
Emily pun sampai di rumah Gadis, Gadis benar benar terkejut saat melihat penampakan Emily yang amat sangat kacau,
untung saja di rumah Gadis tak ada siapa siapa karena kedua orang tua gadis sedang pergi ketempat saudaranya yang sedang menikah, Gadis tidak ikut karena hari ini adalah ujian penting baginya.
" lu dari mana sih Em, penampilan lu kacau banget," tanya Gadis penasaran.
" kepo banget sih lu ah, udah ya gue numpang mandi dulu," kata Emily berlalu menuju kamar mandi.
" Lu habis dari mana emang, semalam lu chat gue kalo om dan tante lu nanyain lu bilang kalo lu ada di sini.," tanya Gadis beberapa menit kemudian dan Gadis semakin kepo saja.
" semalam gue habis nginep, om sama tante gue gak tau gue nginep di mana, makanya gue bilang sama om dan tante gue kalo gue nginepnya di rumah lu," kata Emily di dalam kamar mandi.
Emily meringis ketika bagian miliknya terasa perih, dan Emily pun kembali teringat kejadian semalam yang menggairahkan..
" pantesan aja semalam om sama tante lu televonin gue, gue juga bingung semalam cari alesannya kaya gimana, untung aja om sama tante lu percaya kalo lu udah tidur, semalam," ucap Gadis lagi
" Iya sory sory," kata Emily meminta maaf.
" Eh lu punya seragam lain kan Dis," tanya Emily lagi.
" ada kok tenang aja," kata Gadis pelan.
" sip," ucap Emily di dalam kamar mandi.
tak berapa lama Emily pun selesai mandi dan berpakaian seragam milik Gadis,
" emang semalam lu nginep di mana," tanya Gadis semakin penasaran,
" kepo banget si lu," ucap Emily menggoda Gadis,
" iiih Emily, gue kan kepo em, lu dari mana emang," tanya Gadis lagi..
" gue habis nginep sama om gue," kata Emily pelan,
" om yang mana," tanya Gadis.
" om yang gue suka," ucap Emily Lagi.
" kok bisa," tanya Gadis semakin penasaran,
Emily pun menceritakan semua pada Gadis sahabatnya tentang kejadian bergairah semalam,
" astaga,, beneran lu udah gituan sama om lu," kata gadis tak percaya..
" hmm," ucap Emily ringan.
" terus om lu itu kenal sama lu gak," tanya Gadis lagi..
" Itu dia...Om gue gak kenal sama gue, masa gue di katakan pelacur sih," kata Emily kesal.
" lagian lu juga sih, ngapain ngikutin om lu sampai sejauh itu," kata Gadis gemas.
" ya kan gue penasaran kenapa om gue masuk ketempat itu, ya gue ikutin lah," kata Emily pelan
__ADS_1
" eh..... om gue malah mengira kalo gue pekerja di sana," kata Emily lagi.
" ya gimana om lu gak mikir kalo lu pelacur, ya lu nya aja ada di sana kan saat itu," kata Gadis lagi.
" Iya juga sih ya," kata Emily nyegir..
" terus gimana" tanya Gadis penasaran.
" gimana apanya," tanya Emily aneh.
" gimana rasanya," tanya Gadis penasaran.
karena gadis juga sama seperti Emily belum pernah melakukan hubungan intim seperti itu.
" kepo," ucap Emily tersenyum..
" iiih Emi gue kan penasaran, gimana rasanya," kata Gadis lagi..
tak lama panggilan televon pun masuk ke handphone milik Gadis..
" siapa Dis," tanya Emily.
" om lu," ucap Gadis pelan.
" om gue," tanya Emily lagi, dan Gadis pun mengangguk.
" angkat," ucap Emily lagi lagi Gadis pun mengangguk.
Jhonatan : halo Dis, maaf jika om ganggu, apa Emily sudah bangun nak,
Gadis : oh Emi sudah bangun kok om,
Jhonatan : apa om boleh berbicara sebentar dengan Emi.
