Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 32 Rahasia Besar Emily..


__ADS_3

DI KAPAL JHONATAN...


Emily tengah termenung didalam kabin seorang diri, ia tak mau ada yang mengganggunya..


karena merasa cemas pada Emily Jordan pun mengetuk pintu kabin yang di tempati Emily.


memang Emily begitu dekat dengan Jordan bahkan Emily selalu menceritakan apa pun padanya, bukan hanya Jordan. Emily memang dekat dengan semua om om nya, karena hanya mereka yang Emily punya.


tok...


tok...


tok...


" Emily," panggil Jordan pelan dan lembut.


" ya om Jo," jawab Emily di dalam kabin,


walau pun ia tak melihat siapa yang memanggilnya namun Emily tau dan kenal dengan suara siapa yang memanggil namanya.


" apa aku boleh masuk," tanya Jordan lagi.


" masuk saja om, pintunya tidak di kunci kok," kata Emily lagi.


berlahan Jordan pun membuka pintu kabin itu dan masuk kedalam.


ia melihat Emily yang tengah menatapnya namun entah kemana pemikirannya.


Jordan pun menghampiri Emily dan duduk di sisinya.


" katakan padaku, apa yang di lakukan James padamu," tanya Jordan pelan.


Emily langsung menatap Jordan dan merasa aneh apakah om nya ini mengetahui sesuatu tentang om James dan dirinya.


" ap apa yang om Jo, katakan," tanya Emily gugup dan merasa aneh dengan pertanyaan omnya ini.


" aku bertanya, apa yang James lakukan padamu," tanya Jordan lagi.


" om Jams, tak melakukan apa pun padaku, om Jo," kata Emily..


" dia...dia dia hanya..." ucap Emily gugup dan belum sempat ia meneruskan apa yang mau Emily katakan Jordan lebih dulu menebaknya.


" mencium mu," tebak Jordan sinis


Emily membelalakkan mata karena terkejut Omnya ini mengatakan seperti itu karena benar adanya.


" memang apa salahnya om Jams mencium ku, bukankah aku ini keponakannya, dan apa lagi kami sudah lama tak bertemu, jadi kami melepas rindu dengan saling memeluk dan mencium." kata Emily menutupi kegugupannya..

__ADS_1


" apa temu rindu sampai harus mencium sampai leher," kata Jordan sinis.


" ap apa.. apa maksud om Jo," kata Emily gugup.


" lihat lah lehermu di cermin, ada beberapa berkas merah di sana," kata Jordan lagi.


Karena tak percaya dengan apa yang di katakan Jordan padanya, Emily pun dengan cepat menuju cermin di sana dan melihat lehernya..


" astaga," kata Emily terkejut melihat ternyata ada noda merah di lehernya dan itu perbuatan om nya semalam.


" siapa yang melakukan itu padamu, apa James yang melakukan itu," tanya Jordan pelan.


" tidak... bukan, mungkin nyamuk om," ucap Emily membohongi.


" nyamuk, apa nyamuk berkepala hitam yang melakukan itu padamu," kata Jordan bermaksud bercanda namun nada bicaranya tak seperti niatnya.


" aku bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi dan kau bohongi, Emi," kata Jordan lagi dan ia merasa curiga dengan sikap Emily dan juga James ketika pertama kali mereka bertemu di kapal James tadi.


" katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi," tanya Jordan lagi.


" aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi kau janji takkan marah padaku," kata Emily pelan.


" tentu saja, apa pun yang terjadi aku takkan marah padamu," kata Jordan berjanji.


" apa kau berjanji," tanya Emily lagi dan Jordan pun mengagguk tegas.


" kau janji takkan memberi tau siapa pun, kan," kata Emily lagi, dan lagi lagi Jordan mengangguk,


berbagai perasaan Jordan tahan. ia ingin marah, kesal pada keduanya, dengan tenang ia mendengarkan apa yang di katakan Emily sampai selesai...


" Jadi selama ini kau menyukai James," kata Jordan setelah Emily menceritakan semua padanya dan Emily hanya mengangguk.


" sejak kapan kau menyukainya," tanya Jordan pelan.


" sudah lama, mungkin saat aku berusia 7 tahun," kata Emily pelan.


