
James benar benar bingung harus bagaimana ia bingung harus pergi berlayar atau menangkap gadis yang selama ini selalu mengusik hidupnya.
karena tak mau melewatkan kesempatan ini James pun akhirnya memilih keduanya,
ia akan pergi berlayar sekaligus membawa gadis itu bersamanya..
dan untung saja semua perlengkapan dan persiapan dirinya untuk berlayar sudah siap dan sudah berada di kapal feri miliknya dan ia tinggal menunggu lepas landas saja.
" ada hubungan apa gadis itu dengan keluarga kak Jhonatan," tanya James pada dirinya sendiri.
" dan... kenapa gadis itu bersama Juna" tanyanya James lagi.
" apa gadis itu kekasih Juna," tanyanya lagi dan sedikit ada rasa cemburu pada Juna keponakannya.
" tapi... aku sudah merenggut kehormatannya, bagaimana kalo gadis itu tunangan atau calon istri Juna," ucap James pelan.
" terserah dia mau kekasih Juna atau bukan, aku juga tak perduli gadis itu ada hubungan apa dengan kak Jhonatan, yang jelas gadis itu sudah bersamaku, dan aku juga sudah merenggut kehormatannya, berarti dia sudah menjadi milikku, dan akan tetap menjadi milikku," ucap James tegas dan bertekad akan mengambil apa yang sudah menjadi miliknya.
" lagi pula...aku tak akan membiarkan gadis itu pergi lagi dari kehidupan ku," ucap James pelan.
" akan aku pastikan, gadis itu akan menjadi milikku," gumam James nekad.
*********
Emily dan Juna pun melihat lihat berbagai macam toko di sana..
" eh Em, tunggu sebentar," kata Juna pelan.
" ada apa kak," tanya Emily aneh melihat kakaknya terdiam di sana.
" tunggu, ada seseorang yang mau kakak kenalkan sama kamu," kata Juna pelan.
" siapa kak," tanya Emily penasaran.
" tunggu, sebentar lagi juga dia sampai," kata Juna pelan.
" nah itu dia," kata Juna senang saat melihat wanita cantik menghampiri nya.
" hai Jun, maaf ya agak telat," ucap seorang wanita yang cantik dengan lembut.
" siapa dia kak," tanya Emily memandang wanita itu dengan penasaran.
" Wi. Ini Emily adik sepupu aku, Emily ini Dewi kekasih kakak," kata Juna memperkenalkan wanita cantik yang bernama Dewi itu pada Emily.
" kekasih, kapan aku pernah menerimamu," ucap Dewi cekikikan.
" astaga sayang, jangan membuat aku malu di depan sepupuku," ucap Juna sedikit kesal karena kekasihnya ini malah bercanda tenang hubungannya.
__ADS_1
" hahahha aku hanya bercanda sayang," ucap Dewi lembut.
" hai aku Dewi, jadi kamu yang namanya Emily," kata Dewi pelan.
" hehehehe, jadi bener kakak cantik ini pacar kakak, cantik juga kak," kata Emily tersenyum.
" kamu juga sangat cantik kok," ucap wanita itu lembut.
" hehehe makasih kak," kata Emily riang..
" Juna sering sekali menceritakan kamu, senang banget akhirnya bisa bertemu," ucap Dewi senang.
" hehehehe iya kak, aku juga senang kok, bisa bertemu dengan pacarnya kak Juna, ternyata pacar kak Juna cantik juga," ucap Emily pelan.
" makasih, kamu juga gak kalah cantiknya, semoga kita jadi teman ya Em,"ucap Dewi pelan.
" tentu kak, untung ada kakak jadi gak bosen dan suntuk aku kak," kata Emily tersenyum senang.
" masa sih kamu bosen, kan ada Juna yang nemenin kamu," kata Dewi pelan.
" kak Juna, yang ada aku bosen kalo kak Juna yang nemenin," kata Emily pelan.
" perasaan tadi ada yang ngomong sama kakak kalo dia seneng tuh kakak temenin," kata Juna sinis.
