
om om Emily sedang berada di kapal feri yang Jhonatan sewa beberapa jam lalu dan mereka sedang mendiskusikan sesuatu ketika kapal Feri itu baru saja berlayar beberapa jam lalu untuk mencari Emily.
" apa kau mengenal orang itu Jo," tanya Jhonatan pada Jordan.
" siapa namanya tadi," tanya Jacky.
" namanya Brown, apa kau mengenalnya," tanya Jhonatan lagi pada adiknya yang lain.
" kurasa aku tak mengenalnya kak, bagaimana denganmu Jo, siapa tau laki laki yang bernama Brown itu, musuh terdahulu mu saat kau masih menjadi mafia, dan mungkin sekarang ia menuntut balas lewat Emily." tanya Jacky lagi.
" entahlah, aku tidak tau," jawab Jordan mengingat ingat nama itu.
" seingat ku, aku tak mengenal atau pun mengingat nama itu," ucap Jordan yakin.
" dan aku tak perduli penculik itu siapa, apa pun yang terjadi aku akan membunuhnya, karena dia sudah berani menculik keponakan tersayang ku," kata Jordan marah.
DI TEMPAT LAIN...
Emily sedang memikirkan bagaimana cara agar ia bisa keluar dari sini, apa lagi sekarang sudah malam dan pastinya laki laki bajingan yang Emily sebut om itu akan menemuinya nanti.
tak lama terdengar suara ketukan di pintu.
James membawa senampan makanan besar untuk di bawa ke kamar yang di tempati Emily.
sebelum masuk James pun mengetuk pintu kamar itu terlebih dahulu.
tok..
tok..
tok..
" Emi, ini aku," ucap James di balik kamar Emily.
" lepaskan aku berengsek," maki Emily di dalam kamarnya.
" aku membawa makanan untukmu," ucap James pelan.
ketika membuka kunci pintu dan memutarnya untuk membukakan pintu itu agar terbuka.
belum sempat masuk ada patung kecil melayang melawati kepala James dan hampir saja mengenainya kalo saja James tak sigap dan langsung merunduk ketika barang itu melewatinya..
__ADS_1
" keluar, dasar bajingan,jangan menemui ku," ucap Emily dan meleparkan lagi satu barang ke arah James mau tak mau James pun menutup kembali pintu itu karena Emily meleparkan barang ke arahnya.
" hentikan itu Emi, aku membawa makanan untukmu, jika kau terus meleparkan barang seperti itu makanan yang aku bawa untukmu akan tumpah," ucap James panjang lebar.
" aku tidak mau makan, aku mau pulang, lepaskan aku, dasar bajingan," upat Emily kesal.
" mana mungkin aku melepaskanmu setelah apa yang kau lakukan padaku,," gumam James lembut.
" dasar pria berengsek, bajingan , kurang ajar,lepaskan aku," kata Emily berteriak di dalam.
" aku akan masuk," ucap James meletakan makanan yang ia bawa di bawah..
" kalau kau masuk, kau akan mati," ucap Emily geram.
" mati pun tak apa apa, asal aku bisa mencicipi tubuh mu lagi." kata James lagi..
" dasar cabul, kurang ajar, lepaskan aku," kata Emily kesal.
" kubilang aku tak akan melepaskan mu, aku akan masuk," ucap James lagi.
" jangan salahkan aku, kalau kau mati nantinya," balas Emily dengan nada sengit.
James pun masuk..belum juga sepenuhnya James masuk Emily dengan cepat meleparkan barang barang yang bisa ia jangkau.. namun James dengan lihai menghidari barang barang itu..
" dasar setan,! penjahat,! bajingan,! kurang ajar,! keparat,! cabul,! berengsek,!" maki Emily dengan nada marah dan kesal saat melempar barang ke arah James yang selalu di hindari James dengan mudah.
James melihat Emily yang tengah berdiri di sisi ranjang dan meleparkan barang barang yang bisa ia jangkau..
dan ketika James melihat barang yang Emily lempar mulai habis ia melihat Emily berlari dengan menaiki tempat tidur untuk menuju sisi kamar tidur lainnya yang ada lampu kecil.
