
Juna, Jimy, Ken dan Jody akan berlatih di aula, mereka melihat Emily yang tengah berlatih seorang diri..
" sedang apa Lu Em," tanya Jimy pada Emily
" lagi menyulam, udah tau lagi belajar beladiri Pake nanya," kata Emily kesal dan tak memperdulikan kakak kakanya di sana.
" ya kan gue cuma nanya, malah sewot," kata Jimy aneh melihat Emily yang galak seperti itu.
" lagian nanya lu gak bermutu," kata Emily lagi.
" ada apa, kayanya adik kakak yang ini sedang kesal," tanya Juna Lembut.
" gak apa apa, lagi kesal aja kak," kata Emily lagi.
" hmmm kalo gitu, bagaimana kalo kakak yang menemanimu belajar beladiri nya," kata Juna pelan.
" siapa tau dengan adanya kau bertarung dengan lawan marah mu akan reda," ucap Juna pelan.
" boleh juga, kak," kata Emily lagi.
Juna pun mengambil dua pedang kayu yang biasa di pakai buat latihan dan memberikan satu pada Emily.
" bagaimana kalo kita tarung pedang," kata Juna lagi.
" siapa takut,," kata Emily dan ia tersenyum senang.
Jimy dan juga Ken berhenti karena memperhatikan keseruan antara Emily dan Juna yang berkelahi menggunakan pedang sama seperti dirinya.
Ken atau pun Jimy bertaruh siapa yang akan kalah dan menang antara Emily dan Juna.
" menurut lu siapa yang akan Menang, kak Juna apa Emily," tanya Ken pada Jimy.
" tentu saja Emily," kata Jimy tersenyum lebar karena melihat Emily berhasil mengalahkan Juna.
" lihat belum apa apa saja, kak Juna sudah kalah," kata Jimy tersenyum.
" hmmmm kau benar,," kata Ken dan memperhatikan Emily dan Juna yang dengan sengit bertarung.
" Emily memang tak terkalahkan," kata Jody antusias dan malah ikut nimbrung juga.
" belum tentu, kan kita belum lihat siapa yang menang dan kalahnya," kata Ken lagi.
" dan Gue percaya kalo kak Juna pasti menang," kata Kenjo lagi.
" kita lihat saja," kata Jimy tersenyum.
" Kalo begitu gue memegang kak Juna," kata Ken.
" Gue memegang Emily," kata Jimy.
" gue juga, Emily," kata Jody ikut ikutan.
__ADS_1
" siapa yang kalah dia harus mentraktir kita makan, bagaimana," kata Jimy lagi
" baik," kata Ken tersenyum.
Mereka semua tak tau jika sedari tadi ada yang memperhatikan mereka semua yang tengah bertarung.
ia sedikit tak suka saat melihat penampilan Emily yang sangat ****, dan orang itu juga tak suka saat melihat Emily dan Juna saling tersenyum satu sama lainnya, dan entah kenapa di dalam hatinya ia merasa sedikit cemburu pada Juna ketika melihat kedekatan mereka berdua,
dan orang itu tersenyum saat melihat Emily menang melawan Juna.
" hahahaha...kau kalah kak," kata Emily dengan wajah yang begitu cantik di mata orang itu.
ia hanya memperhatikan Emily di balik tembok yang menghalangi pandangan semua orang di sana.
" Lu kalah Ken," kata Jimy pada Ken,
" baiklah, gue yang traktir kalian," kata Ken tersenyum.
" Apaan sih kalian, gue yang menang kok malah Jimy yang di traktir," kata Emily aneh saat menghampiri mereka semua.
" gue sama Ken bertaruh siapa yang menang dan yang kalah harus mentraktir yang menang," kata Jimy lagi.
" kan gue yang menang kak, seharusnya gue yang lu traktir bukan Jimy," kata Emily pada Kenjo.
" baiklah... Kalian gue teraktir semuanya," kata Ken tersenyum.
" yeeeee... akhirnya kita makan makan," kata Jody senang.
" benar...Kau semakin hebat," kata Juna mengakui jika Emily memang semakin Jago saja dalam bertarung.
" itu semua kan berkat kemampuanku dan tentunya ajaran dari om om tersayangku," kata Emily tersenyum.
