Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Penculikan


__ADS_3

Acara pernikahan itu telah selesai . Geby dan Erik masuk ke dalam rumah , menyusul Helen dan Sony .


" Istirahat lah nak , kasian seharian capek dia . " ucap Helen , sambil mengelus perut Geby .


" Iya Mih , Gibran mana Mih ? " tanya Geby .


" Dia sudah tidur nak , sudah... tenang saja , malam ini Mami yang bantu jaga . "


" Oke Mih , Geby masuk dulu ya ? "


" Kami tidur duluan Mih . " saut Erik sambil merangkul pundak Geby .


Mereka pun masuk ke dalam kamar . Menikmati malam pertama , untuk pertama kalinya , berada dalam istana yang sesungguhnya , penuh hiasan dalam kamar nya .


🌷🌷


" Mas ... ini surprise ." kagum Geby melihat kamarnya penuh hiasan bunga .


" Iya sayang , aku menghiasnya khusus buat kamu . "


" Kapan kamu menghiasnya Mas ? " ucap Geby dengan mengerutkan keningnya dan tersenyum .


" Hmm , tadi , aku minta tolong sama Jamal . "


" Maas , kok minta tolong sama Jamal sih , kamu gak malu apa ? "


" Kenapa malu ?? "


" Ya..., malu lah Mas , gak enak aja gituh . "


" Gak usah malu sayang . " jawab Erik , dengan memeluk Geby dari belakang , sambil mencumbui leher belakang nya .


" Maass..., geli tau . " geliat tubuh Geby . Lalu membalikkan badannya dan mereka berdua saling menatap lalu berpelukan .


Geby membalas ciuman Erik , dengan mencumbui pipi , leher dan bibir Erik , sambil melepas satu persatu kancing kemeja putih yang masih melekat di tubuh Erik .


" Sayaaang , tumben asyiik banget . Sekarang kamu jadi sering kesurupan ya ? " desah Erik yang perlahan memuncak .


" Lepas sayang ?" pinta Geby , sambil memegang pinggang Erik .


" Hmm , okeehh...." jawab Erik , dengan melepaskan ikat pinggang nya .


Geby mulai beraksi , jika biasanya Erik yang selalu memulai setiap sentuhan , sekarang giliran Geby yang terlihat berambisi .


" Auuhh , enak banget sayaang . Kamu habis minum jamu ? " ucap Erik .


" Apaan sih Mas ."


" Habis kamu terlihat begitu bersemangat , jadi beda rasanya . "


" Ya udah aku diem ajah . "


" Hmm , jangan dong sayang . lanjutin dikit . "


🌷🌷


Mereka pun mulai berperang .


🌺🌺


Setelah hampir satu jam lebih ....


" Aduh , udah sayang , capek aku . Hari ini kamu the best deh , ' ucap Erik dengan suara nya yang masih ngos-ngosan.


" Biasanya dua kali Mas ? " canda Geby .


" Besok pagi aja ya sayang ? karena hari ini banyak gaya , jadi capek . "


" Hmm.... "


" Oh ya sayang , perasaan kalo kamu lagi hamil kok agak beda ya rasanya . "


" Beda gimana Mas ? "


" Beda aja rasanya , lebih lembut dan kenyal saat di dalam . "


" Masak sih Mas ?"


" Iya , bener sayang , kalo gitu habis kamu melahirkan , aku akan buat kamu hamil lagi . "


" Aku sih , ok - ok aja Mas , karena Aku yakin betul , kamu bakalan bantuin ngurus anak ." canda Geby .


" Oke , siap ya ? udah malam nih , yuk , tidur sayang ." balas Erik . Lalu menarik selimut nya . Lalu memeluk tubuh Geby .


Mereka pun tertidur pulas . Dalam keadaan tidak berkostum dan hanya tertutup selimut berwarna biru laut .


☘️☘️☘️


" Mbok , apa Gibran sudah bangun ? ' tanya Helen .


" Sudah Nya , tapi nangis tadi , "


" Loh , kenapa kok nangis ? sekarang dimana ? "


" Nyariin Pak Erik Nya , itu sekarang di bawa keluar sama Mak Darmi . "


Helen segera menyusul ke halaman depan , untuk melihat Gibran .


