Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 21 Rencana James.


__ADS_3

karena tak boleh keluar oleh om Jhonatan Emily pun di temani Juna untuk mengambil pesanan hadiah ulah tahun untuk Keysia besok.


" sudah," tanya Juna pelan.


" sudah kok kak," ucap Emily pelan ketika sudah mengambil pesanan kalung untuk hadiah ulang tahun.


" ada lagi gak tempat yang mau kamu kunjungi," tanya Juna lagi.


" gak ada sih,," ucap Emily sedikit jengah.


" kamu kenapa terlihat kesal begitu," tanya Juna aneh melihat Emily yang biasanya ceria berubah muram..


" aku kesal aja sama om Natan," kata Emily kesal.


" oh perihal kamu gak boleh keluar sendiri ya," goda Juna lagi.


" Iya.. biasanya kan aku kemana mana sendiri kak, gak pernah di temani siapa pun," kata Emily kesal.


" Ini....sekarang kemana mana aku harus di temani," kata Emily lagi.


" memangnya kamu gak suka kakak temani," tanya Juna pelan.


" bukan Itu maksudnya," ucap Emily lagi.


" ya salah kamu sendiri kenapa kamu menginap gak bilang bilang sama papah waktu itu," kata Ken lagi.


" ya kan aku udah minta ijin juga sama tante Angel, waktu itu," kata Emily lagi.


" ya kan paling tidak kamu kasih tau papah juga kalo kamu menginap di rumah Gadis," kata Juna lagi.


" kamu tau, papah sampai pusing ketika kamu nginap tapi gak bilang bilang," ucap Juna lagi.


" Iya juga sih itu semua salah aku kak, cuma kan waktu itu aku gak kepikiran ke sana," kata Emily lagi..


Emily tak menceritakan kejadian seminggu lalu itu pada siapa pun kecuali sahabatnya. Emily tau jika sahabatnya itu tak akan menceritakan pada siapa pun,


" sudahlah itu juga kan demi kebaikan kamu sendiri Em," kata Juna lagi.


" Iya juga sih," ucap Emily pelan.


" eh kak, kita ke sana dulu ya," ajak Emily pada Juna


" katanya sudah," tanya Juna pelan.


" aku mau lihat itu kak," kata Emily saat melihat kue kue yang enak.


mau tak mau Juna pun mengikuti apa yang Emily inginkan.


DI TEMPAT LAIN...


 James benar-benar frustasi mencari keberadaan wanita yang seminggu lalu sudah membuatnya gila,

__ADS_1


Ia mencari di mana pun tak menemukannya,


bahkan James menyuruh orang untuk menemukan keberadaan gadis itu namun tak kunjung menemukannya.. sudah satu minggu James mencarinya,


bahkan James terus uring uringan pada semua bawahan James karena ia tak bisa menemukan gadis itu..


bahkan James pun sering mengunjungi rumah bordil berharap momi Deana melihat atau menemukan gadis itu, namun tetap saja gadis itu bak di telan bumi sampai menghilang jejaknya.


bahkan James menemui club club malam untuk melupakan rasa gadis itu di dalam ingatannya,


dengan bersenang senang dengan banyak nya wanita bermaksud agar bisa melupakan sosok gadis itu namun tetap saja James seperti terikat dengan gadis itu dan tak bisa melupakannya.


 " apa sebenarnya yang terjadi padaku, kenapa aku selalu mengingat gadis itu," pikir James aneh.


" yang aku bingung kan... kenapa dia memberikan keperawanannya padaku, dan saat itu juga jika dia benar benar bukan pelacur kenapa dia tak berontak atau menolak," gumam James semakin penasaran pada gadis itu.


semakin hari James semakin penasaran pada sosok gadis itu.. bahkan ia tak putus asa mencari keberadaan gadis itu.


" besok ulang tahun putrinya kak Jordan, sepertinya aku tak bisa kesana, karena aku ada perlu ke luar kota dan berlayar lagi untuk menemui seseorang," ucap James lagi.


" aku akan mengiriminya hadiah saja, kalo begitu," ucap James lagi..


tak lama panggilan telvon pun masuk ke handphone milik James..


