Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 29 Ternyata.....


__ADS_3

" hadang kapal yang berada di depan kita itu, dan halangi laju mereka," ucap Jordan pada anak buahnya.


Jordan mendapatkan informasi dari anak buahnya jika Emily berada di kapal Feri berwarna hitam putih yang berada di depannya, dan benar kapal Feri itu milik Brown yang telah menculik Emily.


" siap siap kak, kita akan menghabisi penculik itu," ucap Jordan pada kakaknya Jhonatan.


dengan hati hati Jhonatan, Jordan, dan Jacky berhasil memberhentikan kapal yang sudah menculik Emily.


dengan bersenjatakan lengkap ketiga saudara itu menyerbu kapal itu dan menghajar siapa saja yang akan melawannya nanti.


Awak awak kapal yang menaiki kapal James mengira kalo ketiga laki laki dan kapal yang memberhentikan mereka itu adalah perompak lautan dan mengira musuh musuh atasannya.


" apa benar kapal ini milik tuan Brown," tanya Jhonatan pelan bermaksud ingin berbicara berlahan lahan dulu pada awak awak kapal yang berkumpul ketakutan.


" benar tuan," jawab salah satu pelayan wanita yang sedikit ketakutan.


" jadi benar kapal ini miliknya," kata Jacky menimpali.


" aku dengar kapal ini menculik seorang gadis," tanya Jordan dengan sangar.


melihat pelayan itu benar benar pucat membuat Jordan semakin yakin jika Emily berada di sini,


sakira benar-benar tak mengenal ketiga laki laki yang ada di hadapannya ini,


dan sakira pikir ketiga laki laki ini adalah perompak yang akan menumbangkan tuannya karena sakira sering menjumpai hal semacam ini selama ikut berlayar bersama tuannya.


namun anehnya kenapa yang di cari ke tiga laki laki ini malah seorang gadis yang di culik tuannya, apakah ketiga laki laki ini mengenal gadis yang di culik tuannya itu.


" maksud anda apa tuan," tanya pelayan itu lagi dengan berani walau Jhonatan tau jika pelayan itu benar benar ketakutan..


" menurut anak buah saya, kapal ini menculik seorang gadis dan gadis itu kebetulan keponakanku," kata Jhonatan.


( apa keponakan,)pikir Sakira takut.


" panggil tuanmu, dan katakan padaku kalo aku ingin menemuinya," kata Jhonatan dan sakira menyuruh salah satu awak kapal untuk memanggil tuannya.


" Kak..lebih baik kita langsung serang saja, kenapa harus pakai basa basi segala," kata Jordan marah dan kesal.


" sabar dulu, siapa tau kapal ini tak salah apa apa, dan tak menculik Emily, atau mungkin kita salah faham di sini," kata Jhonatan pelan.


tak lama datanglah James yang begitu terkejut melihat kakak kakaknya lah yang ternyata memberhentikan kapal miliknya.


" Jams," kata semua kakak kakanya terkejut dan hampir memanggilnya bersamaan.


" Kak Natan," ucap James sama terkejutnya.


" sedang apa kalian di kapal ku," tanya James aneh.

__ADS_1


" kapal mu, jadi ini milikmu," tanya Jhonatan tak percaya dan James mengangguk.


" lalu, siapa Brown, apa dia temanmu" tanya Jordan.


" kalian tau nama samaran ku," tanya James tak percaya.


" jadi Brown itu kau," tanya Jordan tak percaya. dan James mengangguk.


" Aku dengar kapal ini menculik seorang gadis," kata Jordan menyelidiki.


" apa kau yang menculiknya," tanya Jordan lagi.


" menculik," kata James tak percaya.


( apa gadis itu benar benar tunangan Juna,) pikir James tak menyangka.


( sampai kakak kakak tertua ku pun, mencari keberadaan gadis ini,) pikir James aneh.


" ya...anak buah ku mengatakan kalo ia melihat seseorang membawa seorang gadis dalam ke adaan pingsan dan membawanya ke kapal ini," tanya Jordan lagi.


" apa sepenting itukah gadis itu untuk kalian," tanya James tak percaya.


" tentu saja," kata Jacky menimpali.


" bahkan kau pun pasti akan marah jika tau siapa yang di culik orang itu," kata Jordan.


" memang apa hubungannya gadis itu dengan kalian," tanya James penasaran.


" dia keponakanmu, dan juga keponakanku," kata Jordan tak sabaran.


" keponakan kita banyak Jo, maksud mu yang mana," tanya James semakin bingung saja.


