Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Geby kabur


__ADS_3

" Papih , lihat ini Pih , " teriak Helen , yang keluar dari kamar Geby dengan membawa secarik kertas . Dan berjalan keluar rumah , untuk menunjukannya pada Sony yang hendak berolah raga pagi .


" Ada apa sih Mih , kenapa kamu sampai nangis gini ? " ucap Sony sambil memegang pundak istrinya .


" Geby Pih , Geby pergi . " tangis Helen sambil memberikan kertas itu pada Sony .


" Apa Mih ? Geby pergi ! " teriak Sony sedikit lemas , dan langsung duduk di kursi teras nya , sambil membaca tulisan Geby .


🌿🌺 " Selamat pagi Papi , Mami . " 🌺🌿


" Maaf kan Geby yang pergi tanpa pamit . Geby ada pekerjaan di suatu kota , Papi dan Mami jangan khawatir , Geby baik - baik saja , lagian Geby sudah dewasa , saat nya Geby untuk hidup mandiri ."


" Doakan saja yang terbaik untuk Geby . "


' Jangan risau nanti Geby pasti menghibungi Mami dan Papi .'


" Geby sayang Papi dan Mami . "


" I love You "


- Geby -


" Ya Tuhan , Geby . Kemana kamu nak ? " ucap Sony sambil menangisi secarik kertas itu .


" Man , coba kamu panggil Jamal sama Erik . " teriak Sony meminta satpam untuk memanggil Jamal dan Erik yang berada di studio .


" Baik Pak , " jawab satpam itu .


Jamal dan Erik berjalan dari studio menuju kursi teras itu , melihat wajah Sony penuh amarah , mereka berdua ketakutan , berjalan dengan saling dorong .


" A , a , ada apa Om , " ucap Jamal terbata - bata .


" Kalian lihat Geby keluar rumah nggak ? " tanya Sony .


" Nggak Om , " jawab Jamal .


" Emang Geby kemana Om ? " tanya Erik .


" Nih , " jawab Sony sambil memberikan surat Geby pada Erik .


Erik pun segera membacanya , dia begitu terkejut melihat isi surat itu .


" Kita cari aja Om , barang kali masih dekat ." ucap Erik .


" Man jam berapa tadi Geby keluar ? "


" Sekitar jam tiga Pak , itu juga saya lagi ngantuk berat Pak , Mbak Geby membuka sendiri gerbang nya . "

__ADS_1


Saat semua sedang berdiskusi untuk mencari Geby , tiba - tiba Helen yang duduk di kursi , tubuh nya seketika lemas lalu Helen pun pingsan .


" Loh , loh , Mih , kamu kenapa Mih , Mih bangun Miih , " teriak Sony begitu panik .


" Rik , siapkan mobil cepat !! " pinta Sony pada Erik .


Kemudian Sony langsung menggendong Helen , ke dalam mobil , dengan bantuan Jamal dan Pak Man .


" Ayo Rik , agak ngebut , kita ke rumah sakit terdekat , Om takut kalau jantungnya kumat ."


Erik yang mengendarai mobil itu , mengemudi dengan kecepatan tinggi , agar segera sampai di rumah sakit .


Sesampainya di rumah sakit , Helen di bawa ke ruang UGD dengan di temani Sony .


Sementara Erik menunggu di halaman rumah sakit , sambil memikirkan keadaan Geby yang masih lemah dengan kehamilan nya .


Erik mengingat sesuatu , dia baru ingat ketika Geby minta tolong untuk memblokir nomor Gery , dia menyalakan GPS di ponsel Geby , dengan tujuan dia bisa memantau kemanapun Geby pergi .


Erik dengan segera mengambil ponsel yang ada di kantong celananya . Di ceknya GPS Geby . Dan dia menemukan satu titik di sebuah desa yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan pusat kota .


" Yes , Aku menemukan mu Geeb , " gumam Erik dengan tersenyum , dia segera save alamatnya , sebelum Geby mematikan GPS dan berganti ponsel .