" aku pikir aku hanya menyukainya sebatas mengangumi Om ku saja, tapi lama kelamaan suka itu berubah menjadi Cinta yang tak bisa aku hentikan," ucap Emily jujur.


" apa kau lupa jika James itu Om, mu," tanya Jordan tegas.


" aku tau dia om ku, tapi bukankah dia dan kau bukan saudara kandung ibundaku," kata Emily.


" jadi tidak ada salahnya bukan kalo aku menyukai om James, secara logis aku bukan keponakan kandungnya dan di darahku juga tak ada darah yang sama dengan kalian," kata Emily lagi.


" tapi...bagi kami, kau dan Ibundamu tetap adik dan juga keponakanku," kata Jordan pelan.


" memang tidak ada salahnya kau mencintai om mu itu," kata Jordan lembut,

__ADS_1


" tapi...apa kau tak memperdulikan kehormatan mu dan membiarkan dia menyentuhmu," kata Jordan lagi.


" itu sama saja kau wanita murahan Emi, boleh cinta, tapi jangan menjadi wanita bodoh seperti itu.," tukas Jordan menasehati keponakannya ini.


" aku tau itu salahku om Jo, tapi apa yang harus aku lakukan, aku benar benar Mencintai nya, sampai sampai aku tak sadar melakukannya,." kata Emily menangis.


" apa dia tak mau bertanggung jawab padamu," tanya Jordan.


" jika dia tak mau bertanggung jawab, akan aku patah kan kakinya, dan memaksanya untuk menikahi mu nanti," kata Jordan.


" bukan dia... tapi aku," jawab Emily jujur.


" maksudmu," tanya aneh Jordan


" dia mencintai wanita lain, om Jo, mana mungkin kami harus menikah," kata Emily.


" sedangkan dia tidak mencintaiku," kata Emily lagi lebih lirih.


" jika dia tak mencintaimu, kenapa dia menyentuhmu," tanya Jordan.


" karena wajahku.... wajahku begitu mirip dengan wanita yang ia cintai, om Jo," ucap Emily sedih.


" wajahmu begitu mirip dengan wanita yang di cintainya, memangnya siapa wanita itu," tanya Jordan aneh dan Jordan berpikir keras karena wajah Emily yang mirip hanya dengan ibundanya.


" apa Regina, maksudmu, karena setahuku hanya Ibundamu yang mirip degan dirimu," tanya Jordan pelan.


ia memang dulu pernah mendengar jika James mencintai Regina namun ia tak pernah berpikir jika James benar benar mencintai adik angkatnya itu.


" jadi om Jo, tau," tanya Emily pelan.


" aku tidak tau kalo James mencintai ibundamu Emily, dulu aku pernah mendengar jika James memang mencintai ibundamu, tapi aku tak pernah berpikir jika James benar benar mencintai ibundamu, karena aku pikir James hanya mencintai antar saudara saja," kata Jordan pelan.


" om James sendiri yang mengatakan itu padaku, om Jo, bahkan ketika tidur bersamaku pun, dia memanggil nama ibundaku," kata Emily.


" apa kau bisa membayangkan saat itu ketika dia memanggil ibundaku, padahal aku dan dia baru melakukan itu...." ucap Emily malu.


" hati aku benar benar sakit om Jo," kata Emily lagi.


" apa kau pikir Ibundamu mencintai James juga," tanya Jordan pelan dan Emily pun mengangguk.


" kau salah, Ibundamu mencintai ayahmu, bahkan jika ia mau ia bisa meninggalkan suaminya ketika kebakaran itu terjadi dan memilih untuk hidup bersamamu," kata James pelan.


" tapi.... Regan malah memilih untuk mati bersama Nicolas suaminya dan juga ayah mu," kata Jordan pelan.


" kau bisa bayangkan betapa besar cinta Regina untuk ayahmu," ucap Jordan lagi.


" Jadi ibunda tidak menyukai om James," tanya Emily bernapas lega.

__ADS_1


" tentu saja tidak, kalo kau tak percaya tanya saja pada Azahra, tantemu itu tau segalanya tentang mereka berdua," kata Jordan lagi.


Emily pun mengagguk dan merasa tenang.


__ADS_2