
James terdiam mendengar Emily berbicara seperti itu, dan James tak percaya ternyata Emily tau siapa wanita yang ia cintai.
" aku tau kau mencintai ibundaku," kata Emily lagi.
" kau saja bisa mencintai nya, kenapa aku tak bisa,," kata Emily lagi.
" aku tau...kau dan ibundaku bukan saudara kandung," kata Emily lagi.
" lalu apa salahnya aku mencintaimu, secara logis kau bukan om kandungku, dan tidak ada salahnya aku mencintaimu, karena tak ada darah yang sama denganmu mengalir dalam darahku," kata Emily lagi.
" aku tau kau menyesal telah menyentuhku, setelah kau tau siapa aku," kata Emily lagi.
" tapi sedikit pun, aku tak menyesalinya," kata Emily lagi.
" sekarang kau lupakan saja apa yang terjadi antara kita berdua, jika itu yang kau inginkan," kata Emily dengan bernapas panjang.
" dan aku juga tidak akan mengatakan apa pun pada kakak kakakmu dan juga Om om ku yang lainnya," kata Emily lagi.
" jadi kau bisa tenang," kata Emily lagi.
" sekarang tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi bukan, kalo begitu aku pergi," kata Emily sebelum pergi.
" ah satu lagi, aku tak akan memintamu untuk bertanggung jawab, jika itu yang kau takutkan," kata Emily lagi sebelum pergi..
" karena aku melakukannya atas dasar kemauanku Sendiri," kata Emily lagi,
Baru saja Emily mau melangkah James sudah lebih dulu menghalanginya.
" tunggu dulu, aku belum selesai berbicara denganmu,," ucap James dingin
" apa lagi yang ingin kau katakan," tanya Emily pelan.
" bagaimana kalo kau hamil anakku," tanya James lagi.
" hamil," ucap Emily aneh dan ia tersenyum getir.
" Aku akan menggugurkan anak itu, jika itu yang kau takutkan" kata Emily kejam.
" apa," kata James tak percaya
" ya... aku akan menggugurkan anak itu, lagi pula mana mungkin aku hamil, dan itu tak akan mungkin terjadi," kata Emily lagi.
" kita melakukan itu hanya dua kali," kata Emily lagi.
" jadi tak mungkin aku bisa hamil," kata Emily.
" Emily... apa kau pikir segala perbuatan tak ada skuensi nya, tentu saja ada, begitu juga dengan perbuatan kita yang akan mengakibatkan kau hamil nantinya," kata James tak percaya jika Emily berkata seperti itu dan tanpa sadar James memegang bahu Emily karena merasa kesal.
" aku tau itu, dan aku sudah mengatakan padamu kalo aku akan menggugurkan anak itu jika aku memang hamil," kata Emily pelan dan berlahan melepaskan cengkraman tangan James yang menyakiti bahunya.
__ADS_1
" jika kau ingin menggugurkan anak itu, lalu kenapa kau membiarkan aku menyentuhmu," tanya James pelan.
" karena aku mencintaimu," ucap Emily berbisik.
" kalo kau mencintai ku, seharunya kau meminta padaku untuk bertanggung jawab jika kau hamil anakku, bukankah seharusnya Seperti itu," tanya James lagi.
" kau mengatakan padaku agar aku melupakan semua itu, apa kau pikir, aku bisa melupakan semudah itu hah," kata James sinis dan menatap Emily.
" kau sudah membuat hati dan pikiranku tak tenang, apa kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja," ucap James yang tak mau kehilangan Emily karena Emily berusaha akan menjauhinya nanti, dan malah mengatakan padanya untuk melupakan hal indah itu.
" aku melakukan itu karena kau tak ingin bersamaku, apa lagi mencintaiku," kata Emily tegas.
" itu yang aku lihat dari ekspresi wajahmu ketika kau tau siapa aku," kata Emily.
" bukan itu yang aku takutkan, Emily," ucap James pelan.
" kau bayangkan saja bagaimana perasaanku saat tau kau itu keponakanku yang dulu aku sayangi, tapi aku malah menyentuhmu dan merusak kehormatan mu," kata James pelan dan berharap Emily mengerti dengan apa yang ia rasakan.
" setidaknya beri aku waktu untuk memikirkan semua itu," kata James lagi.
