
Emily masih teringat apa yang di katakan tantenya barusan.
" mencintai... maksud tante Angel mencintai antar saudara kan," gumam Emily pelan.
" sudahlah...mana mungkin kan om dan Ibunda saling jatuh cinta, mereka kan masih saudara, apa lagi adik dan kakak," kata Emily menghilangkan rasa kecurigaan di dalam hatinya..
" mungkin yang di maksud tante, mencintai antar saudara," kata Emily lagi..
Emily pun memejamkan matanya dan berlahan tertidur karena merasa lelah...
DI TEMPAT LAIN...
James baru saja sampai di rumah barunya,
rumah ini baru beberapa minggu ia beli,
ia sengaja membeli rumah yang begitu dekat dengan kakak tertuanya,
agar nanti ia mudah memberi tau kakaknya jika dirinya sudah berada di kota B sekarang dan menetap di sana dan tak akan melaut lagi, dan juga James sengaja membeli rumah itu karena mulai sekarang ia akan memulai hidup baru di kota B dengan menjadi nama James brown, bukan James Azuma Malori lagi. seperti selama ini ia tinggal di kota A yang sekarang ia kuasai.
James juga selalu mengingat tadi siang waktu di kala tak sengaja melihat seseorang yang begitu mirip dengan Regina,
tapi... Yang ini jauh lebih cantik dari Regina.
James sampai terus mengingat Gadis yang begitu mirip dengan Regina nya itu.
" kenapa aku malah terus mengingat gadis itu," kata James pelan.
" siapa sebenarnya gadis yang begitu mirip dengan Regina," kata James pelan.
" kenapa ia begitu mirip sekali dengan Regina," kata James lagi.
karena tak mau ia mengingat gadis yang begitu mirip dengan Regina, ia pun menyibukan dirinya dengan bekerja dan terus bekerja,
memang James memiliki banyak cabang di berbagai kota, namun hanya kota A yang belum ia kuasai, karena di sana kakak kakaknya lah yang menguasai kota itu,
di kota A ini James baru merintis cabang daimon nya beberapa minggu dan benar saja cabang yang baru saja di kembangkan nya melebar pesat dan semakin ramai dan terkenal di sana.
ketika James mengerjakan tugasnya tiba tiba handphone miliknya berbunyi,
James pun melihat siapa yang menelvon dirinya...
Jacky Call 📞....
" Jack." gumam James saat melihat kakaknya menelvon dirinya..
__ADS_1
ia pun langsung mengangkat telepon dari kakaknya itu.
James : ada apa,
Jack : apa seperti itu caramu mengangkat telepon dari kakakmu hah,
James : baiklah... kenapa kau menghubungiku.
Jack : astaga...kau memang tak pernah berubah Jams. bagaimana kabarmu...
James : aku baik baik saja..
Jack : apa kau masih tinggal di lautan..
James : jika aku masih tinggal di lautan mana bisa kau menghubungiku bukan,
Jack : astaga...kau benar benar, aku hanya bertanya saja...jadi kau tidak berada di lautan lagi.
James : sudah lah aku sedang sibuk. jika kau tak ada yang ingin di katakan lagi aku akan menutup telponnya.
Jack : baiklah baiklah...kau memang tak pernah berubah selalu sinis seperti ini, aku hanya ingin mengatakan, terimakasih atas pemberian mu itu, Istriku senang saat kau memberi hadiah tentang kelahirannya..
Tut...Tut...Tut...
tak sempat menjawab apa yang di tanyakan kakaknya, James langsung menutup televon itu.
walau pun James sangat cuek ia tau tentang kelahiran Azahra sahabat Regina.
James dulu sangat dekat dengan Regina dan Azahra karena mereka berdua sahabat jadi James juga dekat dengan Azahra.
dan Azahra juga tau tentang dirinya yang mencintai Regina.
karena hanya Azahra yang begitu dekat dengan Regina James pun tak pernah lupa pada Azhara, apa lagi ketika Regina meninggal, Azahra lah yang menyelamatkan Emily dari kebakaran itu dan Azahra juga lah yang pertama kali merawat Emily ketika masih kecil, jadi sampai sekarang James selalu perduli pada Azahra.
dan saat melahirkan pun James tau dan memberi Azahra hadiah..