🌺🌿


" Oh sayang , cucu Omah , sini gendong Omah , Gibran mau cari Daddy ya? " ucap Helen , mengambil Gibran dari gendongan Mak Darmi .


" Udah Mak , biar saya antar ke Daddy nya , sampyan kerjain yang lain dulu aja Mak . "


Helen segera membawa Gibran ke kamar Geby , lalu mengetuk pintu kamar nya .


Karena Geby dan Erik tidak menyaut , Helen pun membuka pintu itu .


" Loh , gak di kunci . " gumanya.


Helen menghampiri Geby yang masih tidur pulas .


" Geb , Geby . " bisik Helen , karena takut Erik terbangun .


" Iya Mih , " jawab Geby , sambil mengedipkan-ngedipkan matanya , lalu menyingkirkan tangan Erik, dan menutup dadanya dengan selimut .


" Ini loh , Gibran nangis , nyariin kalian ."


" Sini Mih , " kata Geby , sambil meminta Maminya untuk meletakan Gibran di tengah -tengah , antara Geby dan Erik.


" Lain kali jangan sembrono , pintu e gak di kunci . "


" Iya Mih , lupa semalam. "


" Yo wes , Mami tak keluar dulu ."


Helen berlalu dari kamar Geby .


🌺🌿


" Daddy , Dad . " panggil Gibran sambil memukul - mukul pipì Erik.


" Mas , Mas Erik bangun dong , " ucap Geby dengan mengecup pipi Erik.


" Ada apa sayang , aku masih capek niih , kan semalam habis lari maraton. "

__ADS_1


" Ini sayang , di cari Gibran nih . "


" Oh , anak Daddy ," mengecup pipì Gibran , " sudah bangun kamu sayang ? "


Erik langsung terbangun dan duduk . Lalu meletakan Gibran di pangkuan nya .


" Sayang , ambilin celana pendek ku dong ! "


" Buat apa Mas ?"


" Hah , maksudnya ?


" Kan semalam kamu bilang , ronde keduanya , pagi . Atau kamu sudah tidak kuat ya ? "


" Lama-lama kelihatan juga ya , kalau kamu juga doyan ."


" Ya , itu kan karena kamu yang ngajarin Mas . "


" Siapa bilang gak kuat , menghina kamu . Nih ajak dulu Gibran nya ."


" Caranya gimana Mas ? "


" Gibran biar di pinggir dulu , sini kamu di tengah . "


Mereka masih sama - sama bugil , karena semalam begitu kelelahan , hingga langsung tidur .


" Hidupin film kartunnya sayang , biar dia lihat . " pinta Erik yang menyuruh Geby menghidupkan televisi , yang menempel di tembok kamar mereka . " Agak geser Ke belakang sayang ." imbuhnya .


Erik mulai menggesekan batangnya tepat di bawah tulang ekor Geby .


Sementara Geby tak mampu banyak tingkah , karena takut akan kecurigaan Gibran .


" Massa , jangan langsung di masukan dong , buat basah dulu . "


" Okeeh . "


Tangan Erik mulai bergerak aktif , harinya mulai menerobos lipatan yang setiap tiga hari sekali di gundulinya .


Sesekali mengunyah lembut , bagian dadanya yang semakin menonjol , akibat kehamilan kedua Geby .


Memastikan Gibran dalam keadaan tenang , kunyahan itu semakin nakal , menjulurkan lidahnya dan membasahi semua arenanya , seakan tak puas , tanda merah kebiruan itupun mulai di buatnya dengan berjejer rapi , menghiasi gundukan sintalnya . Dengan sesekali memperhatikan buah hatinya .


Erik menurunkan jarinya , dan agak masuk ke dalam , setelah merasakan geliat getaran tubuh Geby , dengan desahnya .


" Sayang udah licin , sekarang ya ? "


" He'em ."


" Ini gaya apalagi Mas ? "


" Sleeping dog " mulut Erik asal jeplak , tak sanggup merasakan nikmatnya dengan gaya yang berbeda .


" Enak juga Mas , " ucap Geby dengan bergetar .


