Cinta Tulus Dari Ali

Cinta Tulus Dari Ali
Pelaminan


__ADS_3

"Ra maaf ya, jika tadi bikin semua orang panik," bisik mas Ali saat mereka sudah berada di pelaminan. Ya akhirnya laki-laki itu mengalami masa pingsan hanya sebentar jadi tidak membuat bingung mertua maupun orang tuanya.


"Riasanku jelek ya mas? sampai bikin kamu pingsan,"


"Eh siapa bilang begitu, istri mas ini makin cantik kok,"


"Nyatanya tadi pingsan," bantah Rara.


"Mas ndredeg ra, jantungku gak kuat saat lihat kamu makin cantik begini," mas Ali melepas pegangan tangan Rara, yang tadinya berada di lengan. Sekarang ia tautkan dalam genggaman.


"Tanganmu kok gini mas?" Rara merasakan tangan suaminya bergetar.


"Ini lagi tak latih biar gak gemetaran lagi,"


"Ya Allah ya robbi.." Rara jadi geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya.


Beberapa rangkaian acara telah mereka lalui, hingga tiba saatnya untuk berfoto bersama. Adik mas Ali yang sekaligus sahabat Rara dan Maudi berjalan ke atas pelaminan. Namun sepupunya tidak datang sendiri melainkan bersama sang kekasih.


"Yah, aku di sebelah sini sendirian dong," ucap Laras yang sudah memposisikan diri di dekat abanya.


"Kamu gak bawa ayang sih Ras, jadinya nanti jomplang kan," canda Rara, soalnya di sebelahnya ada dua orang sedangkan di samping suaminya hanya ada satu orang.


"Bapak.. sini," tangan Laras melambai-lambai memanggil bapaknya.


"Kamu ngapain manggil bapak?" bisik mas Ali.


"Buat diajak foto barenglah, dari pada aku sendirian,"


"Ada apa teriak-teriak?" tanya sang bapak kebingungan ketika anaknya memanggilnya secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Temenin Laras foto di sini ya," pintanya.


"Bapak tadi sudah foto Ras, ajak yang lain saja," tolak pria paruh baya tersebut.


"Makanya Ras, cepat nyari biar gak sendiri terus," ucap mas Ali sambil terkekeh.


"Ih, kamu ini sama aja bang kayak Rara," kesal Laras, dan bapaknya juga tidak menggubris permintaannya.


Tiba-tiba tangan sang abak ditarik dan menaruhnya di pinggir sendiri, sedangkan ia berdekatan dengan Rara.


"Kamu ngapain narik abang ke sini?" protes mas Ali sambil berpindah posisi, tapi adiknya masih menghalangi.


"Biar bagus konsepnya, aku di sebelah Rara dan abang di sebelahku,"


"Ayo mas langsung dijepret aja," ucap Laras ke mas tukang foto seraya menampilkan pose terbaiknya, dan yang lain tetap berpose kecuali mempelai laki-laki. Dia hanya menatap datar ke arah kamera.


"Gak bisa begitu, kamu di tengah abang sama Rara biar di pinggirmu," usul mas Ali, dia kali ini tidak ingin berjauhan dengan sang istri meskipun hanya satu menit sekalipun.


"Yaudah yuk ay, kita pergi makan nasi upok aja dari pada ngelihatin mereka ribut," ajak Maudi kepada Leo.


"Hus-hus sana ganggu pemandangan aja," tangan Laras mengibas-ngibas.


"Iri bilang bos..." ejek Maudi.


"Abang... cariin lakik dong," rengek Laras kemudian.


"Heh diem-diem, jangan malu-maluin abang di sini. Ayo kita foto,"


Beberapa potretan dan berbagai pose sudah mereka lakukan, saat itu juga hati Laras tiba-tiba ingin mempunyai ayang seperti yang lain.

__ADS_1


"Bang, nanti cariin cowok ya," pintanya lagi sebelum pergi.


"Dah mas, jodohin aja sama pak Tono," ucap Rara, mengingat-ngingat seorang duda paruh baya yang merupakan karyawan di bengkel mas Ali.


"Ya Allah ya robbi.. emangnya separah itu jombloku, hingga dijodohin sama aki-aki," Laras pergi begitu saja, sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Pas ngelihat Laras jadi keingat sama kelakuanku dulu mas," ucap Rara setelah mereka duduk kembali.


"Pasti bingung perkara cowok kan?"


"Kok mas Ali tahu?" tanya Rara.


"Ya tahu dong,"


"Kan ada Laras sebagai mata-mata," lanjut mas Ali, karena dia tidak pernah melupakan jasa-jasa sang adik.


"Tak kirain aku bakalan sendiri terus loh mas, gara-gara gak pernah ngrasain pacaran,"


"Justru kamu harus berhati-hati kalau begitu," ucapan mas Ali kali ini membuat Rara kaget seketika.


"Emangnya ada apa mas?"


"Biasanya ada yang ngincer secara diam-diam, dan memintanya di sepertiga malam,"


"Nah, contohnya kayak mas ini. Akhirnya bisa dapetin kamu kan?" ucap mas Ali dengan bangganya.


bersambung...


Terima kasih bagi yang sudah membaca 🙏😻. jangan lupa follow ig author yak @ririnwulandari027

__ADS_1


__ADS_2