
berlahan mata Emily terbuka ia merasa jika mulut, tangan dan kakinya di ikat namun ikatan itu agak sedikit longgar sehingga ia bisa membukanya.
" astaga... gue ada di mana," tanya Emily pada dirinya sendiri ia pun melihat lihat sekeliling yang sama sekali ia tak kenali, ia juga tak ingat jika semua rumah om nya tak ada yang seperti ini.
Emily melihat ada sinar dari jendela dan ia melihat langit yang begitu luas,
" dimana ini, kenapa tidak terlihat gedung gedung seperti di kota kota ya," tanya Emily lagi..
" terus kenapa terdengar seperti suara deburan ombak," ucap Emily lagi tak percaya.
ia pun melihat ke jendela ia berada di tengah lautan.
" astaga...kenapa gue ada di lautan ya," ucap Emily aneh.
" berarti ini di kapal dong, astaga, kenapa gue bisa ada di sini," ucap Emily semakin cemas.
ketika Emily mengingat ingat apa yang terjadi, tadi ia berada di pusat perbelanjaan saat itu, dan ia sedang menunggu kakak dan juga kekasihnya belanja, dan saat itu ia mengingat ada dua orang laki laki yang menghampirinya saat itu, dan ia pun tak ingat lagi...
" astaga...apa gue di culik ini," ucap Emily lagi dan ia tersentak kaget.
" bagaimana ini, bagaimana kalo penculik ini, minta uang tebusan, terus bagaimana kalo penculik ini pemerkosa, bagaimana kalo penculik ini pembunuh, atau penjual haram astaga bagaimana. kalo gue nanti dibunuh," gumam Emily panik.
ia teringat kembali ketika ia berusia 7 tahun saat itu ia di culik seseorang dan untungnya yang menculiknya itu omnya sendiri, bukan penjahat atau penculik yang suka membunuh, dan samar samar ia mengingat kapal milik omnya ini.,
" astaga..kali ini bukan om James juga kan yang menculik gue," ucap Emily pelan.
Emily benar benar terkejut saat pintu kamar itu terbuka dan ia benar benar tak percaya ternyata yang menculik nya omnya sendiri.
( om James,) batin Emily tak percaya..
" kau..." ucap Emily aneh melihat omnya yang ternyata penculiknya.
" kenapa, apa kau masih mengingatku, sayang," ucap James pelan dan senang karena ternyata gadis kecil ini masih mengingatnya.
" kenapa kau menculik ku," tanya Emily.
" kenapa, itu juga yang seharusnya aku tanyakan padamu," tanya James dengan tenang.
" apa maksudmu," tanya balik Emily tak mengerti.
" kenapa kau meleparkan tubuhmu padaku dua minggu lalu," tanya James penasaran karena ia ingin tahu kenapa gadis itu melakukan seperti itu.
__ADS_1
" dan kau meninggalkanku seperti seorang pelacur," ucap James kesal.
" apa kamu bilang, aku bukan pelacur," kata Emily kesal karena di katakan omnya seperti seorang pelacur.
" bukan kau, tapi aku," ucap James lirih.
" kau meninggalkanku bagai seorang pelacur yang sudah memuaskan mu, seharunya aku yang meninggalkanmu saat itu," kata James kesal saat mengingat kejadian itu.
( jadi dia marah karena aku meninggalkannya,) batin Emily aneh.
" kau tahu harga diri seorang laki laki itu sangatlah tinggi," kata James lagi.
" jadi kau menculik ku hanya ingin mengatakan itu" tanya Emily pura pura marah.
" tidak... bukan hanya itu," ucap James lembut.
" aku ingin kau menjadi kekasihku," ucap James.
( apa kekasih,) dalam hati Emily tak percaya.
" apa kau mengenalku," tanya Emily lagi memastikan jika om nya ini benar benar tak mengenalnya.
" tentu saja, kau Emi, wanita yang sudah tidur denganku," goda James sehingga membuat rona merah di pipi Emily terlihat karena Emily masih mengingat malam gairah itu.