Gadis : boleh Om, tunggu sebentar.
" nih Em, om lu mau bicara sama lu," ucap Gadis memberikan handphone miliknya pada Emily.
mau tak mau Emily pun berbicara dengan omnya.
Emily : ya om kenapa,
Jhonatan : semalam kemana, om hubungi ke handphone Emi tak aktif aktif,
Emily : maaf om handphone Emi lowbet semalam, lagian kan Emi juga sudah chat tante kalo Emi nginep di rumah Gadis,
Jhonatan : om tau sayang, paling tidak televon om biar om tak cemas,
Emily : Iya om maaf,
Jhonatan : ya sudah, om maaf kan lain kali jangan seperti itu lagi,
Emily : iya Om,
__ADS_1
akhirnya panggilan pun ditutup.
" terus gimana," tanya Gadis semakin penasaran.
" apanya yang gimana," tanya balik Emily lagi.
" iiih dasar oneng, lu gak nyesel keperawanan lu, lu kasih begitu saja sama om lu itu," kata Gadis sebal karena Emily seperti hilang akal jika menyangkut dengan om tercintanya itu.
" gak lah... gue kan kasih sama orang yang gue cinta," kata Emily ringan..
" jadi gue gak merasa menyesal sudah memberikan keperawanan gue sama orang yang gue cintai," kata Emily.
Emily memang tak menyesal telah memberikan keperawanannya pada om nya itu.
" lu gak mau gitu om lu tanggung jawab," tanya Gadis lagi.
" tanggung jawab apa, kan gue yang mau! dia juga gak maksa gue kan," kata Emily ringan.
" eh oneng... kalo lu hamil bagaimana," kata Gadis kesal karena sahabatnya ini benar benar hilang akal jika menyangkut om nya itu.
" hamil..." ucap Emily pelan.
" emang bisa hamil," tanya Emily tak percaya.
" ya ampun...heh, lu kan sama om lu itu udah pernah gituan, ya setau gue jika orang yang sudah begituan biasanya dia akan hamil, terus kalo lu hamil bagaimana," kata gadis panjang lebar.
" gue gak mikir kesana," ucap Emily jujur..
" astaga," ucap gadis kesal.
" ya mudah mudahan aja gue gak hamil kan," kata Emily pelan.
" astaga Emily, seharunya lu senang kan kalo lu bisa hamil, jadi om lu bisa menikah sama lu nantinya, bukannya lu menyukai nya, ya kan," tanya Gadis merasa aneh.
" Iya juga sih, intinya gini aja, kalo gue sampai hamil ya gue tinggal meminta om gue buat tanggung jawab, gampang kan," kata Emily panjang lebar..
" ya ya ya... terserah lu dah," kata Gadis pusing dengan sikap Emily yang seperti ini.
" sudah yuk ah, nanti kita telat lagi," ucap Gadis mengingatkan pada Emily jika hari ini ada ujian penting.
Emily dan Gadis pun menuju sekolah tepat waktu karena hari ini adalah hari ujian akhir semester menandakan murid murid akan lulus atau tidaknya..
SEMINGGU KEMUDIAN...
akhirnya ujian pun selesai..
Emily dan kawan kawannya dengan mudahnya melewati ujian itu,
dan hasil nilai ujian Emily juga terbilang cukup bagus walau tak di peringkat pertama Emily masih bisa memiliki peringkat ke dua, dan semua teman Emily lulus semua termasuk Gadis, walau pun Gadis tak pernah mendapat rengking namun ia selalu lulus dalam ujian sekolah.
setelah selesai dengan ujian itu Emily tak pernah keluar selain bekerja,
sekarang Jhonatan melarang Emily keluar rumah, semenjak kejadian itu Jhonatan wanti wantian melarang Emily untuk keluar apa lagi seorang diri..
__ADS_1