Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Untuk kedua kalinya .


__ADS_3

" Mih , coba lihat ini . perempuan ini mirip seperti Geby ya Mih ? cuma ini agak gemukan Mih . " ucap Sony sambil menunjukkan video yang ada di medsos .


" Coba Mami lihat Pih , "


" Ulang dari awal Mih , enak dengernya , suara mereka sama - sama bagus . "


Helen memutar kembali video itu , mereka berdua memang selalu u,pdate para pendatang baru di dunia tarik suara . Karena kecintaan mereka yang begitu besar pada musik


" Loh Pih , ini sih memang Geby pih , dan yang cowok ini itu---, ini Erik Pih , "


" Masak sih Mih ? "


" Iya Pih , coba deh Papi lihat lagi , ya emang Geby ini , badanya tambah gemuk dia Pih . "


" Bawa sini hpnya Mih , iya bener Mih . Coba Papi lihat komentar nya , ini alamat cafenya dekat dengan rumah yang waktu itu kita datengin Mih . "


" Ya udah Pih , kita langsung ke cafe nya ajah , sore ini kita jalan Pih . "


" Iya Mih , "


🌿🌿🌿


Sore itu , Sony dan Helen mengadakan perjalanan .


Mereka telah sampai di cafe itu , sebelum Geby dan Erik datang .


Mereka berdua mencari tempat duduk agak jauh dari panggung tempat Geby bernyanyi .


🌿🌿🌿


" Pih , itu Pih , itu Mereka , ya ampun Pih , Mami gak sabar pingin peluk Geby ."


" Iya Mih , Papi juga gak sabar , tapi kita harus tetap tenang Mih , supaya nanti bisa ikutin mereka pulang . "


Penampilan Geby dan Erik begitu epik , mampu memanjakan para pengunjung cafe .


" Pih , anak kita memang cantik ya Pih , cuma perasaan Mami gak enak nih Pih , "


" Gak enak kenapa Mih ? "


" Body Geby tuh , kayak orang yang sudah punya anak Pih . "


" Masak sih Mih , jangan ngaco ah , "


" Beneran Pih . "


" Mami udah kayak dukun ajah . " ucap Sony sambil bercanda .


" Mami gak bercanda Pih , ini itu masalah pengalaman dan naluri ke Ibuan Pih . "


" Yo wes lah Mih , sak karepmu . "


Tak terasa , dua jam lebih Geby dan Erik bernyanyi dengan membawakan lagu pop dan jaz .


Mereka berdua berpamitan pada para pengunjung , kemudian turun dari panggung dan berjalan menuju pintu keluar .


" Mih , ayo cepetan , " ucap Sony dengan menggandeng tangan Helen .


" Bentar Pih , bayar dulu ini . " jawab Helen dengan meletakkan beberapa lembar uang kertas di meja .


Geby berjalan bersama Erik dengan begitu mesrahnya , mereka sama sekali tidak menyadari jika semua geriknya di awasi oleh kedua Orang Tua nya .


Masuk lah mereka ke dalam mobil .


" Pih , Mami heran deh , sebenarnya mereka itu hanya teman , atau pacaran ya Pih ? " tanya Helen pada Sony , dalam perjalanan nya membuntuti mobil Geby .


' Papi juga mikir gitu sih Mih . '


" Tapi kalau emang mereka berdua pacaran , Papi setuju kan ? "


" Ya , gimana ya Mih , Papi sih berharap lebih , Geby bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik dari Erik . "


" Tapi Erik juga anak baik kok Pih , kalau Mami sih suka Pih , itu anak udah baik , sopan , ganteng pula . Eh satu lagi , gagah juga body nya . "


" Hmm , udah Mih mujinya , jangan bikin Papi cemburu . "


" Apa to Pih . "


🌺🌿


" Loh Mih , ini kok jalan yang pernah kita lewati waktu itu . "


" Iya Pih . "


" Tuh kan bener , berarti itu rumah Geby Mih . "


Geby dan Erik pun segera turun dan masuk .


Dan saat Erik akan menutup kembali pintunya , tiba - tiba Sony menahan pintu itu dari luar .


" Om . " sapa Erik , begitu terkejut melihat wajah Sony , membuka kembali pintunya dan terus berjalan mundur , karena Sony berjalan maju mendekati Erik , dengan mata memerah .


Sementara Geby masih berada di dalam kamar untuk mengganti pakaian nya .


Tiba - tiba tangan Sony memuku pipì Erik dengan keras , hingga Erik tersungkur ke lantai dengan bibirnya yang mengeluarkan darah .

