
Setelah mereka berdua resmi menikah , Geby di minta oleh Bapak penghulu untuk mencium tangan Erik .
Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari kantor urusan agama . Lalu naik ke mobil , dan kembali pulang ke rumah mungil Geby .
Namun , saat mereka telah sampai rumah . Perut mereka baru merasa lapar , dan sayang nya , di rumah tidak ada persediaan makanan sama sekali .
Mereka juga lupa tidak membeli makanan , saat berada dalam perjalan . Karena mereka ingin buru - buru pulang . Dan berganti pakaian .
" Nggak lapar kamu Geeb ? "
" He em , lapar . Oh ya Rik maafin aku ya ? aku nggak bisa masak , setiap hari aku juga selalu beli , "
" Oh , nggak masalah Geb , "
" Oke , kita makan di luar aja yuuk , sekalian ngerayain pernikahan kita . " tambah Erik .
Mereka kembali keluar dari rumah dan makan siang di sebuah restoran yang menyajikan menΓΉ daging . Sebagai menu favorit Geby .
Dan setelah mereka selesai makan , Erik mengajak Geby pergi ke pasar , untuk berbelanja lauk pauk serta sayuran dan juga buah .
" Kamu belanja banyak banget Rik , emang nya uang kamu masih ada ? "
" Udah , tenang ajah , kamu jangan pikir soal uang . "
" Terus sayuran sebanyak itu , siapa yang masak ? "
" Aku , "
" Oh , kamu bisa masak ? "
" Iya dong ! "
πΏπΏπΏ
Hari sudah hampir malam . Mereka berdua baru sampai di rumah .
Geby yang sudah mengantuk , segera masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian tidur .
Pakaian tidur yang tipis dengan jenis kain yang licin . Dan terlihat menerawang , hingga lekuk tubuh Geby terlihat jelas , tanpa pelindung di dalam nya .
" Mau kemana ? " tanya Erik dengan menatap wajah Geby .
" Hmm , mau tidur , emang kenapa ? "
" Ng , nggak , ya udah sana tidur , "
" Kamu nggak tidur Riik , "
" Ntar aku masih mau nonton tivi dulu . "
" Oke , " jawab Geby sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
Erik yang tak mampu menahan syahwatnya , berkali - kali menengok ke dalam kamar , dan kembali lagi duduk di sofa .
Matanya ngantuk berat , namun isi dalam celana nya masih tegang dan tak mampu untuk di tidurkan .
Terlalu lama dalam kegelisahan , akhirnya Erik berjalan menuju kamar Geby .
Masuk dan melihat tubuh Geby yang begitu mulus seksi tanpa tertutup kain selimut . Membuat Erik hampir mengeluarkan air liyurnya .
" Ya TUHAN Kuatkan lah Aku melihat ini semua . " gumam Erik sambil menggigit - gigit bibir nya .
Erik mulai mencumbu paha Geby , berniat untuk melanjutkan ciumannya sampai ke bagian atas tubuh Geby , tapi seketika dia sadar jika Geby sedang hamil muda .
Erik ingat , usia kehamilan Geby saat itu adalah usia rawan , dia harus bersabar , dan baru bisa berhubungan dengan Geby satu bulan lagi .
Akhirnya Erik pun mengurungkan niatnya dan keluar kamar , lalu tidur di sofa .
π·π·π·
πππ
" Selamat pagi tuan putri , nih makannya sudah siap . " ucap Erik yang membangun kan Geby sambil membawakan makanan untuk Geby .
" Hmmm , Riik , kamu masak ? "
" Iya , ayo duduk , nih minum dulu . "
Geby pun segera duduk dan minum air putih yang di berikan Erik , lalu Erik menyuapi Geby dengan hasil karyanya .
" Eeem , ini beneran kamu yang masak sendiri ? " ucap Geby sambil mengunyah makanan nya .
" Iya , kenapa ? gak enak ya ? "
" Siapa bilang gak enak !! enak banget kok . Nih coba ya , coba kamu yang makan , " ucap Geby dengan mengambil piring di tangan Erik , lalu bergantian menyuapi Erik .
" Enak kan ? ' tanya Geby .
