Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Gibran di temukan


__ADS_3

Mendengar ada percakapan dari dalam , Papi Geby segera masuk ke dalam villa itu .


" Loh , kok kamu bisa disini ?" tanya Papi Geby pada pria itu .


" Pih, Gibran ada di dalam kamar , tolong Papih jagain ." saut Erik


Tanpa berpikir panjang, Papi Geby langsung berjalan ke arah kamar dan menjaga Gibran yang sedang tertidur pulas.


☘️☘️☘️


" Kenapa Om lakukan ini semua ?"


" Kenapa kamu bilang? Aku yakin Gibran adalah darah daging ku."


Mendengar jawaban itu , Erik sangat emosi dan langsung menghajar pria tersebut tanpa ampun, hingga tersungkur tak berdaya.


Setelah itu Erik langsung menuju kamar kemudian menggendong Gibran .


" Ayo Pih , kita langsung ke rumah sakit, sebelum Geby sadar ." ucap Erik sambil menggendong Gibran dan berjalan keluar.


☘️☘️☘️


Erik membuka pintu mobil bagian depan kiri , lalu mempersilakan Papi Geby untuk naik dan memberikan Gibran padanya.


Kemudian dia berjalan ke samping kanan dan segera masuk mobil lalu tancap gas meninggalkan villa itu.


" Apa yang sebenarnya terjadi Rik? Papih bingung memikirkan semua ini ?"tanya Papi Geby yang terlihat begitu bingung.

__ADS_1


" Nanti Papih juga tau , maaf Pih aku belum bisa menceritakan semuanya." jawab Erik sambil terus melajukan mobilnya.


☘️☘️☘️


Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang , akhirnya merekapun telah sampai di rumah sakit , di tempat Geby di rawat .


Dengan tergopoh-gopoh Erik berlarian sambil menggendong Gibran, menuju ruangan Geby .


Pintu ruangan Geby telah terlihat , senyum semringah terlihat jelas di wajah Erik, tak mampu membayangkan betapa senangnya hati Geby ketika melihat Gibran telah kembali ke pelukannya .


" Braakk !!" Erik membuka pintu terlalu semangat.


" Sayang... , ini ." panggil Erik pada Geby sambil berdiri di belakang pintu .


" Gibran... anakku." lirih Geby dengan mata berkaca-kaca sambil mengulurkan kedua tangan nya .


Erik segera melangkah mendekati Gaby dan meletakkan Gibran pada pangkuan Gaby.


Namun, tiba-tiba Gaby terdiam dan tercengang sambil memegang tangan kiri Gibran.


" Mas... apa ini mas?? " tanya Gaby sambil menunjukan tangan Gibran pada Erik.


Erik segera melangkah mendekati Gaby lalu membisikan sesuatu di telinga Gaby.


Ternyata hansaplas rumah sakit , masih menempel di tangan Gibran , paskah tes DNA yang di lakukan oleh Gery.


Sikap Erik membuat Papi Gaby semakin penasaran , akan sesuatu yang mereka berdua tutupi , istrinya yang sudah tau kebenarannya pun , belum siap untuk menceritakan semua kepadanya .

__ADS_1


🌿🌿🌿


Keesokan harinya...


Keadaan Gaby semakin membaik , bahkan semua hasil pemeriksaan Dokter stabil.


Akhirnya Dokter memberi kabar yang baik .


" Saudara Gaby , sore nanti Anda sudah bisa pulang ." ucap Dokter pada Geby.


" Serius Dokter ??" saut Gaby gembira .


" Iya betul , Anda sudah bisa pulang."


Geby terlihat sangat gembira , hingga hampir meloncat ke bawah dari ranjangnya.


" Stop... stop sayang !!!" tegas Erik sambil memegang tangan Gaby.


" Hati-hati dong , kasian nanti dedeknya ." imbuh Erik dengan mengelus-elus perut Gaby.


Kedua Orang Tua Gaby yang melihat sikap Erik kepada Gaby , tersenyum haru dengan kasih sayang Erik yang begitu besar terhadap Geby.


Dengan menggendong Gibran , mereka berdua melangkah keluar dari ruangan Geby , seolah memberi kesempatan untuk mereka berdua saling bermesraan.


🌿🌿🌿


Tak lama setelah itu , Erik pun sibuk merapikan barang milik Geby , memasukan semua bawaan ke dalam tas , dengan sangat telti agar tidak ada yang tertinggal .

__ADS_1


🌿🌿🌿


Bersambung....


__ADS_2