
" Lu seriusan Em, om lu sukanya sama nyokap lu." tanya Gadis tak percaya.
memang Gadis belum pernah melihat dan mengenal siapa ibunya Emily namun ia pernah melihat foto ibu Emily, dan benar saja Ibunya Emily begitu mirip hanya saja Emily berbeda persinya..
" iya... dan gue tau itu semua dari mulut Om gue sendiri, dan juga tante Azahra," kata Emily pelan.
" Astaga," gumam Gadis masih tak percaya.
" sebelum om gue tau siapa gue, dia memang mengejar ngejar gue, tapi...setelah dia tau gue ini keponakan yang dulu ia jaga dan lindungi, dia malah seakan tak terima itu," kata Emily lirih.
" bahkan dia sepertinya menyesal telah menyentuh gue," kata Emily menangis.
" bahkan setelah gue mengatakan yang sebenarnya tentang perasaan gue, dia hanya diam tak bersuara, seakan akan mengatakan sama gue untuk menjauhinya," kata Emily lagi.
" karena gue gak mau melihat raut wajah penyesalan itu, akhirnya gue mengatakan padanya untuk tak usah mencemaskan apa yang terjadi di antara kita berdua, bahkan gue mengatakan padanya untuk beranggapan apa yang terjadi di antara kita berdua, tak pernah terjadi apa apa," kata Emily lagi.
" lalu respon dia bagaimana," tanya Gadis lagi.
" ya gitu... dia malah bertanya bagaimana nanti kalo gue hamil anaknya," gumam Emily pelan.
" seakan ia benar benar tak mau dan tak ingin tanggung jawab, karena gue merasa kesal dan marah padanya, gue jawab saja kalo gue akan mengugurkan kandungan gue jika gue nantinya hamil anaknya," kata Emily pelan.
" astaga," ucap Gadis tak percaya.
" Coba lu bayangin jika lu berada di posisi gue, apa yang akan lu lakukan dis," tanya Emily putus asa.
" apa pikiran lu akan sama seperti gue," kata Emily pelan.
" intinya lu gak mau lihat om lu itu merasa terbebani kan, karena ini semua salah lu, jika gue berada di posisi kaya lu, gue juga pasti sama akan lakuin apa yang lu lakuin sekarang," kata Gadis pelan.
" gue juga bingung, Dis, gue harus kaya gimana, jika gue menikah sama om gue itu, selamanya Om gue itu akan membenci gue, karena gue sudah membohonginya dan mungkin ia mengira kalo gue menjebaknya," kata Emily lagi.
" lalu...kalo gue gak menikah dan gue hamil anaknya," ucap Emily lirih.
" ya pasti lu akan malu lah, iya kan," tebak Gadis tepat dan Emily mengagguk.
" begini saja, jika nanti lu hamil, lu jangan kasih tau siapa pun, rahasia ini hanya lu dan gue aja kan yang tau," tanya Gadis.
" tidak, Bukan hanya kita, om Jordan tau semuanya Dis," kata Emily pelan.
" apa...jadi om Jordan tau kalo lu dan om James sudah melakukan itu," tanya Gadis tak percaya dan Emily pun mengangguk.
__ADS_1
" lalu apa reaksi om lu itu," tanya Gadis lagi.
" ya gitu...om gue marah semarah marahnya, bahkan ia bilang kalo gue wanita murahan," kata Emily kesal ketika mengingat ucapan Jordan saat itu.
" emangnya lu gak ngerasa kaya gitu," kata Gadis yang malah membuat Emily semakin kesal.
" ya gue tau gue seperti wanita murahan, bahkan gue seperti pelacur, tapi kan itu semua gue lakukan karena gue cinta sama om gue Dis," kata Emily membela dirinya.
" Itu bukan cinta, tapi bodoh," kata Gadis mencibir.