Erik tersenyum - senyum bahagia , dia bersyukur bisa memiliki Geby seutuhnya , walau harus menjaga Geby dalam keadaan hamil anak Gery . Erik ikhlas menerima semua nya .
πππ
Erik mulai beraktifitas kembali , dia membeli sepetak tanah yang letaknya bersebelahan dengan rumah Geby .
Lalu Erik membangun sebuah toko perlengkapan alat musik . Dan beberapa kebutuhan anak - anak sekolah . Erik menghabiskan sebagian tabungan nya .
Uang yang dia tabung bertahun - tahun , selama dia bekerja dan juga saat mendapat job manggung .
Erik pergunakan semua tabungannya untuk membuka usaha dan demi kelangsungan hidup rumah tangganya bersama Geby dan calon buah hati mereka.
Hampir sebulan lebih dan akhirnya rampung sudah proyek Erik , dia mulai mencari pegawai untuk di pekerjakan di tokonya , serta mencari asisten rumah tangga untuk membantu keperluan Geby sehari - hari .
πΏ
" Geeb ... Geby " panggil Erik yang berjalan bersama perempuan setengah tua .
" Iya Riik , " saut Geby yang keluar dari kamarnya .
" Ini Geb , si Mbok , yang nanti bantu - bantu kita bersih - bersih . "
" Oh iya Mbok , nanti kamar belakang langsung di bersihkan saja , terus ambil sprey di lemari saya , buat si Mbok tidur " ucap Geby .
" Iya Bu , "
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Beberapa hari berlalu , si Mbok di buat heran dengan sikap kedua pasangan itu , yang jarang bermesraan , apalagi si Erik yang sering tidur di sofa .
" Cuma anehnya , mereka berdua kelihatannya baik - baik saja kok . tapi kok ya tidur sendiri - sendiri , koyok bukan suami istri . " gumam sì Mbok .
πΏ
Malam itu , si Mbok tidak melihat Erik tidur di sofa . Dia pikir Erik lagi pergi dan gak pulang .
πΏπΏπΏ
" Geb , aku tidur di sini ya ? " tanya Erik pada Geby yang berbaring di kasur .
" Oh , kamu mau tidur di kamar ? tumben Rik , biasanya tidur di sofa . " jawab Geby sambil menggeser tubuh nya dan memberikan tempat untuk Erik .
Setelah itu Geby langsung berpaling dan melanjutkan tidur , dengan memeluk guling nya .
" Geeeb , " lirih Erik memeluk tubuh Geby dari belakang , udah tidur ? " tanya Erik .
" Belum . kenapa ? "
" Geeb , kapan aku bisa--- , " tanya Erik , dengan tangan nya yang mulai meraba - raba dada Geby .
" Tapi , "
" Tapi Kenapa Geeb ?? udah sebulan lebih nih aku nahan . "
" Aku takut kalau sakit , waktu itu juga aku kesakitan . "
" Ini pasti beda Geb , waktu itu kan kamu di paksa , jadi sakit . "
" Coba balik sini , lihat mata ku ." pinta Erik .
Geby pun berbalik badan dan menghadap ke wajah Erik . membuat mereka saling bertatapan .
" Kita coba ya , pasti gak sakit . " ucap Erik sambil membelai wajah Geby .
Erik beraksi !!
Mulai untuk mencumbui seluruh bagian tubuh Geby , dari kaki lalu pelan - pelan naik melintasi hutan belantara dengan pulau kecil berwarna pink , berhenti lah sejenak untuk beristirahat dan mulai menjelajahi pulau tersebut dengan permainan lidah nya . " Auuuwww " suara erangan itu mulai terdengar nyaring di telinga Erik .
Erik melanjutkan perjalanan nya naik lah ia hingga mencapai pada puncak gunung yang mampu melepaskan dahaganya dengan mengulum butiran dua mutiara berwarna pink kecoklatan .
Tangan Erik mulai nakal , membuat Geby perlahan merasakan keasyikan . Hingga tubuh Geby menggeliat - liat gemetar .
Geby mulai mendesah .
" Riik udah basah nih ... " bisik Geby .
Mendengar ucapan Geby , tangan nakal nya mulai melucuti kain yang melekat di tubuh Geby . Hingga tak satupun kain melindungi tubuh Geby , dari dinginnya hembusan angin malam itu .
