Cinta Tulus Dari Ali

Cinta Tulus Dari Ali
Mengulangi lagi


__ADS_3

Ali keluar di balkon menatap gelapnya malam dan gemerlapnya bintang. Tinggal menunggu satu jam lagi tahun akan berganti, seharusnya dia kini masih menikmati indahnya malam bersama sang istri namun apalah daya, semua tak sesuai ekpetasi. Perempuan yang baru dinikahinya malah membayangkan laki-laki lain saat melakukan ibadah bersama.


Kini saingan Ali bukan lagi Vano, tapi Arjuna entah ada hubungan apa dia dengan sang istri, Rara belum mau menceritakannya.


"Sampai kapan Ra aku berjuang sendirian," lirih laki-laki malang itu, bertahun-tahun dia memendam perasaannya dan kini Ali hanya bisa mendapatkan raganya tapi tidak dengan hatinya.


...----------------...


Rara bingung harus melakukan apa, haruskah dia membujuk suaminya, tapi seumpama masih marah bagaimana? pikiran itu terus terngiang-terngiang di kepalanya.


Dia membungkus tubuh polos yang penuh bercak merah tersebut dengan selimut, lalu berjalan tertatih mencari baju tipis pemberian dari sepupunya kemarin. Ya hanya cara itu yang bisa ia pakai untuk memperbaiki semuanya.


Baju tersebut sangatlah nerawang, bahkan lekuk tubuh maupun kulit mulusnya bakalan terekspos, tapi dia tak peduli toh juga sudah suami istri. Bakalan ia buang rasa malunya jauh-jauh demi mas Ali.


Untung saja baju tipis itu juga ada mantelnya yang dapat dilepas maupun dipakai, jadi dia tidak kedinginan jikapun keluar menyusul suaminya. Meskipun mantel ini tidak bisa menutup tubuhnya secara rapat tapi setidaknya bisa menutupi lengan perempuan tersebut.


Setelah keluar dari kamar, matanya kesana kemari buat mencari sang suami. Dia berfikir kalau Ali masih di sekitaran rumah, tidak mungkin tega jika keluar meninggalkan Rara sendirian.


"Nah itu mas Ali," ucap Rara saat melihat tubuh yang pernah ia kenali sedang berdiri di balkon membelakanginya.

__ADS_1


Rara berjalan sambil menyemangati dirinya sendiri, karena baru kali ini ia menggoda laki-laki. Masih terasa sakit memang saat dipaksakan berdiri lama-lama apalagi kalau berjalan, tapi semoga tuhan menggantikannya dengan pahala yang berlipat ganda.


Degup jantung terasa berdebaran ketika tubuh kecilnya berada di tepat belakang Ali. Setelah ucapan bismillah ia langsung memanggilnya.


"Mas,"


Laki-laki itu membalikan badannya dan terkejut melihat penampilan istrinya kali ini. Matanya melihat dari kaki hingga ke wajah, ingin rasanya segera menyergap tubuh itu tapi bayangan yang mengecewakan tadi terlintas kembali.


"Masuklah, di sini dingin


dan pakai baju yang benar," Ali membelakanginya lagi.


"Seharusnya mas yang minta maaf, karena telah memaksamu untuk menikah


padahal ada laki-laki lain yang masih kamu harapkan,"


"Rara bisa jelasin semuanya, tolong maafin Rara," isak tangis tak bisa ditahan lagi, dia takut jika suaminya tidak bisa memaafkannya.


Terkadang kita tidak bisa menyalahkan masa lalu yang tiba-tiba saja datang di kehidupan baru, karena hal itu termasuk ujian bagi hati. Yaitu memilih mengulangi kembali atau melepas dan dijadikan pelajaran di kehidupan saat ini.

__ADS_1


Dengan nekad Rara membalikkan tubuh laki-laki itu dan memeluknya. Darah laki-laki itu langsung langsung berdesir.


"Maaf," lirihnya, seraya mendongakan kepala, karena tubuh Ali sangat tinggi dari pada dirinya.


"Jangan menangis, masuklah," tangan kekar itu mengusap air mata Rara.


Perempuan tersebut tidak mau jika usaha memakai baju tipisnya itu sia-sia, tanpa basa basi ia langsung menyergap bibir Ali. Ya meskipun sambil jinjit.


Laki-laki itu hanya diam tidak membalas namun kelamaan ia tergoda juga, entahlah tubuhnya kali ini sangat sensitif padahal Rara hanya mengusap-usap pundak hingga lengannya saja.


Lalu dia menggendong tubuh Rara seperti koala, namun perempuan itu melepaskan pagutan secara tiba-tiba. "Kita selesaikan malam ini, besok Rara akan jelaskan semuanya,"


"Apa kamu sanggup sayang? bukankah masih sakit?" jawab Ali sambil meng*c*p bibir mungil itu.


"Sudah enggak," bantah Rara sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah resiko ditanggung bersama,"


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2