
Hampir dua tahun Geby menggeluti pekerjaan nya , walau harus bekerja sendiri , karena keadaan Erik yang belum pulih . Geby bernyanyi dan bermain piano sendiri .
Karena Erik harus beristirahat untuk sementara waktu . Luka yang ada di kepalanya cukup dalam , hingga memerlukan beberapa bulan untuk benar - benar sembuh .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Geby mengendarai sendiri mobilnya , hampir setiap hari pulang petang , mengumpulkan seluruh keberaniannya menghadapi perjalanan malam yang sunyi di desa tempatnya tinggal .
๐บ๐ฟ
Malam itu , saat perjalanan pulang dari cafรจ , Entah kenapa dia tiba - tiba merasa begitu rindu pada Erik , mungkin karena saat ini Geby mulai bisa menerima Erik , dari perasaan sahabat berubah menjadi cinta . rasanya ia ingin lekas sampai di rumah .
๐บ๐ฟ
Sampailah ia di rumah , memarkirkan mobil di teras toko sebelah rumahnya , berniat agar istirahat Erik dan Gibran tidak terganggu oleh suara bising mobilnya .
Berjalan pelan lalu membuka pagar rumah , sambil mengeluarkan kunci rumah dari jasnya . Dan segera membuka pintu ruang tamu tersebut .
Setelah terbuka pintu nya , Geby langsung berjalan ke kamar Gibran , dimana Gibran biasa tidur dengan di temani Sintia .
" Hmm , anak Mami pulas sekali , bobok nya , " ucap Geby sambil mengecup pipรฌ Gibran .
" Loh , mana Sintia ? " ucapnya dengan menoleh ke kanan dan kiri . " Oh mungkin dia sedang ke kamar mandi .
Geby pun keluar dari kamar Gibran , melanjutkan langkah nya yang tak sabar ingin segera menemui Erik .
Membuka pintu kamar dengan pelan , " Hah , kok pintu nya sudah terbuka . " gumam Geby . Tak biasanya , kamar itu begitu gelap , " Tumben sih gelap ," benak Geby .
Geby pun menekan lampu kamar yang ada di tembok , bersebelahan dengan letak pintu .
Betapa kagetnya Geby , setelah menyalakan lampu kamar itu , dan melihat Sintia berada di dalam kamar nya .
" HEEYY .. PELACUR , kenapa kamu berada di sini ? bukan kah seharusnya kamu menemani Gibran di kamarnya ? " teriak Geby yang mendapati Sintia berada dalam pelukan Erik tanpa busana .
Sintia tidak bergerak sama sekali , dia pura - pura memejamkan matanya , tidak sedikit pun menghiraukan teriakan Geby , karena masih asyik berada dalam pelukan Erik .
" MAS , BANGUN KAMU !! " teriak Geby dengan menarik kasar kaki kanan Erik .
Membuat Erik sangat kaget dan segera terbangun dari tidur nyenyak nya .
" Ada apa ini ," ucap Erik yang kaget dengan teriakan Geby , lalu melepaskan tangan nya yang berada di atas lengan Sintia .
Sintia yang saat itu sedang menyandarkan kepalanya di atas dada Erik .
" Gitu ya Mas kelakuan kamu , aku kerja sendirian , kamu malah enak - enakan tidur sama perempuan lain . "
" Hah aku bingung dengan semua ini , " ucap Erik sambil memegang kepalanya .
" Gak usah alasan kamu Mas . "
" Bener sayang , aku gak ngapa - ngapain ! "
" WOEE , BANGUN KAMU !! , bagaimana bisa kamu tidur di sini . " Erik berusaha melepaskan pelukan Sintia yang telanjang dada itu , dengan menarik keras tangan Sintia .
Sintia enggan melepaskan tangannya , menekan perut Erik yang begitu atletis itu .
Dan setelah Erik berhasil melepaskan tangan Sintia , Erik lalu mendorong tubuh Sintia agar jauh darinya .
" Aduuuh , sakit Maas , jangan kasar gitu dong , tadi aja kamu lembut , sekarang kok jadi kasar sih ." ucap Sintia manja , dengan mengambil atasannya yang tergeletak di kasur , lalu memakainya .
