
Setibanya di gedung tempat pelatihan, pak randi langsung memberi instruksi kepada Alden dan Ivy. Alden langsung disuruh mninjau gedung dan Ivy disuruh masuk di salah satu ruang pelatihan untuk mengamati pelatihan yang berlangsung untuk pekerja. Ia juga dibekali panduan pelatihan oleh Pak Randi.
Saya tinggal dulu yah, kalau jam istrahat kalian sudah boleh kembali k kantor , titah pak Randi setelah memperkenalkan mereka ke orang-orang yang ada di sana.
Baik Pak. Jawab mereka
Aku duluan masuk ya Al, nanti kalau kamu udah selesai tolong nyusul aku ke ruang pelatihan yah. Kita balik ke kantornya bareng. Jangan ditinggal yah. Ucap Ivy dengan wajah memelas yang dibuat-buat.
Hhhmmm. jawab Alden sambil berlalu
Dasar anak kaku, diajak bercanda nggak bisa... batin Ivy sambil melangkah masuk ke ruangan yang dituju.
__ADS_1
Di ruang pelatihan, Ivy mengamati proses pelatihan, mengamati para trainer serta membaca buku panduan yang diberi oleh Pak Randi tadi.
Sedangkan ditempat lain, Alden meninjau gedung.
Udah berapa tahun nih gedung, sepertinya kacau nih pembangunannya dari awal, gumam Alden setelah melihat beberapa retak di lantai 2 gedung tersebut. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11.30, setelah mencatat laporan prnijauannya, Alden teringat pesan Ivy untuk menemuinya di ruang pelatihan. Bergegas Alden kembali k ruang pelatihan dan tiba di depan pintu, tiba-tiba ada suara nyaring yang memanggilnya. Alden menghentikan langkahnya dan berbalik arah. Dan ternyata Ivy yang memanggilnya.
Kok dari sana? emang dari tadi nggak di dalam. bolos kerja yah? Tanya Alden
Nggak, abis cari toilet. soalnya nggak enak pakai toilet di dalam ruangan, kalau aku jalan suara heelsku bunyi, takut ganggu. Kamu udah selesai? Tanya Ivy
yuk, aku ambil tas dulu. sekalian ngabarin yang lain. kita langsung ke kantin aja. tadi pas d kantor aku baca tanda arah ke kantinš¤ . Kantinnya di lantai 1 kok, biar sekalian makan bareng semua di sana. Ucapnya sambil trsenyum ke Alden.
__ADS_1
Alden hanya mengangguk tanda setuju.
Mereka berdua berjalan kembali ke gedung kantor, sambil berjalan Ivy mengirim pesan ke Dera dan Runia agar menunggu mereka di kantin. Saat mengirim pesan, tiba-tiba Ivy tersandung karena terlalu fokus pada hp nya. Tiba-tiba Alden menahan bahunya agar tak terjatuh.
Terimkasih, sambil membalikkan wajahnya menghadap Alden. wajah mereka sangat dekat hingga saling menatap. 3 detik diposisi itu, Alden segera melepaskan tangannya dari bahu Ivy. Makanya kalau jalan jangan main hp. bahaya. Ucap Alden sambil berlalu.
Ivy hanya diam dan berjalan dengan cepat menyusul Alden.
Setibanya di kantin, Ivy mengedarkan pandangannya mencari 2 sosok temannya. Mata Ivy tertuju pada kursi paling pojok, dan tanpa sadar menarik tangan Alden agar Alden mengikutinya. Alden hanya diam mengikuti langkah Ivy. Setibanya d meja tempat Runia dan Dera, Ivy baru sadar kalau ia menarik tangan Alden. Segera ia melepaskan, kamu sih jalannya lelet. makanya tangannya aku tarik. Ucap Ivy segera setelah melihat tatapan aneh sahabatnya. Entah apa yang ada di pikian dua orang temannya.
Aku yang di tarik, aku yang disalahin, gumam Alden sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Ayo duduk kak. Mau pesan apa? kami juga belum pesan apa-apa, Ucap Runia.
Merekapun menikmati makan siang dikantor baru.