Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 24 Tinggal Di Kapal Feri


__ADS_3

" dasar om James gila, cabul, kurang ajar," ucap Emily didalam kamar dan Mundar mandir karena cemas.


" gue gak menyangka kalo om James seperti ini," gumam Emily baru tau jika om nya seorang laki laki yang berengsek.


" tadi apa katanya, wajah gue seperti seseorang yang ia cintai, tapi siapa," tanya Emily penasaran.


" siapa wanita itu," ucap Emily lagi memikirkan seseorang yang di cintai James.


" lalu apa yang harus gue lakukan sekarang, gue gak mau om Jams menyentuh gue lagi nanti malam, apa lagi dia hanya menganggap gue seperti wanita yang ia cintai itu, dan gue juga gak tau siapa wanita itu." ucap Emily lagi..


ia pun mengelilingi kamar itu mencari cela siapa tau ia bisa keluar dari kamar ini.


" tapi.. jika keluar pun mana bisa gue keluar dari sini, ini kan lautan, kalo pun gue berhasil keluar, masa iya gue harus berenang, yang ada nanti gue di makan ikan hiu," ucap Emily lagi dan ia pun duduk pasrah,


" om Natan, tolong om," ucap Emily pelan.


" gue harap om Natan cepat kemari dan memarahi om James karena sudah menculik gue," ucap Emily lagi.


tiba tiba perutnya berbunyi..


gruwuk..


gruwuk..


gruwuk..


" astaga...perut gue laper lagi, mana belum makan gue," ucap Emily,


" mana gak ada makanan di sini lagi," ucap Emily lagi.


" om James benar benar kejam, seharusnya jika mau menculik seseorang, setidaknya sediakan makanan juga, biar korbannya tidak kelaparan," ucap Emily konyol.


Emily terkejut ia memikirkan apakah omnya seperti ini juga pada wanita lain.


" apa om James sering seperti ini ya," gumam Emily tak percaya.


" apa dia sering menculik seseorang, seperti ini juga," gumamnya lagi.


*********


13 : 00 wib...


James benar benar marah ketika tau jika gadis yang selama ini menghantui hidupnya itu adalah calon istri Juna keponakannya.


ia benar-benar tak percaya ternyata gadis kecil itu adalah calon keponakannya.


James tak terima jika gadis itu nanti menjadi bagian dari keluarganya, dan juga memanggilnya om seperti itu dan apa lagi menyaksikan jika gadis itu bermesraan dengan Juna keponakannya.


James sedang di kamar lainnya ia benar-benar tak bisa membuat gadis itu menyerah saja dengan mimpinya menikahi Juna, dan lebih memilih menjadi wanita simpanan dirinya saja, namun gadis itu tak mau menjadi simpanannya.

__ADS_1


tok...


tok...


tok...


" ada apa," tanya James marah ketika pintu kamarnya yang terbuka ada yang mengetuk.


" maaf tuan, apa perlu nona yang tuan bawa kemari itu di siapkan baju atau makan tuan, di kapal ini kan tidak menyediakan baju wanita tuan," tanya salah satu pelayan wanita.


" ah kau benar, aku sampai melupakan hal penting itu," ucap James pelan.


" buatkan saja makanan yang enak buat gadis itu, dan untuk baju aku sudah menyiapkan nya di tas yang itu, tolong nanti kau berikan padanya," kata James lagi dan menujukan keperluan perempuan itu berada di dalam tas coklat.


" baik tuan, kalo begitu saya akan membuatkan makanan enak untuk nona, kalo begitu saya permisi," ucap pelayan wanita itu lagi James hanya mengagguk ketika pelayan itu pergi.


kapal itu pun sudah berlayar melewati perkotaan dan akan menuju arah tujuan yang di inginkan James.


James sengaja tak mengganggu Emily karena ia ingin Emily istirahat,


DI KAMAR EMILY..


tak lama pintu kamar yang Emily tinggali pun ada yang mengetuk.


tok..


tok..


tok.


berlahan pintu kamar pun terbuka dan masuklah seorang wanita paruh baya mengenakan baju pelayan membawa senampan besar makanan.


dan sepertinya Emily sedikit mengingat wajah itu.