Erik pun mulai merangkak naik dan ...
Berperang lah mereka di atas springbed berukurun 180 x 200 , ukuran yang pas dalam melakukan suatu adegan panas di musim dingin itu .
πππ
" Tok ... tok ... Bu , saya mau ambil baju kotor . " suara si Mbok dari luar pintu kamar.
" Masuk aja Mbok , pintunya nggak di kunci . " balas Geby dari dalam kamar . dengan matanya yang masih tertutup oleh kantuk dan lelah atas pertempuran nya semalam .
" Astaga , " ucap sì Mbok terkejut , melihat Geby dan Erik tanpa pakaian dan hanya berbalut kain selimut berwarna grey agak muda .
Geby pun kaget dengan suara si Mbok . Dan segera membuka matanya .
" Hmm , maaf ya Mbok , " ucap Geby yang masih mengantuk sambil mengangkat kepalanya , dan menutup dadanya yang penuh tanda merah dengan kain selimut .
Erik yang merasakan gerakan Geby , dengan matanya yang masih terpejam , tiba - tiba tangan Erik meraih dada Geby , dan meminta Geby untuk berbaring kembali . lalu Erik memeluk erat tubuh Geby sambil mengerang manja .
Geby begitu malu dengan si Mbok , karena menyuruh si Mbok untuk masuk , dia lupa jika Erik tidur bersama nya saat itu , karena biasanya Geby tidur sendiri dan sudah sering si Mbok ambil baju kotor di pagi hari untuk di cucinya .
Si Mbok jadi nggak fokus dengan pemandangan yang di lihatnya , akhirnya mengambil baju kotor sambil buru - buru .
Dia pun segera keluar dari kamar dan mengabaikan pakaian yang berserakan di lantai dekat ranjang .
" Biuh - biuh , tak kira Pak Erik itu orang nya pendiam , nggak taunya ganas , hiks .. hiks .." gumam si Mbok , sambil mencuci baju .
πΏπΏπΏ
" Geeeb , lagi dong . " ucap Erik sambil menyandarkan dagunya di atas dada Geby .
" Nggak capek kamu ? semalam sampai keringatan gitu loh , nih baunya acem . " jawab Geby dengan mencium leher Erik .
" Tapi enak kan ? " tanya Erik , sambil menggelitik .
" He em enak pake banget , jangan - jangan , kamu udah pengalaman ya ? kok mahir banget ? bikin cepet basah . "
" Eit , ini untuk pertama kalinya dong ! kan sekarang ini banyak film begituan , jadi bisa nonton dan mencontoh nya . "
" Hah , iih , film begituan kok di lihat , "
" Ayo cantik kita mulai , " ucap Erik , sambil mencumbui pegunungan berwarna putih mulus . Dengan gerakan tangan nya membuka padang rumput yang begitu rimbun , lalu memainkan jarinya .
" Sayang , besok aku cukur ya ? " bisik Erik dengan mendesah dan bibirnya menyentuh daun telinga Geby , dan menjulurkan lidahnya sedikit hingga membasahinya .
" Iya , " jawab Geby genit , dengan tangan nya memegang batang kayu berwarna coklat pekat serta bertopi warna pink .
Erik mengulangi kembali adegan semalam . Tak cukup dengan tanda merah di dada Geby , ia pun membuat tanda itu di punggung dan paha Geby .
Mereka pun bertempur lagi , dengan gerakan yang lebih seru . Hingga tak terasa matahari telah terbit dan sinarnya menyorot dari lubang - lubang kecil jendela kamarnya .
Namun , di saat adegan itu sedang berlangsung , tiba - tiba ponsel Erik berbunyi .
Geby yang berada di posisi bawah , mengambil ponsel Erik di meja . Dan melihat nya .
" Rik , Rik , Ini Papi yang telepon ." ucap Geby sambil mendorong Erik yang sedang maju mundur menggoyang kan bokong nya .
" Hallo , Pagi Om "
" Rik posisi mu dimana ? "
" Ada di desa Om . "
__ADS_1
" Rik , tolong sambil cari - cari info mengenai Geby ya ? "
" Baik Om. "
" Oke makasih . "
Erik mengakhiri obrolan nya , dan melempar ponsel itu di dekat bantal .
