Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 40 Ke Dokter Kandungan...


__ADS_3

Emily benar benar cemas pada kedua omnya itu, ia tak tau harus berbuat apa selain menunggu.


ia benar benar takut jika om Jordan dan Om James berkelahi, memikirkan itu membuat perut Emily merasa mual.


tiba tiba perut Emily merasa mual lagi karena terlalu memikirkan James dan ia berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan rasa mual di dalam perutnya..


Uek...


Uek...


Uek....


" kenapa gue selalu mual ya," Gumam Emily aneh ketika ia habis muntah dan terduduk lemas di kasur empuknya...


" padahal kemarin sudah minum obat, penghilang rasa mual," kata Emily lagi.


" apa gue ke dokter saja ya, Sepertinya mual nya semakin parah saja," gumam Emily lagi.


" tunggu.... sekarang tanggal berapa ya," kata Emily pada diri sendiri dan ia pun melihat kalender.


" Astaga... seharusnya gue tanggal 15 datang bulan, tapi ini sudah seminggu lebih belum datang," kata Emily aneh.


Emily pun merasa cemas karena sudah seminggu lebih telat datang bulan.


" astaga," ucap Emily cemas.


" bagaimana kalo gue benar benar hamil," tanya Emily pada dirinya sendiri.


dan Emily mengingat kejadian itu dimana James telah merenggut kehormatannya sebulan yang lalu.


karena merasa cemas Emily pun Menelvon sahabatnya Gadis dan menceritakan semua apa yang di rasakan Emily saat ini pada gadis, dan Gadis pun mengajaknya bertemu di suatu tempat.


*******


" gue rasa kita ke dokter saja deh Em, biar mastiin kalo lu hamil apa tidaknya," kata Gadis ketika Emily dan Gadis bertemu di sebuah Caffe di daerah sana.


" tapi gue takut Dis," kata Emily lagi.


" takut apa," tanya Gadis pelan.


" bagaimana kalo gue beneran hamil," kata Emily cemas..


" justru itu...kalo lu gak periksa ke dokter mana tau kan lu hamil apa tidaknya," kata Gadis lagi..


" terus kalo gue hamil bagaimana," tanya Emily lagi.


" kok malah nanya gue, itu kan terserah lu maunya kaya gimana," kata Gadis lagi.

__ADS_1


" gini aja, sekarang kita periksa dulu keadaan lu ke dokter, hamil atau tidaknya itu nanti saja kita bahas," kata Gadis lembut.


" gue takut lu kenapa Napa, Em, siapa tau kan lu sakit bukan hamil, kalo kita tidak memeriksa ke dokter bagaimana kita tau keadaan lu yang sebenarnya," kata Gadis lagi dan Emily ragu untuk melakukan apa yang di katakan Gadis.


" tapi Dis," ucap Emily ragu.


" gue akan temani lu, jika lu takut menemui dokter," kata Gadis..


" tapi... jika dokter nanya yang gak gak bagaimana," tanya Emily lagi.


" hmm gak bakalan, lu percaya saja sama gue, gue, gue tau rumah sakit mana yang gak bakalan nanya yang gak gak," kata Gadis meyakinkan Emily.


Emily pun mau tak mau mengikuti apa yang di katakan Gadis dan ia pun mengikuti Gadis dan membawanya ke dokter kandungan yang di katakan Gadis.


dan di sinilah Emily berada di sebuah ruangan menunggu hasil pemeriksaan dari seorang dokter kandungan.


" dari ciri ciri yang nona katakan, sepertinya nona hanya masuk angin saja, tapi... karena kita belum memeriksa benar atau tidaknya, bagaimana kalo kita periksa lebih lanjut saja," jelas dokter kandungan pada Emily dan juga Gadis.


" caranya dok," tanya Emily penasaran..


sang Dokter pun mengambil alat akurat untuk memeriksa kehamilan.


" ini... gunakan ini, dan tampung air kencing nona di wadah kecil ini," kata dokter lagi memberikan wadah kecil pada Emily.


" dan masukan alat ini pada wadah yang berisikan air kencing nona, dan kita tunggu nona beneran hamil atau hanya masuk angin saja," kata Dokter lagi.


Dan ketika Emily selesai apa yang di katakan dokter itu, ia pun sedang menunggu bagaimana hasilnya..


" bagaimana dok," dan itu bukan Emily yang Bertanya melainkan gadis yang Bertanya karena ia benar benar penasaran dengan hasilnya.


