
" Tunggu , " Gery tiba dan menahan tangan istrinya , agar tidak menampar wajah Geby .
Gery menyingkirkan tangan istrinya lalu menghampiri Geby ,
" Kamu nggak papa kan Geeb ,"ucap Gery begitu lembut pada Geby.
Namun Geby tidak menghiraukan perkataan Gery , dia melanjutkan langkahnya lalu masuk ke dalam mobil .
Gery memperhatikan langkah Geby dan akan mengejar nya , namun lengan nya di tarik oleh Nayla .
" Maas , " teriak Nayla " Aku ini istrimu mas , bisa - bisanya kamu lebih mementingkan orang lain ketimbang Aku." marahnya .
Gery diam dan langsung memegang tangan istrinya dan menyeretnya masuk ke dalam mobil .
" Pelan mas ," " Sakit, " Nayla berusaha melepaskan genggaman tangan Gery.
Dan mereka berdua pun telah berada di dalam mobil .
" Aduh , aduh mas sakit banget ini , " rintih Nayla sambil memegang perutnya .
" Nay , kamu kenapa Nay ?? " Gery begitu khawatir dan segera memeluk istrinya.
Nayla tidak berkata lagi , ternyata dia pingsan , Gery pun segera menghidupkan mesin mobil nya dan menuju Rumah sakit tempat Nayla biasanya kontrol .
Di bawalah Nayla ke rumah sakit , dan langsung menuju UGD , kemudian Nayla segera mendapatkan tindakan , serta beberapa pemeriksaan pun di lakukan .
" Saudara Gery , " panggil perawat rumah sakit .
" Iya Sus , " jawab Gery .
" Bu Nayla harus menjalani rawat inap untuk beberapa hari , karena harus menjalani berbagai pemeriksaan . "
" Baik Sus , "
" Silahkan Anda urus semua administrasi nya , saya akan pindahkan Bu Nayla ."
Gery lantas berjalan menuju ke tempat administrasi , dan tiba - tiba suara pesan di ponsel Nayla berbunyi ,
__ADS_1
" Hmm, pesan dari Geby " gumam Gery , dia pun segera membuka pesan itu ,
" Mbak Nayla , aku sungguh minta maaf , kejadian itu berlangsung begitu saja , akupun menyesalinya mbak , apapun yang akan terjadi padaku nantinya , aku tidak akan pernah menemui Om Gery lagi ."
"Maafkan Aku mbak ."
Isi pesan itu .
πΊπΊ
Usai Gery membaca pesan itu , Gery lantas menelpon Geby .
πΏ
Geby pun mengangkat telepon itu.
" Hallo ,"
" Hallo ," Geby mengulang kembali .
" Sekarang Nayla sedang di rawat,di-..," Gery memberitahukan keadaan Nayla dan rumah sakit dimana Nayla di rawat .
πΏπΏπΏ
" Mih , lihat kunci mobil ku nggak ? "
" Emang kamu mau kemana lagi sayang ? "
" Ini Geby belum bisa cerita Mih , buru - buru nih , "
" Tadi sih di pinjem sama Erik , coba deh kamu cek ke depan , udah dateng belum dia ? "
Geby pun segera keluar rumah , namun mobil nya belum terlihat di garasi , Geby akhirnya berjalan keluar pagar dan menunggu Erik datang .
" Duh lama banget sih , dari mana aja kamu , "Geby ngomel dari luar jendela mobil .
" Ini aku di suruh Om Sony beli alat tadi , emang kamu mau kemana sih , udah malem juga ," ucap Erik .
__ADS_1
" Udah turun cepat , jangan banyak ngomong kamu ," ucap Geby sambil mengetuk - ngetuk pintu mobilnya .
" Enggak ah , Aku anterin aja ya ," Erik enggan turun dari mobil .
" Udah cepat naik , apa perlu aku gendong ? " ucap Erik sambil keluarin jurus lawaknya .
Geby pun berbalik arah dan naik ke mobil , lalu duduk di sebelah Erik .
π·π·
Berjalan lah mereka .
" Stop , stop ," ucap Geby , lalu turun membeli beberapa buah - buahan yang di rangkai di dalam keranjang buah .
" Buat siapa Geeb , " tanya Erik .
" Hmm , mau tau aja sih . Oh ya , Riik , entar kamu nggak usah ikut masuk ya , " pinta Geby.
" Lah emang ini kita mau kemana ? "saut Erik
" Ke rumah sakit di ..., "
" Untuk apa ? "tanya nya heran,
" Jenguk istrinya Om Gery yang lagi sakit ," lugas Geby .
" Hah , " Erik terkejut lalu melirik wajah Geby , " kamu tau kalo dia udah punya istri ? " tanya Erik lirih.
Geby diam dan tidak menjawab pertanyaan Erik .
" Emang sih Tante Nayla itu lagi sakit , kalau nggak salah dia sakit kanker gitu , "jelas Erik .
" Udah lama banget sih , sejak aku pertama kali tinggal di rumah Om Gery ," tambah Erik .
" Hebat ya kamu , kamu tahu segalanya , tapi tetap diam "
Tinggal beberapa menit lagi mereka akan sampai di rumah sakit .
__ADS_1
πΏπΏπΏ