πΏπΏπΏ
" Ini Om anak gadis nya , sekarang sedang berada di dalam dekapan saya ," canda Erik pada Geby dengan melanjutkan adegan nya .
" Auw yes , auuuw ..." ucap Erik dengan menyemprotkan sebuah benda cair di dalam lubang kecil agak dalam itu .
Permainan itu telah usai , Erik yang kelelahan langsung merebahkan tubuhnya .
" Riik , jangan tidur lagi , aku laper nih . " ucap Geby manja .
" Oh laper ya , bentar ya sayang ."
Erik turun dari ranjang tanpa busana , lalu mencari celana pendeknya di lantai yang semalam ia lempar . dan segera memakai nya , lalu keluar dari kamar .
" Hmm , Mbok , minta tolong antar makan di kamar ya ? dua , buat saya sama Bu Geby . " ucap Erik dengan nada yang masih sedikit ngos - ngosan .
" Iya Pak , " jawab si Mbok .
" Jeeh , Pak Erik , ngos - ngosan , habis main lagi seperti nya . " gumam si Mbok sambil menyiapkan makanan .
πΏ
" Tok , tok , "
" Iya , tunggu . "
" Makasih ya Mbok , " ucap Erik , sambil mengambil nampan dari tangan si mbok . Lalu menutup kembali pintu kamar nya .
" Ini sayang , " kata Erik sambil meletakkan makanan itu , kemudian membantu Geby untuk duduk .
" Nih aku dapat panggilan baru ya ceritanya ? " canda Geby .
" Emang gak boleh aku panggil sayang ? "
" Boleh lah , tapi kalau aku belum bisa ngerubah panggilan ku sama kamu . "
Mereka berdua asyik ngobrol dan menikmati makanan .
" Biarin di situ Riik ,. biar aku yang tarok ntar piringnya . "
Namun saat Geby baru menurunkan kakinya dan akan berdiri , tiba - tiba ia merasakan sakit di perut nya .
" Aduh , "
" Sakit banget Riik . "
" Kita ke rumah sakit ya sayang . "
Erik pun segera membantu Geby untuk memakai pakaian .
" Ayo sayang kita jalan ," ucap Erik . dengan menenteng tas kontrol Geby .
" Bentar Riik , mau pakai lipstik dulu ,"
" Alah udah ayo , gak usah ."
" Gak mau Rik , "
" Udah ayo , gitu juga udah cantik kok ," kata Erik sambil memapah tubuh Geby .
πΏπΏπΏ
" Mbok , saya ke rumah sakit dulu , itu piring masih d kamar ya Mbok? " teriak Erik sambil berjalan keluar .
Pergilah mereka ke rumah sakit .
πΏπΏπΏ
" Ini begini Pak , perut Bu Geby mengalami kontraksi karena kelelahan . Dan saya sarankan untuk gaya berhubungan nya lebih baik menggunakan posisi ***** ***** .
" Hmm , baik Dok , "
" bla - bla ,"
πΏπΏπΏ
" Maaf ya sayang , Aku terlalu over . " ucap Erik sambil mencium kening Geby . Sebelum memulai perjalanan mereka .
kemudian mereka pulang .
πΏπΏπΊ
" Walaaah , kamare berantakan banget spreyne , piye kui tingkahe . " ucap si Mbok yang sedang membersihkan kamar Geby .
πΏπΏπΏ
" Mbok " panggil Erik yang baru datang .
" Iya Pak ," saut Mbok dari dapur .
" Buatin susu hamil buat Bu Geby ya ? " ucap Erik dengan merangkul Geby dan mengajak nya masuk ke dalam kamar .
" Riik emang posisi ***** ***** itu kayak apa sih ? "
" Mau tau , ayo praktek sekarang ? "
" Hmm , Pak Erik , gak ada puas - puasnya deh . "
" Deket sama kamu itu , bikin dia terus tegang , " ucap Erik sambil menyandarkan perut nya di punggung Geby yang sedang duduk di kursi rias , kemudian menggores - gores kannya .
" Kok rasanya ada yang menonjol Rik ? "
" Nah ya itu , dia menonjol terus kalau deket sama kamu . Tidurin giiih ? " dengan menggerakkan maju pantatnya .
" Ntar malam aja ya ? "
__ADS_1