
Saat diatas motor, tak satu kata pun Yeki berbicara ia hanya diam dan fokus mengendarai motornya. Sedangkan Aurel hanya diam dan heran melihat sikap Yeki.
Sesampainya di sekolah datanglah seorang pria menggunakan motor besar, menggunakan jaket hitam, helm hitam dan kaca mata hitam pria tersebut ialah Davin.
Serentak siswi siswi langsung melirik Davin dari kejauhan, siswi siswi tersebut tak berani menemui Davin karena ada Yeki disana yang baru saja sampai disekolah.
"Sok kecakepan banget nih anak, dulu gue juga kayak lo tau!" Ucap Yeki kesal dalam hati
Davin "Hai Aurel , selamat pagi!" Sapa Davin dengan senyuman manis
Aurel "Hai, pagi juga vin" Sapa balik
Terlihat wajah Yeki semakin kesal dan langsung meninggalkan mereka berdua.
"Aurel gimana sih, udah tau gue kesel tetap aja!" Ucap Yeki pelan sambil menggerutu
"Kenapa lagi sih dia" Ucap Aurel dalam hati
Davin "Eh Rel ayo ke kelas sebentar lagi bel bunyi tuh" Ajak Davin
Aurel "Iya vin."
Di dalam kelas~
Davin heran melihat tingkah Yeki dan Aurel kenapa mereka bisa kompak banget tak seperti guru dan murid bahkan seperti seorang pasangan. Lalu davin menanyakan hal tersebut kepada Aurel.
__ADS_1
Davin "Aurel aku mau nanya sesuatu tapi jangan marah ya"
Aurel "Oke, nanya apa?" Tanya Aurel
Davin "Kamu ada hubungan sama pak Yeki kok kayaknya kompak banget ga kayak murid dan guru gitu" Tanya Davin dengan serius
Aurel bingung harus jawab apa tak mungkin ia mengatakan kalau dia berpacaran dengan gurunya sendiri
Davin "Jawab dong rel kenapa diam?"
Aurel "Kami bersahabatan, makanya kompak gitu hehe" Aurel berusaha menutupinya
Davin "Yakin?" Tanya Davin tak percaya
Aurel "Yakin lah hehe"
"Bagaimana dengan buku yang kemarin kamu pinjam?" Tanya Aurel untuk mengalihkan perhatian
Aurel kemarin meminjamkan salah satu buku favorit nya dengan Davin, ia mengalihkan perhatian Davin dengan buku tersebut.
Davin "Oh bagus kok rel, aku sudah selesai membaca nya, ini bukunya" Sambil menyerahkan buku tersebut
Aurel "Eh iya"
Saatnya jam pulang sekolah
__ADS_1
Seperti biasa Aurel bersama dengan Yeki
Davin menawarkan Aurel lagi untuk pulang bersama "Aurel ayo bareng, kemarin kamu nolak aku sekarang mau yah pls" Bujuk Davin
Aurel "Lain kali aja ya, aku harus pulang bareng pak Yeki"
Davin "Kenapa gitu?" Tanya Davin Heran
Yeki langsung memotong obrolan mereka "Mama Aurel nitipin dia sama saya, jadi saya harus antar jemput Aurel" Ucap Yeki berbohong
Davin "Oh gitu, Yaudah deh kalau ada waktu kita jalan bareng ya rel" Ajak Davin
Aurel hanya mengangguk sedangkan Yeki semakin kesal dengan Davin yang terus SKSD dengan pacarnya.
Saat diatas motor Yeki hanyalah diam saja tak mengucap satu kata pun,Karena Aurel agak risih Aurel memutuskan untuk mulai membuka obrolan "Sayang aku ke rumah kamu ya"
Yeki "Ngapain?" Tanya Yeki cuek
Aurel "Aku bosen di rumah boleh ya"
Yeki "Iya, Tapi kamu ganti baju dulu"
Aurel "Oke"
Setelah tiba di rumah Aurel, Aurel langsung meng-ganti pakaian nya dan lanjut ke rumah Yeki.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Yeki, Yeki tak seperti biasanya , ia langsung masuk tanpa menyuruh Aurel masuk terlebih dulu seperti biasanya.
Aurel "Dia kenapa sih aku capek gini terus huaa" Ucap Aurel dalam hati