Sementara Erik segera turun dari ranjang , dia masih memakai celana panjang nya yang beresliting itu dengan rapi .
Lalu Erik mendekati Geby , dan memeluk erat tubuh Geby .
" LEPASIN RIK , " Geby mendorong tubuh Erik .
" HE KAMU , perempuan gak waras , cepat PERGI DARI SINI KAMU . " teriak Erik pada Sintia , dengan menunjuk wajah Sintia menggunakan telunjuknya .
" Tapi kan dari tadi kamu sudah peluk aku , dan hampir--- , aku mau kamu tanggung jawab . " jawab Sintia .
" PLAAK, "
Tiba - tiba Geby berjalan mendekati Sintia , lalu menampar keras pipรฌ Sintia .
" JANGAN PERNAH KAMU FITNAH SUAMIKU . Sekarang juga kamu PERGI dari sini !! " teriak Geby sambil menyeret tangan Sintia . Lalu mendorong nya keluar , hingga tubuh Sintia tersungkur dan bersimpuh di keset terasnya .
" ITU YANG PANTAS DI DAPATKAN OLEH PEREMPUAN PENGGODA SEPERTI MU . " tegas Geby , kemudian Geby membanting pintu dengan begitu kerasnya .
Tengah malam yang gelap itu , terpaksa Sintia pulang ke rumah nya , dia berjalan sambil menangis dan ketakutan .
Dia begitu menyesal , karena tidak mampu menahan nafsu nya untuk mendekati Erik . Sementara Geby sudah sangat baik menolongnya dan membantu semua kebutuhan keluarganya .
๐บ๐ฟ
" Makasih ya sayang , kamu sudah belain aku , kamu percaya kan sama aku ? "
" Sekarang juga kamu keluar Rik , "
" Loh , aku gak salah Geb , aku sedang tidur nyenyak tadi , dan aku juga tidak tau , kalo dia ada di samping ku . "
" KELUAR AKU BILANG !!. "
" Lihat Geb , celanaku masih rapi . Aku nggak berbuat apa - apa , PERCAYALAH SAYANG !! "
__ADS_1
" Aku bilang , KELUAR !!! , atau aku pecahkan botol ini dan ku tusukan di perutku. ?? " teriak Geby begitu lantang , dengan membawa botol parfum di tangannya .
Takut jika Geby melakukan hal yang nekat , Erik pun mengikuti perkataan Geby .
" IYA , IYA. , AKU keluar sayang . "
Lalu Geby mendorong dada Erik untuk keluar dari rumah , dengan begitu kasarnya , hingga punggung Erik menatap dinding yang ada di teras .
" Aduuh ... , sakit sayang ." ucap Erik dengan memegang kepalanya .
Geby sama sekali tidak menghiraukan kesakitan Erik , tidak mau peduli lagi , di hatinya hanya ada kemarahan , dengan segera Geby menutup pintunya , Lalu masuk kembali ke dalam kamar . Dan mengunci pintu kamar nya .
Saat itu , malam semakin larut . Dan hampir dini hari .
Terpaksa Erik harus tidur di kursi teras rumah , hanya dengan memakai celana panjang , tanpa berpakaian . Tubuh nya kedinginan . menggigil , karena masih dalam masa penyembuhan .
๐บ๐ฟ
Pagi itu , seperti biasa si Mbok membuka jendela dan pintu ruang tamu .
" Pak Erik , " sapa si Mbok , yang kaget melihat Erik tidur di luar .
" Mbok , Geby sudah bangun belum , " tanya Erik dengan gemetar kedinginan .
" Belum Pak , Ya Ampun Bapak kedinginan ini , ayo Pak masuk , " ucap sรฌ Mbok memapah tubuh Erik , sebentar saya ambilkan selimut di kamar Mas Gibran .
๐บ๐ฟ
" Ini Pak selimut nya , apa perlu saya buatkan teh panas ? wajah Pak Erik terlihat begitu pucat ."
" Boleh Mbok . "
๐บ๐ฟ
" Ini Pak teh nya , "
" Iya Mbok , terimakasih . "
" Oh ya Mbok , tolong ketuk pintu kamarnya , "
" Baik Pak , "
Berkali - kali si Mbok mengetuk pintu nya , namun sama sekali tidak ada tanggapan .
membuat Erik bingung dan khawatir dengan keadaan Geby .
