
Yeki dan Aurel pun tiba di toko boneka
Yeki "Aurel pilih aja boneka yang kamu mau"
Aurel "Oke kak"
Aurel pun memilih boneka teddy bear
"Kak, boneka ini bagus gak?" tanya Aurel
Yeki "Emm bagus sih tapi kurang besar aja, pilih aja yang lebih besar lagi rel, biar kalau kamu kangen sama kakak bisa peluk boneka nya aja hehehe" sambil tertawa
Aurel "Hahaha ada ada aja kak"
Aurel "Tapi kakak serius?"
Yeki "Iya Aurel, ambil yang itu aja" menunjuk boneka teddy bear besar
Aurel "Yaudah itu aja, boneka itu lebih imut dari boneka tadi"
Yeki membelikan boneka itu dan langsung memberi nya ke Aurel
Aurel langsung memeluk boneka itu dengan erat dan memberi nama Auki
Aurel "Kak boneka ini Aurel kasih nama Auki ya"
Yeki "Auki?"
Aurel "Iya, Aurel Yeki hehehe. Gpp kan?"
Yeki "Iya gpp" sambil tertawa
Hari minggu
Ujian Tengah Semester pun berlalu besok adalah saatnya Aurel harus menjawab pertanyaan Yeki , Aurel sangat bingung ia tak tau harus jawab apa.
__ADS_1
Aurel berbicara dengan boneka teddy bear nya layaknya teman curhat "Auki besok aku harus jawab apa yaa, Aurel bingung banget Auki hemmm."
Ben sedang ada di rumah Yeki
Yeki "Eh Ben gue takut besok si Aurel nolak gue"
Ben "Doain aja biar dia mau nerima lo"
Yeki "Iya bro"
Yeki sangat degdegan menunggu hari esok
ia takut jika Aurel menolak nya.
Keesokan harinya di sekolah
Aurel bertemu dengan Revan
Revan "Hai Rel"
Aurel "Hai"
Aurel "Lancar kok"
Revan "Bagus deh, eh tumben kamu gak sama Pak Yeki"
Aurel "Pak Yeki ada rapat guru"
Revan "Oh gitu, kamu udah sarapan pagi?" tanya Revan
Aurel "Belum rev"
Revan "Ayo ke kantin bareng aku yang traktir"
Revan berharap Aurel mau menerima ajakan nya.
__ADS_1
Dan ternyata benar Aurel menerima ajakan Revan "Yaudah rev, aku mau"
Revan dan Aurel pun mencari tempat yang kosong dan memesan makanan nya.
Disaat mereka makan ada kotoran sisa makanan di mulut Aurel, Revan membersihkan nya dengan tisu hingga Aurel dan Revan saling bertatapan. Seketika Aurel langsung mengeser tangan Revan.
Aurel "Udah gak usah bersihkan mulut ku"
Revan "Eh iya rel, maaf yaa."
Rapat guru telah selesai , Yeki tak sengaja lewat dari kantin dan melihat Aurel dan Revan bemesraan, dalam hati Yeki "Ngapain sih si Aurel sama Revan, hmmm" Yeki cemburu melihat mereka bersama.
Yeki tak menemui Aurel ia langsung pergi tanpa menyapa aurel terlebih dahulu.
Bel berbunyi yang menandakan kelas akan segera dimulai, Aurel dan Revan pergi ke kelas masing masing.
Mata pelajaran pertama di kelas Aurel adalah matematika, seperti biasanya Yeki masuk ke kelas Aurel.
Yeki tak sama sekali melirik Aurel, Aurel sadar ada yang berbeda dengan Yeki.
Dalam hati Aurel "Ih kok kak Yeki ga melirik aku sama sekali ya, apa dia marah sama aku yaa hemmm ..."
Pelajaran matematika pun berlalu dan tiba saat nya jam istirahat.
Aurel pun menyusul Yeki untuk menanyakan hal yang dipikirkan Aurel tadi
Aurel "Pak yeki" Teriak Aurel
Yeki tak sama sekali menoleh ke Aurel,
Yeki pura pura tidak mendengar Aurel karena dia cemburu dengan kejadian tadi pagi.
Yeki langsung buru buru ke kantor guru agar Aurel tak mengejarnya lagi.
Dalam hati Yeki "Maaf Aurel , bukannya kakak bermaksud cuekin kamu ,tapi kakak cemburu dengan kejadian tadi pagi."
__ADS_1
Aurel sedih karena Yeki marah kepadanya,
Aurel pergi ke halaman belakang sekolah duduk sendirian dan memikirkan Yeki.