Dokter itu pun melihat hasilnya dan alisnya sedikit terangkat bingung yang tak bisa di jelaskan..


" selamat nona, nona hamil," kata Sang dokter senang, walau pun banyak sekali pertanyaan yang ingin dokter katakan, namun karena itu bukan urusannya sang Dokter pun hanya diam tak banyak bertanya..


" Astaga," ucap Gadis tak percaya.


Emily hanya diam tak bisa berbicara, ia tak tau senang atau sedih mendengar jika dirinya ternyata hamil anak James.


" sudah berapa Minggu dok," tanya Gadis pelan.


hanya gadis yang selalu bertanya pada sang dokter karena Emily benar benar bingung harus bagaimana.


" kalo itu saya belum memastikan usia janin berapa Minggu," ucap Sang dokter pelan.


" Jika nona nona penasaran dengan usia janin, saya akan memeriksa dengan menyentuh perut nona," ucap Dokter lagi.


Emily pun mengagguk dan setuju agar dokter menyentuh perut Emily karena Emily benar benar penasaran pada usia janin yang ada dalam perutnya.

__ADS_1


" bagaimana Dok," lagi lagi Gadis yang bertanya..


" jika dari hasil pemeriksaan tadi, sepertinya usia janin baru satu bulan kurang," kata sang dokter pelan.


( satu bulan kurang, benar Om James menyentuh ku satu bulan lalu,) pikir Emily dan wajah Emily benar benar pias.


sang dokter benar benar bingung melihat reaksi Sang pasien karena melihat raut wajahnya yang aneh.


" selamat Nona, selamat karena nona sudah menjadi Seorang ibu," kata Sang dokter pada Emily pelan dan senang.


" menjadi ibu," gumam Emily kaget dan ia tak sanggup mencerna apa yang di katakan sang dokter padanya, andai saja kalo tak ada Gadis di sisinya Emily pasti sudah jatuh pingsan.


" terimakasih dok," bukan Emily yang mengatakan itu tapi... gadis Sahabatnya.


" dan ini Resep obat dan vitamin untuk ibu dan sang bayi, Agar tetap sehat," kata Dokter lagi.


" baik dok, terimakasih, kalo begitu saya permisi Dok," kata Gadis mengajak Emily yang benar benar syok mendengar berita jika dirinya memang hamil..


********


Emily dan Gadis tengah duduk di sebuah taman, Gadis tau jika Emily membutuhkan tempat untuk berpikir jernih jadi ia membawa Emily kesebuah taman yang sekarang terlihat sepi.


" Em," panggil Gadis cemas melihat sahabatnya terdiam sedari tadi.


" gue hamil, Dis, gue benar benar hamil Dis," gumam Emily pelan dan tak percaya dengan semua ini anehnya Gadis mendengar nada bicara Emily antara Sedih dan senang Gadis tak tau dan tak mengerti..


" iya gue tau Em," kata Gadis lembut dan menenangkan Emily dengan mengusap punggungnya.


" terus gue harus bagaimana Dis," tanya Emily bingung.


" Lu maunya Gimana," tanya Gadis balik.


" gue gak tau harus bagaimana Dis, gue bingung gue harus apain ini bayi yang ada dalam perut gue, gue gak sanggup menerimanya.," kata Emily lirih.


" jangan Mikir lu mau gugurin nih bayi yah Em," tebak Gadis cemas.


" kalo bukan itu caranya lalu gue harus bagaimana Dis, gue gak mau bikin Om Om Gue, Kecewa sama gue," kata Emily lagi.


" Dengar Emily, jika lu gugurin kandungan ini, lu malah akan membuat Om Om lu membenci lu, bahkan bukan Hanya Om lu, gue juga," kata Gadis tegas.


" gue tau...lu gak akan pernah lakukan itu, dan gue percaya sama lu, lu pasti bisa menghadapi semua ini, Emily," kata Gadis pelan.


" apa lu yakin, Dis kalo gue bisa menghadapi semuanya, gue saja gak yakin, Dis," kata Emily pelan.


" Emily, gue tau lu bisa, jadi gue mohon sama lu, jangan gugurin bayi lu, gue janji, gue pasti akan selalu ada di samping lu, jika lu butuh bantuan gue," kata Gadis pelan.


Emily benar benar bingung harus bagaimana.. ia juga tak tau harus bilang pada siapa,

__ADS_1


__ADS_2