" permisi nona, saya membawa makanan untuk nona makan," ucap wanita itu lagi.


Emily hanya diam ketika wanita itu berbicara.


" dan ini perlengkapan, nona," ucap pelayan wanita itu lagi ketika menaruh makanan dan tas berwarna coklat di sana di dekat meja yang berada di sana.


" silahkan di nikmati makanannya nona," ujar pelayan itu lagi yang bernama sakira,


Emily baru ingat, ternyata wanita paruh baya inilah yang dulu merawatnya ketika di culik omnya ketika berusia 7 tahun saat itu.


ingin sekali Emily memeluknya namun ia urungkan, karena ia pura pura tak mengenal nya.


karena merasa tak enak hati Emily pun menjawab pelayan itu, karena menurut Emily tak sopan mengabaikan orang yang sedang berbicara, apa lagi ini semua bukan salah pelayan itu, seharusnya ia marah pada om nya yang sudah menculiknya.


" terimakasih," ucap Emily pelan.

__ADS_1


" sama sama non," ucap pelayan itu pelan


" apa... saya boleh bertanya," tanya Emily pelan pada pelayan itu.


" boleh non, non mau bertanya apa," tanya pelayan wanita itu lagi.


" kemana tuanmu mau membawaku," tanya emily pelan.


" oh tuan James, akan berlayar menuju Hindia non, beliau akan menemui saudagar terkaya yang menjadi teman bisnisnya di sana," ucap pelayan itu yang serba tahu.


" lalu kenapa dia membawaku, apa seperti ini jika dia berpergian selalu menculik seorang gadis terlebih dahulu," selidik Emily penasaran.


" tidak non, yang saya tau, tuan James tak pernah membawa gadis lain selain non di kapal miliknya ini," ucap pelayan itu lagi.


" dari mana kamu tau, mungkin kan dia menculik gadis lainnya diam diam," ucap Emily lagi.


" tidak non, saya bekerja dengan tuan James sudah lama, semenjak tuan James membeli kapal Feri ini 15 tahun lalu dan saya langsung bekerja di sini, saya tak pernah melihat tuan James membawa gadis lain selain nona," ucap pelayan itu lagi..


" ah begitu," ucap Emily dan anehnya ia merasa lega,


" apa kita akan terus berlayar ke Hindia tanpa berhenti," tanya Emily lagi.


" iya non, tuan James tak pernah menunda tujuannya, jadi selama tiga hari tiga malam kita akan berlayar ke sana," ucap pelayan itu lagi.


" astaga, 3 hari," ucap Emily putus asa.


" iya non, biasanya tuan James memang selalu seperti itu," ucap pelayan itu lagi.


" ah begitu..." ucap Emily pelan tak ada harapan untuk melarikan diri dari omnya ini.


" silahkan non, mumpung masih hangat," kata pelayan itu lagi sebelum pergi dan Emily pun mengangguk.


" terimakasih, Sakira," ucap Emily pelan.


" sama sama non," ucap pelayan itu lagi sebelum pergi.


( padahal males banget gue makan, cuma karena perut gue laper banget, ya udah deh makan aja,) pikir Emily pelan.


( mana mungkin kan om gue kasih racun pada makanan ini,) pikir Emily lagi.


seberapa pun James jahat padanya Emily tetap tak bisa membenci omnya itu,


bisa saja ia menghajar atau memukul omnya itu, namun karena Emily mencintai dan menyayangi om nya, ia tak mampu menyakiti orang yang ia cintai.


justru ia berharap om om yang lain nya lebih cepat menemukannya,


" kak Juna tadi lihat aku kan saat di culik," gumam Emily mengingat pertama kali ia di culik om nya ini, Emily sebelum di masukan ke dalam mobil ia mendengar Juna memanggil namanya saat itu.


" semoga saja om Natan gerak cepat," ucap Emily lagi.

__ADS_1


__ADS_2