
Keesokan harinya di sekolah
Yeki melihat Aurel dibully kakak kelasnya, baju Aurel ditumpahi kopi. Aurel dituduh telah merebut orang yang disukai Riska (kakak kelas Aurel) padahal Aurel tidak pernah merebutnya tetapi Revan (Orang yang menyukai Aurel, sekelas Riska) yang mendekati Aurel.
Yeki pun langsung berteriak "Heiii, jangan kamu apain dia" sambil menunjukkan wajah yang marah.
Yeki tidak suka wanita yang ia sukai diperlakukan seperti itu walau Aurel hanya muridnya.
Yeki "Kenapa kamu membully Aurel? Apa salah Aurel sama kamu?" sambil terlihat marah
Saat itu Aurel menangis karena ia takut dibully lagi dan khawatir dengan bajunya yang tidak bisa dicuci karena tumpahin kopi yang membandel ia takut di marahi ibunya
"Hikss...Hikssss...Hikksss"
Riska sambil kesal "Eh lu gak usah nangis cengeng banget sihh"
Yeki sambil marah "He, kamu jangan berkata seperti itu kepada Aurel ga tau malu kamu yaa"
Seketika Yeki memeluk Aurel dan berkata "Rel kamu gak usah takut yaa kamu tidak akan kenapa kenapa saya akan laporin dia ke kepala sekolah"
Aurel membalas pelukan Yeki "Baik pak" sambil nangis kecil
Riska sambil kesal "Dasar genit , berani banget kamu peluk pak Yeki emg dia siapa kamu dasar murahan"
Yeki terlihat sudah sangat marah kepada Riska "Riska cukup kamu tidak sopan berani banget kamu bilang seperti itu saat ada saya guru kamu, oh yaa Aurel tidak memeluk saya , tapi saya yang memeluk dia luan" sambil berkata tegas "Dan kamu belum jawab apa alasan kamu melakukkan ini kepada Aurel?"
Riska sambil berkata tegas kepada Yeki "Saya gak suka liat dia , dia udah ngerebut orang yang saya suka yaitu Revan"
__ADS_1
Yeki "Cuma masalah ini doank? dasar kamu ke gr an yaa , mana mungkin Aurel merebut Revan , saya sering lihat Revan yang mendekati Aurel kamu jangan asal tuduh! siap ini saya langsung ke kantor kepala sekolah laporin kamu"
Riska memohon kepada Yeki untuk tidak melaporkan nya karena ia sudah sering berkasus dan ia takut dikeluarin dari sekolah
"Pak saya mohon jangan laporin saya pak"
Aurel kasihan melihat Riska , Aurel tau Riska sering kena kasus Aurel takut kalau Riska dikeluarin dari sekolah gara dia "Pak Yeki jangan laporin kak Riska ke kepala sekolah Aurel udah maafin dia pls pakk" sambil memohon kepada Yeki
Yeki sebenarnya sudah emosi melihat Riska tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Aurel
"Baik, saya tidak laporin kamu awas saja kamu ganggu Aurel lagi"
Riska terlihat senang dan agak kesal juga "Eh makasih banyak pak, baik pak saya mau pergi dulu" disaat Riska mau pergi ia berbisik kepada Aurel "Gak usah sok baik kamu, liat aja nanti" dan Riska langsung pergi
Yeki kasihan melihat baju Aurel yang terkena noda kopi dan ia langsung menawarkan jaket nya "Aurel pakai saja jaket saya untuk nutupin noda kopi itu"
Yeki " Udah pakai aja ga merepotin kok, saat pulang sekolah kamu ikut bapak yaa"
Aurel pun memakai jaketnya "Makasih udah pinjemin saya jaket, ngomong ngomong bapak ajak saya kemana?"
Yeki "Ke mall rel, saya mau beliin baju baru buat kamu , noda kopi susah hilang kalau kena baju"
Aurel senyum dan malu-malu "Eh tidak usah pak saya sudah sangat menyusahin bapak"
Yeki "Udah gpp rel tenang aja anggap saja saya pacar kamu"
Aurel terkejut dan tersenyum "Eh maksud bapak anggap pacar itu gimana?" sambil malu-malu karena Aurel baper
__ADS_1
Yeki terlihat malu karena ia salah bicara "Eh tidak, lupakan saja , pokoknya kamu harus mau saya beliin baju kali ini saya maksa" sambil tersenyum dan tertawa kecil
Aurel tersenyum "Ok pak, makasih banyak pak sebenarnya saya sudah takut kalau pulang kena marah mama karena baju saya kotor"
Ternyata Yeki sudah peka "Hahaha saya sudah tau"
Aurel "Bapak peka banget sihh" sambil tertawa
Aurel "Pak untung saja disini tidak ada orang"
Yeki "Iya ya rel untung aja"
Aurel "Ia pak untung tidak ada yang melihat saya dibully dan dipeluk bapak" sambil tersenyum malu
Yeki terlihat malu karena ia tadi memeluk Aurel "Eh iya, yaudah kamu masuk kelas ya nanti jumpain saya ya"
Aurel sambil tersenyum "Baik pak" dan pergi menuju kelas
Yeki memanggil Aurel lagi "Rel?"
Aurel "Ya pak? ada apa lagi pak?"
Yeki "Kalau ada yang ganggu kamu lagi bilang sama saya ya, saya gak mau kenapa napa"
Aurel sambil tersenyum "Oh ok pak, saya pergi dulu"
Disaat menuju kelas ia tersenyum sendiri karena ia dipeluk pak Yeki dan di bela pak Yeki
__ADS_1
Yeki menjadi malu karena ia memeluk Aurel dalam hati Yeki "Ya ampun tadi saya memeluk nya, walau saya malu tapi saya senang banget bisa meluk dia apalagi nanti pulang sekolah bisa jalan jalan bareng" Yeki pun tersenyum dan langsung ke kantor guru.