Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Erik Menikahi Geby


__ADS_3

" Kamu nggak pulang ? " tanya Geby , setelah satu jam Erik diam di rumah mungil Geby .


" Kamu sudah minum vitamin nya ? "


Erik tidak menjawab pertanyaan Geby , dia justru balik bertanya pada Geby , mengkhawatirkan keadaan Geby yang masih lemah .


" Kok kamu masih ingat sih ,, kalo Aku harus minum vitamin ? "


" Dimana kamu letakkan vitamin nya ? " tanya Erik sambil berdiri .


" Di situ ," jawab Geby dengan menunjukan suatu tempat .


Erik lantas mengambil vitaminnya dengan membawa segelas air untuk Geby minum vitamin .


" Ini , ayo cepat di minum ." ucap Erik dengan memberikan vitamin dan segelas air .


" Riik , kamu nggak pulang ? " tanya Geby lagi .


" Enggak , hari ini aku nginep di sini , boleh kan ? " tanya Erik dengan mengedipkan matanya .


" Serius Riik ? ntar apa kamu nggak di cari sama Papi ? "


" Nggak , aku sudah ijin tiga hari . "


" Oh gitu , "


" Oh ya Riik , apa reaksi Mami dan Papi saat Aku pergi dari rumah ? " tambah Geby dengan wajah lesu .


" Mami kamu shok banget , sampai kena serangan jantung dan menjalani rawat inap di rumah sakit ."


" Ya Ampun Mamih , " ucap Geby dengan menutup mulut nya , lalu bersimpuh di lantai dan meneteskan air mata nya .


Melihat Geby seperti itu , Erik lalu terbangun dari baringnya di sofa , dan memeluk tubuh Geby .


" Sudah - sudah jangan sedih gini dong , kemarin Aku juga ikut rawat Tante Helen , dan syukurlah sekarang Tante lebih sehat dan sudah pulang dari rumah sakit . " tutur Erik .


" Syukurlah. Makasih ya Riik ? " ucap Geby sambil memeluk erat tubuh Erik .


" Iya . udah Geeb , udah , jangan sedih ya ? hapus tuh air matanya . " ucap Erik sambil memberikan selambar tisu yang ada di samping nya .


" Hmm , iya Rik , eh maaf ya Rik , " ucap Geby yang tersadar, telah berada dalam pelukan Erik , Geby segera melepas kan pelukan erat nya .


Erik kembali ke sofa panjang yang terletak di ruang tengah , tepat berada di depan televisi . Lalu merebahkan kembali tubuhnya . sambil berjalan ia bertanya pada Geby ,


" Lagian ngapain sih Geb , pake acara kabur segala . "


" Yaa , waktu itu aku lagi bingung banget Rik , "


" Bingung kenapa ? " tanya Erik , yang pura - pura tidak tahu dengan permasalahan Geby.


Namun Geby tidak segera menjawab pertanyaan Erik . Geby hanya tertunduk lesu dan sedih , menyesali semua yang telah terjadi padanya , ia kembali meneteskan air mata nya .

__ADS_1


" Geeb .. kenapa kok kabur ? " ulangnya , dengan melirik wajah Geby . Erik baru menyadari jika Geby telah menangis tersedu .


" Loh-loh , kok malah nangis lagi , cup - cup , ' boleh aku hapus air matamu ? " tanya Erik sambil meraih tisu di meja .


Geby mengangguk .


Erik menatap wajah Geby dan menghapus air mata nya , membuat mereka saling menatap . hidung mereka hampir menempel . Membuat jantung Erik berdegup .


Tidak ingin larut dengan otak kotornya , Erik pun segera mundur menarik tubuh nya .


" Sudah kamu nggak usah cerita , aku sudah tau semua nya kok ." celetuk nya sambil berjalan lagi ke sofa dan kembali merebahkan tubuhnya .


" Tau segalanya ? tau apa aja kamu Riik ," tanya Geby sambil berjalan mendekati Erik .


" Rik , kamu tau apa ? Riik.... " tegas Geby dengan menepuk kaki Erik .


Erik tidak menjawab pertanyaan nya , ia justru menjawab pertanyaan Geby dengan suara dengkuran .


" Hmm , malah ngiler kamu ."


Rupanya Erik telah tertidur , mungkin karena terlalu lelah dengan perjalanan nya pagi tadi .


Geby yang penasaran dengan perkataan Erik , ia tak mampu beristirahat dengan tenang di dalam kamarnya .


Akhirnya Geby membawa bantal dan guling nya keluar dari kamar , lalu meletakan nya pada karpet bulu yang ada di depan sofa , kemudian dia terbaring , menunggu Erik terbangun , untuk segera menanyakan pada Erik , tentang semua yang telah Erik ketahui .


Geby yang terbaring di karpet , tepat di depan sofร  yang di pakai Erik tidur itu , matanya terus menatap wajah Erik .


