CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN
DIRINYA HANYALAH WANITA MAINAN


__ADS_3

Melvin melihat kekecewaan di raut wajah Kayla, apakah seperti ini raut wajahnya dulu ketika mendengar kabar Kayla lebih memilih pria kaya dibandingkan dirinya?


Apa sekarang kamu sedang merasakan sakit hatiku dulu Kay?


Kayla sekali lagi menyerah, dia tak melanjutkan pertanyaannya. Dia bangun dari kursinya, berjalan ke lemari mengambil satu baju tidur dari banyaknya baju yang telah disiapkan oleh Melvin di lemari. Banyak juga lingeri-lingeri seksi, seperti yang selama 3 hari ini dia pakai. Tapi dia tak ingin memakainya lagi, sengaja memilih gaun tidur yang agak tertutup.


"Kamu berjanji akan melepaskanku hari ini, jadi bisakah kamu pergi sekarang. Aku ingin istirahat," Kayla bicara pada Melvin dengan nada suaranya yang dingin.


Melvin tau ia sudah keterlaluan membalas perkataan Kayla tapi ia tak ingin menarik perkataanya kembali. "Istirahatlah."


"Ini black card, kau bisa berbelanja sepuasmu. Pergilah keluar sesukamu tapi kabari aku dimanapun kamu berada. Dibawah ada beberapa Bodyguard untuk menjagamu."


Melvin mencari pakaiannya sendiri dan memakainya. Dia menatap Kayla sebentar lalu pergi keluar kamar. Melvin segera menitipkan Kayla pada pengurus Rumahnya lalu pergi dari sana.


"Bodyguard itu bukan untuk menjagaku tapi untuk mengurungku Melvin. Jangan menangis lagi Kay, kau bukan wanita lemah." Kayla menguatkan dirinya.


Melvin tak ingin pulang ke rumah orang tuanya, dia langsung berangkat ke Perusahaan.


Selang beberapa saat setelah kepergian Melvin, seorang wanita datang ke rumah yang ditinggali Kayla.


Renata menghubungi Melvin dalam 3 hari ini tapi Melvin tak pernah menelepon balik. Sebelumnya Melvin tak pernah seperti itu, sesibuk apapun jika Renata menelepon Melvin akan menelepon balik setelah mempunyai waktu senggang. Dia juga sudah menelepon calon Ibu mertuanya tapi mengatakan Melvin sudah tak pulang ke rumah mereka selama 4 hari.


Renata turun dari mobilnya, ia melihat beberapa pria tegap berpakaian hitam menjaga pintu masuk, dulu saat dirinya datang belum pernah ada penjaga.

__ADS_1


Renata berjalan ke pintu masuk tapi para pria berpakaian hitam itu menghalangi jalannya.


"Kalian kurang ajar! Kalian tidak tau aku siapa! Aku calon istri pemilik rumah ini! Buka pintunya!"


Renata marah-marah tapi mereka masih tak bergerak sedikit pun dari tempat mereka berjaga.


Bi titin yang mendengar keributan segera menelepon Melvin, tapi majikannya tak menjawab.


Kayla yang baru saja turun ke bawah mendengar suara keributan di depan pintu masuk, ia berjalan ke arah pintu tapi dihadang oleh Bibi pengurus rumah.


"Jangan Non, nanti saya yang kena marah den Melvin."


"Memangnya siapa itu Bi? Tapi kasihan dia berteriak terus diluar," Kayla tak mendengarkan bi titin, tetap berjalan ke arah pintu masuk.


Kayla membuka pintu, matanya bertatapan dengan mata seorang wanita cantik yang sepertinya seumuran dirinya.


"Nona Kayla, Tuan Melvin bilang tak boleh ada yang masuk. Jadi silahkan masuk kembali, biar kami yang urus Nona ini." Ucap salah satu bodyguard.


Renata tercengang mendegarnya, ternyata mereka semua penjaga yang disuruh Melvin menjaga wanita yang sedang berdiri di hadapannya.


"Minggir kalian!" Renata harus mendapatkan penjelasan.


"Telepon tuanmu, bilang aku yang mengijinkannya masuk. Jika dia ingin marah, bilang padanya marahi aku," Kayla menatap Bodyguard yang berbicara padanya.

__ADS_1


Bodyguard itu akhirnya membiarkan Renata masuk.


Renata berjalan masuk menyenggol tubuh Kayla yang berdiri di depan pintu.


Kayla kurang lebih tau siapa wanita yang baru saja masuk, sepertinya wanita yang ingin dinikahi Melvin seperti perkataan Melvin tadi padanya.


Kayla mengikuti Renata yang berjalan ke arah sofa, dia duduk di seberang Renata yang sudah menyilangkan kakinya.


Mereka berdua saling menatap penampilan masing-masing, Kayla mengakui wanita yang duduk di depannya sangat elegan dan sangat cantik, memang pantas menjadi istri Melvin.


"Namaku Renata, calon istri Melvin. Kami bertunangan sejak dari kecil, sebentar lagi 2 keluarga besar akan bertemu dan menentukan tanggal pernikahan kami." Renata langsung membuka kartunya.


Kayla hanya tersenyum, ia tau Renata ingin langsung membuatnya kalah dalam sekali gebrakkan.


"Nama saya Kayla, saya hanya wanita mainan Melvin. Anda tidak perlu cemas Nona Renata, saya bukan siapa-siapa. Saya tidak berharga sama sekali," Kayla tau dirinya tak bisa menang jadi untuk apa bertarung.


Renata tersenyum mengejek, ternyata wanita di depannya tak sebanding dengannya. Tapi dia mengakui keberanian Kayla yang mengakui dirinya sendiri siapa.


"Baguslah kau sadar diri, aku tak tau sudah berapa lama kau mengenal Kak Melvin dan menjadi mainannya. Tapi karena sekarang aku sudah mengetahuinya, Kak Melvin akan segera membuangmu jika aku memintanya."


Kayla tak membalas perkataan Renata, dirinya bahkan akan berterimakasih padanya jika Renata berhasil membuat Melvin membuangnya.


"Kalau begitu saya mengandalkan anda Nona Renata, saya juga sudah bosan menjadi wanita mainannya. Kalau begitu saya permisi, saya ingin beristirahat." Kayla lalu berdiri pergi berjalan naik ke atas kamarnya.

__ADS_1


Renata mencengkram pinggiran sofa, sangat kesal. Dia kemudian berjalan keluar, membawa mobilnya pergi dari sana.


Kayla membaringkan tubuhnya di kasur, tadi dia turun kebawah ingin mencari obat demam. Sekarang tubuhnya menggigil kedinginan dan kepalanya semakin pusing.


__ADS_2