Erik mulai bergoyang , dengan irama yang semakin naik , tanpa jeda .


Hingga berada dalam puncak kenikmatan nya , tanpa sadar teriakan Erik terdengar Gibran .


" Daddy ."


" Iya , sayang . "


Gibran merangkak ke arah Erik , melompati tubuh Maminya .


Erik dengan segera mencabut pusaka yang masih menyelip di sela-sela belahan semok itu . Lalu mengelapnya dengan selimut nya .


" Sayang , buruan ambilin celana pendek ku ."


" Buruan sayang , " pinta Erik agak terburu-buru karna batang pusaka itu mulai di sentuh oleh Gibran , yang penasaran dengan sesuatu yang menonjol .


" Sekalian CD nya , kayaknya semalam aku lempar ke lantai deh ."


" Hmm ."


" Ini , " Geby memberikan CD Erik beserta celana pendek nya .


" Pakein dong sayang , nih kan aku lagi pangku Gibran ."


Geby pun memakainya, dengan posisi duduk Erik yang setengah bersandar , lalu memangku Gibran pada perutnya dan wajah Gibran menghadap ke wajah Erik.


" Jangan di main - mainin gitu dong sayang , ntar berdiri lagi loh , tak tusuk lagi nanti kamu . "


" Tusuk aja lagi , sepuas kamu , orang enak kok . "


" Stop , bicaramu yhaang...., menggugahnya kembali . "


" Habis , heran aja aku Mas , udah keluar juga masih kelihatan nongol , ini apa emang ukurannya ya Mas ? " ucap Geby sambil melotot , membolak - baliknya memakai tangan dan memperhatikan nya dengan detail .


" Sayaang , buruan dong , jangan buat aku naik lagi . "


" Iya sayang . "


🌺🌿


Mereka bertiga saling bercanda , sikap Erik terhadap Gibran semakin memperlihatkan , bahwa ia benar-benar menerima Gibran sebagai anak kandungannya .


Lambat laun , wajah Gibran terlihat mirip dengan wajah Erik .


Bahkan ikatan batin mereka bertiga terlihat begitu kuat .


Aneh sih , tapi itulah kenyataannya.


🌺🌿


" Mas , ntar siang aku waktu nya kontrol loh , "


" Iya sayang , tapi bentar lagi aku harus keluar sayang . "


" Kemana Mas , "


" Ngontrol swalayan yang ada di dekat gedung bertingkat itu ."


" Loh , bukannya itu milik Pak---."


" Iyaah , emang dia yang pegang. Ya. aku cuman ngontrol ajah . "


" Maksud nya Mas ? emang kamu pemiliknya ? "


" Iya , Ups keceplosan ."


" Kok kamu gak pernah cerita Mas ? "


" Maaf ya sayang , mau aku sih , itu surprise buat kamu . Karena swalayan itu aku buat atas nama kamu ."


" Ouwhh..., co cuit banget sih kamu Mas ."


" Aduh , harusnya kamu cubitnya pipiku dong sayang . Masak batang ku ."


"He , he , maap . "


Geby pun mengajak Gibran bermain keluar rumah , karena Erik harus segera bersiap - siap untuk pergi .


🌿🌿🌿


" Gibran , Daddy berangkat dulu ya nak ? "

__ADS_1


" Berangkat dulu ya sayang ? " pamit Erik sambil mengecup kening Geby.


" Heemm , " Geby memoyongkan bibirnya , meminta Erik mencium nya .


" Malu sayang , ada Papi tuch ."


" Ehhmm , dikit aja , " pinta Geby memanja .


Erik pun mencium bibir Geby , Geby ********** sambil menahan pinggang Erik.


" Udah sayang , lepas !! " pinta Erik lirih , sambil melirik wajah Papi , Jamal dan juga Pak satpam.


" Hadeehh , tuh kan jadinya nongol .Di tutup pake apa nih . " gumam Erik .


" Entar malam lagi ya sayang ? " bisik Geby .


" Heem , istriku ini , doyan banget sih ! " saut Erik sambil mencubit hidung Geby .