__ADS_1


" Pih , udah Pih , jangan Pih . Kasian dia ." pinta Helen sambil menahan tangan Sony .


" Ada apa Mas ? Ya Ampun Mas Erik . Geby memeluk Erik yang tersungkur itu , lalu membasuh darah Erik dengan tangan nya .


" Minggir kamu , Papi mau hajar dia . "


" Jangan Pih , jangan . " ucap Geby sambil menghalangi Papi nya .


" Udah minggir , " teriak Sony sambil menarik tangan Geby . Lalu menyingkirkan tubuh Geby dari Erik .


" Papi tau sekarang , kenapa kamu kabur dari rumah , anak yang waktu itu Papi temui di rumah ini , itu anak kamu karena di hamilin sama dia kan ? " kata Sony sambil menunjuk wajah Erik .


" Bukan begitu Pih , cerita sebenarnya . " balas Geby .


Erik yang masih duduk di lantai dengan kesakitan , dia hanya diam tanpa berkata - kata .


Tangan Sony memegang kerah baju Erik , dengan tangan kirinya , sementara tangan kanannya di angkat keatas dengan mengepal .


" STOP PIIH ... !!! , Mas Erik baru sembuh dari sakitnya , karena melindungi Geby . Geby mohon Pih , duduklah Piihh , akan Geby ceritakan semuanya . " pinta Geby , dengan memeluk kaki Papi nya .


Akhirnya kemarahan Sony sedikit redam , ia menarik nafasnya , kemudian duduk di sofa .


Helen memeluk Sony , dan mengelus - elus dada Sony . Agar Sony merasa lebih tenang .


Geby memapah Erik , untuk duduk di sofa bersama nya .


" Gini Pah , iya bener Pah , Geby pergi karena hamil , Geby bingung , Geby takut jika Mami dan Papi jadi malu sama sekitar . "


" Tapi soal siapa Bapak dari anak Geby , sebenarnya--- , " ucap Geby terhenti , karena tangan nya di tahan oleh Erik .


" Sebenarnya memang saya Om yang menghamili Geby , tapi karena Geby takut kalau Om akan marahin aku , jadinya Geby gak mau bilang . " saut Erik menutupi kebenarannya .


Saat Sony akan menanggapi perkataan mereka , tiba - tiba suara tangisan Gibran terdengar dari kamarnya , memanggil - manggil nama dedi , Erik pun segera berdiri dan masuk ke kamar Gibran , lalu menggendong Gibran dan membawanya keluar .


" Nah , itu ada Opah sama Omah , ayo cium tangan dulu nak , " ucap Erik pada Gibran .


Gibran langsung turun dari gendongan Erik dan mencium tangan Sony dan Helen .


Mereka pun menyambut tangan Gibran dengan ciuman .


Seketika hati Sony dan Helen terasa sejuk , melihat pesona Gibran yang begitu lucu dan santun .


" Besok kalian harus pulang , " ucap Sony dengan menggendong Gibran .


" Pulang kemana Pih ? " tanya Geby .


" Ya ke rumah Papi , kemana lagi . "


" Tapi Pih , terus pekerjaan ku sama Mas Erik gimana dong ? toko kami juga ? "


" Tapi Aku sama Mas Erik udah nikah Pih . "


" Ya sudah , kita tinggal adakan resepsi nya saja . "


" Gini ajah deh , sekarang istirahat dulu , besok kita bicarakan lagi . Pasti Papi dan Mami juga lelah kan ? " pinta Geby .


" Biar Papi dan Mami tidur sama Gibran aja deh , " ucap Helen .


Helen menggendong Gibran dan di bawa masuk ke kamar nya , dan Sony mengikuti dari belakang .


Karena Gibran di temani Opah dan Omah nya , akhirnya Mak Darmi tidur bersama si Mbok . Mak Darmi adalah teman kecil si Mbok , dan saat ini menjadi pengasuh Gibran .


" Itu majikan kita , kok ruwet gitu ya jalan hidup e , "


" Hus , ojo ngunu , kita ini sudah di tolong loh , wes ojo komentar ae . "


" Iyo , yo wes ndang bubuk , wes dalu iki ."


Obrolan si Mbok dan Mak Darmi berakhir di pulau kapuk yang lembut , tanpa perlu waktu lama , mereka telah lelap berada dalam Dunia mimpi .


