
Hari pertama kerja pun tiba, Ivy sudah memakai pakaian kantoran lengkap dengan blazer putih gading. Makeupnya pun terlihat sedikit bold. Ia ingin tampak sempurna di hari pertama bekerja.
"Sempurna" , batin Ivy setelah mengoles lipstik di bibir tebalnya.
Tak lama terdengar klakson motor. Ivy
yakin itu Dera, Dera telah berjanji menjemputnya.
Bentar ya Der, aku ambil tas dulu sekalian pamit sama semuanya. Ucap Ivy
Siap Bos. Jawab Dera.
Sambil melangkah kembali ke dalam, Ivy pamit pada orang di rumahnya baik suami, ibu, paman dan tak lupa meninggalkan ciuman untuk Anaknya. Doain Ivy yah, supaya hari ini berjalan lancar.
Seperti hari biasanya, Kota X terlihat ramai, jalanan sudah ramai kendaraan, terlihat pula pinggiran jalan dihiasi
beberapa penjual kue dan makanan.
Der , lo udah sarapan belum? Tanya Ivy
Udahlah, tadi aku makan bubur.. Jawab Dera dengan mengencangkan suaranya di tengah ramainya suara mesin kendaraan di jalanan.
Hanya butuh waktu 15 menit untuk merekasampai di kantor. Setibanya diparkiran, Ivy menatap gedung kantornya , kembali doa terpanjat di hatinya “semoga aku bisa betah kerja di sini dan pekerjaanku akan selalu bisa ku selesaikan dengan baik” batin Ivy.
Saat mereka hendak beranjak dari parkiran terlihat Runia juga yang sudah melajukan motornya di parkiran sambil
tersenyum pada keduanya. Ivy dan Dera memutuskan menunggu Runia sebelum masuk ke gedung kantor.
Ini kita udah bertiga siapa lagi yang satu namanya? Tanya Dera
Alden, jawab Ivy. Oh iyya Run, kamu punya nomor Alden nggak? Telfon gih biar kita sama-sama ke dalam
Nggak ada kak.. bukannya waktu itu kak Ivy yang ngobrol sama dia? Kirain kakak udah punya nomornya. Jawab Dera
Nggak ada, mana mungkin aku duluan yang minta nomor dia. Kalau cewek sih nggak masalah, nah dia cowok. Entar aku dikira cewek apaan.. Timpal Ivy
Ivy, Dera dan Runia tertawa sehingga menarik perhatian beberapa orang yang baru saja parkir.
Ayo kita masuk, nggak usah tungguin dia, kali aja dia juga udah tiba duluan, ajak Ivy sambil menggandeng tangan
__ADS_1
Dera.
Setibanya di lobby, mereka disapa oleh satpam kantor.
Selamat siang pak, kami pegawai baru di sini apa boleh ketemu bagian HRD?
Oh iyya silahkan masuk bu, HRD ada di lantai 1 ibu tinggal belok kanan, ruangan kedua. Jawab pak satpam
Terimakasih pak. Jawab mereka bertiga.
Mereka melangkahkan kaki ke ruangan yang dimaksud dan benar dugaan Ivy, Alden sudah tiba sebelum mereka.
Oh kalian juga udah datang, ayo masuk. Ucap pak Randi, manajer HRD kantor ini, terlihat dari nameplate yang ada di atas meja.
Selamat pagi pak, ucap mereka bertiga
Iyya ayo masuk, duduk dekat teman kalian. Kalian udah saling kenal yah?
Iyya pak,kami bertemu saat wawancara terakhir kemarin, ucap Dera.
Bagus kalau begitu, saya tidak perlu repot-repot lagi mengenalkan kalian satu satu. Ucap pak Randi.
Saya percaya kalian orang-orang yanghebat masuk di sini. Ini pertama kalinya perusahaan melakukan tes dengan empat tahap, semoga kalian senang bekerja di sini dan berikan yang terbaik untuk perusahaan ini.
