Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 37 Emily yang kalah...


__ADS_3

James sengaja tak memakai tenaga untuk melawan Emily karena ia takut menyakiti Emily.


" seriuslah Om Jams, lawan akunya jangan pura pura seperti itu," kata Emily kesal karena Om nya ini malah sengaja melawannya tanpa pake tenaga sama sekali.


" apa terlihat seperti itu," kata James pelan dan tersenyum lembut pada Emily.


Dengan kesal Emily pun menyerang om nya itu dengan brutal, sampai sampai James kewalahan menerima serangan Emily yang memang benar benar profesional dalam beladiri sehingga ia juga tanpa sengaja melawan Emily dengan kekuatan yang ia miliki,


( Mily memang benar benar hebat,) batin James tak percaya ternyata keponakannya ini memang benar benar hebat dalam beladiri.


( aku saja sampai kewalahan melawannya,) dalam hati James tak percaya.


keempat keponakannya antusias melihat Emily dan James saling menyerang seperti itu bahkan salah satu dari mereka melihat jika Emily seperti ingin membunuh om nya itu.


( kenapa Emily seperti ingin membunuh om James,) pikir Juna aneh melihat Emily seperti itu.


karena Emily begitu cantik dan **** di mata James sampai ia melihat tumpukan gunung kembar Emily yang selalu bergoyang saat ia melawan James, dan James pun sampai tak fokus saat melawan Emily, karena terus membayangkan tubuh Emily yang selalu ia impikan dan ia merasa kesakitan saat perut gagahnya di tendang Emily.


Juna benar benar senang saat melihat Omnya itu di kalahkan oleh Emily.


" bagaimana Om Jams, apa kau sudah menyerah melawannya," kata Juna senang melihat James terengah engah.


" aku tarik kembali ucapan ku yang tadi, Emily memang benar benar hebat dalam ilmu bela diri," kata James tersenyum dan memandang Emily yang sepertinya ingin sekali membunuhnya dan ia masih menghunuskan pedang ke arahnya.


" apa kubilang," kata Juna senang.


" berarti aku yang menang," kata Juna pelan dan semua keponakannya itu meninggalakan Emily dan James hanya berdua saja.


" ayo...aku yang menang, jadi kalian harus Memberikan apa yang tadi kalian taruhkan," kata Juna senang.


" apa sekarang kau menyerah Om James," kata Emily pelan.


" jangan memanggilku dengan kata Om seperti itu," kata James dan ia bangkit kembali.


" bukankah kau memang om bagiku," kata Emily siap siaga karena James seperti akan melawannya lagi.


" apa menurutmu, Om bisa meniduri keponakannya," kata James menyerang Emily lagi.


" bukankah...itu lebih dari sekedar Om dan keponakan saja," kata James lagi..


Emily dan James pun kembali bertarung dengan sengit dan James tak meremehkan kemampuan Emily dalam beladiri lagi,


James tersenyum melihat Emily yang sepertinya ingin sekali membunuhnya, kali ini Emily kalah karena James memeluknya dari belakang.


" lepaskan aku," kata Emily kesal karena James berhasil mengalahkannya.

__ADS_1


" apa kau ingin membunuhku,sayang," tanya James lembut ketika tubuh Emily ia peluk dari belakang, dan kedekatan itu membuat James benar benar merindukan Emily..


" jika aku bisa, akan aku lakukan saat pertama kali kita bertemu," kata Emily berusaha melepaskan diri dari pelukan James, karena Emily tau jika ia terus berada di dekat James ia akan luluh hatinya.


" lepaskan aku, Om James," kata Emily lagi.


dengan enggan James pun melepas pelukan itu. dan menatap Emily dengan lembut.


" ternyata kau memang benar benar hebat dalam berkelahi," kata James kagum.


" itu benar, om Jhonatan dan Om Jordan saja selalu kalah denganku," kata Emily pelan.


" benarkah, mungkin mereka lakukan hanya untuk menyenangkan hatimu saja," kata James pelan dan melihat Emily yang dengan cuek dan pura pura merapikan pedang pedangan yang berserakan di bawah.


