
Bona dan Beny menangis sejadi jadinya. Mereka merasa sangat kehilangan apalagi mereka sekarang telah menjadi anak yatim piatu.
Bona "Bapak!" Teriak Bona
Yeki "Bona yang sabar ya" sambil menepuk punggungnya
Setelah 1 jam di puskesmas akhirnya mereka kembali ke rumah dengan jenazah bapak Bona.
Sesampainya di rumah Bona, Aurel dan Yeki terkejut melihat keadaan rumah nya. Rumah itu sudah miring dan hampir tumbang.
Setelah beberapa jam bapaknya Bona langsung di kuburkan di pemakaman keluarga mereka. Tidak ada adat yang dilakukan karena mereka tak memiliki biaya.
Selama di pemakaman Bona dan Beny menangis sejadi-jadinya. Mendengar tangisan itu membuat Aurel ikut menangis.
Yeki "Lah sayang kok nangis?"
Aurel "Aku kasihan sama mereka berdua, aku juga pernah merasakan kehilangan orang yang berharga di hidupku walaupun sudah kembali tapi tetap saja aku pernah merasakan nya"
Yeki "Iya sayang aku ngerti" Sambil merangkul Aurel
Setelah pemakaman mereka langsung kembali ke rumah Bona.
Di rumah Bona hanya ada 1 tante nya yang sudah tua dan sakit-sakitan.
Tante mery "Perkenalkan saya mery kakak nya bapak nya Bona"
Yeki "Iya tante saya Yeki"
Yeki,Aurel,Elvano, dan Eli pun memperkenalkan diri.
Tante mery "Beny, Bona kalian gimana siap ini?"
Beny "Kita gak tau tan, gak mungkin kita tinggal sama tante, sekarang tante aja sudah sakit-sakitan"
__ADS_1
Yeki merasa iba dengan nasib Beny dan Bona
Yeki "Emang Bona sama Beny gak punya saudara lagi selain tante mery?"
Tante mery "Mereka punya paman ki tapi paman nya tak perduli dengan mereka berdua bahkan tadi saja dia tidak datang"
Aurel "Ya ampun dek, kakak gak tega lihat kalian berdua"
Yeki "Apa kalian mau ikut abang tinggal di Medan?"
Beny "Gak usah bang, kami gak mau merepotkan kalian"
Bona "Iya kak gak usah, kami udah terlalu menyusahkan abang sama kakak"
Yeki "Gpp dek, abang mau tolong kalian aja"
Aurel "Mau yah dek kakak gak tega lihat kalian, kami bukan orang jahat kok"
Bona "Apa gak menyusahkan orang tua abang?"
Yeki "Orang tua abang tinggal di Jakarta dek, ini lagi liburan aja di Medan"
Beny "Yaudah bang kami mau, sekali lagi makasih banyak bang"
Yeki "Abang bakal bantuin uang sekolah kalian juga"
Bona "Jangan bang, kami udah sangat merepotkan"
Yeki "Gak merepotkan dek"
Bona "Makasih banyak ya bang, kak kalian berempat baik banget sama kami"
Yeki "Kami balik ke hotel dulu ya dek, kalian kemasin barang kalian nanti sore kakak jemput"
__ADS_1
Beny dan Bona hanya mengangguk
Sesampainya di hotel
Yeki langsung menceritakan semua nya ke orang tuanya dan mereka bisa menerima kehadiran Beny dan Bona.
Papa Jo "Kalian jaga baik-baik mereka berdua ya"
Mama lina "Iya hibur mereka"
Aurel "Kami pasti akan lakuin yang terbaik buat mereka, jujur Aurel gak tega lihat nya"
Eli "Aku juga"
Elvano "Iya Om, Tante"
Papa Jo "Papa dulu juga merasakan hal yang sama dengan mereka. Papa di tinggal sama kakek nenek mu waktu papa masih kecil berdua dengan adek papa tapi dari situ papa bisa belajar dan menjadi seperti sekarang ini"
Elvano "Vano jadi terinspirasi sama om"
Aurel "Kisah om ngeri juga dulu ya"
Papa Jo "Makanya kalian harus sayangi mereka anggap mereka seperti keluarga kalian sendiri"
Yeki "Pasti pa"
Mama lina "Terus kita gak pulang nih?"
Papa Jo "Pulang dong ma, kita siap siap dulu terus kita jemput mereka lalu kita balik ke Medan."
-----
Mohon like,comment, and vote semua terima kasih :)
__ADS_1