Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Mencari Gibran


__ADS_3

" Selamat siang Pak , " ucap operator taxi online itu , lewat telepon .


" Iya bagaimana ? " jawab Erik sambil menyetir mobilnya .


" Menurut pelacakan kami , anak bapak di bawa ke rumah sakit Pak , sebentar saya kirim alamat rumah sakitnya di ponsel Bapak . "


" Baik terima kasih . "


Setelah Erik mendapatkan alamat itu , ia segera tancap gas menuju rumah sakit , di temani oleh Papi .


☘️☘️☘️


" Mamih , " sebut Geby , saat melihat ada Mami nya di hadapan nya.


" Sayang, kamu sudah sadar nak ?'


" Maksudnya Mih , aku dimana ini ? "


" Tadi kamu sempat pingsan , terus Erik bawa kamu kesini . "


Geby diam sesaat , untuk mengingat apa yang telah terjadi padanya.


" Oh iya Mih , GIBRAN !! " teriaknya sambil menangis dan hendak turun dari ranjang nya , namun seketika perutnya kembali kontraksi , " Aduh , " keluh Geby dengan tangannya menopang perut .


" Sudah sayang , kamu disini ajah , Erik sama Papih sedang mencari Gibran sekarang . "


" Ponselku Mih , ponsel ku mana ? aku mau telepon Mas Erik . "


" Iya , iya , iya sayang , ini ." ucap Maminya berusaha menenangkan Geby yang terlihat panik .


🌿🌺


" Hallo Mas , Mas . Gibran gimana Mas , apa sudah ketemu ? "


" Belum sayang , kamu tenang aja ya , Ini aku sudah dapat info tentang keberadaan Gibran . Sekarang aku sama Papi lagi cari Gibran . "


" Iya Mas , nanti kalau sudah ketemu Gibran , langsung kabarin aku ya Mas . "


" Iya sayang , pasti . Kamu baik-baik ya ? jaga anak kita ."


" Iya Mas . " Geby mengakhiri pembicaraan nya lewat telepon.


🌿🌿🌿


Sesampainya Erik di rumah sakit , dimana rumah sakit itu adalah sebagai petunjuk keberadaan Gibran .

__ADS_1


Erik segera bertanya pada pihak informasi .


Dan ternyata benar adanya , pihak informasi mengatakan bahwa anak yang bernama Gibran , baru saja selesai memberikan sample darah untuk tes DNA . Dan sudah hampir 30 menit Gibran sudah di bawa pergi dari rumah sakit tersebut.


Pihak informasi tidak bisa memberitahu , siapa yang mengajak Gibran begitu juga dengan alamatnya .


Namun setelah Erik menceritakan semua kejadian , akhirnya pihak informasi hanya memberikan nama inisial serta nama wilayah tempat tinggal nya saja , bukan alamat lengkap .


" Baik , terima kasih banyak atas informasinya ."


" Sama - sama Pak. "


🌺🌿


Erik terus berpikir dengan inisial itu sambil terus melajukan kendaraan nya menuju wilayah kota yang ia dapatkan.


" Apa kamu sudah dapat petunjuk ? " tanya Papi Geby pada Erik.


" Ada Pih , Papi bantu aku berdoa , agar Gibran segera ketemu ."


" Iya Rik. "


🌺🌿🌿


" Hallo Pih , gimana ? apa Gibran sudah ketemu ?


" Belum Mih . "


" Ya Tuhan , ini Geby pingsan lagi Pih , Mami gak tau mesti jawab apalagi kalo dia sadar nanti ."


" Ya Ampun Mih , pingsan lagi !! kasian, dia pasti shock berat ."


" Iya Pih , Mami iki gak tega lihat Geby begini . "


" Yowes Mih , Mami bantu doa ya , semoga Gibran segera ketemu . "


" Iya Pih , hati-hati ."


🌿🌿🌿


" Kenapa Pih ? ada apa dengan Geby? "


" Wes kamu lanjutin terus aja nyetirnya , biar Mami yang urus Geby . "


" Kita lihat keadaan Geby dulu ajah ya Pih ? pinta Erik , dan akan putar arah .

__ADS_1


" Jangan Rik , kita harus temukan Gibran sekarang, sebelum Geby sadar . "


" Baik Pih . "


Erik pun melanjutkan perjalanan nya , perjalanan yang tidak asing buatnya .


" Loh ini kok kita mau ke---." celetuk Papi Geby , sambil mengingat - ingat kembali .


" Kenapa Pih ? " tanya Erik datar .


" Eng...enggak , Papi rasae kenal jalan ini . " jawab Papi .


Hampir dua jam berlalu , Erik mulai masuk pada wilayah rekreasi , dimana banyak villa berjejer di tempat yang udaranya begitu sejuk itu .


Erik menuju villa yang paling ujung , terlihat sedikit horor seperti tidak berpenghuni .


" Rik , Papi kok gak asing ya sama villa ini ?"


" Iya Pih , mungkin Papi sudah sedikit lupa , dulu Papi pernah mampir kesini."


" Ini kita turun Rik?" tanya Papi sambil memperhatikan Erik yang sedang melepas sabuk pengaman .


" Iya Pih , tapi kita harus mengendap Pih , biar tidak ketahuan." jawab Erik


" Kamu yakin Gibran ada di sini ?"


" Mudah-mudahan dugaanku bener Pih."


Mereka berdua segera turun dari Mobil, dan berjalan menuju villa itu , Erik memegang gagang pintu .


" Yes " bisik Erik lirih , karena senang pintu nya tidak terkunci.


Di bukalah pintu itu pelan-pelan , dan langsung masuk ke kamar khusus, dimana Erik sudah hafal dengan ruangan dì dalam villa itu.


Saat Erik masuk ke dalam kamar khusus itu , dia melihat sosok pria yang tertidur pulas dengan memeluk tubuh Gibran.


Mereka berdua sama-sama nyenyak . Erik melepaskan pelukan itu , lalu membangunkan pria tersebut dan menarik nya keluar dari kamar , agar Gibran tidak terbangun.


Sementara Papi Geby menunggu di teras villa .


" Apa-apaan kamu Rik?" ucap pria itu sambil melepaskan tangan Erik.


" Apa-apaan?? harusnya aku Om yang bilang begitu , Om ngapain pake nyulik Gibran?"


" Kamu lupa Rik siapa aku ? "Aku punya hak atas Gibran.'

__ADS_1


__ADS_2