" lalu... kenapa kau tak mengalah padaku, dan membiarkan hatiku senang," kata Emily kesal.


" karena aku bukan mereka," kata James pelan.


" kau benar....kau sama sekali tak mirip dengan mereka," kata Emily ketus.


" apa kau pikir aku akan mengalah, jika kau saja ingin sekali membunuhku dalam pertarungan itu," kata James pelan.


" ingin sekali rasanya aku lakukan itu," kata Emily dingin.


" apa kau begitu membenciku, sehingga ingin sekali membunuhku," tanya James pelan.


" lalu... Kenapa kau selalu menghindar dariku," ucap James dan ia memegang tangan Emily agar menatapnya.


" bukankah itu yang kau inginkan dariku," kata Emily menatap mata James dalam.


" apa," tanya James aneh.


" sudahlah om James, jangan menggangguku lagi, seharusnya kau bersikap wajar saja padaku seperti Om pada keponakannya, Seharunya kita lakukan seperti itu," kata Emily lirih..


" aku tidak bisa," kata James dingin.


" apa kau pikir aku bisa melupakan apa yang telah kita lakukan,," kata James pelan.


" aku tidak bisa seperti itu Emily," kata James lagi.


" lalu apa mau mu," kata Emily lebih dingin.


" aku...." James sedikit berpikir ia tak tau maunya apa dan bagaimana dengan hubungannya dengan Emily.


" lihat...pertanyaan seperti itu saja tak bisa kau jawab," kata Emily pelan.

__ADS_1


" lepaskan tanganku, om James," kata Emily kesal karena James memegang tangannya sangat erat.


" aku tidak bisa melepaskanmu," kata James pelan.


" kau menyakiti ku," kata Emily kesal.


" apa yang kau lakukan Jams, lepaskan tangan Emi," kata seseorang pada James yang tengah memegang lengan Emily.


" Om Jo," kata Emily pelan.


James pun menatap tak suka pada Jordan yang tiba tiba saja berada di sana dan anehnya selalu ikut campur urusannya dengan Emily.


dengan enggan James pun melepas tangan Emily dan menatap Jordan.


" jangan menyakiti keponakanku, Jams," kata Jordan dingin.


" apa kau pikir aku menyakitinya," tanya James lebih dingin.


entah kenapa Emily seperti melihat Jika kedua omnya ini saling membenci.


" apa kau tidak lihat jika Emi kesakitan saat kau memegang tangannya barusan, kalo bukan menyakiti lalu apa," kata Jordan kesal.


" aku tidak menyakitinya," kata James pelan.


" benarkah... kuharap kau tak menyakiti keponakan ku dengan sikapmu yang aneh itu," kata Jordan dingin.


" sebenarnya apa yang ingin kau katakan," tanya James aneh melihat kakaknya seperti itu,


" ikutlah denganku, ada yang ingin aku katakan padamu," kata Jordan berlalu meninggalkan Emily dan James di sana.


" pergilah ke kamarmu, nanti aku akan menyusul ke sana," kata James dan ikut berlalu meninggalkan Emily.


" apa sebenarnya yang ingin om Jo, katakan pada Om Jams," gumam Emily penasaran.


" kenapa om Jo sangat marah seperti itu," gumam Emily lagi.


Emily baru ingat kalo Jordan tau tentang hubungan Emily dan James.


" astaga... gue lupa kalo om Jo tau semuanya," kata Emily cemas dan ia pun mengikuti dari belakang...


*****


Maaf ya semuanya kalo kelanjutan cerita ini agak lama, soalnya lagi sibuk sibuknya...


hehehehe buat penggemar cerita ini Maksih banyak ya udah mau mampir dan baca, maaf kalo cerita dan tulisannya berantakan dan gak nyambung... maklum pengisi waktu luang aja...

__ADS_1


Salam kangen selalu dariku....😘


jangan lupa like dan komennya ya...


__ADS_2