" aku memang tidak mengenalmu, tapi wajahmu mengingatkan seseorang yang aku cintai," ucap James lirih.
( apa...jadi om James sudah memiliki seseorang yang ia cintai, tapi siapa,) tanya Emily dalam hati.
" tapi aku bukan orang yang kamu cintai itu," ucap Emily pelan dan terdengar sedikit sedih.
" memang benar, " ucap James pelan dan menatap Emily lembut
" apa kau tidak tau aku ini siapanya bagi keluarga om Jhonatan," ucap Emily memastikan jika om nya ini benar benar tak mengenalinya.
Emily berusaha memberi tau jika dirinya adalah keponakannya namun Emily tak memberi tau dengan pasti dan jelas, yang malah di salah artikan oleh James tentang kedekatan dengan Juna tadi di pusat perbelanjaan..
" oh...jadi kau ingin membahas siapa kau dimata Juna begitu," tanya James dengan nada cemburu.
" kak Juna, apa yang kau tau tentangnya hah" tanya Emily semakin cemas.
" kenapa...apa kau pikir aku tidak tau kalo dia itu kekasihmu," ucap James dengan nada sinis.
__ADS_1
" kekasih," tanya Emily aneh.
( jadi. om James pikir aku ini kekasihnya kak Juna,) batin Emily tertawa.
( apa sekalian saja aku membohonginya,) batin Emily lagi.
" hahahha kekasih, kau salah... bukan hanya kekasih, dia calon suamiku," kata Emily tegas.
perkataan Emily membuat James terbakar api cemburu karena Emily menyebut laki laki lain sebagai suaminya..
" kau tidak tau siapa aku, aku ini om nya Juna, dan kau sudah tidur bersama ku, kau pikir aku akan diam saja kau masuk dalam keluarga ku dengan membohongi Juna keponakanku," kata James kesal.
" aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan nya atau laki laki mana pun," kata James kesal.
" apa hak mu mengatakan itu hah," kata Emily mulai merasa kesal dengan apa yang di katakan omnya padanya.
" karena kau wanita tak benar, tercemar dan seorang pelacur," kata James marah.
" keluarga Juna tentunya takkan menerima wanita seperti itu di keluarganya," kata James lagi.
" mereka akan menerima ku," kata Emily marah.
" benarkah siapa kau, apa kau bagian dari mereka hah, kau hanya orang luar, kau tidak tau keluarga kami seperti apa," kata James lagi.
" jadi buang saja impianmu itu untuk menikahi keponakan ku, lebih baik kau menjadi pelacurku bukan kah aku sangat tampan,," kata James sinis sebelum menutup kembali kamar Emily
" bajingan, kurang ajar, dasar cabul, lepaskan aku, kau mau bawa aku kemana hah, aku mau pulang lepaskan aku,," teriak Emily di balik pintu.
" kita akan mengarungi samudra menuju Hindia, dan kau akan menemaniku dalam satu minggu ini," kata James di balik pintu kamar Emily.
" dalam seminggu...kita lihat saja, dalam dua atau tiga hari om Jhonatan pasti akan menemukan ku," kata Emily kesal.
" hahahaha... benarkah," ucap James terkekeh geli, karena James tau jika kakaknya yang itu sangat super sibuk, jadi tak mungkin bagi dirinya mencari, apa lagi menemukan gadis kotor seperti gadis ini.
" lebih baik kau pikirkan baik baik apa yang tadi aku katakan padamu," kata James.
" kau pikir aku mau jadi pelacur mu,hah," kata Emily kesal.
" bukankah kau pernah berkata, jika laki laki itu tampan, kau akan mempertimbangkannya," ucap James lagi
" pikirkanlah.. aku ingin nanti malam kau menurut seperti dua minggu yang lalu ketika kita berdua melakukan malam gairah itu," kata James menggoda Emily.
__ADS_1
" hentikan dasar bajingan, pergi sana, jangan mengatakannya lagi,," kata Emily kesal.
" baiklah... aku akan pergi, tapi nanti malam aku akan kembali," ucap James lagi sebelum pergi meninggalkan Emily lagi..