
" lalu apa yang akan kamu lakukan kalo kamu sampai hamil, anaknya Emi," tanya Jordan pelan setelah beberapa saat kemudian.
" hamil, itu tidak mungin om Jo, aku dan dia saja melakukan itu hanya dua kali," kata Emily aneh.
" jadi mana mungkin aku bisa hamil," kata Emily tak percaya.
" jangan meremehkan kuasa Tuhan Emily, Ibundamu saja melalukan itu sekali langsung hadir kamu dalam perutnya," kata Jordan pelan.
" apa... itu tidak mungin," tanya Emily tak percaya.
" apa ibunda melakukan hal yang sama seperti ku," tanya Emily aneh.
" itu benar, ibumu hamil saat ia Berusia 15 tahun sayang, dan kata ibumu juga dia melakukan itu hanya sekali bersama ayahmu, dan lihat... kau hadir dalam kehidupan mereka," kata Jordan pelan.
" benarkah," tanya Emily tak percaya.
" kau tak percaya, kita lihat saja, jika kau hamil nanti dalam beberapa Minggu, kita tentukan siapa yang benar," kata Jordan pelan.
" dan ketika kau nantinya hamil, apa yang akan kau lakukan," tanya Jordan lagi lebih pelan.
" aku akan menggugurkan bayi itu," ucap Emily asal.
" seperti apa yang tadi aku katakan pada om James," ucap Emily lagi.
" apa... menggugurkan," tanya Jordan tak percaya.
" iya.." ucap Emily pelan.
" apa kamu tak waras Emi, memangnya apa salah bayi itu hingga kamu mau menggugurkan bayi itu jika kamu hamil, bayi itu tak bersalah Emily," tanya Jordan tegas dan sedikit marah karena mendengar apa yang di katakan keponakannya ini.
" lalu... apa aku harus membesarkannya tanpa seorang ayah," tanya Emily.
" aku tidak mau itu om Jo," kata Emily lagi.
" kalo begitu kenapa kau tak menikah saja denganya," kata Jordan pelan.
" menikah, lalu setelah menikah dia akan membenciku selamanya, aku tidak mau om Jo, aku tidak mau menikah dengannya hanya karena terpaksa," tukas Emily keras kepala.
" lebih baik aku memilih untuk menggugurkan bayi itu jika memang aku hamil nantinya," kata Emily lagi.
" Emily..." panggil Jordan lembut.
" pikirkanlah baik baik nak, jangan menyimpulkan keputusan dengan api amarah," kata Jordan lembut.
" ibumu saja bisa melewati itu, kenapa kamu tak bisa," kata Jordan pelan.
__ADS_1
" ibunda dan aku berbeda om Jo, ibunda dan ayah saling mencintai, sedangkan aku dan Om James, hanya aku yang mencintainya," kata Emily lagi.
" baiklah, terserah padamu, namun jika kau hamil dan kau menggugurkan anak itu, jangan pernah anggap om mu ini, om mu lagi," kata Jordan kecewa.
" dan satu lagi.... tutupi lah lehermu itu, jangan sampai Kak Natan tau, kau tau betul bagaimana perangai Om mu yang satu itu padamu," kata Jordan menasehati keponakannya yang keras kepala, Emily hanya bisa mengagguk saja.
ia benar benar lupa tentang om yang satunya itu, om Jhonatan sangat begitu menyayanginya sehingga akan melakukan apa pun untuk melihat Emily bahagia..
dan pasti om Natan akan kecewa jika ia dan om James telah melakukan perbuatan yang seharusnya tak mereka lakukan.
Emily terdiam di dalam kabinnya setelah beberapa saat om nya itu pergi.
" mana mungkin aku tega menggugurkan bayi ini jika memang aku hamil nantinya," kata Emily lirih dan memegang perutnya.
" apa aku akan Setega itu," gumam Emily lagi.
" bagaimana pun, bayi itu tak bersalah," kata Emily lagi..
Kapal feri milik omnya ini terus berlayar sampai menuju dermaga.
********
DI RUMAH JACKY....
" Emi," panggil Azahra begitu cemas dan senang saat melihat Emily pulang dengan selamat.
