Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 25 Bergerak Cepat...


__ADS_3

DI RUMAH JHONATAN...


" apa..., maksudmu Emily di culik, begitu," tanya Jhonatan pada putranya.


" iya pah, tadi aku melihat Emily di bawa dua orang ke dalam mobil, dan sepertinya Emily pingsan saat mereka membawanya," kata Juna lagi menejelaskan.


" astaga...siapa yang sudah berani menculik keponakan ku," geram Jhonatan.


" apa kau lihat, mobil apa yang membawanya, flat nomer atau apalah," tanya Jhonatan lagi.


" aku ingat pah, ******* ," ucap Juna mengingat nomer flat mobil itu, karena Juna sangat pandai mengingat sesuatu dalam sekali lihat.


" benarkah, bagus," ucap Jhonatan dan ia pun bergerak cepat mencari flat nomer mobil itu..


DI RUMAH JORDAN...


Jordan : apa..Emily di culik,


 tanya Jordan terkejut mendengar berita tak mengenakan ini ketika menerima telvon dari kakaknya


Jordan : siapa yang menculiknya, kak,


 tanya Jordan


 Jordan : baiklah.. berikan no flat mobil itu, biar aku sendiri yang mencari nya.


DI RUMAH JACKY..


" apa..." kata Jacky ketika mendengar berita itu dari anak buah Jhonatan.


" siapa yang berani menculiknya," tanya Jacky marah.


" kami belum tau tuan, tuan Jhonatan dan tuan Jordan sendang mencarinya." kata anak buah Jhonatan.


" sialan, beritahu aku jika kakak kakak ku sudah mendapatkan orang yang sudah menculik keponakan ku," ucap Jacky marah.


" baik tuan," kata anak buah Jhonatan sebelum pergi.


" siapa yang menculik Emi, Jack," tanya Azahra mencemaskan Emily.


ia tak sengaja mendengar pembicaraan Jacky dan anak buah kakaknya.


" tidak tau sayang, kakak kakakku belum menemukan siapa penculiknya," kata Jacky lagi.


" lalu... apa Emily baik baik saja Jack," ucap Azahra cemas.


" sayang...kau tau betul Emily bukan, dia pasti baik baik saja," kata Jacky menenangkan istrinya yang mencemaskan Emily.


" aku tau, Jack, tapi kan Emily pasti ada lemahnya, aku takut Emily kenapa napa Jack," ucap Zahra lagi.

__ADS_1


" percayalah, Emily pasti tak akan kenapa napa, lagi pula kakak kakakku juga tak akan diam saja, bukan," kata Jacky lagi.


" kita tunggu saja kabar selanjutnya," ucap Jack lagi.


********


 BEBERAPA JAM KEMUDIAN..


" apa yang kau ketahui," tanya Jhonatan pada anak buahnya yang baru saja membawa berita penting untuk di katakan pada tuannya.


" siap tuan, tadi ada seseorang melihat mobil yang berflat nomer yang tuan berikan itu membawa seorang perempuan dan mereka membawanya ke dalam kapal Feri, dalam keadaan tak sadarkan diri.," kata anak buah Jhonatan.


" apa...kapal Feri" ucap Jhonatan kaget.


" benar tuan," ucap anak buahnya lagi..


" dan menurut yang saya dengar kapal feri itu menuju ke samudra Hindia, dan sudah berlayar beberapa jam tadi," kata anak buahnya lagi.


" apa informasi yang kau dapatkan akurat," tanya Jhonatan.


" saya yakin tuan, karena orang itu katanya saudara dari awak yang bekerja di kapal feri itu," ucap anak buahnya lagi.


" lalu apa kau bertanya siapa pemilik kapal itu," tanya Jhonatan lagi.


" pemilik kapal Feri itu, bernama Brown tuan, dan katanya dulu ia perompak di lautan," ucap anak buah Jhonatan lagi.


" baiklah.... carikan kapal feri lainnya, aku akan menyewa kapal itu untuk menemui orang yang bernama Brown itu," ucap Jhonatan marah.


Jhonatan pun kembali menelvon adik adiknya dan akan mencari Emily sesegera mungkin.