" om Natan, om Jo, om Jacky," panggi Emily senang akhirnya om omnya menemukan dirinya.


" Emily," panggil ketiganya hampir bersamaan.


Emily pun menghambur kedalam pelukan ketiga omnya,


" Emily, kau tidak apa apa," tanya ketiga omnya hampir bersamaan.


" Emily," gumam James pelan ia bingung sekaligus tak percaya


James hanya diam mematung tak menyangka jadi selama ini ia menyukai keponakan nya yang bernama Emily, keponakan yang sangat dulu ia jaga kehormatan dan hidupnya, namun ia telah merenggut semua dari keponakannya itu.


James benar benar tak menyangka kalo gadis yang selama ini menghantui hidupnya adalah keponakannya sendiri, sekelebat James melihat memorinya sebelum pertama kali bertemu dengan Emily, wajahnya, kepintarannya dalam bela diri, kenapa James tak menyadari itu dan anehnya kenapa keponakannya ini diam saja dan itu lah yang membuat James marah padanya..


" jadi kau yang menculik Emily hah," kata Jordan marah dan kesal pada adik nya ini.

__ADS_1


" om Jo, dengarkan aku dulu, ini semua bukan salah om Jams," kata Emily.


" Jelaskan padaku, apa yang telah terjadi," tanya Jhonatan menyelidik.


Emily pun berbohong dan menceritakan sebagian kejadian itu namun Emily bumbui dengan kata pura pura menculik yang di lakukan Omnya ini dan James hanya bisa diam mendengarkan karena otak dan pikirannya buntu dengan apa yang terjadi padanya dan juga Emily.


" jadi kau berpura pura menculik Emily, agar kau bisa melatih kemampuannya, begitu," tanya Jordan tegas.


" Ya...kurang lebih seperti itu," kata James pelan dan ia terus menatap mata Emily yang berusaha menghindari tatapan dari dirinya.


" tapi aneh.... bukankah kau sudah lama tak berjumpa dengan Emily, bukankah kau bertemu dengannya ketika dia berusia 10 tahun lalu, dan setelah itu kau pun tak pernah bertemu sampai sekarang, bahkan kau tak kenal wajah Emily yang sekarang bukan,, dari mana kau tahu kalo dia itu Emily," tanya Jordan penasaran.


" memang om Jams tak mengenalku waktu pertama, tapi aku kan mengingatnya," kata Emily membela.


" aku tak berbicara padamu Emi," kata Jordan aneh karena dari tadi Emily selalu berbicara melindungi James.


( Emi,) pikir James.


( aku lupa kalo nama Emi ini adalah panggilan sayang kakak kakakku,) pikir James lagi.


( dan pantas saja wajahnya mirip dengan Regina, ternyata dia putrinya, kenapa aku tak berpikir ke sana) pikir James lagi.


" aku sedang berbicara padamu Jams, jawablah," tanya Jordan lagi.


" Jo benar, aku ingin tau, dari mana kau tahu jika dia Emily, bukankah kau dan Emily tak pernah bertemu selama 8 tahun," tanya Jhonatan tegas.


" karena wajahnya," aku James jujur.


" wajahnya begitu mirip dengan Regina, dan aku menyimpulkan kalo gadis ini putrinya," kata James sedikit berbohong.


" sudahlah om Natan, om Jo, om Jack, yang penting aku kan baik baik saja, lagi pula ini juga semua keinginan ku untuk ikut bersama om Jams," kata Emily pelan.


" aku tau sayang, dan aku bersyukur kau tak apa apa," kata Jhonatan lembut pada Emily.


" tapi cara Jams, menculik mu seperti itu salah, dan dia sudah membuat kakak kakaknya cemas," kata Jhonatan marah pada James.


James hanya terdiam tak berbicara, begitu banyak yang ingin dia tanyakan pada Emily kenapa ia lakukan itu padanya.


namun masalah itu cukup dia dan Emily saja yang tau.


" aku ingin berbicara berdua denganmu," kata Jhonatan tegas.


James menatap Jhonatan berlahan dan ia melihat kilatan marah di mata Jhonatan, baru kali ini ia merasa takut dengan kakaknya yang satu ini.


" om Natan," panggil Emily cemas.


" sayang... kau tunggu dengan om om mu yang lain, aku ingin berbicara berdua dengannya," kata Jhonatan sepertinya tau jika ada sesuatu di antara Emily dan James, dan Jhonatan pun ingin memastikan kecurigaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2