James pun berlari menghampiri Emily yang tengah berlari ke sisi ranjang satunya untuk mengambil lampu kecil untuk ia lemparkan pada James.
dengan secepat kilat James lebih dulu menindih tubuh Emily di bawah tubuh nya yang besar dan ia mencekal kedua tangan Emily dengan kuat.
" lepaskan aku dasar berengsek," ucap Emily sambil berusaha melepaskan diri dari kungkungan tubuh James yang menindih tubuhnya.
" sampai dimana tadi kau memakiku, bajingan, cabul, kurang ajar, berengsek," ucap James terkekeh geli saat melihat Emily kesal dan marah yang malah membuat Emily terlihat Cantik di matanya.
" aku ingin mendengar sebutan apa lagi yang cocok untukku, dari mulut manis mu itu," ucap James mencekal tangan Emily di atas kepalanya.
" lepaskan aku, lepaskan aku dasar bajingan," ucap Emily kesal dan marah.
__ADS_1
" kau akan menyesal jika kau menyentuh ku lagi," kata Emily lagi.
" benarkah, justru aku akan menyesal jika aku tak menyentuhmu sekarang," ucap James lagi.
" apa kau tak ingat, cara kau memeluk ku saat itu," goda James dan membuat Emily merona ketika mengingatnya lagi.
" hentikan," kata Emily merasa malu.
" apa kau lupa saat tubuhmu menginginkan tubuhku, dan begitu pun sebaliknya aku sangat menginginkan tubuhmu dan juga ******* mu itu lagi.," ucap James lagi.
" hentikan," ucap Emily lagi ia benar benar tak tahan dengan apa yang James lakukan ketika tangan itu menyentuh seluruh bagian tubuhnya yang sensitif,
namun tubuhnya beraksi lain dengan ucapannya apa lagi ketika James mencium bibir Emily dengan rakus dan menuntut.
Emily terbuai ciuman dan sentuhan lihai James..
" aku tau kau juga mau sayang," ucap James lembut dan mencium kembali bibir ranum itu.
tubuh Emily tak bisa berbohong, ia begitu mendambakan sentuhan James lagi.
tak terasa keduanya sudah tak berpakaian, James mau pun Emily sudah gelap akan nafsu keduanya sehingga tanpa sadar Emily tak berontak lagi ketika tubuh mereka bersatu, hujaman itu membuat Emily kesakitan sekaligus kenikmatan yang tak bisa di ucapkan.
" aku benar benar gila akan dirimu, sayang," ucap James lembut ketika hentakan demi hentakan ia lakukan.
Emily tak bisa menjawab apa yang di katakan James padanya ia terlalu fokus ketika nafsu menguasai dirinya sehingga suara ******* tanpa sengaja keluar dari mulutnya..
" dan aku benar benar menyukai suaramu saat kau mendesah di telinga ku," ucap James lagi.
Emily dan James semakin hilang akal dan semakin memuncak bahagia ketika keduanya mencapai puncak bersama dan mereka berdua pun ambruk bersamaan.
" terimakasih sayang, aku benar-benar menyukaimu," ucap James sebelum tertidur pulas..
( apa dia pikir aku ini wanita yang di Cintainya itu, makannya dia bilang seperti itu padaku,) dalam hati Emily sedikit sedih.
baru saja ia ingin pergi dari pelukan James, James malah memeluknya erat..
" tetaplah di sini, Regan," gumam James saat terlelap dan memeluk nya erat
( Regan.. dia memanggilku Regan,) batin Emily bertanya.
( jadi nama wanita yang di Cintainya itu Regan,) dalam hati Emily sedikit sakit saat mendengar James memanggil nama wanita lain padahal ia dan dirinya baru saja melakukan hal yang seharusnya tak ia lakukan dari awal dan sekarang ia menyesalinya...
__ADS_1
Emily menangis karena ia benar benar bodoh telah menyukai omnya yang mencintai wanita lain.