Emily langsung di peluk oleh Azahra dan bergantian oleh tante tante nya yang lain..
mereka semua begitu cemas dan khawatir pada Emily.
" apa kau baik baik saja sayang," tanya Angela.
" aku baik baik saja tante, lihat aku tidak apa apa kan," kata Emily pelan.
" astaga sayang, kau membuat kami semua cemas dan khawatir padamu," kata tante Klarisa cemas.
" aku baik baik saja tante," ucap Emily tersenyum sayang pada semua tantenya karena mencemaskan dirinya.
" ya sudah... ayo masuk dan kita duduk di dalam rumah, dan kau Ceritakan bagaimana sebenarnya kejadian itu," kata Azahra lembut dan membawa Emily kedalam dan mendudukkannya di ruang tamu yang begitu besar dan luas yang begitu Emily kenal.
Semua keluarga Malori duduk di sana menunggu bagaimana cerita Emily yang di culik itu.
" bagaimana ceritanya sayang, kau bisa jelaskan," tanya Azahra pelan.
Emily hanya terdiam ia tak tau harus memulainya dari mana, karena merasa penasaran Angela pun bertanya pada suaminya.
__ADS_1
" Natan, apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang menculik Emily," tanya Angela istrinya.
" lebih tepatnya, Emily bukan di culik sayang," kata Jhonatan pelan.
" karena James yang membawa Emily, bukan penculik," kata Jhonatan.
" James," tanya semua tantenya hampir bersamaan dan mereka tak percaya itu.
" kalo Om James yang membawa Emily, kenapa mereka membuat Emily pingsan pah," tanya Juna aneh karena ia melihat penculik itu membawa Emily dengan keadaan pingsan.
Jordan hanya diam tak bersuara karena ia tau bagaimana cerita sebenarnya dari Emily,
" katanya itu untuk mengasah kemampuan ilmu beladiri Emily, Nak," kata Jhonatan lagi pada putranya yang sama sekali tak mengerti jalan pikiran om nya itu namun ia tak memprotes apa yang di katakan papahnya padanya, hanya saja ia merasa janggal tentang apa yang di alaminya kemarin saat melihat Emily di culik.
" Astaga, James benar benar keterlaluan, bagaimana kalo Emily syok, atau apa, apa James tak memikirkan Kesana," kata Azahra marah karena mencemaskan keadaan Emily.
" tante tenang aja, aku baik baik saja kok, lagi pula, om James juga tak melakukan apa pun. padaku," kata Emily meyakinkan semuanya, dan semuanya percaya terkecuali Jordan yang memasang wajah masam dan jengah, karena Emily terus saja melindungi James.
" Kau akan menginap di sini kan sayang," tanya Azahra lembut,
Emily pun menatap Om nya dan langsung bertanya pada om nya itu.
" boleh kan om Natan," tanya Emily pada Jhonatan.
" tentu boleh sayang," kata Jhonatan lembut.
Akhirnya Emily pun menginap di rumah Azahra dan ia sedang bersama bayi kecil yang sedang tertidur pulas di ruang bayi.
Emily terus saja memperhatikan bayi itu yang tengah tertidur..
Om Jhonatan dan Om Jordan sudah pulang ke rumah masing masing dan besok ia akan pulang ke rumah om Natan dan akan di antar oleh Om Jacky.
" apa aku menginginkan bayi seperti ini," gumam Emily pelan dan ia tersenyum getir saat menghayal jika ia nanti memiliki seorang anak.
" Emily," panggil Azahra lembut dan itu membuat Emily terkejut karena ia pikir tantenya ini mendengar apa yang ia katakan.
" iya tan," ucap Emily was was.
" apa Zura belum bangun sayang," tanya Azahra pelan.
" belum tan, kayanya Zura sangat nyenyak tidurnya, aku ganggu saja tak bangun bangun," ucap Emily tersenyum..
" apa kau baik baik saja, sayang," tanya Azahra lembut.
" aku baik baik saja tante," ucap Emily pelan.
__ADS_1
" ya sudah kalo begitu istirahatlah, pasti kamu lelah kan," kata Azahra lagi dan Emily pun mengagguk menuju kamarnya yang biasa ia tempati jika ia tinggal di sini.