
KE ESOKAN HARINYA....
Emily tengah berjemur dengan bayi kecil yang bernama Azura, dan ia tengah menggendong bayi itu dan mengajaknya berbicara selayaknya anak kecil dan itu membuat Azahra yang berada di sisinya tersenyum..
" sayang... apa kau sudah mencari di mana kau akan kuliah nanti," tanya Azahra pelan.
" belum sih tan, kata om Natan nanti biar dia saja yang mencarikan universitas mana yang terbaik," kata Emily pelan.
" hmmmm, keputusanmu untuk menujuk om Natan memang bagus sayang, om Natan paling tahu tempat dan universitas terbaik di sini," kata Azahra pelan.
" iya, om Natan sendiri yang akan mencarikan nya untukku," kata Emily lagi.
" tante, apa boleh Emi tanya sesuatu," tanya Emily pelan setelah beberapa menit.
" tentu saja boleh sayang, mau tanya apa," tanya Azahra lembut.
" apa tante tau, tentang hubungan om James dan Ibunda," tanya Emily pelan.
" kau tau tentang hubungan mereka sayang, dari siapa," tanya Azahra aneh karena hanya Azahra dan James saja yang mengetahui itu semua..
" tidak penting Emi tau dari siapa, tan," ucap Emily pelan.
" Emi hanya ingin tau kebenarannya," kata Emily lagi.
" baiklah... tante akan ceritakan itu semua," kata Azahra pelan dan ia pun menceritakan semua pada Emily bagaimana James mencintai ibunya.
" jadi seperti itu ya tan, ternyata bunda tidak mencintai Om James," tanya Emily pelan.
" tentu saja tidak, Ibundamu sangat mencintai Nicolas suaminya." ucap Azahra pelan.
" Tante tau betul bagaimana Ibundamu mencintai ayahmu itu," kata Azahra lagi.
" bahkan Ibundamu rela berkorban dan ikut mati bersama ayahmu di dalam kebakaran itu," ucap Azahra menerawang.
" Tante lihat sendiri bagaimana Regina mencintai ayahmu," ucap Azahra lagi mengingat kejadian saat kebakaran itu dan Regina mengorbankan dirinya karena ia begitu mencintai Nicolas suaminya.
" jika memang Regan tak mencintai ayahmu, mungkin ia akan meninggalkan Nicolas saat kebakaran itu, memang berat saat itu... ia harus memilih antara kau dan ayahmu, tapi....karena Regan begitu mencintainya, ia malah memilih ayahmu dan ikut bersamanya," kata Azahra lirih.
" jadi bunda tak mencintai ku, karena lebih memilih mati ketimbang merawat ku dan membesarkanku," ucap Emily lirih.
" tidak sayang bukan itu, Ibundamu sangat sangat mencintai mu, hanya saja ia tak bisa meninggalkan Suami yang begitu mencintainya," kata Azahra lembut.
" jadi bunda begitu mencintai ayah, ya tan," tanya Emily pelan.
" tentu saja,," kata Azahra dan mengambil Azhura di gendongan Emily.
" Regan pernah mengatakan padaku jika Nicolas adalah belahan jiwanya, jika ia mati ia akan ikut mati bersamanya, itu yang selalu aku ingat kata katanya," kata Azahra lagi.
__ADS_1
" dan aku menghargai keputusannya, walau sedikit pun aku tak terima ia meninggalkan kau dan kita semua," kata Azahra menangis.
" tante," panggil Emily dan ia memeluk tantenya yang begitu menyayangi ibunda Emily dan sahabatnya itu.
Azahra pikir Emily bertanya seperti itu karena penasaran tentang hubungan ayah dan juga ibunya, Azahra tidak tau jika yang Emily tanyakan itu perihal hubungan ibunya dan om James, karena Emily pikir Ibu dan om nya saling jatuh cinta, namun ternyata hanya om nya saja yang mencintai ibunya.
" apa ibunda Pernah mengatakan pada tante Zahra, kalo ia mencintai om James," tanya Emily pelan.
" tentu saja, hanya saja cintanya hanya sebatas antar saudara bukan cinta antara wanita dan pria," kata Azahra pelan.
" apa kau berpikir jika ibumu dan om mu itu memiliki suatu hubungan seperti itu," tanya Azahra pelan dan Emily mengagguk.
