
2 hari berlalu
Ridwan selalu mengintai Aurel dari jarak jauh ia semakin kasihan dengan Aurel karena Aurel terus menangis hingga matanya bengkak. Ridwan ingin sekali memberitahu kejadian yang sebenarnya namun ia takut Aurel akan membencinya.
Saat itu Aurel sedang duduk sendiri di sebuah cafe sambil melamun. Ridwan datang menemui Aurel.
"Hai Aurel kamu kenapa melamun?" sapa ridwan
Aurel "Gak ah dok. Aurel gak melamun kok"
Ridwan "Boleh saya duduk?"
Aurel "Silahkan. Dokter kenapa bisa ada disini"
Ridwan "Kebetulan saya lagi lapar makanya singgah disini" Ucap dokter ridwan berbohong
Aurel "Oh"
Ridwan "Mata kamu kenapa bengkak?, Kamu habis nangis ya"
Aurel "Gak kok dok"
Ridwan "Kamu jangan bohong rel. Gak baik kalau menangis terus terusan"
Aurel hanya tersenyum simpul.
Saat itu Yeki tak sengaja datang juga ke cafe tersebut dan melihat Aurel berduaan dengan ridwan sehingga membuat hatinya sakit.
"Hati ku sakit melihat kamu dengan nya. Sebaiknya aku pulang dari pada hatiku semakin sakit" Ucap Yeki dalam hati dan pergi meninggalkan cafe tersebut.
Yeki pergi ke sebuah tempat yang tinggi untuk meluapkan semua kesedihan nya dengan berteriak
Yeki "Haaaaaaaaaaaaa!" Teriak Yeki
__ADS_1
Tiba tiba air mata Yeki menetes
Tes...
Seorang laki laki jarang sekali menangis hanya karena wanita. Namun Yeki sangat mencintai Aurel hingga air matanya menetes saat Aurel tak bersama nya lagi.
Yeki "Aku sayang kamu rel! Aku tak mau kehilangan kamu tapi itu sudah terjadi" Ucap Yeki dalam hati sambil meneteskan air mata nya.
Ternyata Lolita sudah mengikuti Yeki dari tadi.
Lolita menemui Yeki "Yeki kamu kenapa?"
Yeki "Ngapain kamu disini?" Ucap Yeki ketus
Lolita "Aku ikutin kamu dari tadi aku khawatir sama kamu ki"
Yeki "Gak perlu kamu khawatir sama ku. Aku gak butuh kamu sebaiknya kamu pergi"
Lolita "Aku gak mau pergi!"
Sambil menjauhkan Lolita dari dirinya.
"Entah kenapa wanita itu selalu menganggu hidupku" Ucap Yeki dalam hati
Keesokan harinya
Sudah tiba saatnya masuk sekolah
Aurel berangkat diantar Elvano ia merasa ada yang aneh tak sepeti dulu.
"Aneh sekali rasanya tak seperti dulu selalu ada Yeki yang mengantar jemput aku" Ucap Aurel dalm hati sambil melihat jendela mobil.
"Aku rindu kamu ki tapi kamu tega sama aku" Ucap Aurel sedih dalam hati.
__ADS_1
Di sekolah
Yeki juga merasakan hal yang sama dengan Aurel. Ia merasa seperti ada yang kurang karena tak ada kehadiran Aurel yang selalu ia antar jemput.
"Aku rindu antar jemput kamu rel" Ucap Yeki dalam hati.
Saat di sekolah Aurel bertemu dengan Yeki namun Aurel tak menyapa bahkan tak sama sekali melihat Yeki.
"Sebegitu benci nya kamu sama aku rel bahkan kamu tak sudi melihat ku" Ucap Yeki dalam hati
Di dalam kelas Aurel hanya melamun.
Davin mengejutkan Aurel yang lagi melamun "Dor!"
Aurel terkejut "Davin! jangan gitu dong"
Davin "Hehe maaf rel. Kamu sih dari tadi melamun terus"
Aurel hanya tersenyum simpul.
Davin "Kamu kenapa rel?"
Aurel "Aku gpp kok vin. Oh iya mulai sekarang kita gak usah jauh jauhan lagi ya"
Davin "Oh aku ngerti kamu berarti udah putus ya"
Aurel "Ya begitulah. Sekarang aku butuh teman, aku minta maaf atas perkataan ku saat itu"
Davin "Udah santai aja rel gpp kok"
Aurel hanya tersenyum saja.
-----
__ADS_1
Mohon like,comment and vote semua terima kasih :)