
Emily masih saja kepikiran tentang mingu lalu ia pergi ke rumah sakit dengan Gadis,
dan ia tengah termenung dan memegang perutnya yang masih Rata.
" Gak nyangka gue, benar apa kata om Jo, ternyata hanya sekali saja bisa tumbuh seorang bayi," gumam Emily pelan dan mengelus elus perut Emily yang masih Rata,
" tapi gue sama Om James, tak melakukan hanya sekali saja saat itu." kata Emily pelan dan terdengar lirih.
Tok...
Tok...
Tok...
terdengar suara ketukan di balik pintu kamar Emily.
" Emi sayang," panggil Angela pelan.
" iya Tante," jawab Emily dan membukakan pintu kamarnya.
" sedang apa," tanya Angela lembut.
" Emi, tidak sedang apa apa tan, ada apa? apa Tante butuh sesuatu dari Emi," tanya Emily pelan.
" tidak sayang, Tante hanya cemas saja, dari kemarin Tante perhatikan sepertinya kamu ada masalah," kata Angela lembut dan duduk di samping Emily.
" jika kamu butuh teman cerita Tante siap kok mendengar nya," kata Angela lagi.
Emily pun memandang Tantenya itu dan langsung memeluknya dan menangis...
" ada apa sayang," tanya Angela cemas melihat keponakannya seperti ini.
Emily benar benar tak bisa berbicara pada tantenya ini, ia tak sanggup menceritakan semua pada tantenya ini.
" Emi hanya merindukan Ibunda saja Tante," kata Emily berbohong ya walau pun dalam hatinya Emily memang sangat merindukan ibunya itu.
" Emi benar benar merindukannya," kata Emily pelan.
" sayang," kata Tante Angela dan memeluk Emily lebih erat dan lembut.
" Tante tau kau sangat merindukan ibumu itu, Bukan hanya kau yang merindukan nya sayang, kami juga," kata Angel lembut.
" jika memang kau sangat merindukan ibumu, temuilah dia di pemakamannya, sayang, kirimi lah ia do'a," kata Angela pelan.
" dan jika kau sudah Menemui nya, pasti hati dan pikiranmu tenang," kata Angela lagi.
__ADS_1
Emily pun mengangguk mengiyakan.
" kalo Begitu apa Emi boleh pergi ke sana, sekarang Tante," kata Emily pelan.
Emily benar benar tak tau harus bercerita pada siapa tentang masalahnya ini, dan mungkin jika ia menemui ibunya hati dan perasaannya akan tenang.
" tentu saja," kata Angel lembut.
Emily pun tersenyum senang karena tantenya mengijinkannya untuk menemui pemakaman ibunya.
********
Emily tengah berjongkok di depan pemakaman ibu dan juga ayahnya dan ia juga selesai mendoakan mereka berdua..
Emily datang Seorang diri ke pemakaman itu, karena ia ingin menenangkan hatinya yang sedang kacau.
" Bun...ayah... apa kabar dengan kalian berdua di sana," Gumam Emily pelan.
" apa kalian berdua bahagia di sana," ucap Emily tersenyum memandang kuburan ibu dan juga ayahnya.
" aku juga di sini bahagia Bun, yah, Om om ku sangat menyayangiku, dan selalu menjaga ku dengan baik," kata Emily lagi.
" tapi....ada sesuatu yang ingin aku katakan pada bunda dan juga ayah," gumam Emily pelan.
" aku harap, bunda dan ayah tak terkejut mendengar apa yang ingin aku katakan," gumam Emily lagi.
" Aku tau ibu dan ayah pasti sangat kecewa padaku, karena melakukan hal macam itu, apa lagi dengan Om ku sendiri." kata Emily lagi.
" tapi...aku benar benar Mencintai nya Bun, Yah, sampai sampai aku tak sadar kalo aku melakukan hal yang seharusnya tak aku lakukan bersamanya...," kata Emily lagi.
" aku harap bunda dan ayah mengerti apa yang aku rasakan saat ini," kata Emily lagi.
" maaf kan aku, bunda, ayah, aku benar benar minta maaf," kata Emily lagi.
" bun, Ayah, apa yang harus aku perbuat dengan bayi ini," kata Emily mengelus perutnya.
