
" Selamat siang Pak , " ucap operator taxi online itu , lewat telepon .
" Iya bagaimana ? " jawab Erik sambil menyetir mobilnya .
" Menurut pelacakan kami , anak bapak di bawa ke rumah sakit Pak , sebentar saya kirim alamat rumah sakitnya di ponsel Bapak . "
" Baik terima kasih . "
Setelah Erik mendapatkan alamat itu , ia segera tancap gas menuju rumah sakit , di temani oleh Papi .
☘️☘️☘️
" Mamih , " sebut Geby , saat melihat ada Mami nya di hadapan nya.
" Sayang, kamu sudah sadar nak ?'
" Maksudnya Mih , aku dimana ini ? "
" Tadi kamu sempat pingsan , terus Erik bawa kamu kesini . "
Geby diam sesaat , untuk mengingat apa yang telah terjadi padanya.
" Oh iya Mih , GIBRAN !! " teriaknya sambil menangis dan hendak turun dari ranjang nya , namun seketika perutnya kembali kontraksi , " Aduh , " keluh Geby dengan tangannya menopang perut .
" Sudah sayang , kamu disini ajah , Erik sama Papih sedang mencari Gibran sekarang . "
" Ponselku Mih , ponsel ku mana ? aku mau telepon Mas Erik . "
" Iya , iya , iya sayang , ini ." ucap Maminya berusaha menenangkan Geby yang terlihat panik .
🌿🌺
" Hallo Mas , Mas . Gibran gimana Mas , apa sudah ketemu ? "
" Belum sayang , kamu tenang aja ya , Ini aku sudah dapat info tentang keberadaan Gibran . Sekarang aku sama Papi lagi cari Gibran . "
" Iya Mas , nanti kalau sudah ketemu Gibran , langsung kabarin aku ya Mas . "
" Iya sayang , pasti . Kamu baik-baik ya ? jaga anak kita ."
" Iya Mas . " Geby mengakhiri pembicaraan nya lewat telepon.
🌿🌿🌿
Sesampainya Erik di rumah sakit , dimana rumah sakit itu adalah sebagai petunjuk keberadaan Gibran .
__ADS_1
Erik segera bertanya pada pihak informasi .
Dan ternyata benar adanya , pihak informasi mengatakan bahwa anak yang bernama Gibran , baru saja selesai memberikan sample darah untuk tes DNA . Dan sudah hampir 30 menit Gibran sudah di bawa pergi dari rumah sakit tersebut.
Pihak informasi tidak bisa memberitahu , siapa yang mengajak Gibran begitu juga dengan alamatnya .
Namun setelah Erik menceritakan semua kejadian , akhirnya pihak informasi hanya memberikan nama inisial serta nama wilayah tempat tinggal nya saja , bukan alamat lengkap .
" Baik , terima kasih banyak atas informasinya ."
" Sama - sama Pak. "
🌺🌿
Erik terus berpikir dengan inisial itu sambil terus melajukan kendaraan nya menuju wilayah kota yang ia dapatkan.
" Apa kamu sudah dapat petunjuk ? " tanya Papi Geby pada Erik.
" Ada Pih , Papi bantu aku berdoa , agar Gibran segera ketemu ."
" Iya Rik. "
🌺🌿🌿
" Hallo Pih , gimana ? apa Gibran sudah ketemu ?
" Belum Mih . "
" Ya Tuhan , ini Geby pingsan lagi Pih , Mami gak tau mesti jawab apalagi kalo dia sadar nanti ."
" Ya Ampun Mih , pingsan lagi !! kasian, dia pasti shock berat ."
" Iya Pih , Mami iki gak tega lihat Geby begini . "
" Yowes Mih , Mami bantu doa ya , semoga Gibran segera ketemu . "
" Iya Pih , hati-hati ."
🌿🌿🌿
" Kenapa Pih ? ada apa dengan Geby? "
" Wes kamu lanjutin terus aja nyetirnya , biar Mami yang urus Geby . "
" Kita lihat keadaan Geby dulu ajah ya Pih ? pinta Erik , dan akan putar arah .
__ADS_1
" Jangan Rik , kita harus temukan Gibran sekarang, sebelum Geby sadar . "
" Baik Pih . "
Erik pun melanjutkan perjalanan nya , perjalanan yang tidak asing buatnya .
" Loh ini kok kita mau ke---." celetuk Papi Geby , sambil mengingat - ingat kembali .
" Kenapa Pih ? " tanya Erik datar .
" Eng...enggak , Papi rasae kenal jalan ini . " jawab Papi .
Hampir dua jam berlalu , Erik mulai masuk pada wilayah rekreasi , dimana banyak villa berjejer di tempat yang udaranya begitu sejuk itu .
Erik menuju villa yang paling ujung , terlihat sedikit horor seperti tidak berpenghuni .
" Rik , Papi kok gak asing ya sama villa ini ?"
" Iya Pih , mungkin Papi sudah sedikit lupa , dulu Papi pernah mampir kesini."
" Ini kita turun Rik?" tanya Papi sambil memperhatikan Erik yang sedang melepas sabuk pengaman .
" Iya Pih , tapi kita harus mengendap Pih , biar tidak ketahuan." jawab Erik
" Kamu yakin Gibran ada di sini ?"
" Mudah-mudahan dugaanku bener Pih."
Mereka berdua segera turun dari Mobil, dan berjalan menuju villa itu , Erik memegang gagang pintu .
" Yes " bisik Erik lirih , karena senang pintu nya tidak terkunci.
Di bukalah pintu itu pelan-pelan , dan langsung masuk ke kamar khusus, dimana Erik sudah hafal dengan ruangan dì dalam villa itu.
Saat Erik masuk ke dalam kamar khusus itu , dia melihat sosok pria yang tertidur pulas dengan memeluk tubuh Gibran.
Mereka berdua sama-sama nyenyak . Erik melepaskan pelukan itu , lalu membangunkan pria tersebut dan menarik nya keluar dari kamar , agar Gibran tidak terbangun.
Sementara Papi Geby menunggu di teras villa .
" Apa-apaan kamu Rik?" ucap pria itu sambil melepaskan tangan Erik.
" Apa-apaan?? harusnya aku Om yang bilang begitu , Om ngapain pake nyulik Gibran?"
" Kamu lupa Rik siapa aku ? "Aku punya hak atas Gibran.'
__ADS_1