
Air mata Aurel terus menetes ia sangat kecewa dengan kejadian itu.
Yeki "Aurel tunggu sebentar sayang!" Teriak Yeki sambil mengejar Aurel
Aurel "Sudahlah ki aku sudah kecewa banget sama kamu. Hubungan kita sampai disini aja"
Yeki "Jangan gitu lah rel aku cinta sama kamu. Kamu jangan percaya sama wanita tadi aku gak kenal sama dia"
Aurel "Aku udah gak percaya sama buaya darat kayak kamu"
Yeki "Mana komitmen kita!"
Aurel "Sudahlah lupakan saja komitmen itu. Jangan temui aku lagi" Aurel pergi meninggalkan Yeki sendiri.
"Seandainya kamu tahu rel aku sangat mencintaimu bahkan lebih dari diriku sendiri. Mana mungkin aku akan berpaling dari wanita yang sangat aku cintai" Ucap yeki dalam hati sambil menundukkan kepala nya.
Aurel berlari terus hingga sampai di rumahnya.
Sesampainya di kamar, Aurel menangis sejadi jadinya sambil mencampakkan barang barang nya.
Elvano terkejut mendengar suara tangisan dan lemparan benda benda dari kamar Aurel.
Elvano langsung menyusul Aurel ke kamar nya.
Elvano "Ya ampun Aurel. Kamu kenapa de?"
Aurel hanya menangis saja
Elvano "Sudah jangan menangis lagi dek. Cerita sama kakak apa yang terjadi sama kamu" Sambil memeluk adiknya itu.
Aurel menjelaskan semua nya sambil menangis.
"Tak mungkin si Yeki selingkuh. Jelas jelas si Yeki rela berkorban apapun buat si Aurel" Ucap Elvano dalam hati
__ADS_1
Elvano "Jangan nangis lagi ya. Nanti di dengar mama papa. Kakak akan selalu ada buat kamu" Sambil mengusap air mata Aurel.
Aurel "Iya kak. Tapi dia tega banget sama Aurel hiks,,, hiks,,,"
Elvano "Iya kakak ngerti. Sebaiknya kamu lebih banyak melakukan aktivitas saja supaya kamu lupa sama masalah kamu"
Aurel hanya mengangguk saja.
Yeki pergi ke rumah Ben untuk meminta solusi.
Yeki "Ben gue mau cerita sama lo"
Ben "Yaudah cerita aja"
Yeki menceritakan semua nya
Ben "Serius lu ki"
Ben "Menurut gue sih lo cari aja tuh cewek terus lo suruh dah tuh cewek buat ngaku"
Yeki "Gue sih hampir lupa wajah nya"
Ben "Atau gak temui si Aurel nya"
Yeki "Payah ben dia udah gak percaya lagi sama gue. Gimana kalau gue temui kakaknya aja"
Ben "Nah itu lebih bagus. Tapi lo temui kakaknya kalau situasi udah mulai dingin aja"
Yeki "Iya bro"
Di rumah dokter ridwan~
Ridwan "Rencana selanjutnya gimana?"
__ADS_1
Lolita "Sekarang lo cuma perlu hibur si Aurel aja biar dia cinta sama lo. Lo ikutin dia aja"
Ridwan "Oke. Terus lo?"
Lolita "Gue juga sama kayak lo"
Ridwan "Oke dah"
Keesokan harinya
Ridwan terus mengintai Aurel dari jarak jauh saat itu Aurel ingin pergi ke danau untuk menenangkan diri.
Ridwan menemui Aurel
"Hai Aurel. Kamu mau kemana?"
Aurel "Saya mau ke suatu tempat buat menangkan diri"
Ridwan "Boleh saya ikut"
Aurel "Jangan deh dok Aurel cuma lagi pengen sendiri aja"
Ridwan "Yaudah deh"
Aurel pergi ke danau tersebut sambil diikuti ridwan dari jarak jauh
Sesampainya di danau tersebut Aurel duduk di sebuah bangku. Tiba tiba ia teringat lagi dengan Yeki hingga air matanya menetes.
Ridwan merasa kasihan dengan Aurel ia ingin menghiburnya namun ia tak mau Aurel mengetahui dirinya sedang mengintainya dari jauh.
-----
Mohon like,comment and vote semua terima kasih :)
__ADS_1