" apa aku harus membesarkannya, atau menggugurkan bayi ini, aku tak tau!! Bun, ayah tolong beri tau aku... apa yang harus aku lakukan dengan bayi ini,," kata Emily lagi dan ia menangis..
ingin sekali rasanya Emily gugurkan kandungan nya, namun dalam hati ia tak tega membunuh anak yang tak bersalah.
" apa yang harus aku lakukan Bun," kata Emily lirih..
Setelah Menemui makam ibu dan juga ayahnya hati dan pikiran Emily masih saja kacau, ia pun Menemui Tante Azahra mencoba melupakan masalahnya dengan bertemu Tantenya itu.
" lebih baik ke rumah Tante Azahra saja, siapa tau hati dan pikiranku tenang setelah bertemu Azhura," kata Emily tersenyum.
__ADS_1
Emily pun menuju rumah Azahra dan juga Om Jacky yang lumayan tak Jauh dari pemakaman di sana.
setelah sampai rumah itu Azahra benar benar terkejut melihat Emily berada di depan rumahnya..
" Emily.." kata Azahra kaget sekaligus senang melihat Emily di sana.
" astaga sayang, kenapa gak bilang bilang kalo mau ke sini," kata Azahra senang dan memeluk Emily.
" gak sengaja saja Tan, tadi habis dari pemakaman ibu dan juga ayah, sekalian saja mampir sini," kata Emily pelan.
" oh...kamu habis berdoa ya sayang, ya sudah ayo masuk, pasti Azhura sangat senang melihatmu ada di sini," kata Azahra senang.
Emily pun tersenyum senang karena bisa bertemu Tante dan juga sepupu kecilnya.
" apa Zhura tidak sedang tidur Tan," tanya Emily pelan.
" tidak sayang, tadi Azhura sedang main bersama Tante, nah itu dia," kata Azahra menujuk Azura sedang bermain bersama pengasuh nya.
Emily pun menghampiri Azhura dan memeluknya.
" halo...gadis kecil," kata Emily lembut dan mencium pipi gembul Zhura.
dan yang di cium Emily malah tersenyum senang karena Ternyata gadis kecil itu mengenal Emily, padahal bayi itu baru saja berusia dua bulan lebih.
" tuh kan lihat, kayanya Bayi tante ini benar benar merindukan mu sayang," kata Azahra pelan.
" sepertinya begitu Tan," kata Emily tersenyum.
" kenapa...kangen ya sama Aunty," kata Emily dengan bersuara yang lucu sehingga membuat Azhura tersenyum senang.
" Coba aja kalo ketawanya ada suaranya pasti semakin lucu nih si Endut," kata Emily gemas dan mencium pipi gembul Bayi kecil itu.
tiba tiba perut Emily merasa mual lagi ia pun dengan buru-buru memberikan Azhura pada tantenya dan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan apa yang ia rasakan..
Azahra semakin curiga saja karena Emily akhir akhir ini sering sekali mual, dan terkahir ia melihat Emily muntah muntah juga saat menginap di rumah ini, dan sekarang ia muntah lagi seperti seseorang yang sedang hamil.
Azahra pun mencoba berbicara pada Emily dari hati ke hati, ia pun tak mau memaksa Emily jika memang Emily nanti tak akan bercerita.
" apa kau sedang sakit sayang," tanya Zahra lembut dan ia memang benar benar cemas dengan keadaan Emily yang terlihat memucat dan lemas.
" tidak Tante, aku tidak kenapa Napa," ucap Emily pelan.
" sayang...bukannya Tante curiga atau bagaimana sama keadaan kamu, tapi dari kemarin kemarin Tante perhatikan kamu selalu saja mual dan muntah, terakhir kali kamu mual dan muntah saat menginap di rumah Tante, iya kan?, dan sekarang kamu mual dan muntah lagi di sini,, dan lihat... wajahmu juga pucat dan terlihat lemas," tanya Azahra benar-benar cemas.
" bagaimana kalo kita ke rumah sakit saja," ajak Azahra pelan.
__ADS_1
" tidak usah Tante, Minggu kemarin aku sudah ke rumah sakit," kata Emily jujur namun ia tak mengatakan pada Azahra jika ia memeriksa kandungannya.
" lalu...apa kata dokter sayang,kamu sakit apa," tanya Zahra cemas.,