Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Selamat Tinggal Gery


__ADS_3

" Udah lama banget sih Tante Nayla itu sakit , sejak aku pertama kali tinggal di rumah Om Gery ," tambah Erik .


" Ya , ya..., kamu memang tau segalanya tentang Om Gery , secara kamu kan anak angkat dia , " saut Geby sinis .


🌿


 Mereka telah sampai di rumah sakit , Erik belum menghentikan mobilnya karena masih parkir .


" Dan bodoh nya kamu , " ucap Geby sambil menunjuk wajah Erik dengan jari telunjuknya .


" Kamu hanya bungkam tidak menceritakan semua nya dengan aku , " lugasnya dengan membuka pintu mobil lalu menutupnya kembali dengan membanting pintu nya .


Erik hanya diam dan tertunduk lesu melihat kemarahan Geby .


Geby yang telah masuk ke dalam rumah sakit , mencari ruangan Nayla , dan setelah dia menemukan ruangan itu , Geby melihat pintu ruangan itu terbuka sedikit .


Geby pun tak lantas masuk , dia mengendap dan menguping pembicaraan Nayla dan Gery .


🌿


" Kamu suka ya mas sama Geby ? nikahin aja dia , pasti seru tuh undangan pernikahan nya G & G ," canda Nayla pada suaminya dengan tubuh yang masih lemah terbaring .


" Ngawur kamu , mana mungkin aku tinggalin kamu , " hibur Gery pada Nayla dengan tersenyum .


" Aku ikhlas kok mas , toh aku juga udah gak bisa layanin kamu lagi . "

__ADS_1


" Udah jangan kebanyakan mikir , ntar kamu nggak pulang-pulang loh , "


" Tapi bagaimana jika dia hamil anak kamu mas ? "


" Entahlah , Aku juga kilaf waktu itu , nggak bisa nahan banget , kasian juga dia , "ucap Gery sambil menunduk .


" Kamu nggak salah sih mas ، tapi aku yang salah , itu mungkin karena udah lama banget kita tidak melakukan nya , "


" Ya semoga penyakit mu segera sembuh setelah kamu jalani kemoterapi ,biar kita bisa seneng - seneng lagi , "


Geby yang menyaksikan obrolan itu , merasa senang , melihat mereka begitu romantis , dia melihat kedamaian di antara mereka , " Aku doain kamu segera sembuh mbak , " gumam Geby dari depan pintu .


Geby pun tidak jadi masuk ke dalam ruangan itu , dia tidak ingin mengganggu , Geby hanya meletakkan buah - buahan itu , di depan pintu dan berlalu menuju tempat parkiran .


Masuk ke dalam mobil...


Erik segera berjalan , melajukan mobilnya .


" Udah ketemu kamu tadi , ? tanya Erik .


" Nggak , "


" Oh , kirain ketemu , agak miris juga aku ngebayangin , "


" Ngebayangin apa ? "

__ADS_1


" Ngebayangin kalo kamu sampai kena ocehannya , "


" Ocehannya ? ocehan siapa ? "


..." Ya , Tante Nayla lah , siapa lagi emang "...


Mereka pun telah sampai di rumah .


sama - sama turun dari mobil .


" Geeb , kalo mau cari pacar , jangan jauh - jauh ya , di sini kan ada ." canda Erik lalu berpaling menuju studio .


" Dasar orang gila , " saut Geby dan masuk ke dalam rumah .


Geby lantas berjalan menuju kamar tidur nya , ia rebah kan tubuh nya , dengan kaki yang menggantung .


Lamunnya teringat akan kenangan nya bersama Gery , teringat semua sikap manis Gery . ia tidak menampik jika ia telah jatuh cinta pada Gery .


Namun saat ia mengingat perlakuan kasar dari Gery , rasa bencinya tiba - tiba muncul begitu besar dan mampu meruntuhkan rasa cinta nya .


Geby , perlahan mulai bisa melupakan Gery .


Tapi ia selalu ingat dengan ucapan Nayla , yang berbicara mengenai kehamilan .


" Apa iya aku akan hamil ? " ucap Geby dengan mengelus - elus perutnya .

__ADS_1


Ia tak mampu membayangkan , jika semua ucapan Nayla itu akan menjadi kenyataan .


" Aku harus bisa melupakan Gery " . ' Harus !! "


__ADS_2