Pasti pak, insyaallah kami akan bekerja dengan baik, Ucap Alden. Ketiga temannya seketika menoleh ke Alden dan ikut mengangguk tanda setuju dengan ucapan Alden.
Oh iyya saya lupa, saya Randi, manager HRD di perusahaan ini, sambil Pak Randi menjabat tangan mereka satu-satu. Saya sudah tau nama kalian semua. Wajah kalian juga saya sudah tau dari CV, sekarang kita ke ruangan umum, sudah hampir jam 8. Meeting akan di mulai.
Mereka mengikuti langkah Randi ke sebuah ruangan, setibanya di ruangan itu terlihat beberapa orang berdiri
melingkar sambil bercengkrama
Selamat pagi semuanya, ucap Randi.
Selamat pagi pak Randi jawab mereka serentak.
Perkenalkan mereka adalah pegawai baru di kantor ini. Ivy dan temannya menjabat tangan orang yang ada di sana satu-satu sambil menyebutkan nama mereka.
Siapa yang akan bergabung di ruangan ini pak Randi? Ucap Tasya
__ADS_1
Alden yang akan berkantor di ruangan ini Tasy. Tapi sebelum mereka ke bagian masing-masing, aku titip keempatnya dulu di sini. Saya masih harus menyampaikan ke pak bos. Jawab Randi.
Oh begitu… selamat bergabung yah semuanya, selamat bergabung Alden di bagian ini. Semoga kamu betah yah, lanjut Tasya.
Dan hanya dijawab senyum dan anggukan oleh Alden.
Ayo kita mulai rapatnya, Ajak Randi
Mereka semua duduk di ruang rapat. Para pegawai baru ini hanya menyimak diskusi para pegawai yang ada hingga rapat selesai.
Selama rapat, Ivy terlihat serius menyimak, karena semangatnya untuk bekerja dengan baik sangat tinggi. Ia mulai sedikit memahami apa yang dibicarakan dalam meeting tersebut.
Kalian tunggu di sini yah, saya harus ke ruang pimpinan dulu. Ucap Randy
Baik pak. Jawab mereka. Dan Mereka kembali diam dengan pikirannya masing-masing.
Halo semuanya, tiba-tiba laki-laki tinggi yang merupakan pegawai perusahaan itu di lihat dari name tag yang
tergantung di lehernya.
Semuanya menoleh ke arah suara tersebut saking kagetnya.
Kemudian menyapa Alden, kamu Alden yah? Kemarin mamamu telfon katanya kamu di terima di perusahaan ini. Aku senang, adik sepupuku juga bekerja di sini. Ucapnya.
Oh iyya pak, kemarin memang ibu cerita kalau dia punya keluarga yang bekerja di sini.
Mereka saling berjabat tangan.
Hai juga kalian, selamat bergabung yah di sini. Alden itu sepupu saya, tapi sepertinya kami tidak pernah bertemu
karena masing-masing sibuk. Hanya orang tua kami yang sering bertemu saat arisan keluarga. Oh iyya aku lupa, namaku Vino.
Iyya pak, terimakasih. Ini Ivy, dan Ini Runia dan saya sendiri Dera. Terimkasih kami sudah diterima dengan hangat di sini. Jawab Dera.
Vino adalah sosok hangat, periang dan bawel. Mereka ngobrol diselingi tawa. Mata Alden tertuju pada Ivy yang
menikmati pembicaraan diantara kelimanya. Ivypun menyadarinya dan mengangkat alisnya pada Alden, seolah bertanya, Ada apa liat-liat?
Alden kembali tertunduk melihat ekspresi Ivy. Tentu saja, Alden dan Runia sangat irit bicara dalam obrolan tersebut. Ivy dan Deralah yang banyak menimpali omongan Vino yamg menjelaskan suasana kantor.
__ADS_1