Cinta Untuk Uncle

Cinta Untuk Uncle
Bag 30 Kemarahan James...


__ADS_3

" katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi," tanya Jhonatan.


" gadis itu sudah mengatakannya bukan tadi, kurang lebihnya seperti itu," kata James pelan.


" gadis itu, biasanya kau memanggil Emi, selalu dengan kata Mily, kenapa sekarang kau memanggil Emily dengan kata gadis itu, bukan Mily lagi," tanya Jhonatan merasa curiga.


James benar-benar merasa tertekan dengan apa yang di tanyakan kakaknya padanya, padahal ia baru tau jika gadis yang ia culik itu Mily, keponakan yang ia sayangi,


dan jika James mengatakan yang sebenarnya pada kakaknya ini, pasti James akan mati saat ini juga.


James memang tak takut mati di tangan siapa pun, namun ia ingin tahu dulu apa alasan Gadis itu melakukan hal seperti ini padanya, dan membohonginya.


" karena, aku sedang marah padanya," kata James pelan dan sedikit membohongi kakaknya.


" marah, karena apa," tanya Jhonatan lagi.


" apa aku harus memberi tau mu apa saja yang seharusnya tak kau ketahui," tanya James dingin.


" aku tau hubunganmu dengan Emily sangat dekat, aneh saja kau memanggil dirinya dengan seperti itu," kata Jhonatan lagi.


" aku ada masalah sedikit dengan Mily, dan aku tak bisa menjelaskannya padamu," ucap James pelan.


" baiklah aku tak akan ikut campur urusanmu dengan Emi, tapi tuntaskan lah sekarang juga, karena aku akan membawanya pulang bersamaku," kata Jhonatan pelan.


" tapi kak, aku akan membawanya ke Hindia menemani ku ke sana," kata James pelan.


" tidak," jelas Jhonatan.


" terkecuali Emi sendiri yang menginginkannya," kata Jhonatan lagi.


" selesaikan lah dulu urusanmu dengan Emi," kata Jhonatan lagi dan James pun mengagguk.


******


Emily benar benar cemas apa yang di bicarakan om Natan dengan om Jams, ia takut jika om James mengatakan yang sebenarnya pada om Natan, dan jika om James mengatakan yang sebenarnya bisa bisa om Natan membunuh om James nantinya.


Emily terus mondar mandir di ruangan bersama dengan om omnya yang lain.


" berhentilah Mundar mandir Emi, kau membuatku pusing melihatnya," kata Jacky kesal karena Emily terus saja mundar mandir seperti setrikaan.


" aku mencemaskan om James, om Jack," kata Emily pelan.


" aku takut, om Natan menyakiti om Jams," kata Emily lagi.


" dia memang pantas untuk di hajar Kak Natan, Emi, karena dia sudah membuat kakak kakaknya dan om om mu mencemaskan dirimu," kata Jordan kesal dan terus menatap leher Emily seperti ada tanda merah, dan hanya dia saja yang melihat itu.


" tapi itu kan bukan salah om James, om Jo, itu semua salahku," kata Emily pelan.


" salahmu, bisa jelaskan kenapa semua itu salahmu," tanya Jordan merasa aneh.

__ADS_1


" intinya,! semua itu salahku, bukan salah om James," kata Emily lagi.


" dia menculik mu, apa kau lupa," kata Jordan kesal.


" aku tau, tapi kan semua itu dia lakukan hanya mencoba kemampuanku, itu saja," kata Emily lagi.


" benarkah," tanya Jordan menyelidik.


tak lama James dan Jhonatan menghampiri mereka, dan Emily langsung menghampiri James karena merasa cemas.


" apa kau tidak apa apa," tanya Emily pelan.


" apa kau pikir aku akan membunuhnya," kata Jhonatan melotot pada Emily.


" siapa tau kau akan lakukan itu seperti ketika om James membawaku saat berusia 7 tahun," kata Emily lagi.


James merasa aneh ketika Emily memanggil dirinya dengan sebutan Om seperti itu.


" ingin sekali aku lakukan," kata Jhonatan jujur.


" Om Natan," kata Emily kesal.


" kau tenang saja, untuk kali ini, aku akan memaafkan nya," kata Jhonatan pelan.


Emily pun sedikit lega mendengarnya.


