
" Udah lama banget sih Tante Nayla itu sakit , sejak aku pertama kali tinggal di rumah Om Gery ," tambah Erik .
" Ya , ya..., kamu memang tau segalanya tentang Om Gery , secara kamu kan anak angkat dia , " saut Geby sinis .
🌿
 Mereka telah sampai di rumah sakit , Erik belum menghentikan mobilnya karena masih parkir .
" Dan bodoh nya kamu , " ucap Geby sambil menunjuk wajah Erik dengan jari telunjuknya .
" Kamu hanya bungkam tidak menceritakan semua nya dengan aku , " lugasnya dengan membuka pintu mobil lalu menutupnya kembali dengan membanting pintu nya .
Erik hanya diam dan tertunduk lesu melihat kemarahan Geby .
Geby yang telah masuk ke dalam rumah sakit , mencari ruangan Nayla , dan setelah dia menemukan ruangan itu , Geby melihat pintu ruangan itu terbuka sedikit .
Geby pun tak lantas masuk , dia mengendap dan menguping pembicaraan Nayla dan Gery .
🌿
" Kamu suka ya mas sama Geby ? nikahin aja dia , pasti seru tuh undangan pernikahan nya G & G ," canda Nayla pada suaminya dengan tubuh yang masih lemah terbaring .
" Ngawur kamu , mana mungkin aku tinggalin kamu , " hibur Gery pada Nayla dengan tersenyum .
" Aku ikhlas kok mas , toh aku juga udah gak bisa layanin kamu lagi . "
__ADS_1
" Udah jangan kebanyakan mikir , ntar kamu nggak pulang-pulang loh , "
" Tapi bagaimana jika dia hamil anak kamu mas ? "
" Entahlah , Aku juga kilaf waktu itu , nggak bisa nahan banget , kasian juga dia , "ucap Gery sambil menunduk .
" Kamu nggak salah sih mas ، tapi aku yang salah , itu mungkin karena udah lama banget kita tidak melakukan nya , "
" Ya semoga penyakit mu segera sembuh setelah kamu jalani kemoterapi ,biar kita bisa seneng - seneng lagi , "
Geby yang menyaksikan obrolan itu , merasa senang , melihat mereka begitu romantis , dia melihat kedamaian di antara mereka , " Aku doain kamu segera sembuh mbak , " gumam Geby dari depan pintu .
Geby pun tidak jadi masuk ke dalam ruangan itu , dia tidak ingin mengganggu , Geby hanya meletakkan buah - buahan itu , di depan pintu dan berlalu menuju tempat parkiran .
Masuk ke dalam mobil...
Erik segera berjalan , melajukan mobilnya .
" Udah ketemu kamu tadi , ? tanya Erik .
" Nggak , "
" Oh , kirain ketemu , agak miris juga aku ngebayangin , "
" Ngebayangin apa ? "
__ADS_1
" Ngebayangin kalo kamu sampai kena ocehannya , "
" Ocehannya ? ocehan siapa ? "
..." Ya , Tante Nayla lah , siapa lagi emang "...
Mereka pun telah sampai di rumah .
sama - sama turun dari mobil .
" Geeb , kalo mau cari pacar , jangan jauh - jauh ya , di sini kan ada ." canda Erik lalu berpaling menuju studio .
" Dasar orang gila , " saut Geby dan masuk ke dalam rumah .
Geby lantas berjalan menuju kamar tidur nya , ia rebah kan tubuh nya , dengan kaki yang menggantung .
Lamunnya teringat akan kenangan nya bersama Gery , teringat semua sikap manis Gery . ia tidak menampik jika ia telah jatuh cinta pada Gery .
Namun saat ia mengingat perlakuan kasar dari Gery , rasa bencinya tiba - tiba muncul begitu besar dan mampu meruntuhkan rasa cinta nya .
Geby , perlahan mulai bisa melupakan Gery .
Tapi ia selalu ingat dengan ucapan Nayla , yang berbicara mengenai kehamilan .
" Apa iya aku akan hamil ? " ucap Geby dengan mengelus - elus perutnya .
__ADS_1
Ia tak mampu membayangkan , jika semua ucapan Nayla itu akan menjadi kenyataan .
" Aku harus bisa melupakan Gery " . ' Harus !! "