" Mbok , tolong cari kunci serep nya , saya takut jika Geby bertindak nekat . "
Dengan segera si Mbok mencari kunci nya , pada setiap laci meja bufet .
Erik segera berdiri dan membuka pintu kamar Geby , begitu pintu kamar itu terbuka ,
" Gebyyy... , Ya Ampun sayang , apa yang kamu lakukan . "
" Astaga Bu Geby . "
Mereka kaget melihat keadaan Geby , yang tergeletak di lantai , dengan obat tidur yang berceceran .
" Geeb , bangun sayang , " ucap Erik dengan menepuk - nepuk pipi Geby .
Akhirnya Erik mengendong Geby dan membaringkan nya di kasur .
" Geby baik - baik saja kok Mbok , sebentar lagi juga dia akan terbangun , saya titip Gibran dulu ya Mbok . " lirih Erik , dengan senyum . Berusaha menenangkan si Mbok yang terlihat begitu khawatir dengan keadaan Geby .
" Baik Pak , Saya permisi dulu . "
" Iya Mbok , minta tolong pintunya di tutup ya Mbok ? "
Erik menemani Geby , tidur di samping Geby dan memeluk erat tubuh Geby , hingga Erik pun ikut tertidur .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Beberapa jam setelah itu . Geby telah sadar dan terbangun , Gaby melepaskan pelukan Erik , dengan kasar dan masih marah , lalu dia keluar dari kamar untuk menemui Gibran .
" Pagi Bu . " sapa si Mbok yang sedang menemani Gibran .
" Iya pagi Mbok . Maaf ya Mbok , sekarang Mbok jadi sibuk urus Gibran juga . "
" Gak papa Bu . Oh ya Bu , maaf tadi pagi itu saya lihat Pak Erik di depan , Pak Erik menggigil , dan badannya panas . Jadi---,"
" Iya Mbok , gak papa . "
" Oh ya Bu , maaf jika saya lancang , "
" Ada apa Mbok ? "
" Menurut saya , Pak Erik itu tidak salah Bu ."
" Bagaimana bisa Mbok berfikir seperti itu ? "
" Semalam saya mengantar air putih di meja kamar , untuk Pak Erik minum obat , dan saya melihat Pak Erik masih begitu nyenyak , Akhirnya saya letakkan saja gelas itu , lalu saya keluar kembali . "
" Oh ya , betul begitu ? "
__ADS_1
" Iya Bu , betul . Dan saat saya baru mau masuk ke kamar saya , tiba - tiba saya mendengar suara pintu kamar Pak Erik terbuka . Saya kira Pak Erik bangun . "
" Memangnya Mbok gak cek kalo Pak Erik bangun apa nggak ? "
" Ya Bu , akhirnya saya keluar lagi , saya cek , tidak ada siapa pun . Saya mengintip ke kamar Bu Geby , saya melihat Sintia , sedang membuka lemari , saya pikir dia hanya mencari selimut atau apa gitu , untuk Mas Gibran . Dan Pak Erik masih tertidur pulas . Ya ..., saya masuk lagi ke kamar Bu . "
" Terus Mbok langsung tidur ? "
" Belum Bu , baru mau tidur , saya kaget dengar suara Bu Geby yang marah - marah , terpaksa saya keluar lagi , terus masuk ke kamar Mas Gibran . Sampe saya ketiduran disini Bu . " tutur si Mbok sambil menunjuk kasur Gibran .
" Tapi saya tidak tau Mbok , apa yang sudah terjadi di dalam kamar itu . "
" Percayalah Bu , Pak Erik Orang yang setia , saat Bu Geby sedang bekerja saya selalu perhatikan , berkali - kali Sintia berusaha untuk menggoda , dan Pak Erik sama sekali tidak menghiraukan nya . "
" Baik Mbok , terimakasih atas semua cerita nya ya Mbok . "
" Tapi kenapa semalam Mbok tidak bicara ? "
" Saya jaga Mas Gibran Bu , kasian berkali - kali kaget dengan teriakan Ibu . "
" Oh begitu , Iya Mbok , terimakasih sudah perhatian sama Gibran . " senyum Geby , sambil memeluk si Mbok .