" tidak sayang, Ibundamu tidak mencintai James, di dalam hatinya hanya ada nama ayahmu," kata Azahra lagi.
Tak lama datang seorang pelayan menghampiri mereka.
" Permisi bu," kata pelayan pelan.
" ya ada apa BI," tanya Azahra pelan.
" ada non Gadis mencari non Emily, bu" kata pelayan itu lagi.
" Gadis, suruh ke sini saja BI," kata Emily senang.
" baik non, kalo begitu saya panggilkan non Gadis nya dulu," kata pelayan itu sebelum pergi..
" lu baik baik saja kan," kata Gadis cemas saat melihat Emily.
" gue denger lu di culik seseorang, astaga," kata Gadis dan ia memeluk Emily lagi.
" gue bener bener cemas sama lu, Emi," kata Gadis lagi.
Tante Azahra hanya tersenyum melihat dua gadis yang saling berpelukan itu, dan kelakuan kedua gadis itu mengingatkan dirinya dan Regina saat usia seperti mereka.
" ehm," Azahra sengaja pura pura batuk agar Gadis sadar jika dirinya berada di sana juga.
" eh tante Zahra," kata Gadis dan ia pun mencium punggung tangan Azahra.
" maaf tan, Gadis benar benar cemas sama Emily sampai gak lihat ada tante dan si cantik Azura," kata Gadis dan ia pun mencium pipi Azura yang gembul.
" tidak apa apa sayang," ucap Azahra tersenyum.
" sekarang Emi baik baik saja," kata Azahra pelan.
" iya tan, syukurlah kalo Emi baik baik saja," kata Gadis senang.
" Tante, Emi sama Gadis ke atas dulu ya," kata Emily menggandeng Gadis ke atas dan Azahra mengangguk dan tersenyum melihat dua sahabat yang dekat itu.
__ADS_1
*********
" Ceritain sama gue kenapa bisa lu di culik, dan kapan kejadian itu, terus gue dengar lu di bawa naik ke kapal, dan siapa yang culik lu," tanya Gadis setelah ia berada di dalam kamar.
" astaga, Lu bisa kan nanyanya satu satu, mana bisa gue jawab semua pertanyaan lu itu," kata Emily tertawa melihat sahabatnya seperti itu.
" hehehehe iya, gue lupa, abisnya gue cemas sih," kata Gadis nyengir.
" sekarang ceritain ke gue, bagaimana bisa lu di culik," tanya Gadis lagi.
Emily pun menceritakan semua bagaimana kronologi nya,
" apa... jadi om lu yang menculik lu," tanya Gadis tak percaya, dan Emily pun mengagguk.
" iya..." kata Emily pelan.
" astaga...kok bisa sih," kata Gadis tak percaya.
" gue juga gak tau niatnya culik gue itu buat apa," kata Emily pelan.
" apa... terus buat apa om lu itu culik lu," tanya Gadis penasaran.
" katanya dia mau jadiin gue kekasih untuknya," kata Emily lagi.
" terus lu jawab apa," tanya Gadis semakin penasaran.
" tentu saja gue jawab enggak," kata Emily pelan.
" loh... kenapa, bukannya lu itu suka sama om lu itu, terus kenapa lu gak mau jadi kekasih om lu itu," tanya Gadis aneh.
" percuma gue jadi kekasihnya juga, jika hati dan pikirannya hanya untuk wanita lain," kata Emily pelan.
" wanita lain, siapa,?," tanya Gadis lagi.
" Jika memang om mu itu memiliki wanita lain, terus kenapa dia sampai mengejar ngejar lu," tanya Gadis lagi semakin aneh.
" itu karena wajah gue begitu mirip dengan seseorang yang ia cintai," gumam Emily lirih.
" apa..." tanya Gadis semakin aneh.
" apa lu kenal siapa wanita itu," tanya Gadis lagi dan Emily mengagguk.
" siapa," tanya gadis semakin penasaran.
" nyokap gue," kata Emily pelan.
" apa.... nyokap lu, maksud lu tante Regina," tanya Gadis tak percaya dengan apa yang Emily katakan.
__ADS_1
Emily hanya mengangguk anggukan kepalanya menjawab semua pertanyaan Gadis.