Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 28 Perasaan James...


__ADS_3

19 : 00 wib...


" tuan..di depan kita ada dua kapal sedang berlayar, namun saya belum tau kapal yang mana yang menculik nona," kata anak buah Jordan pada Jordan.


" benarkah, kalo begitu suruh anak buah mu untuk menyelidikinya salah satu, aku tidak mau kita membuang waktu dengan menangkap, penculik yang salah." kata Jordan lagi.


" baik tuan," kata anak buah Jordan sigap.


DI TEMPAT LAIN....


18 : 30 wib..


setelah selesai mandi sore, Emily tak bosan bosannya melihat lihat kapal Feri milik om nya ini,


ia menyusuri lorong dan tak sengaja melihat ruangan kerja milik James yang terbuka,


ia pun masuk dan melihat lihat di sana, tanpa sengaja ia melihat foto ibunya dan om James serta salah satu wanita yang Emily sedikit tak kenal berada di sana.dan mereka berfoto bertiga.


" bunda," ucap Emily sedih, ia menatap wajah yang memang begitu mirip dirinya hanya saja Emily terlihat berbeda,


" bukankah ini tante Azahra, jadi wanita ini tante Azahra," gumam Emily menatap foto wanita yang bersama ibundanya.


" ternyata mereka sangat dekat satu sama lainnya," aneh melihat mereka bertiga begitu dekat satu sama lainnya.


" apa tante Azahra tau kalo ibu dan om James memiliki hubungan," gumam Emily penasaran dan memandang foto foto tersebut.


ia pun melihat lihat sekeliling ruangan itu dengan takjub, semua buku buku berjejer rapi di sana,


ketika Emily melihat lihat buku buku di atas meja, tak sengaja ia melihat kalung berliontin batu daimon yang cantik tergelatak di sana dan kalung itu sepertinya belum selesai.


karena penasaran Emily pun mendekati kalung itu dan melihatnya lebih dekat.


" Emily," gumam Emily membaca namanya di batu daimon itu dan ia pun memegang kalung itu.


( apa kalung ini untukku,) pikir Emily tersenyum.


" cantik," gumam Emily mencoba memakai kalung yang belum selesai itu.


" sedang apa kau di sini," tanya James lembut dan membuat Emily terkejut bukan main.


" astaga... apa kau tak punya kaki hah, tiba tiba berada di belakangku begitu saja," kata Emily kesal karena om nya selalu membuatnya terkejut dan Emily melihat omnya yang begitu tampan dan menawan sedang bersandar di pintu ruangan itu dan menatapnya dengan lucu.


James hanya tersenyum melihat kekesalan Emily.


" salah kau sendiri kenapa sampai termenung seperti itu, hingga kedatangan aku saja tak kau ketahui," ucap James menghampiri dan terus memperhatikan Emily karena hari ini Emily begitu cantik.


apa lagi ketika ia memakai kalung yang seharusnya untuk Emily keponakannya.


" apa kau suka dengan kalung itu," tanya James pelan.


pertanyaan James membuat Emily terdiam apakah ia tau siapa Emily ini.


" kalung ini sangat cantik," ucap Emily jujur.


" benarkah, kalung itu untuk keponakan ku, namanya Emily," ucap James lagi.


Emily merasa lega ternyata James tak tau siapa dirinya.


" kalungnya sangat cantik," ucap Emily tersenyum.

__ADS_1


" kalau kau suka, aku akan membuatkannya lagi untukmu nanti," ucap James lembut.


" kenapa tidak kalung ini saja untukku," ucap Emily pelan.


" tidak bisa, itu untuk keponakanku, lagi pula di liontin batu daimon itu ada namanya," kata James lagi.


" jika kau menyukainya aku akan membuatkannya lagi untukmu nanti," ucap James lagi.


" baiklah... terserah padamu," kata Emily dan ia pun melepas kalung itu dan menyimpannya kembali dimana pertama kali Emily melihatnya.


" apa kau marah," tanya James lembut.


" tidak, untuk apa aku harus marah," ucap Emily pelan.


" aku pikir kau marah," ucap James dan mendekati Emily dan memeluknya.


" kau begitu cantik," ucap James lembut dan memeluknya di belakang.


" terimakasih," kata Emily enggan dan melepaskan diri dari pelukan James.


karena ia merasa kalo James memujinya hanya karena ia terlihat begitu mirip ibunya.


" ada apa, apa kau tak suka aku peluk seperti itu," tanya James pelan.


" aku ingin pulang," ucap Emily lirih.


