
Melihat Erik memegang pundaknya , ..
" Erik !! " teriak Geby .
" Apa yang mau kamu lakukan !! " Geby spontan mengangkat kedua tangannya untuk menutup bagian dadanya .
" Emm..hmm..," Erik sulit berkata - kata karena melihat reaksi Geby yang begitu ketakutan , Erik pun maklum , mungkin Geby masih trauma dengan kejadian semalam .
Geby segera membuka pintu mobil dan hendak keluar dari mobil .
Dan ketika kaki kirinya baru turun menginjak lantai , Erik langsung menarik lengan kanan Geby dan berkata ,
" Aku tadi hanya membangun kan kamu yang tertidur nyenyak banget . Aku bukan bajingan seperti Gery , " lugas Erik .
Mendengar kata - kata Erik , mata Geby langsung melotot tajam sambil melirik wajah Erik , seketika terbesit di benak Geby ' bagaima mungkin dia mengetahui segala nya '
Geby segera turun dan membanting pintu mobil itu . Hingga Erik terkaget , lalu menghela nafas panjang .
" Sayang , sudah pulang nak , " sambutan Papi Geby , yang baru keluar dari pintu ruang tamu .
Namun Geby sedikit pun tidak menghiraukan Papinya dan langsung masuk ke dalam kamar nya .
" Kenapa anak itu ? ," gumamnya.
" Mungkin lelah Om , " saut Erik sambil membawakan tas pakaian Geby yang di tinggal di mobil lalu meletakkan nya di kursi teras .
" Yo wes lah , biarin dia istirahat dulu , " ucap Sony menanggapi perkataan Erik .
" Gimana Riik acara kemarin ? sukses ? " tanya Om Sony pada Erik.
" Syukur lah Om semua lancar, Geby keren banget , cuma --- " jawab Erik .
" Cuma apa Riik ? " saut Om Sony ,
__ADS_1
"Enggak Om , kemarin aku sempat pingsan di panggung ,tapi terhandle sama Om Gery , akhirnya Om Gery yang main drum ," Erik menjelaskan kejadian kemarin.
" Lho..kamu sakit ? kok Gery biarin kamu anterin Geby sendiri , dah sana istirahat kamu , " tegas Om Sony .
" Aku udah gak papa kok Om , aku udah sehat , lagian tadi Geby yang suruh aku buat anterin , " alasan Erik menutupi kejadian semalam dari Om Sony .
"Oohh... Geby yang minta anterin ? , Om lihat - lihat Geby tuh perhatian banget sama kamu loh , jangan - jangan dia naksir kamu Riik , " canda Om Sony.
" Ha..ha.. Om Sony bisa aja ," tawa Erik ,
" Aku istirahat dulu Om , "
"Yo wes lah ," jawab Om Sony , dengan membalikkan badan lalu masuk kembali kedalam rumah.
" Pih , .mana Geby ? kok Mami dengar suara mobil tapi nggak lihat Geby , " tanya Mami Geby .
" Masuk kamar dia , sambil cemberut , mungkin masih ngambek kemarin kita nggak antar dia ," saut Sony
🌿🌿🌿
Geby termenung, perutnya terasa sakit kakinya begitu berat , selakangnya juga masih kaku seketika setelah tetesan darah itu keluar dari **** * nya .
Menyesal tak ada gunanya lagi saat ini .
'hmm.. mungkin tadi Erik emang cuma bangunin aku, kasian dia,udah sakit terus anterin aku,eh malah aku marahin,'pikir Geby.
Geby keluar dari kamar nya , berlagak baik - baik saja seolah tidak terjadi apa - apa padanya .
" Mami.." teriak nya sambil berlari ke arah Maminya lalu mencium dan memeluk nya , berlanjut menyapa Papinya yang saat itu sedang berkumpul di meja makan.
Papinya heran melihat sikap Geby , dan hanya menggeleng - gelengkan kepalanya .
" Masak apa nih Mih .."tanya Geby
__ADS_1
" Apalagi , rawon sama rendang kesukaan kamulah pasti . " jawab Mami Geby .
" Oh ya , sana kamu panggil Erik , biar sarapan sama - sama , kan dia baru sehat . " pinta Papinya.
" Oke bos , " Geby mengiyakan pinta Papinya lalu berjalan keluar untuk memanggil Erik .
Geby membuka pintu studio pelan - pelan , ternyata Erik sedang rebahan di sofa , perlahan Geby mendekati Erik .
" Eh..Geeb , " Erik langsung duduk melihat Geby mendekatinya .
Geby lantas menyodorkan tangan nya ,
" Maaf , " ucap Geby .
" Maaf untuk apa Geeb ? " tanya Erik sambil menatap wajah Geby .
" Ya.. maaf , tadi aku udah marah sama kamu , " jawab Geby .
" Oh..aku udah lupa , lagian aku paham kok ," saut Erik mencurigakan.
" Paham apa ?" tegas Geby
" Hmm.. ya paham kamu lagi marah ," sambil tersenyum Erik memalingkan wajahnya.
Geby jadi kesal lagi , dia marah merasa Erik telah menyembunyikan sesuatu yang dia ketahui darinya .
" Kamu di suruh Papi sarapan , sekarang!! " ucap Geby dengan wajah cemberut , lalu berjalan menuju pintu .
Erik segera berlari mendahului Geby lalu membuka pintu ,
" Silahkan tuan putri ,"Erik menghibur Geby agar tersenyum kembali.
" Nggak lucu , " ucap Geby , dengan matanua yang melirik wajah Erik dengan kesal .
__ADS_1