bibir Geby , Geby ********** sambil menahan pinggang Erik.
" Udah sayang , lepas !! " pinta Erik lirih , sambil melirik wajah Papi , Jamal dan juga Pak satpam.
" Hadeehh , tuh kan jadinya nongol .Di tutup pake apa nih . " gumam Erik .
" Entar malam lagi ya sayang ? " bisik Geby .
" Heem , istriku ini , doyan banget sih ! " saut Erik sambil mencubit hidung Geby .
🌺🌿
" Mau kemana kamu Rik ? " tanya Sony yang berjalan mendekati Erik .
" Hmm . ke---."
" Mas Erik mau ngontrol Pih . "
Geby menghentikan jawaban Erik , dan menjawab pertanyaan Papinya .
" Ngontrol ? "
" Iya Pih , " Erik membenarkan perkataan Geby .
" Ya udah , kamu hati ya Mas , " saut Geby dengan menengadahkan kepalanya , mengarah ke atas dan memoyongkan kembali mulutnya.
" Heemm . " tangan Erik mencubit mulut Geby , karena gak enak sana Sony .
Erik berlalu.
" Emang ngontrol apaan Geb ? tanya Sony penasaran .
" Ituloh Pih , Papi tau swalayan yang ada di dekat gedung bertingkat itu ? "
" Emmm , iya . "
" Yah itu usahanya Mas Erik Pih . "
" Yang tokonya rame itu ? "
' Iya Pih . "
" Loh , bukan nya di dekat rumah kamu itu juga ada ? "
" Iya itu juga Pih , 'Erbi swalayan' . "
" Nah itu dia namanya , Papi lupa . " saut Sony berlalu .
🌿🌿🌿
Hampir empat jam setelah Erik keluar dari rumah .
Ponsel Geby berbunyi . Geby segera mengangkatnya .
" Iya Mas ."
" Sayang , aku pesankan taxi ya ? maaf aku belum bisa jemput kamu . Jadi kamu langsung ke Erbi aja . "
" Oh gitu ya Mas , oke . Eh Mas , ini Gibran minta ikut . "
" Ya udah ajak aja sayang , ajak juga Mak Darmi , biar kamu gak kwalahan .'
" Gak usah Mas , aku bisa sendiri kok . "
" Oh , oke hati - hati di jalan ya . "
" Iya Mas . "
🌺🌿
Beberapa menit kemudian , taxi online itu datang .
Geby dan Gibran segera naik .
" Dadah Omah , dadah Opah. "
' Dadah Gibran sayang , hati - hati di jalan sayang . " ucap Helen dan Sony sambil melambaikan tangan mereka .
🌺🌿
Sesampainya Geby di depan swalayan , Geby langsung turun , lalu tangan nya meraih tangan Gibran , yang saat di dalam mobil , Gibran duduk sendiri .
" Sini sayang , ayo pegang tangan Mamih . "
Tiba-tiba tangan Geby di singkirkan oleh pria bercadar hitam , lalu memegang tangan Gibran untuk di geser masuk kembali ke dalam mobil .
Dan pria itu segera naik , lalu menodongkan pisau pada sopir taxi itu dan menyuruh nya berjalan .
Seketika Geby berteriak histeris , Erik yang berada di dalam swalayan mendengar teriakannya Geby dan segera menghampiri Geby.
" Sayang . "
" Gib , Gibran Mas , Gibran di bawa orang---. " Geby tak melanjutkan ucapannya , dia begitu shock hingga pingsan .
" Sayang , bangun . " teriak Erik dengan menepuk pipi Geby .
" He , tolong kamu ambil kan mobil saya ." teriak Erik memanggil salah satu karyawan nya .
Erik menggendong tubuh Geby , untuk di bawa ke rumah sakit .
Mobil nya melaju begitu cepat , dan segera sampai pada klinik terdekat .
Saat Geby sedang di periksa , Erik menelpon Sony dan Helen , meminta mereka segera datang ke rumah sakit .
Lalu bergantian menelpon kantor taxi itu , untuk membuat laporan .
Dan meminta pihak kantor untuk melacak keberadaan nya .
🌿🌿🌿
" Ada apa ini Rik ? "
" Geby cuma shock Mih , Mih aku titip Geby . "
" Loh kamu mau kemana Rik , "
" Iya , kenapa panik gitu ?" saut Sony.
" Gibran di culik !"
" What . Ya ampun Pih . " ucap Helen, sambil membungkam mulutnya dengan tangan , lalu meneteskan air mata .
" Oke Papi ikut kamu Rik ."
Erik dan Sony segera pergi , sembari menunggu kabar dari kantor taxi online tersebut .
🌿🌿🌿
__ADS_1