" hehehe itu kan kepaksa," kata Emily pelan.
" ya salahin tuh om Natan, bukan aku kak,, aku kan gak minta kakak buat jagain aku," kata Emily kesal.
" Itu dia kakak gak bisa marah sama papah," kata Juna pelan.
" kalo gitu kalian pergi aja nonton, aku mau jalan jalan di mall aja, kalo gitu," saran Emily.
" jadi kita ke mall nih," ajak Juna lagi..
" boleh aja sih, gimana kak Dewi," kata Emily lagi.
" boleh kok," kata Dewi senang.
" Eh tunggu Jun, aku mau beli itu dulu ya, bentar," ucap Dewi saat melihat toko tas di sana.
" kak, sana anterin tuh calon istri, biar bisa pilih pilihin mana yang bagus," kata Emily lagi..
" tapi kamu gak kemana mana kan, ingat kamu tetap di sini kan, em," tanya Juna lagi.
" iya kak tenang aja, aku tetap di sini kok, lagian kaki aku pegel ini, aku mau istirahat dulu kak,," kata Emily lagi.
" ya sudah kakak temenin Dewi dulu ya," kata Juna sebelum masuk, Emily hanya mengangguk sambil duduk di depan toko tersebut sambil memijat mijat kakinya yang terasa pegal.
__ADS_1
( perasaan dulu kakak suka sama gadis deh, apa cuma perasaan aku aja ya,) pikir Emily aneh.
( sudah ah...itu kan bukan urusanku,) dalam hati Emily.
tak lama berhentilah sebuah mobil mewah tak jauh depan Emily.
Emily merasa tak curiga karena ia pikir itu pelanggan toko di sana.
tak lama keluarlah dua orang pria dan menghampiri Emily.
" permisi nona, tuan kami ingin bertemu dengan nona," tanya salah satu laki laki.
" tuan... tuan siapa," tanya Emily pelan.
" silahkan ikuti kami nona," ajak salah satu laki laki itu lagi.
" saya tidak mau, lagi pula saya tidak kenal kalian, apa lagi tuan kalian" kata Emily lagi.
salah satu laki laki itu menghampiri tuannya dan mengatakan sesuatu.
Emily berusaha melihat siapa yang berada di dalam mobil yang menyuruhnya untuk menghampiri.
( siapa sebenarnya laki laki itu ) batin Emily penasran dan sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat siapa, namun ia tak bisa melihatnya.
" maaf tuan, gadis itu tidak mau menemui anda, tuan," kata anak buahnya.
" bagaimana pun caranya bawa dia kemari," kata seorang laki laki itu lebih tegas,
anak buah laki laki itu pun mengangguk dan kembali menghampiri Emily.
" maaf nona, nona harus ikut kami," ucap salah satu anak buah laki laki yang berada di mobil.
" jangan modus ya kalian," kata Emily cemas kalo dua laki laki ini adalah seorang penculik baru saja Emily akan berdiri kepalanya sudah lebih dulu pusing akibat di pukul bahunya oleh seseorang dan Emily pun pingsan.
dua laki laki itu langsung membawa Emily sebelum di bawa masuk kedalam mobil, Juna melihat jika Emily di bawa seseorang ke dalam mobil.
" astaga, Emily," panggil Juna ketika melihat Emily di bawa seseorang ke dalam mobil mewah..
********
" Ikat tangan dan kakinya, dan sumpal juga mulutnya,dan tutup juga matanya," ucap seorang pria pada kedua anak buah nya, dan anak buahnya pun mengagguk.
" jalan..." ucap laki laki itu kepada supir pribadinya dan mereka pun langsung menuju kapal feri yang sudah menunggu.
tak lama sampailah mobil mewah itu ke kapal feri milik James.
Emily pun di bopong oleh laki laki itu kedalam dan membaringkan Emily ke sebuah kamar di dalam kapal feri itu.
__ADS_1
berlahan laki laki itu melepas ikatan di kaki dan tangan Emily dan membiarkan Emily seorang diri di kamar itu.