Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Ivy, Dera, Runia dan Alden


__ADS_3

Tibalah hari dimana Ivy harus berangkat ke kota X. Kota dimana ia akan bertaruh nasib untuk kebahagiaan  keluarganya. Keberangkatannya hari ini ditemani oleh Ibu, Suaminya dan Zayra. Hari sebelumnya ia telah menghubungi Dera, yang sekarang menjadi teman dekatnya yang ia temui saat melakukan tes masuk perusahaan. Mereka berasal dari almamater yang sama hanya berbeda beberapa angkatan. Namun mengingat Ivy bukanlah orang yang senang berorganisasi sehingga ia hanya mengenal beberapa juniornya, tentunya tidak termasuk Dera. Ada beberapa teman yang sebenarnya Ivy temukan selama tes wawancara akhir kemarin, Ada Alden si pria pendiam namun terlihat hangat serta Riuna, gadis manja dan lembut menurut Ivy. Namun Ivy hanya baru bertukar Nomor HP dengan Dera.


Flashback On


Rabu pagi dengan matahari yang sepertinya lebih terik dijam 8 pagi dibanding hari sebelumnya. Dengan langkah penuh harap , Ivy berangkat ke perusahaan tempatnya melamar menggunakan angkutan umum mengingat tidak ada kendaraan pribadi yang bisa di pakainya. Di Kota X, ia menumpang sementara di rumah pamannya,saudara ibunya. Setelah tiba, tubuh mungil Ivy melangkah menuju ruangan wawancara menggunakan blazer bercorak bintang. Blazer itu diberikan oleh ibunya. Ada banyak harapan dengan baju itu. Berharap anaknya menjadi bintang dan diterima diperusahaan itu. Ivy sebagai anak pertama tentu harus menjadi contoh bagi adiknya yang saat ini masih kuliah. Mereka bukan berasal dari keluarga kaya namun setidaknya mereka masih bisa menyekolahkan


kedua anak mereka. Ivy dan Ivo hingga bangku kuliah.


Wawancarapun dimulai, Ivy hanya selalu berdoa dalam hati mengingat dari tes wawancara akhir ini hanya akan ada 5 orang terpilih yang masuk ke perusahaan tersebut.


“Terimakasih, anda tinggal berdoa”.. ucap salah satu dari 5 pewawancara


“Terimakasih banyak pak” jawab Ivy dengan memberikan senyum terbaiknya.

__ADS_1


Setelah keluar, para calon pekerja memilih untuk saling berbincang. Begitupula Ivy dan Dera, mereka saling membahas pertanyaan dari pewancara tersebut. Namun mata Ivy menangkap seseorang duduk di bangku kursi belakang yang sedari tadi diam. Ivy memutuskan mendekatinya


Hai, Ivy. Ivy menjulurkan tangannya untuk berjabat.


Pria tersebut hanya tersenyum sambil menyambut tangan Ivy.


Dari Universitas mana? Daftar sebagai Apa? Bagaimana wawancaranya? Tanya Ivy


Pria tersebut mengernyitkan Dahi, namun tetap menjawab pertanyaan Ivy. Dari Universitas X, Jurusan Teknik Sipil sebagai analis bangunan. Wawancaranya lancar. Ada lagi? Pertanyaan mu  lebih banyak dari tes tadi.


Oh sama dong, aku juga dari Universitas X tapi jurusan manajemen. Ya Sudah, oh iyya masih ada pertanyaanku yang belum dijawab, nama mu siapa?


Alden. Alden Dwi Putra. Balasnya

__ADS_1


Ok, Alden. Bye, sampai ketemu lagi, ucap Ivy sambil melenggang kembali ke Dera yang terlihat berbicara dengan seorang perempuan yang tidak lain adalah Runia.


Hai, kalian ngobrol apaan? Siapa Der? Tanyanya


Oh ini Runia Vi, teman di ekskul paduan suara waktu di kampus. Dia jago banget nyani.


Hai Runia, aku Ivy. Salam kenal yah. Ucap Ivy


Iyya k Ivy. Jawabnya.


Setelah dirasa cukup bercengkrama, Ivy dan Dera kembali ke rumah masing-masing dengan menumpang alat angkutan umum. Selama di angkutan umum mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing tanpa bersuara.


Flashback Off

__ADS_1


Ivy hanya tersenyum mengingat perkenalan dengan teman-teman barunya yang nantinya menjadi partner kerja dalam perusahaan. Karena tanpa disangka, ia, Dera, Runia dan Alden lolos masuk ke perusahaan tersebut. Ingatan tersebut menemaninya menghabiskan waktu perjalanan ke kota X.


Di rumah inilah sementara Ivy tinggal di Kota X. Rumah pamannya, Tio. Mereka semua lelah setelah menempuh perjalanan 5 jam. Tio mempersilahkan mereka untuk istrahat di dua kamar yang memang sudah ia siapkan sebelumnya.


__ADS_2