" seharusnya lu buat om lu itu mengejar ngejar lu, dan ketika om lu udah jatuh cinta sama lu, baru lu bilang kalo lu itu keponakannya," kata Gadis aneh kenapa ia begitu pintar saat ini.
" lu telat kasih tau gue nya Dis, semuanya sudah terjadi, dan tak bisa terulang lagi," kata Emily pelan.
" terus lu sekarang maunya apa dan bagaimana," tanya Gadis pelan.
" entahlah gue gak tau, biar waktu dan kehendak Tuhan saja yang menjawabnya," ucap Emily pelan.
tiba tiba Emily merasa mual dan ia pun berlari ke dalam kamar mandi, karena cemas Gadis pun mengikutinya di belakang.
Uek...
Uek...
Uek...
" lu jangan Kesini, gue lagi muntah ini Dis," kata Emily enggan.
" gak apa apa, lu kan sahabat gue, masa gue diem aja lihat lu kaya gini," kata Gadis lembut dan Emily pun kembali muntah muntah lagi.
Mendengar suara Emily yang seperti muntah muntah Azahra langsung masuk begitu saja karena Azahra membawakan secangkir Teh hangat untuk mereka berdua..
" Emi," panggil Azahra cemas dan langsung masuk Begitu saja.
" Ada apa sayang," tanya Azahra cemas dan ia pun menghampiri Emily.
" kayanya Emi masuk angin deh tan," kata Gadis pelan.
" astaga, tentu saja, kau kan habis berlayar pasti mual karena masuk angin," kata Azahra pelan dan ia pun mengambil teh hangat yang baru saja ia buat untuk mereka berdua..
" ini... minum ini, biar agak enakan perutnya nanti," kata Azahra lembut.
__ADS_1
Emily pun meminum Teh hangat itu dan benar saja perutnya langsung agak mendingan tak merasa mual lagi.
" terimakasih Tante," kata Emily pelan.
" sama sama sayang," kata Azahra lembut.
" apa kepalanya pusing atau bagaimana sayang," tanya Azahra lagi.
" tidak kok tan, kepala Emi tidak pusing sama sekali," kata Emily lagi.
" ya sudah istirahat lah, jangan dulu kerja kalo mualnya masih ada ya sayang, lihat...wajahmu aja sangat pucat seperti itu," kata Azahra lagi dan Emily pun mengagguk.
" kalo gak... kita ke rumah sakit saja ya sayang, takutnya nanti kamu kenapa napa," kata Azahra lagi.
" gak usah tan, Nanti juga Emi pasti baikan lagi, setelah emi istirahat nanti." ucap Emily pelan.
" ya sudah, kalo ada apa apa, panggil Tante saja ya sayang," kata Azahra lembut.
" di minum ya sayang, teh sama kue nya," kata Azahra pada Gadis dan gadis pun mengagguk.
" lu beneran gak apa apa," tanya Gadis cemas karena melihat Emily sangat pucat.
" gue baik baik aja kok, cuma agak lemas aja sih, mungkin karena gue belum makan kali ya," kata Emily pelan.
" ya sudah gue ambilin ya makanannya, biar lu gak merasa mual lagi nantinya," kata Gadis beranjak turun untuk mengambilkan makanan untuk Emily.
" Kenapa gue ngerasa mual ya," gumam Emily aneh.
" mungkin karena gue terlalu makan angin laut kayanya, makanya bisa masuk angin kaya gitu," kata Emily lagi.
tak lama Gadis pun tiba membawa makanan dua piring untuk Emily dan dirinya karena Tante Azahra memintanya untuk menemani Emily makan juga di sana.
Emily dan Gadis pun makan dengan tenang dan tak memikirkan Emily yang tengah mual tadi, karena mereka berdua berpikir jika Emily hanya masuk angin saja.
*********
Dua hari kemudian...
Emily sudah berada di rumah om Jhonatan lagi, Emily sudah membaik dan ia tengah berlatih kemampuannya dalam ilmu beladiri.
ia seorang diri tengah berlatih
__ADS_1