
Semuanya sudah mas tata di dalam koper, segera mandi sana gih," ucap mas Ali dengan lancar, alhamdulillah lumayan ada kemajuan sejak konsultasi dengan mbah google.
"Be-berati yang itu juga mas rapikan?" tanya Rara dengan gugup.
"Iya, sayang.. "
"Em, yaudah," Rara bingung mau bilang apa lagi, dia langsung keluar dari kamar. Karena kamar mandi di rumahnya hanya ada satu yaitu dekat dengan dapur.
Setelah bersiap dan berpamitan mereka berdua berangkat menggunakan montor mas Ali. Di sepanjang perjalanan Rara hanya dia tidak mengeluarkan satu katapun.
"Es boba lagi promo tuh Ra, beli yuk," ajak mas Ali untuk membuka obrolan.
"Hm,"
Mas Ali tahu kalau istrinya itu lagi mode ngambeg, tapi dia membiarkannya, dan Rara merasa kalau laki-laki itu sudah mulai berubah.
"Mbak, thai tea plus boba dua ya," ucap mas Ali saat mereka sampai di depan stand.
"Hari ini ada promo mas, beli dua gratis satu jadi nanti masnya dapat tiga es boba," ujar mbak penjaga stand memberi tahu.
"Iya mbak terima kasih,"
Mereka berdua menunggu sebentar sambil duduk. Rara hanya terbengong melihat jalanan, berbeda dengan suaminya yang baru beberapa detik sudah sibuk memegangi hpnya.
Rara semakin jengkel akan tingkah mas Ali saat ini. Tiba-tiba di kejauhan dia melihat laki-laki yang pernah ia kenal dulu lagi menyebrang ke arah Rara sekarang.
Jantung Rara berdetak hebat, dia yang telah pergi kenapa harus kembali? Arjuna Anjasmara, seseorang yang pernah hadir di kehidupan bocah itu waktu jaman SMP. Wajahnya masih sama seperti dahulu. Kulit hitam manis dan meneduhkan.
Laki-laki itu ternyata ingin memesan es boba juga, Rara tidak berniat menyapa, dia mencoba menyibukkan diri dengan hp meskipun tidak ada notifikasi yang muncul.
__ADS_1
"Rara,"
Deg
Suaranya kini menanggil perempuan tersebut. Fokus mas Ali yang awalnya pada hp kini terpecahkan oleh laki-laki yang menyebut nama istrinya.
"Kamu benar Rara kan?" tanyanya.
"I-iya, ini Arjuna ya?" Rara menjawab dengan gugup.
"Ya ampun Ra, kamu sekarang cantik banget,"
"Makasih," Rara menjadi tersipu atas pujian dari Arjuna.
"Kamu sendirian aja Ra?" tanya Arjuna lagi tanpa mengetahui kehadiran mas Ali.
"Sama saya,"
Rara ingin menjawab, tapi sudah dipotong suaminya. "Perkenalkan saya Ali, suaminya Rara,"
"Salam kenal mas, saya Arjuna temannya Rara waktu SMP," mereka berjabad tangan, tapi mata mas Ali bagaikan mengkuliti laki-laki itu.
"Em, beli es boba juga ya Jun?" tanya Rara untuk memecah suhu yang mulai naik, agar jabatan tangan itu segera terbuka.
"Iya Ra, cuacanya panas banget. Padahal tadi pagi masih dingin loh,"
"Gak usah beli Jun, soalnya punyaku ada kelebihan satu jadi buat kamu aja," ucap Rara tapi mata mas Ali menatapnya seolah protes.
"Dia biar beli sendiri sayang.., katamu tadi pengen minum es boba dua cup," ucap mas Ali dengan kebohongan.
__ADS_1
"Kapan aku bi-"
"Aku beli sendiri aja Ra," melihat gelagat suaminya Rara, Arjuna jadi tak enak.
"Mbak, thai tea plus boba satu ya," ucap Juna ke penjual.
"Iya mas tunggu sebentar,"
"Ini mas, tadi thai tea bobanya dua ya terus gratis satu, jadi totalnya 16.000," lanjut penjual tersebut sambil menyerahkan pesenan punya mas Ali.
Setelah itu mereka berpamitan kepada Arjuna, lalu melanjutkan perjalanan lagi. Rara masih teringat dengan seseorang yang pernah singgah dihatinya dulu. Bahkan es boba hanya ia nikmati baru satu atau dua kali sedotan, tidak seperti biasanya.
"Ra," panggil mas Ali.
"Rara," dia mengulanginya lagi, karena sang istri tak kunjung menyahuti.
"Iya Jun?" jawab Rara hingga bayangan masa lalu buyar seketika.
"Jun?"
Perempuan itu langsung tergugup saat mulutnya salah berucap. "Eh maksudku ada apa mas?"
"Masih mengingat cowok tadi?"
"Dia itu temanku waktu SMP mas, nggak ada hubungan apa-apa kok," Rara memberikan penjelasan, agar suaminya tidak jadi salah paham.
"Mas nanya, apa masih mengingat cowok itu?" mas Ali mengulangi ucapannya, tapi Rara malah terdiam tak kunjung menjawab.
"Sudah lupakan saja," ada rasa cemburu saat mas Ali mengingat tatapan Rara tadi kepada Juna. Mata yang menggambarkan sebuah kerinduan, berbeda jauh saat Rara menatap suaminya sendiri.
__ADS_1
Namun laki-laki itu tidak memaksa istrinya untuk cepat membuka hati untuknya, dia akan berusaha untuk menggantikan Arjuna di hati Rara.
bersambung...