" untuk apa, aku tak akan membebanimu dengan perihal apa yang terjadi di antara kita berdua ini," kata Emily.
" dan aku akan menganggap semua itu tak pernah terjadi," ucap Emily lagi.
" apa kau tak menginginkan aku," tanya James aneh kenapa hatinya sakit jika mendengar Emily berkata seperti itu.
" Bukankah kau mencintai ibundaku, bagaimana bisa aku menginginkan mu, posisi ibundaku saja tak akan bisa aku geserkan apa lagi aku gantikan di hatimu, bahkan sedang tidur pun nama ibundaku yang kau sebut, bukan aku," kata Emily sedih saat mengingat James memanggil nama ibunya padanya.
" aku tau wajahku begitu mirip dengannya, tapi aku bukan ibundaku, aku dan ibundaku tentu saja berbeda tak sama," kata Emily lagi.
belum sempat James menjawab terdengar suara ketukan di pintu dengan tak sabaran dan memanggil nama Emily.
tok....
tok...
tok...
" Emily," panggil Jordan tak sabaran.
Emily pun berlahan membuka pintu itu..
" om Jo," kata Emily menahan tangis.
" ada apa, apa kau menangis," tanya Jordan cemas.
" tidak kok om, ada apa, apa Om Natan mencariku," tanya Emily pelan.
" tidak... apa kau sudah selesai berbicaranya," kata Jordan lagi dan Emily pun mengangguk.
__ADS_1
" sudah om Jo," kata Emily pelan.
" baiklah kau ikut pulang bersama kami," kata Jordan lagi.
" tidak bisa, dia akan ikut bersama ku menuju Hindia," kata James dingin.
" ikut bersama mu," tanya Jordan menatap James.
" apa kau mau ikut bersama nya Emi," tanya Jordan pelan dan menatap lembut Emily.
" tidak om, aku ingin pulang saja," kata Emily lagi.
" kau dengar, dia tak ingin ikut bersamamu," kata Jordan tersenyum senang.
" Emily...bukankah kau ingin ikut bersama ku mengarungi Hindia," kata James pelan dan lembut.
" Emily... tumben sekali kau memanggil nya seperti itu," tanya Jordan merasa semakin aneh saja.
" bukankah, biasanya kau memanggilnya Mily," tanya Jordan lagi.
" itu bukan urusan mu," kata James kesal, karena kakak kakaknya selalu berkata seperti itu padanya sehingga membuat James kesal dan marah.
" memang buka urusanku, hanya... aneh saja, kau memanggil nya Emily, bukan Mily," kata Jordan lagi.
" Cukup Om Jo," kata Emily pelan.
" Aku akan ikut bersama om Natan, om Jack dan Om Jo pulang saja," kata Emily memalingkan wajahnya tak mau melihat Om nya yang selalu menganggap dirinya ibundanya..
" tapi Emily," kata James memegang lengan Emily tak mengerti.
" cukup James, kau memperlakukan Emi seperti seorang kekasih saja, ingat... dia itu keponakanmu, bukan kekasihmu," kata Jordan sepertinya mengetahui sesuatu.
" ayo Emi," ajak Jordan lagi,
Emily pun mengikuti apa yang di katakan omnya itu, dan lebih memilih untuk ikut bersama Jordan pulang.
*******
James sedang berada di ruang kerjanya, beberapa menit lalu Emily sudah pergi meninggalkan dirinya dan lebih memilih ikut pulang bersama kakak kakaknya ketimbang ikut bersamanya ke Hindia.
James terus saja memikirkan betapa bodohnya ia tak mengenali Emily, padahal pernah sebersit di hatinya mengatakan kalo Emi ini Emily, namun ia tak mempercayai nya.
dan lihat apa yang terjadi padanya, ia menyesali itu semua.
memang James menginginkan Emi tapi bukan sebagai Emily,
James tak tau kenapa hatinya begitu menginginkan Emi, bahkan sejak ia tau jika Emi itu Emily pun entah kenapa hatinya tetap menginginkan Emily, namun pemikiran logisnya lebih dulu mengambil alih pikirannya karena ia beranggapan jika ia menjadi om yang begitu bejat karena sudah merenggut kehormatan dan kesucian keponakannya sendiri.. itulah yang membuat hati James beranggapan jika dirinya benar benar jahat.
" apa yang harus aku lakukan," gumam James prustasi..
__ADS_1