" aku tau, tapi untuk kali ini kau temani aku dulu untuk menuju tujuanku," kata James lembut.


" maksudmu menjadi budak *** untukmu selama dalam perjalananmu," ucap Emily lirih.


" kenapa kau berpikir seperti itu," tanya James pelan.


" apa kau lupa, aku ini masih tunangan keponakan mu," kata Emily lagi.


" cukup," ucap James marah dan kesal karena Emily mengatakan yang tak pernah terpikirkan olehnya sedikit pun.


Emily terdiam karena baru kali James terlihat marah seperti itu.


dengan sekuat tenaga James mengendalikan amarahnya.


" pertama, aku tak pernah menganggapmu budak sexku," kata James lirih.


" aku... aku hanya menyukaimu itu saja," kata James lagi.


" dan yang kedua, kau tak akan pernah menikah dengan keponakan ku, aku pastikan itu, karena sekarang kau kekasihku," kata James lagi.


" mau tak mau, kau tak punya pilihan lain selain menjadi kekasihku, karena kemana pun kau pergi, aku akan yakinkan padamu, kau tak akan bisa menjauhiku, apa lagi pergi dariku, apa kau mengerti Emi," ucap James tegas.


" sekarang kita makan dulu, bukankah ini waktunya untuk kita makan malam," ajak James pelan,


dan mau tak mau Emily pun mengangguk menuruti apa yang di katakan James padanya.


James membawa Emily ke meja makan yang sudah disediakan makanan enak di sana.


dan Emily pun duduk berlahan di sana dan memakan makanan yang disediakan Sakira.


" kenapa kau terus menatapku seperti itu," tanya Emily risih karena di tatap seperti itu oleh Om nya sendiri.


" entahlah...aku merasa jika aku tak menatapmu kau akan menghilang dari pandanganku" ucap James pelan.

__ADS_1


" dan aku harap, aku bisa menghilang dari hadapanmu," ucap Emily sinis.


" hahahaha....apa kau membenciku," tanya James lembut.


" tidak, aku tidak membencimu," kata Emily pelan.


" justru aku mencintaimu," kata Emily setengah berbisik.


" kau mengatakan apa," tanya James berpura pura tak mendengar apa yang di katakan Emily padanya.


padahal ia benar benar jelas mendengar apa yang di katakan Emily padanya,


" tidak ada, aku tidak mengatakan apa apa," ucap Emily melanjutkan makannya.


" entah kenapa aku malah merasa kau mengatakan kau mencintaiku," kata James menyelidik.


" benarkah, kurasa kau salah dengar," kata Emily lagi.


" lagi pula bukankah kau sudah memiliki wanita yang kau cintai," tanya Emily pelan.


" benar..itu benar," kata James tersenyum getir.


James menghela napas begitu berat dan panjang.


" aku memang mencintainya, tapi Tuhan lebih mencintai dirinya," kata James pelan dan Emily seperti mendengar nada sedih dalam bicaranya.


" maksudmu," tanya Emily pura pura.


" dia sudah meninggal, dan aku tak bisa memilikinya," kata James pelan.


Emily terdiam...ia merasa sakit saat mendengar James mengatakan seperti itu.


" apa kau mencintainya," tanya Emily pelan James pun menatap mata Emily dan mengatakan.


" ya....aku mencintainya," kata James lirih seakan ia mengatakan itu pada Emily.


" jangan mengatakan itu padaku apa lagi memandang ku seperti itu, seakan aku wanita itu," ucap Emily kesal.


" kau memang mirip dengannya," ucap James menatap Emily.


( tapi aku bukan ibuku,) pikir Emily kesal.


" tapi aku bukan wanita itu," kata Emily lagi.


" aku tau..." ucap James lirih.


" kau bukan dirinya, hanya saja wajahmu begitu mirip dengannya," kata James dan menatap Emily dalam.


" jika kau tau siapa aku, kau mungkin akan terkejut sampai mati," kata Emily sinis.


" benarkah, memangnya siapa kamu," tanya James lembut.


" aku...." baru saja Emily mau mengatakan siapa dirinya ada seseorang memanggil James dengan nada takut dan cemas.


" tuan...tuan... tuan," panggil seseorang berlari menghampiri James yang tengah makan bersama Emily.


" ada apa," tanya James pada awak kapal yang berlari menghampiri nya.


" ada perompak tuan, dan mereka mencari tuan," kata Awak kapal itu ketakutan.

__ADS_1


" tunggu di sini, ini pasti sangat berbahaya," kata James pada Emily agar menunggunya di sini.


__ADS_2