" Nanti biar saya yang carikan pengasuh dek Gibran Bu , saya punya teman . "
" Masih muda atau seumuran dengan Mbok ? ntar Mas Erik ku di rayu lagi . " canda Geby .
" Udah tua Bu , tenang saja . " jawab si Mbok sambil berjalan keluar kamar Gibran .
Geby lantas menemani Gibran tidur . Tak lama kemudian , Erik terbangun dan menemui Geby di kamar Gibran .
" Kamu disini sayang , aku cariin kamu loh , " ucap Erik dengan memeluk tubuh Geby dari belakang , lalu mencium leher Geby .
Geby terbangun , dan menghindari Erik , dengan segera Erik menarik tangan Geby .
" Aku lapar sayang , waktunya minum obat juga , kita makan yuk ? "
" Makan sendiri sana , aku gak laper . " jawab Geby sambil menggendong Gibran dan mengajak nya ke dalam kamar Geby .
Erik mengikuti langkah Geby .
" Kamu masih marah sayang ? " tanya Erik .
" Ayo Gibran sini sayang , " Erik mengambil Gibran dari pelukan Geby . Lalu memberikan nya pada si Mbok .
" Nitip sebentar ya Mbok ? "
" Iya pak . "
Erik kembali lagi ke dalam kamar .
" Sayang jangan marah begini dong sayang , " pinta Erik pada Geby .
" Saat kamu menikahi aku , aku memang telah ternoda , wajar Rik jika kamu menginginkan seorang gadis , karena kamu belum pernah merasakan nya . "
" Bicara apa kamu . Aku ini tulus Geb , tidak sedikit pun berfikir untuk berpaling ."
" Tapi kenyataannya yang aku lihat , dia berada di pelukan kamu Rik . "
" Aku memang merasakan pelukan itu , tapi aku kira itu kamu , karena aku mencium parfum kamu . "
Geby terdiam , sambil mengingat cerita si Mbok yang bilang jika Sintia membuka pintu lemarinya semalam , ' mungkin kah Sintia memakai parfum ku , sebelum mendekati Erik . ' pertanyaan itu muncul dalam benak Geby .
" Rik , aku baru saja membuka hatiku , dan mulai tumbuh rasa cintaku padamu , dan itu perlu waktu yang lama Rik , setelah sekian lama aku menganggapmu hanya sebagai seorang sahabat . "
" Lalu apa yang kamu risaukan Geb ?
" Aku jadi ragu dengan kesetiaan mu . Siapa aku Rik , perempuan hina yang tidak utuh lagi . Pergilah Rik , carilah perempuan yang kamu inginkan . "
Erik melangkah mendekati Geby , menutup rapat mulut Geby .
" Sssttt , stop , jangan bicara lagi , ikatan suci pernikahan yang telah kita ucapkan , bukanlah main - main Geb , hari ini aku berjanji , seumur hidupku hanya kamu sayang . "
" Benarkah demikian Rik , aku takut kecewa bila terlalu berharap . "
" Berharaplah sesuka hatimu sayang , karena aku akan selalu ada untuk mu . "
Mereka berdua saling berpelukan , mengakhiri segala permasalahan nya dengan bercinta di siang bolong .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Erik sudah lebih baik , hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa Erik sudah 70% sembuh .
Dan setelah si Mbok membawa temanya untuk mengasuh Gibran .
Erik dan Geby kembali beraktivitas di cafe .
Mereka semakin eksis , karena caranya bernyanyi begitu epik , membuat para pengunjung cafe itu , mengidolakan mereka .
Tak jarang ada yang hingga merekam aksi panggung mereka .
Dan ada juga yang memposting video mereka di medsos , dan akhirnya video mereka viral .
Karena terlalu viral , membuat Orang Tua Geby mengetahui nya , dan berusaha mencari keberadaan Geby untuk kedua kalinya .
__ADS_1
Dan kali ini , Erik dan Geby tidak lagi bisa bersembunyi .
Orang tua Geby , berusaha mencari alamat cafe , tempat Geby bernyanyi .