" aku ingin berbicara denganmu," kata James pelan dan sedikit dingin.


" apa lagi yang ingin kau bicarakan dengannya, bukan kah kalian dua hari berada di tempat yang sama," tanya Jordan semakin penasaran.


" biarkan saja Jo, katanya mereka sedang marahan, dan mungkin ada sesuatu yang ingin James katakan," ucap Jhonatan tanpa curiga.


Emily pun mau tak mau mengikuti James yang menarik lengannya, James menuju tempat di mana ruangan kerjanya dan mereka berdua pun masuk.


Emily ataupun James tetap diam, mereka tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Emily merasa aneh kenapa om nya ini diam saja, bukankah ada yang ingin dia katakan.


dan Emily juga tau apa yang mau omnya ini katakan,


" bukankah om mau menanyakan sesuatu," tanya Emily pelan.


mendengar Emily memanggilnya om, membuat James senang, marah dan kesal di waktu bersamaan, apa lagi ketika hati dan pikirannya selalu menuju pada gadis ini yang ternyata keponakannya, dan James tak menyukai ketika Emily memanggilnya Om seperti itu.


" jangan memanggilku Om," kata James sinis.


" memangnya kenapa, kau kan om Ku," kata Emily aneh mendengar omnya berkata seperti itu padanya.


" om mu, apa seorang om bisa meniduri keponakannya," kata James marah dan membuat Emily tersipu malu dan ia merasa bersalah karena tak mengatakan jujur pada omnya ini.

__ADS_1


" katakan padaku... kenapa kau lakukan itu," kata James marah pada Emily dan mengguncang guncang bahu Emily.


" kau tau siapa aku dan kau juga mengenalku, tapi kenapa kau tak memberi tau aku kalo kau Emily," tanya James lagi dengan nada marah, namun ia marah pada dirinya sendiri bukan pada Emily.


Emily tak dapat mengatakan apa-apa, ia hanya diam tak bersuara.


" Katakan Mily," bentak James pada Emily.


Emily tersentak karena baru kali ini Om nya itu marah sebesar itu padanya, dan Emily tak bisa mengatakan pada James kalo dia mencintai Omnya ini.


" pertama aku juga tak mengenalmu," ucap Emily berbohong.


" benarkah," kata James dengan mata sinisnya seperti menguliti Emily.


" lalu kenapa kau mengatakan pada Natan kalo kau pertama kali melihatku kau sudah mengenalku," tanya James menekan Emily.


" katakan yang sebenarnya," pinta James pelan,


" aku memang mengenalmu," aku Emily dingin.


" seharunya kau juga mengenalku bukan," kata Emily lebih dingin.


" tapi apa, kau beranggapan aku orang lain, padahal wajahku saja sudah mengingatkan kau pada ibuku, tapi apa...kau sama sekali tak mengenaliku," ucap Emily lirih..


" bukan itu yang ingin aku tau Emily," kata James tak sabaran.


" kenapa kau membiarkan aku menyentuhmu, bahkan kau membiarkan aku meniduri mu, itu yang ingin aku tau, kenapa kau lakukan itu padaku," kata James kesal pada dirinya.


" katakan Emily," tanya James pelan.


" aku tau aku salah, seharunya aku memberi tau mu kalo aku Emily, keponakanmu," kata Emily.


" tapi jika aku mengatakan aku ini keponakanmu, kau takkan mungkin menyentuhku bukan, aku tak menyesal kau meniduri ku atau menyentuh ku, karena aku mencintaimu sedari dulu," kata Emily jujur dengan hatinya.


" mencintaiku, apa kau tak waras hah," kata James marah.


" aku ini Om mu, adik ibumu, mana mungkin kau bisa mencintaiku, Mily," kata James lagi.


" aku tau...tapi kau bukan adik kandung ibuku," kata Emily lagi.


" aku tau semuanya Om Jams," kata Emily lagi.


" aku tau siapa ibuku dalam keluargamu," kata Emily lagi.


" bahkan Aku tau, kau mencintai ibuku," kata Emily lagi.


" kau saja bisa mencintai ibuku, lalu kenapa aku tak bisa mencintaimu" kata Emily lagi.


perkataan Emily membuat James terdiam.

__ADS_1


__ADS_2