" tunggu nak, aku akan menyelamatkanmu secepat mungkin," ucap Jhonatan dengan nada marah.


" aku akan membunuh siapa pun kau Brown, karena kau sudah menganggu keluarga Malori," ucap Jhonatan marah.


DI TEMPAT LAIN...


" apakah gadis itu diam dan tak melakukan apa pun, atau apakah gadis itu merusakkan barang saat kau masuk membawa makanan untuknya." tanya James ketika pelayan itu baru saja melewati kamar nya.


" tidak tuan, nona hanya menanyakan beberapa pertanyaan saja," kata pelayan itu lagi.


" beberapa pertanyaan, apa itu," tanya James penasaran.


" nona tadi bertanya, tuan mau membawanya kemana,, dan saya menjawab semua pertanyaan itu" kata pelayan itu lagi.


" selain itu apa ada lagi," tanya james lagi.


" nona juga bertanya apa tuan selalu seperti ini jika berpergian selalu menculik seorang gadis," tanya pelayan itu lagi.


" lalu kau jawab apa," tanya James.

__ADS_1


" saya jawab yang sebenernya, karena setau saya tuan tak pernah membawa gadis lain ke kapal ini selain nona barusan," jawab pelayan itu lagi.


" bagus," kata James tersenyum.


pelayan itu pun pergi meninggalkan James yang tersenyum senang..


( apakah gadis itu cemburu,) tanya James dalam hati.


" aku akan menemuinya nanti malam saja," ucap James pelan dan ia pun menenggelamkan dirinya kedalam pekerjaan,


ia sedang mengukir sesuatu di batu daimon dan itu sangat cantik,


dan ia pun mengukir nama Emily di batu cantik itu.


" semoga saja Mily suka dengan hadiah yang aku berikan," ucap James tersenyum..


" aku tak sabar ingin bertemu dengan keponakan ku itu," ucap James lagi.


" Emily," gumam James tersenyum melihat ukiran nama itu di batu daimon yang ia ukir di batu cantik yang akan ia jadikan kalung untuk Emily.


tiba tiba ia mengingat wajah Emi yang begitu mirip dengan Regina.


" Emi, tapi kenapa aku merasa jika wajah Emi begitu mirip dengan Regina," ucap James lagi ia semakin bingung saja.


" tidak mungkin kan, Emi itu Mily," ucap James merasa ada yang aneh.


" itu tidak mungkin, setahuku saat aku bertemu Emi, Mily berada di rumah Jacky, dan rumah Jacky sangat jauh dari kota ini," kata James masuk akal.


" lagi pula jika Emi itu Mily, mana mungkin Mily tak mengenaliku," ucap James semakin yakin jika Emi bukan Emily.


" mungkin wajah Emi memang sangat mirip Regina tapi Emi bukan Regina atau pun Emily," kata James yakin pada dirinya sendiri.


James yakin dengan pendiriannya itu karena jika memang Emi adalah Emily keponakannya pastinya ia mengenali dirinya dan langsung mengatakan padanya ketika pertama kali mereka bertemu, tapi Emi yang ini dia tak mengatakan apa apa dan menyerahkan tubuhnya begitu saja saat itu padanya, dan jika memang Emi itu Emily ia tak mungkin melakukan itu, dan pasti Emily akan menolaknya, karena bagi Emily dirinya adalah Om tersayangnya.


tanpa terasa jam menunjukan pukul 7 malam ia pun membersikan diri terlebih dahulu sebelum menemui gadis pujaannya itu.


setelah selesai mandi dan berpakaian rapi James pun menuju dapur.


" Sakira," panggil James pada pelayan setianya.


" ya tuan," jawab sakira pelan.


" apa nona Emi sudah kau beri makan lagi," tanya James pelan.


" belum tuan, hanya tadi siang saja," kata pelayan itu lagi.


" baiklah, buatkan sekarang dan biar nanti aku yang akan mengantarkannya," ucap James lagi.


" baik tuan," jawab Sakira pelayan itu lagi.

__ADS_1


di dalam kapal Feri ini ada beberapa jumlah orang mungkin ada 10 atau 12 awak di sana yang bekerja serta memasak di kapal Feri itu.


__ADS_2