" benarkah..." suara berat orang itu membuat semua orang yang berada di sana terkejut dan langsung memperhatikan orang yang tengah berbicara yang berjalan ke arah mereka.
" Om James," gumam Emily kaget melihat James berada di sana, dan Om nya itu memakai baju santai dan itu membuat Ketampanannya semakin bertambah saja..
" mungkin kalian terlalu ragu untuk melawannya," kata James lagi dan terus memandang Emily lembut.
" maksud Om," tanya Juna aneh.
" kau mungkin melawannya terlalu lembut Juna, karena dia perempuan dan sepupumu.," kata James tak percaya jika Emily sehebat dan Sejago itu.
" maksud Om, Aku melawannya tidak sungguh sungguh," kata Juna kesal karena om yang satunya ini beranggapan kalo dirinya tak melawan Emily dengan benar padahal ia melawan Emily dengan kemampuannya sendiri.
" benar sekali," kata James pelan dan tersenyum pada Emily yang selama ini membuat dirinya tergila gila.
" Jika Om mau menjajal, kemampuanku dengan senang hati aku akan mengalahkan om," kata Emily dengan sengaja memangil James dengan kata Om,
dan Emily tau betul jika James tak suka ia memanggilnya Om seperti itu.
" Aku tidak melawan seorang wanita Nak," kata James pelan.
__ADS_1
" bilang saja kalo Om Jams takut, iya kan," kata Emily semakin menantang.
" Aku bukannya takut, tapi aku takut kau terluka Nantinya," kata James lembut.
" aku sudah biasa," kata Emily dengan getir seakan membuat hati James mendengar nya merasa tak enak hati.
" ah.... payah, bilang saja kalo Om James takut," kata Jody ikut menimpali.
" benar, bukankah om Mengatakan padaku kalo aku ragu melawannya," kata Juna pelan.
" Sekarang om coba lawan dulu Emily, agar Om tau bagaimana susah melawannya," kata Juna lagi.
" Baiklah," kata James enggan dan ia pun menghampiri Emily.
" akan aku buktikan jika Gadis ini, tak sekuat yang kalian bayangkan," kata James tersenyum pada keponakan keponakannya yang berada di sana.
dan itu membuat Emily semakin kesal padanya karena meremehkan kemampuannya.
" kita lihat saja, siapa yang akan menang, aku atau kau om Jams,"kata Emily pelan dan mengambil pedang pedangan yang tadi di mainkan bersama Juna.
Emily pun menyerang dengan Berlahan sedangkan James hanya melawannya pelan.
karena merasa di remehkan oleh Om nya ini, Emily pun mengeluarkan semua tenaganya dan melawan om nya dengan membabi buta..
James saja sampai kewalahan melawan Emily yang super kuat.
" bagaimana Om, kenapa om pelan pelan begitu, ayo lawan yang benar Om," kata Juna Membalas apa yang tadi di remehkan omnya itu.
James hanya tersenyum mendengar keponakannya berkata seperti itu padanya.
ia tak ambil hati karena Ia memang salah sudah meremehkan Emily yang memang hebat dalam beladiri.
" Apa Kau menyerah," kata Emily tersenyum manis melihat James terengah engah.
" tentu saja tidak," kata James kagum melihat kecantikan Emily yang memukau..
mereka berdua pun kembali bertarung dengan sengit..
Jimy, Jody, Juna dan Ken memperhatikan mereka berdua yang memang benar benar hebat.
" kita taruhan siapa yang akan menang," kata Juna pelan pada adik adiknya di sana.
" boleh, siapa takut" kata Ken semangat.
" baiklah.. aku memegang Emily, jika aku kalah, PSP milikku yang terbaru aku berikan pada kalian,," kata Juna.
" baik... aku pegang Om James, jika aku kalah aku akan berikan handphone terbaruku," kata Jimy ikut ikutan.
" Aku tetap Emily, kalo aku kalah, aku akan berikan apa pun yang kalian mau," kata Jody pelan.
" kalo aku Om James, Jika aku kalah, kalian boleh makan selama satu tahun di Caffe ku." kata Ken,
__ADS_1