🌿🌿🌿


" Mas , kenapa tadi kamu stop pembicaraanku ? "


" Ya , biarlah Gery tidak tau kalau kamu itu hamil , "


" Maksud nya Mas ? "


" Ya , kalau Papi tau cerita sebenarnya , pasti gak akan tinggal diam , dan sudah bisa di pastikan , gery akan di hajar habis - habisan . "


" Iya juga ya Mas , "


" Dan setelah itu , Gery pasti akan mengambil Gibran , mau kamu ? "


" Enggak lah Mas ."


" Udah gih , sana tidur . "


" Mas , " rayu Geby .


" Apa lagi ? "


" Mau . "


" Hmm , gak kuat aku , pusing tau , habis kena bogem Papi . "

__ADS_1


" Oh iya , masih sakit Mas ? Maafin Papi ya Mas ? "


" Udah agak mendingan , iya gak papa sayang . Ayo bubuk sini . " jawab Erik , dengan meminta Geby bersandar di dadanya .


Tidurlah mereka .


🌿🌿🌿


Pagi - pagi Papi dan Mami sudah mengajak Gibran jalan - jalan .


Erik yang baru bangun , meminta si Mbok untuk membuat kopi dan teh .


Setelah minuman itu siap , Erik keluar rumah untuk memanggil Papi dan Mami .


" Opah , Omah , ayo minum teh dulu . Sini Gibran sama Papi ya . " panggil Erik , kemudian menggendong Gibran untuk masuk .


Erik begitu telaten menjaga Gibran , Mendudukan Gibran di atas kursi bayi , lalu memberikan nya cemilan .


Sementara Geby masih tertidur pulas .


" Geby mana Rik , " tanya Omah.


" Masih tidur Mih , nyenyak banget . gak biasanya juga sih dia bangun siang . "


" Oh , coba Mami lihat ya . "


" Pak Erik , sarapan nya sudah siap . " ucap si Mbok .


" Iya Mbok makasih , Oh iya Mbok , itu Mak darmi tolong suruh mandiin Gibran ya Mbok . "


" Iya Pak . "


" Ya udah Rik , kalau gitu , sekalian Mami bangunin aja ya Geby nya , gak papa kan ? "


" Loh kok Mami nanya gitu ? "


" Iya , kan sekarang Geby milik kamu , jadi Mami harus ijin kamu dong . " canda Helen pada Erik .


" Mami bisa aja . " ucap Erik dengan tersenyum malu .


🌿🌿🌿


Mereka berempat telah berkumpul di meja makan .


Wajah Geby terlihat pucat dan tidak bersemangat untuk makan .


" Kamu kenapa sayang , kok lesu gitu ? sakit kah ? " tanya Erik pada Geby , dengan memegang leher Geby , " Agak anget nih , "


Tiba - tiba Geby terasa mual , lalu Geby berdiri dan masuk kamar mandi , Erik mengikuti Geby , setelah itu Erik menyuruh Geby untuk tidur lagi .


" Aku panggilkan Dokter ya ? " tanya Erik .


Geby tidak menjawab , dia menarik selimut nya lalu berbalik badan dan tidur lagi .


Erik pun menelpon Dokter langganan nya , dan beberapa menit kemudian Dokter itu datang .


Erik menemani Geby di dalam , sementara Sony dan Helen menunggu di ruang tamu .


" Gimana Dok , istri saya sakit apa ? "


" Selamat Pak , istri Anda sedang hamil . "


" Benarkah Dok ? "


" Iya Pak , sudah hampir 7 minggu . "


" Oke , terimakasih Dokter . "


" Sama - sama Pak , saya permisi dulu . "


" Iya Pak , silahkan . "


Saking bahagia nya , Erik langsung memeluk tubuh Geby , tanpa mengantar Dokter itu sampai luar .


Setelah itu , Sony dan Helen masuk ke dalam kamar mereka , untuk menanyakan keadaan Geby.


🌿🌿🌿


Keesokan harinya , mereka semua berangkat ke rumah Sony , dan Geby di minta Erik untuk mengundurkan diri dari pekerjaan nya , demi menjaga kehamilan nya , dengan memasukan temannya untuk menggantikan pekerjaan nya .


Mak Darmi di ajak untuk mengasuh Gibran , sementara si Mbok , tetap tinggal untuk menjaga rumah .


Selama perjalanan , mereka sering terhenti , karena Geby berkali - kali mual .


🌿🌿🌿


" Syukurlah kita telah sampai . " ucap Sony .


Turunlah mereka semua . Geby segera masuk ke dalam kamar dan beristirahat .


🌺🌿


Keesokan harinya , Sony mulai sibuk mempersiapkan acara resepsi pernikahan .


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2