" Rik , kamu pulang sekarang , suruh si Mbok siapkan baju - baju Tante , karena Tante harus rawat inap . ntar kamu bawa ke sini lagi ya ? baju - baju nya Tante " pinta Sony yang menghampiri Erik di halaman .


" Iya Om , kalau aku balik dulu , " jawab Erik , berlalu menuju tempat parkir .


Hampir satu minggu Helen di rawat inap , Erik Dan Jamal juga ikut di sibukkan . Karena harus mondar - mandir ke rumah sakit , tak jarang mereka berdua juga dapat giliran berjaga , saat Sony lelah .


Dan keesokan harinya , tepat delapan hari Helen di rawat di rumah sakit , akhirnya Helen boleh pulang .


🌿🌿🌿


" Om Sony , aku mau minta ijin , pergi untuk sementara waktu . " ucap Erik pada Sony .


" Loh mau kemana kamu ? "


" Mau berkunjung di rumah saudara . "


" Naik apa kamu ? "


" Naik bis aja Om , "


" Oh begitu , berapa hari Rik ? "


" Mungkin tiga hari Om . "


" Oke , hati - hati di jalan ya , "

__ADS_1


Berangkat lah Erik mencari keberadaan Geby , dengan naik bis yang berjurusan sesuai dengan GPS yang di simpannya .


Setelah bis itu berhenti , dia turun dan beralih naik ojek , kebetulan banyak ojek yang berjejer di dekat terminal .


Erik berkeliling di suatu kampung , mencari tempat tinggal Geby , dan dia mendapati rumah kecil dengan bangunan unik .


" Permisi Bu , benarkah rumah kecil itu rumahnya mbak Geby ? " tanya Erik pada Ibu - Ibu yang bergerombol tidak jauh dari rumah itu .


" Waduh , nggak tau ya Mas , lawong pemiliknya baru Mas , " ucap salah satu perempuan itu .


" Kalo' nggak salah , kemarin namanya tua ," ucap Ibu sebelah nya .


" Geby Adellestia " gumam Erik .


" Baik Bu , terimakasih , permisi . " ucap Erik berpamitan dengan beberapa perempuan itu , lalu menuju rumah itu .


Saat Erik menyentuh pagar kayu berwarna putih , ia melihat pintu rumah itu terbuka .


Erik langsung masuk , rumah itu tampak sepi , dia berjalan menuju dapur , terdengar ada suara dari kamar mandi . di tunggunya sampai pintu itu terbuka . Dengan duduk di kursi meja makan .


Geby keluar dari kamar mandi , tak menyadari ada Erik di hadapan nya . Geby berjalan sempoyongan sambil memegang keningnya .


Erik pun bergegas menghampiri Geby dengan memapah tubuh Geby .


" Riik , bagaimana kamu bisa menemukan Aku , " ucap Geby terkejut .


" Sudah - sudah , nanti aku ceritakan , kamu duduk dulu ya , " jawab Erik dengan memeluk Geby dan mengajak nya duduk di kursi makan .


Erik mengambilkan Geby segelas air putih , lalu menyuruh Geby untuk minum .


" Kamu sudah sarapan belum ? "


" Belum Riik , "


" Nih , aku tadi beli nasi bungkus dua di jalan , " ucap Erik sambil membuka bungkus nasi dan meletakan nya di depan Geby .


" Ayok kita makan dulu , "


Mereka pun makan bersama dalam satu meja makan .


Mata Geby tak berpaling dari wajah Erik , dia melihat ketulusan yang teramat dalam pada wajah Erik .


Geby begitu kagum dengan sikap Erik yang selalu perhatian padanya . Senyum Geby menatap wajah Erik .


" Kamu memang tak sekeren Om Gery , tapi kamu lebih cool darinya . " benak Geby mengisyaratkan penampilan Erik .


" Kenapa Geeb , kenapa senyum - senyum ? ayo cepat habiskan makanan mu ."

__ADS_1


🌿🌺🌿


__ADS_2