🌺🌿


" Mau kemana kamu Rik ? " tanya Sony yang berjalan mendekati Erik .


" Hmm . ke---."


" Mas Erik mau ngontrol Pih . "


Geby menghentikan jawaban Erik , dan menjawab pertanyaan Papinya .


" Ngontrol ? "


" Iya Pih , " Erik membenarkan perkataan Geby .


" Ya udah , kamu hati ya Mas , " saut Geby dengan menengadahkan kepalanya , mengarah ke atas dan memoyongkan kembali mulutnya.


" Heemm . " tangan Erik mencubit mulut Geby , karena gak enak sana Sony .


Erik berlalu.


" Emang ngontrol apaan Geb ? tanya Sony penasaran .


" Ituloh Pih , Papi tau swalayan yang ada di dekat gedung bertingkat itu ? "


" Emmm , iya . "


" Yah itu usahanya Mas Erik Pih . "


" Yang tokonya rame itu ? "


' Iya Pih . "


" Loh , bukan nya di dekat rumah kamu itu juga ada ? "


" Iya itu juga Pih , 'Erbi swalayan' . "


" Nah itu dia namanya , Papi lupa . " saut Sony berlalu .


🌿🌿🌿


Hampir empat jam setelah Erik keluar dari rumah .


Ponsel Geby berbunyi . Geby segera mengangkatnya .


" Iya Mas ."


" Sayang , aku pesankan taxi ya ? maaf aku belum bisa jemput kamu . Jadi kamu langsung ke Erbi aja . "


" Oh gitu ya Mas , oke . Eh Mas , ini Gibran minta ikut . "


" Ya udah ajak aja sayang , ajak juga Mak Darmi , biar kamu gak kwalahan .'


" Gak usah Mas , aku bisa sendiri kok . "


" Oh , oke hati - hati di jalan ya . "


" Iya Mas . "


🌺🌿


Beberapa menit kemudian , taxi online itu datang .


Geby dan Gibran segera naik .


" Dadah Omah , dadah Opah. "


' Dadah Gibran sayang , hati - hati di jalan sayang . " ucap Helen dan Sony sambil melambaikan tangan mereka .


🌺🌿


Sesampainya Geby di depan swalayan , Geby langsung turun , lalu tangan nya meraih tangan Gibran , yang saat di dalam mobil , Gibran duduk sendiri .


" Sini sayang , ayo pegang tangan Mamih . "


Tiba-tiba tangan Geby di singkirkan oleh pria bercadar hitam , lalu memegang tangan Gibran untuk di geser masuk kembali ke dalam mobil .


Dan pria itu segera naik , lalu menodongkan pisau pada sopir taxi itu dan menyuruh nya berjalan .


Seketika Geby berteriak histeris , Erik yang berada di dalam swalayan mendengar teriakannya Geby dan segera menghampiri Geby.


" Sayang . "


" Gib , Gibran Mas , Gibran di bawa orang---. " Geby tak melanjutkan ucapannya , dia begitu shock hingga pingsan .


" Sayang , bangun . " teriak Erik dengan menepuk pipi Geby .


" He , tolong kamu ambil kan mobil saya ." teriak Erik memanggil salah satu karyawan nya .


Erik menggendong tubuh Geby , untuk di bawa ke rumah sakit .


Mobil nya melaju begitu cepat , dan segera sampai pada klinik terdekat .


Saat Geby sedang di periksa , Erik menelpon Sony dan Helen , meminta mereka segera datang ke rumah sakit .


Lalu bergantian menelpon kantor taxi itu , untuk membuat laporan .


Dan meminta pihak kantor untuk melacak keberadaan nya .


🌿🌿🌿


" Ada apa ini Rik ? "


" Geby cuma shock Mih , Mih aku titip Geby . "


" Loh kamu mau kemana Rik , "


" Iya , kenapa panik gitu ?" saut Sony.


" Gibran di culik !"


" What . Ya ampun Pih . " ucap Helen, sambil membungkam mulutnya dengan tangan , lalu meneteskan air mata .


" Oke Papi ikut kamu Rik ."


Erik dan Sony segera pergi , sembari menunggu kabar dari kantor taxi online tersebut .


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2