" Apa sekarang saat nya aku memberi tau kakak kakakku kalo aku sudah berada di kota dan menetap di sini," gumam James mempertimbangkan apa yang ia pikirkan..
*********
BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
Emily dan Gadis sudah pulang sekolah dan menuju Caffe di mana ia bekerja..
" eh Em...nanti malam pulang kerja kita makan makan yuk, dah lama banget kita gak nonton atau makan bersama," ajak Gadis pada Emily pelan.
__ADS_1
" boleh aja sih, tapi nanti gue ijin sama tante dulu ya," kata Emily tersenyum dan Gadis pun mengangguk.
" pelayan," panggil salah satu pelanggan Caffe pada Gadis..
" bentar ya Em, ada yang panggil," kata Gadis pelan dan menghampiri pelanggan yang ternyata seorang pria..
Gadis pun melayani para tamu itu dengan sopan.
karena merasa ada yang aneh Emily pun bertanya pada seorang pelayan di sana juga yang tengah memperhatikan sesuatu...
" ada apa," tanya Emily ketika melihat teman salah satu pelayan yang bekerja di sana melihat Gadis yang ketakutan.
" Itu Em, laki laki itu tak sopan sama Gadis, dan lihat dia juga pake pegang pegang segala," kata salah satu pelayan yang bekerja di sana.
" siapa laki laki itu, lu kenal Mer," tanya Emily pada salah satu pelayan di sana yang bernama Mery.
" namanya Bagus, dia komplotan genk motor di kota sini, dan dia juga terkenal sangat nakal," kata Mery memberi tau Emily.
" sudah lama banget tuh orang gak muncul, apa lagi dia suka ngeganggu gadis gadis seperti kita," kata Mery lagi..
Emily hanya memperhatikan Gadis yang melayani para pelanggan dengan sopan..
namun ketika Emily melihat tangan pelanggan yang tak sopan pada Gadis dan pegang pegang seenaknya. Emily pun menghampiri pelanggan laki laki yang berjumlah 3 orang itu.
" ada apa Dis," tanya Emily pada Gadis yang kewalahan melayani ketiga laki laki yang nakal itu..
" ini loh... mereka,! udah di tanya sopan sopan mau pesan apa, malah tidak sopan sama gue," kata Gadis sedikit takut dan marah pada ketiga laki laki yang tak sopan padanya.
" ada yang bisa saya bantu masnya," tanya Emily sopan pada ketiga laki laki yang tak sopan pada Gadis..
" ya elah... gue kan cuma pegang pegang doang pake ngadu segala," kata salah satu laki laki yang tadi memegang tangan Gadis yaitu Bagus ketua genk motor mereka.
" maaf banget mas, di sini tuh pesan makanan bukan pesan pegang pegang seenaknya, kalo mau pegangan ya di bus sana," kata Emily dingin.
" Wiiih...cantik cantik galak," kata salah satu laki laki di sana lagi dan memegang lengan Emily pelan.
sontak perlakuan laki laki itu membuat Emily refleks menghidarinya..
" mas nya jangan kurang ajar ya," kata Emily marah karena laki laki ini berlaku tak sopan padanya juga.
" yailah... jangan sok jual mahal deh lu neng, palingan di luaran sana sudah ada laki laki yang lu coba kan," kata Bagus yang memegang Gadis tadi.
" sembarang..." kata Emily kesal.
" kalian pergi saja deh kalo memang tak ada niatan buat beli di sini," kata Emily kesal.
__ADS_1
" jadi lu ngusir kita nih hah," kata anak buah Bagus.
" gue bukannya ngusir, cuma karena lu pada gak ada niatan buat beli di sini meningan lu semua pada pergi deh," kata Emily lagi..