Jordan Call📞


" kak Jordan," gumam James melihat siapa yang menelvon dirinya..


James pun berlahan mengangkat teleponnya..


Jordan : astaga,, apa seperti itu caramu menyapa kakak mu jika menelvon.


James : baiklah... sory, ada apa kak, kenapa kakak mengubungi ku


Jordan : kau akan kemari besok bukan,


James : maafkan aku kak, hari ini aku ada jadwal pergi berlayar ke samudera hindia, karena ada seseorang yang ingin aku temui..


Jordan : astaga.. ulang tahun putriku saja kau tak bisa hadir, apa sesibuk itu,


James : maafkan aku, jika aku tak sesibuk dan sepenting ini, aku pasti akan datang ke ulang tahun keponakan ku. tapi aku tak bisa membatalkan pelayaran ini.


Jordan : baiklah.. lalu, apa kau tak merindukan Emily, dia ingin sekali bertemu denganmu.


James : Emily... maksud kakak, Mily, tentu saja aku merindukannya, setelah berlayar aku akan menemui nya aku janji.


Jordan : baiklah... hanya saja dia selalu menanyakan dirimu, apa lagi dia ingin memberi tau dirimu kalo dia sudah lulus sekolah.


James : apa... jadi Mily sudah lulus sekolah,


Jordan : iya.. apa kau baru tau jika Emily sudah lulus sekolah, apa kak Natan tak memberi tau mu.

__ADS_1


James : tidak, kak Natan sama sekali tak memberi tahuku. berarti Mily libur kan..


Jordan : iya...


James : kalo begitu...aku bisa membawanya berlayar,


Jordan : astaga kau ingin di bunuh kak Natan lagi, kau lupa ketika Emily usia 7 tahun kau bawa berlayar, sehingga kau di asingkan karena ulahmu sendiri.


James : aku ingat Itu.. hanya saja itu semua tak adil karena hanya aku yang tak boleh menjaga dan merawat Mily,


Jordan : aku tau... Itu karena kau belum menikah, mana boleh kau menjaga seorang gadis muda sedangkan kau sendiri masih lajang, apa lagi sebentar lagi Emily berusia 18 tahun.


James : ah Jadi Mily ku sudah dewasa,


Jordan : tentu saja Emily sudah dewasa, kau pikir Emily masih anak kecil, jika kau ingin merawat dan menjaganya kau harus menikah terlebih dulu,


James : menikah... entahlah aku tidak tau,


Jordan : baiklah jika kau memang sibuk, tak apa jika kau tak datang di hari ulang tahun putriku, tapi ingat... jaga kesehatan mu,


James : tentu saja aku tau itu,


tut...tut...tut...


akhirnya James dan Jordan pun selesai menelvon.


" tak terasa sudah 15 tahun saja, Regina pergi." gumam James pelan.


" dan Mily sudah 18 tahun saja, sudah lama sekali aku tak menemui gadis itu, aku penasaran bagaimana rupa Mily saat ini," ucap James pelan.


handphone milik James pun berbunyi kembali, dan James melihat ternyata anak buahnya yang menelvon dan James pun mengangkatnya.


James : ada apa.


Anak Buah : maafkan saya tuan, saya tadi melihat nona Emi,


James : benarkah kau melihatnya di mana,


Anak buah : di sebuah toko perhiasan, dan dia bersama seorang pria, tuan.


James : pria... siapa dia,


anak buah : nona Emi bersama dengan tuan muda Juna,


James : Juna.... maksudmu, Juna putra Jhonatan.


anak buah : benar tuan, sebelum itu saya juga melihat nona Emi berada di dalam rumah keluarga tuan Jhonatan, dan pagi ini saya melihat nona Emi berbelanja dengan tuan muda Juna.


James : baiklah apa gadis itu masih di sana.


Anak buah : masih tuan, nona Emi sedang berbelanja dan melihat lihat di sana.

__ADS_1


James : baiklah terus awasi gadis itu jangan sampai hilang, aku akan kesana.


Anak buah : baik tuan.


__ADS_2