Namun karena bawaan hamil nya , Geby tak mampu menahan rasa kantuknya dan akhirnya Geby pun ikut tertidur .


๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“


Dia merasa sangat haus , karena hawanya sedang panas , dan saat Erik akan menurunkan kakinya untuk mengambil minum di dapur , dia kaget melihat Geby yang tidur di bawah .


Dengan pakaian daster Geby yang sedikit naik , membuat paha Geby terlihat.


Tubuh Geby yang semakin padat berisi karena sedang hamil , membuat Geby terlihat lebih seksi , dengan belahan dadanya yang menonjol naik , saat sedang tidur dengan posisi miring .


"Hadeehh.. godaan apalagi neh , dari tadi sudah godaan pelukan , sadar woi sadar , jangan ngiler , " Ucap Erik sambil berkali - kali memukuli keningnya .


Erik pun berdiri dan melangkahi tubuh Geby , lalu berjalan ke dapur untuk mengambil air minum .


" Erik.. !! " teriak Geby memanggil Erik dengan posisi tangan nya yang terlentang ke atas , lalu meraba - raba sofa .


" Hmmm , apa sih ? aku disini , " saut Erik yang duduk di meja makan .


" Aduh aku kira kamu sudah pergi Rik , " tegas Geby sambil menguncir rambutnya yang berantakan . Tangan Geby mengarah ke belakang kepalanya , membuat dadanya terlihat begitu menonjol dengan daster nya yang tanpa lengan dan hanya bertali seukuran satu jari.


Membuat Erik kembali tergoda , lalu Erik menggeleng - gelengkan kepalanya , dengan menutup rapat matanya .


Lalu Geby terbangun dari tidur nya , dan berdiri untuk duduk di sofa .

__ADS_1


" Riik..., sini deh . " panggil Geby .


" Hmm , iya bentar , nih lagi betulin celana , " ucap Erik yang sibuk benahin celananya karena acunanya tidak bisa di ajak . Lalu berjalan mendekati Geby dan duduk di samping nya .


" Ayo bilang Riik , katanya kamu udah tau , tau apa sih soal aku ? "


" Hmm , aku tau kalau kamu itu--- , "


" Itu apa Riik , iih... Eriiik ... " ucap Geby yang benar - benar penasaran .


" Ya , Aku tau , Kamu saat ini sedang hamil kan ? ' tanya Erik dengan menatap wajah Geby .


" EERIIKK , " lugas Geby sambil menatap wajah Erik , dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Oughh... , sini - sini , " gerutu Erik manja sambil melentangkan kedua tangannya , sebagai isyarat menyiapkan tubuhnya untuk di peluk oleh Geby .


Tanpa ragu Geby pun langsung memeluk tubuh Erik .


" Alamaaakk , dari tadi dapat rezeki nomplok . " gumam Erik .


" Dari kemarin - kemarin Aku bingung Riik , Aku harus cerita dengan siapa . " ucap Geby dalam pelukan Erik .


" Kita nikah aja yuuk , " ucap Erik datar .


" Bercanda kamu , " jawab Geby melepas kan pelukan nya .


" Bercanda !! Aku ini serius tau , "


" Tapi Riik , Aku ini hamil anak Om Gery . Aku nggak mau kamu kecewa sama aku . "


" Sekarang Aku bilang ya sama kamu , aku ini serius , emang kamu anggap perhatian ku selama ini itu apa ? "


" Iya Aku tau , kamu perhatian banget sama Aku . tapi , Aku pikir itu karena rasa peduli kamu sebagai teman . Nggak lebih . "


" Ya Ampun Geby , tanpa aku harus katakan . harusnya kamu tau , bahwa aku tulus mencintai kamu . "


" Maafin Aku ya Rik , yang nggak peka , andai aku tau sedalam ini hatimu , tak kan ku berikan segala nya pada Om Gery . "


" Sudahlah aku juga salah , karena membiarkan mu jatuh di pelukan Gery malam itu , aku tak mampu melawan nya saat itu . "


" Geb , sebelum perutmu membuncit , kita harus segera menikah , apa nanti Kata sekitar , Aku nggak rela jika kamu di bicarakan . "


Geby akhirnya mau menerima tawaran Erik , keesokan harinya Erik berangkat ke rumah Gery untuk mengurus semua surat - surat untuk perlengkapan pernikahan nya .


Setelah itu Erik kembali ke rumah Om Sony , dan mencuri beberapa dokumen untuk Geby .


Setelah di rasa semua persyaratan telah cukup .


Erik berpamitan pada Om Sony , untuk keluar dari pekerjaan nya .


Lalu kembali mendatangi rumah Geby , mengurus segalanya .

__ADS_1


Dan setelah semua urusan surat - surat telah selesai , Erik mengajak Geby pergi ke kantor urusan agama untuk melangsungkan sebuah pernikahan .


๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“


__ADS_2