Cinta Sebenarnya

Cinta Sebenarnya
Geby Hamil


__ADS_3

Mendengar perkataan Mami nya , Geby segera keluar rumah untuk mencari klinik . Dan memeriksa kan dirinya .


" Mau kemana Geb ? " tanya Erik , yang melihat Geby berjalan ke arah garasi .


" Mau keluar , " jawab Geby sambil sempoyongan karena masih pusing .


" Aku antar ya ? "


" Nggak usah , aku bisa sendiri . " jawab Geby segera masuk ke dalam mobil .


Melihat kondisi Geby , Erik tidak tega . Akhirnya Erik meminjam motor milik Pak satpam lalu mengikuti Geby .


Dan begitu melihat Geby turun di sebuah klinik , Erik pun mengendap - endap mengikuti langkah Geby .


Bersembunyi sambil mendengar kan semua percakapan Geby dengan Bidan . Menunggu hingga hasil pemeriksaan Geby keluar .


" Selamat , Anda akan segera menjadi seorang Ibu . " kata Bidan yang memeriksa Geby.


" Apa ? , saya hamil ? " saut Geby kaget .


" Iya , Anda hamil sudah sebelas minggu ."


" Baik Dok . Terimakasih , " ucap Geby lirih .


Geby berjalan keluar menuju tempat parkir , Langkahnya begitu pelan , sesekali terhenti dan bersandar di dinding , dengan air mata nya yang terus menetes . Dia masuk ke dalam mobil , kemarahan nya tak mampu lagi di bendung .


Geby teriak sekeras mungkin di dalam mobil , berkali - kali memukuli setir mobilnya .


Erik yang menyaksikan kekecewaan Geby , tak mampu menahan harunya , ingin sekali mendekati Geby , namun tak mampu bergerak , demi memikirkan perasaan Geby .


Geby menyalakan mobilnya , dan bekemudi menuju rumah nya . Erik pun bermotor mendahului Geby .


Erik telah sampai terlebih dahulu . Duduk diam di dekat pos satpam rumah Geby untuk menunggu Geby datang .


🥀🥀🥀


Mobil Geby telah datang , Erik segera berdiri dan membukakan pintu gerbang untuk Geby . Lalu menutup kembali gerbangnya , dan berlari mengikuti mobil Geby .


" Geb , kamu baik - baik saja kah ? kenapa kamu nangis ? " ucap Erik sambil berjalan mengikuti langkah Geby .


" Nggak usah sok peduli , udah minggir kamu . " jawab Geby sambil menyingkirkan tubuh Erik yang menghalangi jalannya .


Geby berlari masuk ke dalam rumah , lalu berbelok ke kamarnya sambil menangis .


🌷🌷🌷

__ADS_1


Keesokan harinya , -


" Geb , nanti kamu di antar Erik ya ? biar Erik aja yang nyetir , kan kamu lagi nggak enak badan . "


" Nggak usah Pih , Geby udah sehat kok ,"


" Iya , tapi Papi masih khawatir nak , "


" Oke , aku sama Erik ."


Beberapa saat setelah itu , Geby berangkat bersama Erik untuk menghadiri undangan manggung .


" Kata Jamal kemarin kamu nyariin aku ya ? "


" Heem , "


" Kenapa ? "


" Nggak , ini loh , aku kan di teror terus sama Om Gery dan Tante Nayla , aku mau blokir mereka , tapi nggak tau caranya . " tutur Geby sambil menyodorkan ponsel nya pada Erik yang sedang menyetir .


Erik langsung tekan rem mobilnya . Dan mengambil ponsel Geby .


" Nih sudah , " ucap Erik sambil memberikan ponsel itu pada Geby . Lalu kembali mengemudi .


" Kemarin kamu kenapa , kok kayaknya sedih banget , cerita aja , siapa tau aku bisa bantu . "


Geby tidak ingin membagi kesedihannya kepada siapa pun .


Sampailah mereka pada tempat dimana Geby tampil untuk bernyanyi .


🌷


Erik berada tepat di depan panggung yang lumayan tinggi itu , menunggu Geby hingga selesai bernyanyi .


🌼


Beberapa lagu telah Geby nyanyikan , sisa satu lagu , namun Erik melihat wajah Geby semakin pucat dan tidak bertenaga .


Erik segera berlari menuju samping panggung , dan benar sudah . Saat Geby akan turun dari panggung , tubuhnya oleng dan pingsan .


Beberapa Orang menolong Erik untuk membawa Geby masuk ke dalam mobil . Kemudian dengan cepat Erik membawa Geby ke klinik .


" Bagaimana Dok , keadaan nya ? '


" Istri Anda tidak boleh terlalu lelah , karena dia sedang hamil muda . Jadi , mulai sekarang harus di kurangi aktifitas nya . "

__ADS_1


" Baik Dok , "


" Ini saya beri vitamin , harus rajin di minum ya Pak ? "


Geby tiba - tiba terbangun , dan kaget telah berada di klinik .


Dia takut jika Erik mengetahui keadaannya yang sebenarnya , walau pada kenyataannya Erik telah mengetahui segalanya .


" Ayok pulang , " Geby segera turun dari ranjang pasien " Ngapain kita kesini ? " gerutu nya dengan berjalan lebih cepat .


" Eh , eh , Geb , jalannya pelan - pelan dong , ntar kamu pingsan lagi , aku yang repot ! " seru Erik sedikit bercanda .


" Ngomong apa tadi Dokter nya ? " tanya Geby sewot .


" Nggak , nggak ngomong apa - apa kok ,"


" Tapi kenapa Dokter nya panggil kamu Pak ? "


" Ya jelas lah , kan aku yang antar kamu , jadi di kirain aku ini suami kamu . "


" Beneran nggak ngomong apa - apa ? "


" Enggak kok , cuma kasih vitamin aja . jangan lupa rajin di minum ya , biar kamu nggak pingsan lagi . "


" Oke . Makasih ya udah di tolongin . "


" Iya , sama - sama . " " Gitu dong , kan manis . "


" Mulai muncul Gilanya , " ucap Geby dengan memalingkan wajahnya .


Malam semakin larut , mereka pun sampai di rumah .


" Geeb , istirahat ya , ingat bahuku selalu ada untuk kamu , katakan yang ingin kamu katakan . Aku akan berusaha untuk membantu semua masalah mu ." ucap Erik sebelum berbalik arah .


" Apaan sih kamu , siapa juga yang mau curhat sama kamu , " jawab Geby dan berlalu .


Geby tidak ingin membagi masalah nya pada siapapun , dan saat ini dia benar - benar bingung dengan kehamilan nya , dia tak mampu membayangkan betapa hancur nya perasaan kedua Orang tua nya , jika mengetahui kebenaran itu .


Geby berpikir keras , cara terbaik untuk lepas dari permasalahan nya .


Sementara Erik pun sama , berpikir juga , bagaimana cara untuk menolong Geby .


" Apa aku nikahin aja ya Geby , " gumam Erik , di dalam kamar yang terletak di studio musik itu .


" Ah , besok ajalah di pikirin ," ucap Erik , " Dah ngantuk berat ini . "

__ADS_1


Erik pun tidur .


__ADS_2